Synnefá: Into The Sky

Synnefá: Into The Sky
Langkah Pertama


__ADS_3

Malam hari kami berkumpul di ruang makan penginapan. Sekedar ruangan dengan banyak meja dan kursi. Seperti kala itu masakan dimasak oleh ibunya Alya. Beberapa teman-temanku ikut membantunya, sementara aku berada di salah satu kamar. Aku menaruh beberapa barang bawaanku, lalu mengajak Kellos, Gras, Lena, dan Ethan. berkeliling di penginapan ini.


Tidak ada yang berbeda dari empat tahun lalu. Mengingatkanku kala pekerjaanku di perusahaan itu. Gras dan Ethan terlihat bersemangat dengan tempat ini.


“Tunggu, kalian belum pernah ke sini?” tanyaku terkejut.


“Belum, kami hanya pernah ke rumahnya Alya yang di sebelah,” jawab Ethan.


Terdengar derak kayu seiring kami melangkah. Memang rumah ini banyak terbuat dari kayu, termasuk lantainya. Cukup redup di sini. Lena terlihat ketakutan. Kellos juga tak bicara banyak. Tumben sekali, tidak seperti biasanya.


“Bukk!”


“Aaaa!”


Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh dari belakang. Kami terkejut, terlebih Lena. Ternyata sebuah sapu yang terjatuh dari rak. Rak yang tampak tidak asing bagiku.


“Maaf, maaf…” ucap Ethan. Tanpa sadar ia menyenggol pintu rak itu.


“Kau buat kami hampir jantungan,” balas Kellos.


Kami lanjut berkeliling. Aku tidak tahu apakah makanan sudah siap atau belum. Hingga akhirnya kami memutuskan kembali ketika Gras menarik perhatian.


“Aku sudah sangat lapar, hehe…” ucapnya.


“Baiklah, ayo kita kembali ke ruang makan,” balasku.


Sesampainya di sana, aroma harum sudah tercium dan menggungah selera. Gras langsung berlari menempati salah satu kursi. Sangat bersemangat melihat banyak hidangan di atas meja. Jari-jarinya sudah menggeliat tak sabar untuk mencomotnya.


“Sabar ya, Gras. Tunggu semuanya duduk dulu,” ucap Ellie.


Pada akhirnya kami semua duduk. Ibunya Alya juga ikut bersama kami. Kemudian Alya menyalakan televisi yang terletak di sudut ruangan.


“Kenapa kau menyalakan televisi?” tanyaku heran.


“Agar kita selalu mendapat berita terbaru,” jawabnya.


“Apalagi sekarang sedang ramai-ramainya pemberontakan di mana-mana,” sahut Ellie. Aku terkejut mendengarnya. “Benarkah?”


Lima tahun berlalu sejak berdirinya Knox Corp. Perusahaan yang mengubah sejarah dan perkembangan teknologi. Kini seluruh peneliti sedang gencar-gencarnya mengembangkan teknologi “langit” itu. Aku yang pernah bekerja di sana tentu merasakan banyak temuan baru yang bermanfaat…


Bermanfaat untuk manusia… setidaknya saat ini. Terlebih tidak ada efek samping dari pengembangan teknologi tersebut… lagi-lagi untuk saat ini. Para aktivis percaya, bahwa ekploitasi energi langit pastinya akan membuatnya tidak seimbang. Saat itu tidak seimbang, kita sudah tahu apa yang selanjutkan akan terjadi, bukan?


“Baiklah, semuanya sudah bersiap. Saatnya makan!” lontar Gras.

__ADS_1


“Selamat makan,” ucapku.


Bersantap malam, sembari mendengar samar suara televisi. Aku tidak terlalu menyimaknya. Aku terlelap dengan kelezatan makanan ini. Santap-santap diselingi dengan obrolan mengalir. Gras terlihat sangat lahap memakannya.


“Uhuk! Uhuk!”


Gras tersedak dan sibuk mencari gelas. Lekas aku menyodorkan sebuah gelas yang berada di dekatku. Ia langsung meminumnya.


“Makan pelan-pelan saja. Makanannya masih banyak,” ujar ibunya Alya.


“Maaf. Habisnya makanannya sangat lezat, ditambah aku juga sangat lapar.”


Tidak lama berselang, terdengar suara transisi berita yang sepertinya sangat serius.


“Sshh! Dengar, dengar!” ucap Alya.


“Selanjutnya pemirsa, lagi-lagi terjadi pemberontakan di sebuah pinggir kota di…”


Kami mendengarkannya dengan saksama, sedangkan Gras sepertinya tidak menghiraukannya. Suara lahapan dan piring sedikit terdengar darinya.


