Synnefá: Into The Sky

Synnefá: Into The Sky
Hari Pertama Kerja


__ADS_3

Hari ini adalah hari penutupan pelatihan yang sudah berjalan tiga bulan. Aku tidak sedang berada di belakang gedung. Aku sedang santai dan menyantap beberapa camilan. Tak lama kemudian Jack datang.


“Kau tidak mengikuti penutupan?” tanya Jack heran.


“Hanya formalitas. Sedang apa kau di sini?” balasku dan menanyakan kembali kepada Jack.


“Mengapa aku harus mengikutinya juga sedangkan temanku sedang duduk di sini?” ucapnya dan aku mengerti bahwa Jack juga tidak ingin mengikuti penutupan.


“Minum?” tawarku kepada Jack sambil memegang gelas.


“Tak masalah. Nanti saja,” jawabnya.


“Kau akan terus tinggal di sini?” tanya Jack dengan serius kepadaku.


“Entahlah. Mungkin setelah kontrakku dan Ayahku habis, kami akan kembali ke desa,” balasku kepadanya dengan bahuku naik ke atas seperti orang kebingungan


“Kau tidak ingin tinggal di sini selamanya? Meniti karir dan mencari pasangan kemudian sukses dan kau akan hidup bahagia,” tanya Jack heran dan menatapku.


“Di sanalah tempatku lahir. Tak mungkin aku melupkannya,” jawabku.


“Ya. Aku baru ingat. Eee…. Kau telah— Lupakan,” balas Jack dengan suara pelan.


“Apa yang barusan kau katakan?” tanyaku bingung.


“Tidak. Bukan apa-apa,” balasnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Aku dan Jack terus mengobrol. Jack juga memesan minuman kemudian kami minum bersama. Waktu terus berjalan. Acara penutupan akan segera berakhir. Aku dan Jack pergi ke tempat penutupan itu sebelum selesai. Penutupan diakhiri dengan pidato dari Knox selaku presiden perusahaan. Tak jarang sesekali matanya melirik kepadaku dengan lidahnya yang terus berayun.


Setelah pidato berakhir selesai pula acara penutupan ini dan masa pelatihan kami telah berakhir. Aku dan Jack berjalan menuju pintu depan kemudian pulang ke rumah masing-masing. Pekan depan kami sudah mulai bekerja sebagaimana mestinya. Untuk penempatan divisi kami semua dipanggil untuk hadir ke kantornya esok lusa.


~


Hari ini adalah waktunya pembagian divisi. Aku pergi menuju kantor dan di sana sudah ramai. Setelah menunggu beberapa lama aku dipanggil ke ruangannya.


“Baik. Malka Souvenir,” ucap Knox sambil melihat-lihat berkasku kembali dan lagaknya seperti orang bingung.


“Syahnivir, Pak. Maaf,” balasku dengan sopan kepadanya.


“Maaf lidahku kepeleset,” tuturnya dan tangannya sambil membalikkan kertas berkasku.


“Iya, Pak. Tidak apa-apa,” kataku dengan pandangan kosong.


Knox kembali melihat-lihat kembali berkasku yang telah kukirim saat pendaftaran lowongan kerja. Nampaknya ia sendiri juga bingung untuk menempatkan posisi pegawai-pegawainya menjabat.


“Kau pandai geografi seputar langit dan astronomi seputar angkasa?” tanya Knox sambil melihat kertas itu dan aku tidak dapat melihat wajahnya karena terhalang kertas yang dipegangnya.


“Ya, Pak,” jawabku sedikit tegas namun tidak lantang.

__ADS_1


“Baiklah, Malka Syahnivir. Kau menjabat sebagai Kepala Divisi Riset Teknologi Langit dan Angkasa. Pastinya kau akan membutuhkan seorang asisten. Besok kau akan tahu,” ucapnya.


“Te-Terima kasih banyak, Pak!” balasku dengan girang dan Knox sedikit terkejut.


“Tenangkan dirimu, anak muda.”


Aku bersiap keluar ruangan.


“Jangan kau beri tahu siapapun sampai aku selesai berpidato besok,” tambahnya.


“Oke.”


