Sungai Rindu

Sungai Rindu
Pengakuan


__ADS_3

"Ke mana? Aku tidak ke mana-mana Yah, karena aku ke rumah Om Chris aja. Nena ada di sana bersama Grandpa."


"Ya, Ayah juga ingin ke sana. Main. Sudah lama juga tidak bertemu dengan Pak David."


"Ya udah. Mungkin sebentar lagi."


"Roti selai, Jo?" tawar Mariko.


"Mama, aku mau nasi goreng saja."


"Ok."


Pagi itu di rumah Chris, pria itu sedang sarapan dengan Zack, Lydia dan Reina, istrinya. Salwa turun dari lantai atas dengan pakaian olahraganya yang sangat modis. Celana legging ketat hingga dibawah lutut di double dengan celana jeans super pendek dan baju kaos longgar bertangan panjang. Sekilas terlihat seksi karena tubuh Salwa yang sedikit berisi.


"Kamu mau ke mana? Kan ini hari Jum'at."


"Tetap, olah raga dong. Kan hari libur."


"Wow, Salwa," komentar Chris menatap pakaian yang di pakai Salwa.


Reina memukul bahu Chris, dan memperlihatkan mimik kesal padanya.


"What? I'm just trying to be honest.(Apa? Aku kan hanya berusaha jujur)"


Zack yang ikut melihat juga berkomentar. "Terlalu seksi Kak."


"Ngak ah! Biasa-biasa aja."


Terdengar suara klakson motor di luar.


"Oh, Rojak udah jemput. Assalamualaikum."


"Waalaikum salam."


Salwa berlari ke luar, tapi tak lama ia kembali lagi bersama Rojak.


"Assalamualaikum."


"Waalaikum salam."


"Maaf Bu, Salwanya harus ganti baju dulu."


Salwa terlihat cemberut sedang Reina menahan tawa.


"Kenapa sih?" rajuk Salwa.


"Memangnya aku harus menjaga pandangan mata orang terhadapmu? Kurang kerjaan banget. Mending kerjaanku makan aja. Kamu ganti baju ke yang lebih sopan dikit kenapa? Kamu mau aku cemburu sepanjang jalan kenangan, gitu?"


Pertengkaran mereka malah mengundang tawa pada Chris, dan juga Reina.


"Iya, iya." Salwa dengan malas melangkah ke tangga.


"Perempuan ini, aneh-aneh aja maunya."


"Eh, awas! Gosipin aku sama Mamap sama Papa ...." tunjuk Salwa pada Rojak.


"Iya, udah, enggak ...."


Reina menahan tawa.


Sejurus kemudian Salwa sudah berganti pakaian. Rojak dan Salwa kemudian berpamitan.


Tak lama David dan Nena turun dari lantai 2.


"Bagaimana, tidurnya?" Sapa Reina ramah.


"Aku sepertinya semakin tua saja. Susah bangunnya kalau sudah Jetlag (penyesuaian perubahan waktu) begini," ucap David pelan.

__ADS_1


Nena tampak bersemangat. Sepagi itu ia sudah rapi berpakaian.


"Nena mau ke mana pagi ini?"


"Oh, tidak. Pagi ini Kenzo mau datang."


"Oh, begitu ...." Reina tak bisa menahan senyuman. "Grandpa mau makan apa?"


"Oh, cereal saja dengan susu. Tidak apa-apa susu dari lemari es, sebab aku sedang suka makan itu sekarang. Perutku terasa lebih nyaman."


"Ok."


Zack dan Lydia pun selesai makan. Mereka naik ke lantai atas bersama.


"Kamu ada tugas sekolah yang tidak bisa kamu kerjain gak? Kakak mungkin bisa bantu," tanya Zack pada Lydia.


"Belum lihat Kak."


"Ya udah, lihat sekarang saja."


Sementara di rumah Aska, Leka sibuk mematut diri di depan kaca. Ia bingung dan juga gugup. Akhirnya keberadaannya diakui. Apa pendapat mertuaku nanti tentang wanita miskin sepertiku? Aku juga telah berbohong pada mereka, apa mereka mau menerimaku?


Aska masuk ke dalam kamar. "Kamu sudah selesai dandannya?"


"Mmh ...."


Aska datang mendekati istrinya. "Kamu gugup?"


Leka menunduk. Aska menatap cermin besar di depan mereka. Sebuah cermin besar ukuran setengah badan di atas sebuah meja rias. Ia melingkar tangannya pada pinggang istrinya dan menatapnya lembut. "Apapun kata orang, kau tetap istriku. Aku mencintaimu, dan aku akan perjuangkan itu. Mmh ...?"


