
Satu-satunya cara adalah minjam dengan sahabatnya Lisa, itu lah yang ada di pikirannya.
Walupun ia sedikit kesulitan sebab harus membuat Drama terlebih dulu sebelum mendapatkannya,
Lisa memang sahabat yang bisa di andalkan diantara teman-temannya yang lain, di saat Nisa membutuhkannya Lisa selalu ada buat Nisa.
Nisa merasa jika tidak ada Lisa ia tidak tahu harus gimana lagi, Tidak mungkin ia harus mengadu dan minta pada orang tuanya untuk masalah uang.
Setelah mendapatkan uang dari Lisa ia pun segera ke toko ponsel.
Mencari ponsel dengan harga dari uang yang ia pinjam.
Tidak butuh waktu lama untuk mencari ponsel, baginya ponsel Android merek apa saja yang penting sama kegunaannya. Bisa buka WhatsApp dan Fecebook.
Setelah membeli ponsel ia pun segera ke kantor, tidak butuh waktu lama untuk sampai, sebab jarak konter tersebut tidak begitu jauh dari tempat ia bekerja.
Nisa memasuki ruangan kerjanya yang sudah terlihat ibu-ibu rumpi dan beberapa teman sebayanya duduk di depan meja kerjanya.
Pikirnya dalam hati; "Mereka ngapain sih!?ngobrolnya di depan meja ku, kaya nggak ada tempat lain aja!!
Ia meraih kursinya lalu duduk dengan posisi senyaman mungkin, meletakkan tas di laci, lalu menyalakan komputer yang ada di depannya.
Perasaan tidak sabar ingin mengeluarkan ponsel barunya, membuatnya sedikit gelisah.
"Ah sudah lah! ngapain mikirin omongan mereka, masa sih harus nunggu mereka pergi dulu" sahut nya lagi dalam hati.
Tidak mau ambil pusing dengan omongan teman-temannya Nisa pun mengeluarkan ponsel baru dari tasnya.
"Cye....Hp baru nih..ye...."ejek yanti mengundang perhatian teman-temannya yang berada di depannya.
__ADS_1
Nisa tersenyum sambil memberikan pembelaan guyonan.
"Ini bukan Hp baru Yan, cuma kotaknya aja yang baru, tuh lihat " ujarnya yang terlihat serius memperlihatkan ponselnya.
"Hem.." Bu arba memanyunkan bibirnya, karena melihat ketidakjujuran Nisa dengan ponsel barunya.
Namun Nisa tidak ingin tahu, ia terus saja mengotak atik ponselnya, tidak perduli dengan nyinyiran mereka yang ada di depannya.
"Hp mu yang lama kenapa Nis"? tanya yanti datar.
"Ah!! Paling juga Hp satunya di buat selingkuhan" sahut ibu Arba jutek.
"Hp ku satunya rusak Yan" Balas Nisa melas.
" Rusak kenapa Nis" tanya yanti lagi.
" Rusak apa rusak?? paling juga biar selingkuhannya nggak ketahuan suami" Sahut Bu Arba lagi dengan sedikit guyonannya, Namun menarik perhatiannya.
Cuma masalah Hp aja mereka terlihat heboh, padahal Hp mereka lebih mahal dari Hp ku, Dasar!!" maki Nisa dalam hati.
Tapi mereka tidak menghiraukan ucapan Bu Arba yang lebih senior dari mereka, ibu dari segala ibu yang mereka tahu kalau ngomong suka seenaknya.
Sesekali ia melirik Bu Arba merasa tak percaya,dengan ucapan Bu Arba tadi.
"Ni orang tua ngeselin banget sih ngomongnya, tapi ada benar juga sih?? apa jangan- jangan dia tahu apa yang ada di pikiran ku?" tanya Nisa dalam hati.
Kata-kata Bu Arba memang membuatnya sedikit kesel, tapi di sisi lain perasaannya tersentuh.
"Segitu Hina nya kah diri ku" batinnya.
__ADS_1
"Ah Udah lah" Lanjutnya lagi untuk menghilangkan prasangka buruk pada dirinya sendiri.
"Aku bercanda kali Nis? nggak usah terlalu di pikirin?" bu Arba menarik kembali ucapannya.
Mendengar bu Arba menarik kembali ucapanya Nisa pun merasa lega, apa yang ada di pikiran tadi tidak benar, bahkan ia sempat terpikir bahwa ibu Arba paranormal.
"Astagfirulah, bisa-bisanya aku terpikir ibu tua ini para normal" batinnya.
Setelah itu mereka pun kembali ke tempat duduknya masing-masing.
Hanya sekedar intermezzo yah........!!!!
......................
Setelah seharian ia habiskan waktunya di kantor, dan sekarang waktunya kembali ke rumah.
Rasanya berat untuk kembali, apalagi bertemu dengan suaminya nanti.
Namun ada seseorang yang pasti sudah menunggunya di rumah, tidak lain itu adalah putrinya.
Padahal ia merasa ingin pergi jalan-jalan setelah pulang, terutama saat mengingat Diraz, ingin sekali ia menghabiskan waktu ngobrol dan jalan-jalan dengan Diraz hari ini.
Namun setelah mengingat ponsel Diraz yang sudah tidak tersimpan di ponsel barunya, ia pun menghela napasnya dalam.
"Hum..........!! "
"Mungkin tuhan tidak mengijinkan"
Itulah yang ada di pikirannya.
__ADS_1
Ia pun segera kembali ke rumah, mengingat akan putrinya yang sudah menunggu.
...****************...