
Selesai sholat Nisa seperti menemukan kedamaian di Hatinya, ia memberanikan diri bicara pada Dimas, namun setelah membuat putrinya tidur.
Dimas yang berada di kamar, terlihat asik dengan ponselnya.
"Mas, beliin aku Hp! kamu kan yang rusak in kemarin" Pinta Nisa jutek.
"Itu kan salah mu sendiri, makanya jangan berani sama suami" balas Dimas jutek pula.
"Iya mas!" ucap Nisa singkat lalu pergi begitu saja, karena mendengar jawaban Dimas yang tidak ingin membuatnya tambah emosi
...****************...
Keesokan paginya Nisa bangun melihat Dimas yang sudah tidak ada di rumah, Hatinya gelisah sebab Dimas pergi tanpa memberi tahunya.
"Kenapa mas Dimas berangkatnya pagi sekali yah?" tanya di benaknya.
"Ah sudah lah, aku nggak mau mikir yang nggak nggak lagi tentang mas Dimas terserah dia mau ngapain". gumamnya lagi, untuk menghilangkan pemikiran negatifnya tentang Dimas.
Ia pun bangkit dari tempat tidur dan membuat sarapan, setelah selesai membuat sarapan Ia pun mandi dan bersiap mengenakan seragam dan sedikit polesan di wajahnya.
Ia duduk di depan meja hias, sambil memandang dalam wajahnya di cermin,
"Ternyata aku sudah tua yah" ujar Nisa melas. Karena tidak percaya dengan apa yang sudah di lihat, ia menggerakkan wajahnya ke kanan dan ke kiri.
"Hum....... "Merasa tak percaya.
Lalu ia membuka lemari box mini yang berada di hadapannya berisi berbagai perlengkapan Make up nya.
"Sret.... "
"Sret... "
"Sret... "
Satu persatu lemari box itu ia buka, di box terakhir ia menemukan uang yang tersusun rapi yang jumlahnya lumayan banyak. yah mungkin bisa cukup untuk beli Ponsel baru dua buah.
Nisa pun tersenyum memandang uang tersebut, namun bukan karena jumlahnya tapi karena Melihat perhatian Dimas padanya yang sedemikian rupa, walaupun ia masih terlihat marah tapi ia perduli.
Lagi-lagi Nisa terharu dengan perlakuan kecil itu.
"Ya allah, alhamdulillah atas kebaikan mu, kau bukakan hatinya untuk ku hari ini" Gumam Nisa Lirih sambil memandang uang tersebut.
__ADS_1
Setelah selesai, ia pun segera ke kantor, tentunya dengan perasaan bahagia, setelah mendapatkan uang dari Dimas tadi.
tiba di kantor Ia mendapatkan pesan dari Dimas.
"Mungkin Setelah kamu membaca pesan ini, kamu pasti sudah beli HP kan? aku minta maaf karena kejadian kemarin, itu sisa uangnya kamu buat beli apa aja yang kamu mau, aku keluar kota sama pak Robin."
Pesan yang membuat matanya hampir berkaca-kaca.
"Ya Allah maaf kan aku jika sudah menyakiti perasaan suami ku".batinnya menyesal mengingat akan perbuatannya selama ini.
......................
Terkadang Nisa merasa senang saat melihat ketidakhadiran Dimas di rumah, ia tidak perlu terus-terusan curiga hingga membuatnya menghabiskan waktu hanya untuk kecurigaannya.
Sekarang ia merasa bebas bisa melakukan apa saja, tapi untuk apa kebebasan yang akan membuatnya sengsara nantinya.
kesunyian yang Nisa rasakan semakin terasa saat melihat lemari pakaian yang berisi stelan baju-baju Dimas yang sering dia pakai, tiba-tiba saja terbuka.
Lagi-lagi Nisa meneteskan air matanya, ia merasa seperti sudah bertahun-lamanya Dimas pergi.
"Mas Dimas maafin aku" gumamnya lirih dengan tangisnya yang seperti orang yang sudah lama di tinggal pergi.
"Hu.... Hu.... Hu..."
......................
"Nis"
"kamu ko nggak pernah hubungin aku?"
"Apa sudah ada yang baru selain aku?"
"makan bareng yuk!"
"kok diem Nis?? "
"kamu marah ya sama aku?"
"Nis, sudah beberapa hari ini kamu nggak hubungin aku lagi, kenapa sih?"
"Kamu sudah nggak suka lagi ya sama aku?"
__ADS_1
"Aku yakin pasti kamu sudah ada pria lain? "
"Nis balas dong"
Entah kenapa setelah Nisa melihat pesan dari Diraz, ia merasa seperti wanita murahan yang mudah di dapat di luar sana.
"Aku harus bicara dengan Diraz sekarang"
gumamnya dalam hati.
Nisa melakukan panggilan telepon, tanpa menunggu lama Diraz pun mengangkatnya.
Diraz: "Hallo Nis"
Nisa:" Hallo raz , kamu dimana?"Tanya Nisa datar
Diraz: "Aku di rumah, kenapa Nis??
Nisa: " Nggak papa"
Diraz": tumben kamu telpon? mana suami mu?"
Nisa:"Hem...,.........."
Belum sempat Nisa menjawab, Diraz pun terlebih dulu memberikan pertanyaan
Diraz:" Kenapa kamu nggak pernah hubungin aku Nis?"
Nisa: "Nggak papa Raz aku lagi males aja" ujar Nisa melas
Diraz: "Kenapa? kamu sudah bosan sama aku?"
Nisa:" Nggak Raz, aku cuma nggak mau aja terusin hubungan kita"
Diraz"Kenapa? apa sudah ada pria lain"
Tanya Diraz yang membuat Nisa terdiam sejenak
"Astagfirullah, segitunya kah pandangan Diraz pada ku? ternyata selama ini aku hanyalah di anggap wanita murahan, yang sama saja dengan wanita di luar sana"
Nisa: "Udah dulu ya Raz, aku aku lagi ada kerjaan"
__ADS_1
tanpa menunggu jawaban dari Diraz Nisa pun memutuskan panggilan teleponnya.
Ia menghela nafasnya dalam tentunya dengan prasangka nya pasti.