Leka mendongak dan mengangguk. Aska menangkup dengan kedua tangan wajah istrinya dan mencium keningnya. "Aku mencintaimu ...."


Tatapan teduh Aska mulai menyejukkan hatinya. Pria itu mendekatkan wajahnya, mendekatkan bibirnya dan Leka mulai pasrah ....


Terdengar suara teriakan Runi di luar.


Aduh tinggal sedikit lagi, ia mau kucium, sialan! Aska mengepalkan tangannya. Ah, sudahlah! Nanti malam mungkin ia mau tidur denganku. Aska dengan senyum lebar melangkah keluar kamar.


Mobil Aska akhirnya sampai juga di rumah orang tuanya. Aska melihat ada mobil Arya juga di sana. Aduh, ada apa dia ke sini? Apa ada Kenzo juga datang bersamanya? Aduuuh, kenapa mereka datang di saat yang tidak tepat sih?


Aska keluar dari mobil bersama Leka, Runi juga Baby Sitter-nya. Dengan setengah hati, Aska membawa mereka masuk. Ia tidak bisa mundur karena ia takut istrinya berpikir macam-macam. Ia akan berusaha menebalkan muka. Toh, ia sering melakukannya.


Saat masuk, Chris dan Reina menyambutnya dari meja makan yang sedikit agak jauh dari pintu masuk, termasuk David dan Nena. Eh, tunggu dulu ... Nena?


"Nena ...."


"Eh, siapa?"


"Bukan siapa-siapa."


Padahal Leka mendengar dengan jelas suaminya menyebut kata 'Nena'. Ia pernah dengar nama ini sebelumnya di sebut suaminya tapi entah kapan. Siapa sebenarnya Nena ini, dan apa hubungannya dengan suaminya? Apakah wanita yang duduk di sebelah Kenzo itu yang bernama Nena?


Terlihat seorang wanita muda berjibab pink sedang duduk di kursi meja makan di samping Kenzo dan Arya. Kenzo juga terkejut melihat kedatangan Aska, Runi dan juga Leka. Ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan mereka di sana. Demikian juga Leka, melihat keberadaan Kenzo di sana membuat ia semakin canggung.


Hanya ada satu orang saja yang merasa senang saat itu. Arya. Ini tontonan yang menarik. Semua pemain unggulan ada di sini. Apakah akan ada drama yang menarik pagi ini, aku sangat menantikannya. Setidaknya aku bisa membela anakku kalau sampai ada apa-apa yang menyinggung dirinya. Ia mengukir senyum di bibirnya.


Sial, kenapa ada Nena di sini? Aku harus bagaimana? Aggh ... Aska kemudian mengajak Leka dan Baby Sitter Runi duduk di sofa ruang tamu. "Tunggu di sini dulu. Aku akan bicara dengan mereka."


Leka dan Ani duduk membelakangi meja makan. Setidaknya posisi itu yang paling aman untuk Leka. Wanita itu masih malu bertemu Kenzo.


"Ayo, Aska, kamu sudah sarapan belum?" sahut Reina dari jauh.


"Oh, sudah Map." Aduh, aku bagaimana ke sananya ya? Kenapa ada Nena, Kenzo juga pak Arya di sini sih? Ah .... Aska menggaruk-garuk kepalanya.


"Siapa mereka?" David melihat ke orang-orang yang di bawa Aska.


"Oh, itu pembantunya. Kemarin-kemarin aku dengar pembantunya itu berhenti, tapi sepertinya pembantunya itu kembali lagi dan bekerja padanya." terang Reina.

__ADS_1


"Pembantu?" Kenzo terkejut.


"Iya."


Arya tersenyum. Ternyata sampai saat ini, Aska belum berterus terang kepada orang tuanya, siapa Leka. Ia berharap apa yang di dengar Kenzo hari ini, membuka mata anaknya tentang bagaimana Leka di perlakukan.


"Aneh, Kak Aska kok punya pembantu? Cantik lagi. Susah dong nanti kalau punya pacar." komentar Nena.


"Entahlah ...."


Chris kembali memandang Aska yang mondar-mandir di dekat sofa. Apa mungkin ia akan mengatakan kepada kami tentang istrinya?


Kenzo juga merasakan hal yang sama. Apa mungkin Aska ingin menceritakan kepada kedua orang tuanya tentang perkawinannya? Sebaiknya aku jangan di sini, mungkin ia sulit mengatakannya karena ada aku di sini.


