
Hik..hik... "Lucu kali ya kalau Lisa memakai baju ini?" bayangan Nisa. sebab Ukuran baju yang akan Nisa pinjamkan lumayan besar. Bagaimana tidak besar baju Ibu Nisa yang tertinggal tempo hari saat menginap di rumah.
Tidak berapa lama Lisa keluar dari kamar mandi dengan tidak sabarnya.
"Mana nis bajunya" pinta Lisa
"Ini Lis!, Kamu coba aja dulu di kamar sebelah" ujar Lisa menyerahkan baju yang sudah dia siapkan untuk Lisa. Menahan tawa membayangkan Lisa memakai daster ibunya,
"Kamu kenapa Nis"
"Nggak papa, udah! cepat ganti sana!" kesulitan mendorong tubuh lisa ke kamar ganti.
Hik.. hik.. hik... "Pakai itu baju emak-emak" ujar Nisa pelan menahan tawanya.
"Pasti sebentar lagi dia teriak" batin Nisa
tidak berapa lama, Lisa pun memanggil
"Nisa....!"
teriak Lisa dari dalam kamar.
"Iya, ada apa Lis?" jawab Nisa yang sambil menahan tawanya.
"Semua bajunya kekecilan Nis dasternya aja yang bisa aku pakai" teriak Lisa jengkel.
__ADS_1
Lisa pun keluar kamar memperlihatkan baju yang ia kenakan. sambil menahan tawa mereka.
"Hahahaha"
Mereka yang hanya bisa tertawa sambil memegang perutnya masing-masing, sebab daster yang Lisa pakai Ada beberapa sobekan di bagian lengan dan bagian bokongnya sehingga membuat Lisa terlihat lucu saat mengenakannya.
"Sudah!, Ayo kita sholat , entar telat lagi" ajak Nisa mengakhiri tawa mereka dan melaksanakan shalat bersama.
Setelah selesai sholat.
"Gimana nis? kita jadi jalan nggak?
katanya kamu mau selidiki suami kamu," tanya Lisa yang tiba-tiba teringat rencana Nisa
"Iya Lis, Ayo, Cap cus" jawab Nisa antusias!
"Tapi aku pakai baju apa Nis? apa aku pakai daster ibu kamu ini? nggak mau ah Nis, ujar Lisa sambil merengek.
"Kalau nggak mau ya udah, pakai baju kamu yang bau itu aja," ledek Nisa.
"Nggak mau ah! baju yang tadi sudah bau keringat, lagian juga sudah nggak nyaman di pakai Nis" rengek Lisa
"Ya udah! pakai daster itu aja, terus di kasih Long cardi, aku punya yang ukurannya agak besar Lis.!
Nisa pun segera mencari cardi nya yang besar dan memberikannya pada lisa
__ADS_1
Tu kan Lis cocok. Bagus banget lagi, ujar Nisa merayu Lisa dengan ekspresi wajah yang meyakinkan.
"Coba deh kamu muter- muter"
Lisa pun spontan menuruti perintah Nisa, memutarkan badannya ke kiri, kanan dengan semangatnya.
"Serius Nis? kamu nggak lagi merayu aku kan?" ujar Lisa menatap Nisa dengan sinis.
"Iya, lagian bolong-bolongnya juga itu sudah nggak terlalu kelihatan Lis. ujar Nisa sambil nyengir-nyengir melihatnya.
"Benar, Ya! Awas kamu bohong! ancam Lisa
"Haduh buat apa sih aku bohong? udah, kamu keluar sana! aku mau ganti pakaian dulu" ujar Nisa sambil mendorong keluar Lisa.
"Iya!"
Saat di kamar, Nisa meraih ponselnya, mencoba untuk menghubungi suaminya, namun tidak ada jawaban dari Dimas.
itu membuat Nisa sangat marah dan berpikir berpikir yang bukan-bukan.
"Huh! Awas kamu mas!" sambil mengepal kedua tangan nya dan berencana licik. Nisa sudah memikirkan apa saja yang akan ia lakukan ketika memergoki suaminya nanti.
Setelah selesai mengganti pakaiannya Nisa pun keluar menemui lisa.
"Lisa!", Ayo kita berangkat , Ajak Nisa antusias!
__ADS_1
"ayo, lets go", jawab Lisa antusias pula