Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
Pertanyaan Haifa


__ADS_3

Setelah kepergian Dimas, Nisa pun terbayang perlakuan kecil suaminya. perlakuan kecil yang membuatnya merasa sangat bahagia. Terlihat cinta di mata suaminya saat itu, Namun ia sadar, Ada Cinta di mata Dimas di karena kan ia akan bertemu dengan sosok Fira. setelah Nisa menyadari itu dadanya pun kini kembali terasa sakit. Muncul rasa kecewa, marah, serta tanda tanya di kepalanya "Kenapa harus ada wanita itu (Fira) sekarang hadir dalam kehidupan rumah tangganya?" sangat menyakitkan rasanya, suami yang ia cinta, sekarang mencintai wanita lain. Terutama saat Nisa mengingat kecupan yang mendarat di keningnya tadi di karenakan suaminya sedang bahagia akan bertemu wanita lain (Fira). Amarahnya pun kini berkobar kembali, jantungnya kini berdetak lebih cepat dari sebelumnya, perlakuan kecil Dimas yang malah membuat amarahnya terasa meledak-ledak. Walau bagaimanapun tidak ada seorang istri yang ikhlas melihat suaminya akan menemui wanita lain, walaupun atas dasar pekerjaan. Namun tidak bagi Nisa, ia sekarang masih bertahan demi keutuhan rumah tangganya. biar pun ia harus menahan sakit hati yang sangat dalam, ia tidak bisa berbuat apa-apa, pertemuan mereka atas dasar pekerjaan lah yang membuatnya tidak ingin terlalu cepat mengambil keputusan.


Tiba-tiba pertanyaan muncul dari putrinya:


"Ma, ayah pegi ana?" bicara Haifa yang masih kurang jelas.


"Ayah kerja sayang" balas Nisa sambil menatap putrinya, pembicaraan antar anak dan ibunya kini berlangsung dengan serius.


"Ko alam-alam sih mah? enapa nggak siang aja?"

__ADS_1


"Kan biar dapat uang yang banyak sayang, biar Haifa bisa beli Susu, beli Baju, beli? hem...beli apa lagi ya?" ujar Nisa sambil memperagakan ketidak tahuannya.


"Beli mainan mah" sahut Haifa tiba-tiba dengan antusias dan dengan peragaannya yang menggemaskan.


"Nah iya sayang , beli mainan.


makanya Haifa harus jadi anak yang pinter, oke!" ujar Nisa mengacungkan jempolnya dengan semangat.!


Tidak terasa obrolan anak dan ibu kini selesai.

__ADS_1


Nisa pun membawa putrinya ke kamar.


"Sayang , ayo kita ke kamar, sudah malam ni, kita bobo yah" ajak Nisa dengan lembut, menatap putrinya.


"Ayo ma," ajak Haifa lalu membawa mamanya dengan menyeret satu tangan Nisa ke arah kamar, Nisa pun pasrah dengan perlakuan menggemaskan Haifa,


Ia berjalan perlahan mengikuti langkah kaki mungil itu setapak demi tapak, langkahnya perlahan tepat di belakang Haifa.


Mereka pun menuju kamar, Nisa mengangkat dan menggendong Haifa secara perlahan menaikannya ke atas tempat tidur. lalu membaringkannya, Nisa berada di samping putrinya, dengan satu tangannya menopang Kepala, sebelum tidur biasanya mereka melakukan sedikit permainan terlebih dulu.

__ADS_1


Terus tinggalin jejaknya ya guys😆 biar tambah semangat ni lanjutinnya🙏🙏


__ADS_2