Kenzo mengalah. Demi Runi dan Leka, ia berdiri dan pergi ke arah taman belakang. Kesempatan ini malah sudah dinantikan Nena sejak lama. Ia mengekor Kenzo.


Aska juga melihat Kenzo pergi ke taman belakang diikuti Nena. Ia kesal pada Kenzo, kenapa pria itu selalu dikelilingi wanita-wanita yang dulu menyukainya kemudian berbalik menyukai pria itu. Sepertinya takdirnya selalu buruk bila bertemu pria itu.


"Mmh? Ada apa?" tanya Kenzo bingung melihat Nena membuntutinya.


"Ada yang ingin aku sampaikan padamu."


"Oh." Namun mata Kenzo fokus memperhatikan situasi di dalam. Ia melihat Aska masih bingung untuk mendekati meja makan. Oh, ya. Tentu saja! Ada Ayahnya di situ. Aku harus membawa Ayah pulang agar Aska bisa lebih leluasa bicara dengan orang tuanya.


Baru saja ia hendak kembali masuk, ada tangan Nena yang meraih tangannya tiba-tiba. "Kak ...."


"Eh, ada apa? Maaf Nena aku harus pulang dulu."


"Kok cepat sekali Kak?" Nena kembali kehilangan kesempatannya.


"Iya, nanti kita ketemu lagi. Maaf aku ada keperluan."


Aska memperhatikan Kenzo dan Nena dari jauh dengan kesal. Kenapa mereka malah bermesra-mesraan berdua di sana, padahal kalau aku tanyakan pada Nena, ia tak pernah mau mengaku kalau ia pacaran dengan Kenzo.


Aska kemudian melihat Kenzo meninggalkan Nena. Kesempatan itu dipakai Aska untuk mendatangi Nena.


Tanpa sengaja Leka melihat suaminya mendatangi taman belakang tempat wanita itu berada sedang Kenzo berpamitan pulang pada orang tua Aska dan keluar melewatinya bersama Arya. Leka tak berani mengangkat wajahnya dan Kenzo juga tak berani hanya sekedar melihat wajahnya. Arya sebenarnya ingin berada di sana lebih lama, tapi rasanya tak mungkin mengingat keinginan Kenzo untuk segera keluar dari sana.


"Kenapa kamu tidak pernah mau mengaku kalau pacaran dengan Kenzo? jelas-jelas aku melihatnya tadi di sini," cecar Aska.


"Hah, mulai lagi ...." gumam Nena kesal.


"Pernah gak kamu hargai aku sedikit ... saja."


"Pernah. Dengan tidak pernah mengatakan padamu kalau aku tidak pernah mencintaimu," ucap Nena datar.


Aska syok mendengarnya. "Aku begitu tulus mencintaimu, bahkan menunggumu hingga bertahun-tahun, tapi kamu ...."


"Bang ... kamu ternyata selama ini ...." Leka yang baru datang menyusul suaminya, syok mendengar kalimat terakhir pria itu.


"Le-leka ...." Aska terkejut. Ia tidak mengira istrinya akan menyusulnya hingga ke sana. "Tu-tunggu Leka, aku bisa menjelaskan."


Namun Leka telah berbalik dan berlari ke arah pintu keluar. Semua orang terkejut melihat wanita itu berlari kencang keluar rumah. Belum lagi Aska yang mengejarnya di belakang. Pintu gerbang juga baru dibuka karena mobil Kenzo akan keluar. Sempat Kenzo dan Arya melihat Leka berlari keluar pagar hingga hal itu terjadi ....


Bugghh!!


"Lekkkaaa .!!!" Sambil berlari Aska berteriak kencang melihat sendiri istrinya tertabrak mobil hingga terpental naik ke kaca depan mobil yang menabraknya.


"Aaaaahhh!" Pengemudinya adalah seorang wanita yang histeris telah menabrak orang tanpa sengaja. Ia melihat sendiri wanita itu tergeletak di kaca di depannya tak berdaya.


Aska segera naik ke kap mobil mengambil istrinya dan memeluknya. "Lekaaa ...." Air matanya segera jatuh.


"Aska, cepat naik mobilku!" teriak Arya.


"Tolong istrikuu ...." Aska menangis sambil menggendong Leka dengan kedua tangannya masuk ke dalam mobil Arya yang sudah di bukakan pintunya oleh satpam. Mobil segera melaju ke jalan.


Di dalam mobil, Aska menangis melihat kondisi istrinya yang setengah sadar melihat padanya. Darah kental keluar dari mulut istrinya membuat Aska berteriak histeris. "Lekkaaa ... jangan tinggalkan akuuu ...."

__ADS_1


__ADS_2