Synnefá: Into The Sky

Synnefá: Into The Sky
Menyusun Misi


__ADS_3

“Aku tidak bermimpi, kan? Apa kau benar-benar Malka?”


“Hahaha! Benar, aku Malka. Harusnya kau bisa tahu kalau aku Malka sungguhan.”


“Bagaimana dengan kabar kalian?” tanya Jack padaku.


“Hanya aku yang selamat. Ayah dan ibuku sudah dimakamkan di Suthmein.”


Jack sangat terkejut mendengarnya.


“Maaf, aku turut berduka cita padamu,” ucapnya.


“Tidak apa-apa, aku memakluminya. Aku ingin banyak bertanya padamu, apa tidak apa?” balasku. “Tidak masalah, apa pun akan kujawab sebisaku,” ujarnya.


“Apakah Knox Corp masih menyelidiki kecelakaan pesawat itu?”


“Iya, walaupun sulit mencari jawaban, setidaknya kami berusaha untuk membungkam para aktivis itu,” jawabnya.


“Kami berusaha membungkam”? Aku langsung berpikir kalau ia berada di pihak Knox Corp. Entah apa yang dimaksud dengan “kami” dalam ucapannya barusan. Bisa saja ia bermaksud dalam sudut pandang perusahaan tempatnya bekerja. Sekarang aku berada di dua pilihan, menyerahkan diriku padanya atau tidak.


Sepertinya aku punya sesuatu yang bisa kutanyakan, untuk memastikan dirinya.


“Kami? Kau juga ikut dalam tugas itu?”


“Tidak, maksudku Knox Corp. Aku tidak pandai mengambil keputusan dan kesimpulan. Bisa-bisa malah jadi salah paham, hehe…” jawabnya.


“Maaf kalau aku lancang, apalagi aku bukan lagi pegawai di sana.  Jika boleh tahu, bagaimana dengan perkembangan penyelidikannya?” lanjutku.


“Dari pengamatanku sepertinya penyelidikannya hampir buntu. Entah kenapa aku jadi ikut percaya kalau itu semua disebabkan oleh menara.”


Ia ikut mempercayainya? Tidak, Malka, bisa saja itu semua tipuan. Meskipun aku merasa kalau ia tidak berbohong sama sekali.


“Kau mempercayainya? Aku jadi penasaran, apa ada pegawai di sana yang juga percaya dengan aktivis itu?” tanyaku.


“Lumayan, sih. Aku sering berkumpul dengan beberapa pegawai membahas tentang itu. Mereka terlihat percaya dengan apa yang dikampanyekan oleh para aktivis.”


Sekarang hampir menemui titik terang. Dari jawabannya, sepertinya ia mulai berat ke sisi para aktivis. Tapi aku merasa ragu, apa aku sudah bisa menyerahkan diri?


“Malka, apa kau ingin pergi ke Knox Corp untuk diselidiki lebih lanjut? Aku tidak memaksa. Tidak ada seorang pun di sini yang tahu berita keselematanmu. Jika kau menolak, aku tidak akan mempermasalahkannya,” pinta Jack.


Aku dan teman-teman di sekeliling terkejut mendengarnya, ternyata ia yang terlebih dulu memulainya. Aku bisa saja menerima permintaannya.


“Tapi, mungkin saja aku dijadikan propaganda Knox Corp,” balasku.


“Yah… Aku tidak bisa mengelaknya sih, aku juga tidak tahu arah pikiran Knox.”


“Atau kau bisa sedikit memanipulasi yang sebenarnya terjadi,” tambahnya.


“Aku tidak pandai seperti itu. Lagi pula, dengan jujur pun aku tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun,” balasku.


“Aku bisa membuat surat keterangan dan permohonan tugas. Dan memasukkan beberapa syarat, termasuk ‘tanpa paksaan’ ke dalamnya,” ucapnya.

__ADS_1


Aku pun melihat teman-temanku. Ia mengangguk serius ke arahku.


