
Bu Atin, Mas Dimas nggak pulang yah? tanya Nisa datar, pada Bu Atin yang sedang menyiram bunga hias miliknya.
"Iya Bu, Pak Dimas nggak pulang" jawab Bu Atin sopan
Nisa kembali masuk dan menghela napasnya.
"Kemana sih kamu Mas kenapa nggak pulang?"
tanya di benaknya.
Nisa pun segera mengambil ponselnya yang berada di kamar. Mencoba melakukan panggilan telepon pada Dimas, Namun ponsel Dimas tidak bisa di hubungi. Nisa yang terlihat sangat kesal memandang layar ponselnya. Sambil menghela napasnya dalam.
"Tuhan beri aku kesabaran" gumam nisa yang sambil tertunduk lesu.
Nisa kembali menemui putrinya, ia habiskan waktu bersama Haifa walaupun tersimpan beban yang sangat besar di pikirannya.
Pemikiran yang terus saja membuatnya bertanya, "Siapa sih wanita itu? rasa ingin tahunya yang begitu kuat. membuatnya ingin melalukan hal yang tidak seharusnya ia lakukan.
Hari mulai sore, seperti biasa Bu atin berpamit pulang
__ADS_1
"Bu Nisa, Saya pulang dulu yah" Pamit bu atin sopan pada Nisa
"Iya Bu Atin. Terima kasih yah!" balas Nisa dengan ramahnya pada bu Atin.
Kepulangan Bu Atin. Nisa yang selalu menghabiskan waktu menemani haifa bermain. Hingga membuatnya tidur lelap.
Nisa pun kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Tiba-tiba terdengar suara bel rumah Nisa berbunyi.
"Ting tong...Ting tong"
dengan segera Nisa membuka pintu, dengan amarah yang sudah tak terbendung lagi.
"Pasti itu mas Dimas! Awas kamu yah" gerutu Nisa
"Ha, Kamu sudah pulang?" ujar Dimas terkejut dengan penuh ekspresi di wajahnya.
"Aku kangen banget sama kamu," ujar Dimas yang tiba-tiba langsung memeluk Nisa dengan spontan.Terlihat jelas wajah serius Dimas jika ia memang terlihat rindu.
Nisa yang hanya bisa diam seperti patung. Terkesima atas perlakuan Dimas yang tiba-tiba memeluknya.
__ADS_1
"Kapan kamu pulang?"Tanya Dimas dengan Antusias sambil merangkul Nisa membawanya masuk. Nisa diam tak menjawab apa-apa.
Tangan Dimas yang mendarat di pundak Nisa membuat Nisa Terkesima. bibirnya seakan terkunci. Ia yang awalnya ingin marah sekarang malah bingung harus perbuat apa.
Lagi-lagi perlakuan Dimas yang sebegitu rupa membuat amarahnya pudar seketika. Bagai percikan noda yang tersiram air hilang begitu saja.
"Aku ke kamar mandi dulu yah" ujar Dimas dengan wajah polosnya
Nisa pun kembali ke kamar. Ia menyandarkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan keadaan berpikir sambil menunggu Dimas yang masih berada di kamar mandi.
"Kamu pikir kamu bisa mengelabui aku Mas, dengan tingkah mu seperti itu? jangan Mimpi" batin Nisa yang sambil menyunggingkan bibirnya dengan menyilang kedua tangannya yang ia taruh di atas dada. Sambil menatap tajam ke arah pintu kamar.
Tidak berapa lama Dimas masuk, dan di hadang pertanyaan Nisa.
"Kamu dari mana saja Mas? bu Atin bilang kamu sering tidur di luar? tanya Nisa dengan wajah ketusnya.
"Aku hanya tidur di rumah Ceto" jawabnya dengan ketus pula (sahabatnya tempo hari yang ia kunjungi)
"Kenapa harus di rumah Ceto Mas! Kamu nggak punya rumah? Bicara Nisa dengan nada marah.
__ADS_1
"Wanita mana yang sudah kamu temui?" tanya Nisa dengan yakin.
"Wanita mana? Kamu Bicara apa sih? Aku nggak suka kamu menyalahkan aku seperti itu. Ucap Dimas dengan suara keras!