Setelah itu aku keluar ruangannya. Di luar ruangan sudah ada Jack yang sedang menunggu. Ia mendapat giliran setelahku. Aku juga berharap agar ia mendapat posisi yang sesuai dengan keinginannya. Aku pergi keluar gedung dan bergegas pulang. Tak ada hal yang kulakukan selain seperti biasanya.


Keesokan harinya kami semua diperintahkan untuk berkumpul di aula pertemuan gedung. Saat aku tiba sudah ramai dengan pejabat perusahaan di sana. Aku bertemu dengan Jack kembali. Kali ini aku dan Jack duduk bersebelahan. Yang menjadi perhatian banyak orang adalah daftar orang-orang yang akan menjabat sebagai kepala divisi perusahaan.


Tak lama berselang kegiatan tersebut pun dimulai. Diawali dengan pembukaan dari pembawa acara kemudian sampailah saat yang ditunggu-tunggu. Knox membacakan pidatonya dan dilanjutkan dengan pembacaan daftar kepala divisi perusahaan.


“Sekarang perkenankan saya membacakan daftar kepala divisi perusahaan. Untuk saat ini, hanya ada lima divisi dalam perusahaan ini. Namun seiring waktu, banyak divisi dapat berubah.”


“Baiklah. Yang pertama…“


Knox membacakan daftar tersebut dengan saksama. Aku tidak terlalu memperhatikan nama-nama yang ia sebutkan. Aku juga belum mengenali mereka. Sampai daftar yang terakhir Knox menyebutkan namaku.


“Dan yang terakhir, yang mendapat posisi Kepala Divisi Riset Teknologi Langit dan Angkasa, Malka Syahnivir. Orang termuda yang menjabat sebagai kepala divisi.”


“Semua kepala divisi yang telah kusebutkan, silahkan untuk maju ke depan.”


Aku melangkahkan kakiku ke panggung aula. Suara tepuk tangan masih bergemuruh di sini. Setelah itu kami semua berbaris dan menyapa para hadirin. Aku berada di antara orang-orang yang jauh lebih berilmu dan berpengalaman daripadaku. Aku hanya seperti anak kecil di hadapan mereka. Aku juga sedikit malu karena hanya aku yang paling muda di antara mereka yang kebanyakan sudah berkepala tiga, sedangkan umurku saja belum berkepala dua.


Tak lama kemudian kami kembali ke tempat duduk masing-masing. Knox melanjutkan kembali pidatonya. Kegiatan ini diakhiri dengan arahannya untuk esok hari. Esok adalah hari pertama bekerja. Namun kami, kepala divisi, belum diperkenankan untuk pulang karena masih ada rapat penting.


Setelah semua selesai dan semua hadirin meninggalkan aula, kami diarahkan menuju ruang rapat presiden perusahaan yang belum pernah kami datangi sebelumnya. Memang ruang rapat di gedung ini ada cukup banyak. Setiap divisi mempunyai ruang rapatnya masing-masing. Tapi ruang rapat yang kami masuki kali ini berbeda dari semua itu. Tempat ini sangat megah seperti di dalam istana.


Kami memasuki ruangan itu dan duduk di tempat duduk yang sudah ditentukan. Denah tempat duduk kami seperti konferensi dengan satu meja panjang dan tempat duduk di sisi kanan kirinya, serta satu “singgasana” di bagian depan meja sebagai tempat pemimpin rapat yaitu presiden perusahaan yang tak lain adalah Knox.


“Baiklah, selamat menjabat sebagai kepala divisi. Pada rapat kali ini sepertinya tidak banyak yang akan dibahas, untuk sekarang fokus saling mengenal di antara kalian semua,” ucap Knox membuka sesi rapat.


“Sebelum itu saya perkenalkan tentang perusahaan ini. Perusahaan ini adalah salah satu perusahaan yang saya buat setelah satu perusahaan sebelumnya, yaitu Terra Science Concernment. Perusahaan itu meliputi semua ilmuan dari seluruh penjuru planet. Setelah fenomena langit waktu itu. Kami bersepakat untuk membuat perusahaan baru yaitu Knox Corp, tempat kalian bekerja saat ini. Tujuan perusahaan ini ada pengembangan dan produksi alat kebutuhan manusia namun dengan energi ramah lingkungan yaitu energi langit.”


