Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
Kepergian Nisa


__ADS_3

"Bu Atin ini ada sedikit uang belanja selama kepergian saya," ujar Nisa lirih sambil menyerahkan uang tersebut pada bu Atin.


"Bu Nisa, ini uangnya banyak sekali, apa nggak terlalu berlebihan? Ibu kan hanya pergi beberapa hari saja. Ucap Bu Atin sopan sambil menyerahkan kembali uang tersebut pada Nisa.


" Nggak apa-apa Bu Atin, sisanya Bu atin ambil saja untuk keperluan Anaknya,"


balas Nisa dengan senyumnya sambil meraih tangan Bu Atin dan menyerahkannya kembali.


"Terima kasih Bu" ujar Bu atin sopan dengan kepala tertunduk.


"Oh yah Bu Atin untuk masalah sarapan pagi mas Dimas. Ibu bisa langsung tanya saja pada Mas Dimas. Lagi pula ia juga sering makan di luar. Ujar Nisa yang sedikit jutek. Masih memikirkan Dimas, Walaupun ia tidak ingin.


"Iya Bu, Ibu nggak perlu kuatir," balas Bu Atin sambil menyentuh pergelangan Nisa, menghilangkan kekuatirannya.


"Oh yah satu lagi , Jika mas Dimas nggak pulang, Kasih tahu saya yah!" Antusias Nisa yang sedikit berbisik.

__ADS_1


"Iya Bu, Ibu tenang saja! Saya akan memberi tahu Ibu Nanti " bisik Bu Atin dengan Antusias pula. Sehingga membuat mereka berdua benar-benar terlihat sudah sangat dekat satu sama lain.


"Saya titip Haifa ya Bu Atin!" ujar Nisa lagi yang terlihat menahan air matanya. Ingin sekali saat itu ia menangis tersedu-sedu akan meninggalkan putrinya. Karena memang ia tidak pernah berpisah terlalu lama. Di tinggal Haifa ke rumah Neneknya saja, Nisa sudah rindu berat. Padahal hanya dua hari. Apalagi keberangkatannya sekarang, sedikit lama dari hari kemaren. Ini benar-benar membuatnya sedih.


"Ibu nggak berpamitan dulu sama putrinya?" sanggah bu Atin pada Nisa yang sudah menderek kopernya keluar, sehingga membuat Nisa menghentikan langkahnya.


"Nggak usah Bu atin, Nanti Haifa terbangun dari tidurnya" ucap Nisa sedikit berbohong. Karena memang ia tak sanggup melihat wajah Haifa untuk terakhir kali kepergiannya.


Lalu ia pun menghampiri Bu Evi yang sudah menunggunya di mobil.


"Kamu sama sekali nggak mengantar kepergian ku mas? keterlaluan!" gumam Nisa yang terlihat dengan wajah sendu saat kepergiannya.


Nisa yang hanya bisa menghela napas dalam.


"huh!...Bismilah semoga aku bisa melewati semua ini" batinnya Berdo'a

__ADS_1


Lalu ia melangkah pergi, Walaupun masih tersimpan beban di pikirannya.


......................


"Bu Evi" sapa Nisa sopan pada Bu Evi yang sedang fokus pada ponselnya.


"Iya nis, Silahkan!" ujar Bu Evi mempersilahkan Nisa masuk.


......................


Seminggu telah berlalu saat kepergian Nisa


Bu Atin menjaga haifa dengan baik, haifa Anak yang pintar dan juga tidak begitu nakal seperti Anak biasanya. Jadi membuat Bu Atin tidak begitu kesulitan untuk mengurus Haifa.


Selama kepergian Nisa, Dimas yang selalu sibuk di luar dan jarang sekali berada di rumah.

__ADS_1


Bu Atin pun memberikan Laporan sesuai perintah Nisa. Setiap laporan yang Bu Atin berikan membuat Nisa berpikir yang bukan-bukan terhadap Suaminya. Karena merasa terlalu banyak beban yang ia hadapi. Membuatnya sedikit tidak fokus saat melaksanakan pekerjaannya.


__ADS_2