“Untung saja pemberontakan tersebut bisa segera reda. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sedangkan sembilan orang terluka…


Munculnya beberapa pemberontakan di berbagai bagian benua membuat Presiden Knox Corp, angkat bicara…


‘Sesuai hasil penelitian yang sudah banyak beredar. Tidak ada efek negatif yang dihasilkan baik jangka pendek atau jangka panjang. Kami harap seluruh masyarakan tidak termakan berita bohong yang banyak tersebar akhir-akhir ini…



Oleh karena itu, kami menganggap pemberontakan ini tidak berdasar. Berdasarkan imbauan dari kerajaan, kami diberikan hak istimewa untuk menanggulangi pemberontakan itu. Kami tidak akan segan-segan memperingati siapa pun yang melakukan kericuhan…


Kami juga akan menumpas para penyebar berita bohong itu.’


Itulah kalimat yang diberikan oleh Presiden Knox Corp. Demikian pemirsa berita terkini di penjuru benua. Kita akan kembali setelah jeda berikut.”


“Pemberontakan sudah mulai terjadi, apalagi mereka melakukannya atas nama aktivis yang serupa dengan kita…” gumam Alya berpikir.


“Bukan tidak mungkin mereka akan menumpas jaringan aktivis itu, kan?” lanjut Leora. Baru terpikir di benakku tentang hal itu.


“Kalau kalian merasa itu pilihan yang terbaik, aku akan terus mendukung kalian. Semoga kita selalu diberi keselamatan,” sahut ibunya Alya.


“Tapi pilihan kami bisa sangat berisiko, apa Ibu yakin?” tanya Alya.


“Ibu tidak bisa memaksamu untuk berhenti, kan?” balasnya tersenyum.

__ADS_1


“Berarti bisa saja kami berada di posisi seperti para pemberontak itu…” gumam Ellie.


“Tepat sekali, apalagi kita pernah menyuarakannya,” sahut Ethan.


“Yang terpenting, kalian tidak membahayakan banyak orang. Aku sangat melarang kalian untuk menumpahkan darah, pada ‘lawan’ sekalipun…


Ingat, mereka juga manusia. Mereka membela apa yang menurut mereka benar. Terlebih para aparat yang tunduk pada atasannya. Letakkan rasa emosi kalian pada para penguasa tak bertanggung jawab itu, bukan pada orang biasa,” jelas ibunya Alya.


“Kami akan mengingat betul perkataan Ibu,” balas Alya.


“Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya Ellie.


“Sudah pasti mempersiapkan segala kemungkinan, bukan?” sahut Leora.


“Aku punya ide!” lontarku.


“Bagaimana kalau kita saling berbagi peran? Ethan dan Alya menyusun berbagai rencana, kalian sesekali bisa membahasnya juga dengan kami yang sudah cakap bela diri. Stella akan mengajarkan bela diri pada teman-teman perempuan, sedangkan Zilei mengajarkan yang laki-laki…


Gras, karena kau pandai tentang bahan makanan. Menurutku kau bisa meracik dan membuat pelumpuh. Entah air lada atau apa pun itu,” jelasku.


“Lalu, bagaimana denganmu?” tanya Ethan.


“Aku dan Ellie akan merancang dan membuat alat. Aku sedikit paham dengan tentang alat energi langit itu,” jawabku.


“Cukup ironi, kita peduli langit tapi kita sendiri menggunakan energi langit,” sindir Zilei. “Sesekali untuk kebaikan langit itu sendiri tidak masalah,” balas Ellie.


“M—Maaf… A—A—Aku tidak bisa bela diri…” ucap Lena.


Secara fisik memang Lena tidak akan bisa belajar bela diri, ditambah lagi dengan sifatnya yang pemalu itu. Pasti akan sangat sulit. Sepertinya aku punya ide lagi.


“Baiklah, kau bisa memperhatikan mereka atau sesekali mencobanya. Selagi itu, kami akan pikirkan untuk membuat sebuah alat yang bisa berguna untukmu,” balasku.


“Aku akan membantu apa pun yang sekiranya kubisa bantu,” ujar ibunya Alya.


“Aku bisa menggunakan dapur di sini?” tanya Gras.


“Oh tentu, silakan saja. Kalau urusan dapur sepertinya aku akan banyak bersamamu,” jawab ibunya Alya.


“Baik, terima kasih, Tante.”


“Baiklah, sudah diputuskan,” ucap Alya.


“Kalau begitu, kita lanjutkan besok. Sekarang sudah malam. Saatnya bersiap tidur,” tutur ibunya Alya tersenyum.

__ADS_1


Malam ini, sebuah pijakan bagi kami untuk memulainya…


Bersambung~


__ADS_2