“Energi langit?” tanya salah satu kepala divisi. Kami semua yang mendengarnya juga kebingungan.


“Nanti kalian akan mengetahuinya. Sekarang belum waktunya,” balas Knox. Ruang menjadi hening seketika.


“Ada yang ingin memperkenalkan diri duluan?” tanya Knox kepada kami semua.


“Bagaimana kalau kita mulai dari yang paling muda terlebih dahulu,” jawab salah satu dari mereka.

__ADS_1


“Baiklah, silahkan anak muda,” ujar Knox kepadaku.


Kemudian aku memperkenalkan diri.


“Perkenalkan namaku Malka Syahnivir. Panggil saja Malka. Umurku delapan belas tahun dan aku berasal dari sebuah desa yang tak begitu jauh dari Lumiatia. Di sini aku menjabat sebagai Kepala Divisi Riset Teknologi Langit dan Angkasa.”


“Tunggu. Usiamu delapan belas tahun? Kau serius?” celetuk salah satu dari mereka.


“Iya,” jawabku.


“Usiamu jauh sekali dengan usia kami, anak muda,” balasnya.


“Kami? Simpan itu untuk dirimu saja, Pak Tua.”


Seorang wanita menyela perkataan pria sebelumnya. Suasana menjadi sedikit tegang namun Knox membiarkannya saja.


“Perkenalkan dirimu, nona cantik,” celoteh salah satu pria tersebut.


“Jangan menggodaku!”


“Ma—Maaf.”


Wanita tersebut memperkenalkan dirinya.


“Panggil saja aku Cathy. Catherine Fournier. Berasal dari kota Pharlouse. Kepala Divisi Perencanaan Tata Kota,” ucapnya dengan sedikit sinis.


“Kota yang indah dan megah,” lanjut Knox.


Seketika tiba-tiba aku ingin buang air kecil. Sepertinya aku banyak minum tanpa kusadari. Aku izin keluar ruangan tapi tidak dengan alasan untuk buang air, melainkan ada sesuatu yang penting sebentar. Untung saja Knox memercayaiku dan mengizinkanku keluar ruangan sebentar. Aku pergi keluar ruangan dan rapat masih berlangsung.


Gedung yang besar dan banyaknya ruang membuatku sedikit tersesat di sini. Tidak ada petunjuk arah ke toilet sama sekali. Walaupun banyak ruangan yang memiliki konsep terbuka atau tidak berbilik. Hal ini membuatku tambah pusing karena tempat ini sangat luas. Setiap ruangan hanya dibatasi oleh bilik kecil penanda tiap-tiap ruangan.


Aku berlarian dan akhirnya aku menemukannya. Ternyata toilet ini terletak di setiap pojok gedung. Aku cukup terkejut dengan toilet yang sangat mewah sama seperti di setiap sudut gedung ini. Aku langsung bergegas buang air kecil kemudian kembali ke ruang rapat.


Saat aku kembali menuju ruang rapat aku bertemu dengan beberapa pelayan kantor yang sedang membersihkan lantai. “Sial. Mengapa tadi tidak muncul saat aku kesulitan mencari toilet?”


Aku melangkahkan kakiku dengan sedikit santai, tidak terburu-buru. Ternyata ruang rapat cukup jauh dari toilet. Tak jarang juga aku melihat seluruh isi gedung ini yang kulewati sekaligus beradaptasi dengan lingkungan baru.


Aku pun telah sampai di luar ruang rapat kemudian aku masuk ke dalam. Saat aku meraih tempat dudukku, Knox berbicara.


“Nampaknya kalian semua sudah kenal. Kuharap kita semua bisa bekerja sama dan  membangun perusahaan serta planet Terra ini menjadi lebih baik. Sekian rapat hari kali ini. Kalian dipersilahkan pulang.”


Lantas kami semua bangun dari tempat duduk menghormati pimpinan rapat meninggalkan ruangan. Aku yang belum sempat duduk langsung berdiri lagi.


“Baik, Pak!”


Setelah Knox meninggalkan ruangan kami semua juga pergi meniggalkan ruang rapat itu dan kembali ke rumah masing-masing.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2