
Maaf ya, untuk yang masih setia menunggu cerita akho , Up nya akho lama bingitzzππ. Akho nya lagi malas πππ , aku itu Sudah agak-agak malas lanjutinnya, Tapi karena melihat teman-teman sepertinya masih ada yang penasaran ingin tau kelanjutannya, aku lanjutin aja deh! saya tunggu komentar kalian selanjutnya, selamat membaca πββοΈπββοΈπββοΈ
...****************...
"Aku yakin pasti mereka masih merencanakan pertemuannya dimana? tapi gimana caranya aku bisa tahu mereka ingin bertemu di mana?" dengan tatapan penuh tanda tanya, dengan pemikirannya.
"Mas kamu keluar kemana sih?" tanya Nisa lembut.
"Aku mau keluar sama teman, kenapa?"
"Yah aku pengen tau aja mas, aku kan istri kamu, siapa tau aja nanti ibu tiba-tiba nanya, kamu di mana, terus aku jawab apa dong, entar di kira kita berantem lagi, aku nggak mau buat ibu kepikiran mas, setidaknya aku juga harus tau kamu pergi kemana" jelas Nisa dengan melas yang benar-benar membuat Dimas percaya dan berkata jujur, Dimas merasa Nisa tidak akan pernah tau jika dia keluar untuk bertemu fira.
"Aku mau ke Cafe yang persimpangan jalan sana" jawab Dimas jujur.
__ADS_1
"Oh gitu ya mas" ujar Nisa dengan sinis nya dan pemikiran Liciknya,
Dimas berkata jujur tanpa menaruh curiga sedikitpun.
"Tapi aku nggak tau sih! siapa tau aja nggak jadi ke tempat itu" ujar Dimas lagi dengan jujur.
"Oh gitu ya mas, kenapa nggak di tempat itu aja mas, padahal di situ makanannya enak-enak lho mas" dengan sikapnya yang sedikit manja, Nisa pun mencoba meyakinkan bahwa dia pernah ke tempat itu,agar Dimas tidak pergi ke tempat lain, padahal apa yang dia ucapkan tak seperti kebenarannya.
"Terus kalau kalian nggak jadi ke tempat itu, lalu mau ke Cafe mana mas? " tanya Nisa ingin tahu tanpa membuat Dimas curiga, Nisa berharap semoga Dimas tidak mencari tempat lain, karena akan mempersulit pencarian mereka nantinya.
"Ya udah aku ajak teman ku te situ aja" balas Dimas lagi sedikit keraguan di wajahnya.
Merasa yakin dengan jawaban Dimas, Nisa pun merasa senang.
__ADS_1
"Bagus lah mas kalau kamu jujur" batin Nisa lagi menyunggingkan bibirnya.
"Aku tahu mas kamu mau bertemu siapa? Bisa aja aku marah sekarang mas, tapi nggak sekarang" pikir Nisa dalam hati dengan geram sembari mengepal kedua tangannya. setelah dia bersiap dan mengurus Haifa, tidak berapa lama Dimas pergi.
Nisa pun segera menghubungi Lisa sahabatnya, tidak menunggu begitu lama, Lisa pun sudah berada di rumah Nisa, memang tidak di ragukan lagi Lisa lah yang paling berantusias ingin segera memergoki suami sahabatnya itu, karena setiap kali mendengar cerita Nisa membuatnya merasa geram. hari ini terlihat sekali wajah Nisa yang benar-benar terlihat marah, sikapnya yang tergesa-gesa ingin segera memergoki suaminya membuat Lisa berambisi membantu sahabatnya.
"Ayo Lis cepetan, aku sudah nggak sabar nih melihat mereka" ajak Nisa dengan langkah kakinya yang begitu cepat.
"Iya Nis aku juga, sahut Lisa pula sembari mengikuti langkah kaki Nisa.
Langkah kaki mereka yang terburu-buru terlihat seperti orang yang tidak ingin ketinggalan pesawat, mempersiapkan Haifa dengan gerak-gerik tangan dan langkah yang cepat.
"Aku penasaran seperti apa sih itu wanita yang namanya "Fira"" ujar Lisa di tengah ketegangan mereka.
__ADS_1
Nisa merasa terenyuh mendengar kata-kata Lisa. membuatnya berpikir bagaimana tanggapan Lisa nanti jika dia melihat wajah Fira.