“Aku akan mengusulkan untuk menjemputmu, sepertinya dengan helikopter dan pesawat,” jelasnya. Gras sangat bersemangat mendengarnya.


“Baiklah, aku terima. Aku boleh meminta satu hal?” tanyaku.


“Apa ada yang ingin kutambahkan syaratnya?” balasnya.


“Ya, syaratnya…


Kau harus ikut menjemputku,” jawabku.


“Hahaha, kukira kau ingin meminta apa. Tentu saja aku akan pergi ke Mennora, aku juga ingin bertemu dengan yang lainnya.”


“Oh iya, apakah Alya dan teman-temanmu ingin diajak juga?” tambah Jack.


Gras semakin bersemangat dan ingin langsung membalasnya, tapi mulutnya ditutup oleh Ellie. Teman-temanku tampak menginginkannya.


“Tidak perlu, mereka juga sedang ada kesibukan di sini,” ucapku.


Mereka semua kecewa terhadapku.


“Baiklah kalau begitu. Bertemu dengan kalian saja aku sudah senang.”


Beberapa saat kemudian aku mengakhiri percakapan dengan Jack. Sepertinya akan terjadi sedikit keributan sebentar lagi. Wajah mereka tampak kesal melihatku.


“Kenapa kau tidak menerima tawarannya?” tanya Gras.


“Padahal aku ingin sesekali melihat kota besar…” gumam Leora.


“Benar, kita harus berpikir jernih. Bukan saatnya liburan,” sahut Ethan.


Gras hanya bisa pasrah mendengarnya.


Pada akhirnya kami membahas tindakan selanjutnya yang harus diambil. Sepertinya lusa atau tiga hari lagi Jack dan beberapa pegawai datang menjemputku.


Ada beberapa yang harus dipastikan. Saat penjemputan nanti, kami harus steril dari segala yang berkaitan dengan aktivis langit, baik atribut, alat, senjata, apa pun itu. Kami harus menjaga perkataan kami.


“Baiklah, selagi sempat, ayo kita menyembunyikan semuanya,” ucap Alya.


Kami menyembunyikan alat dan senjata itu di suatu gudang yang berada di halaman belakang, tertutupi pula oleh barang lain. Seharusnya mereka tidak akan sedetil itu untuk meragukan kami. Setelah itu kami berkumpul lagi.


“Sip, sekarang bagaimana?” tanya Ellie.


Aku terpikirkan suatu hal.


“Apa yang akan kalian lakukan saat aku pergi ke Centra?” tanyaku.


“Pastinya kami akan pergi ke Centra juga,” jawab Alya.


“Benar, kita bisa menaiki kereta ke sana. Kurang lebih akan memakan waktu tiga sampai lima hari,” sahut Ethan.

__ADS_1


“Tapi sebelum itu, kami harus pulang terlebih dulu untuk bersiap-siap,” lanjut Leora.


“Baiklah. Tentang kereta tadi, apakah kalian akan perjalanan penuh atau transit?” tanyaku. Mereka tampak bingung karena tidak pernah bepergian jauh sepertiku.


“Kalau dipikir-pikir, ada sesuatu yang ingin kupastikan. Apakah Malka akan aman tinggal di sana selama tidak ada kita?” ujar Ethan.


“Sepertinya akan aman, mereka tidak tahu tentangku. Aku juga kenal mereka, dan pastinya ada Jack bersamaku nanti,” jawabku.


“Kalau benar begitu, kurasa kita tak perlu mengambil perjalanan penuh. Kita bisa melihat kondisi di beberapa kota yang kita kunjungi,” balas Ethan.


“Berarti perjalanan kita bisa menghabiskan sekitar sepuluh hari…” gumam Alya.


“Apa ada yang ingin menyampaikan sesuatu?” lanjut Ethan.


“Daripada sekedar berkunjung, kita juga bisa mengumpulkan orang-orang untuk mengukuti kita,” ucap Stella.


“Akan cukup sulit kalau semuanya menaiki kereta. Kita juga tidak bisa terlalu lama meninggalkan Malka sendirian, belum ada jaminan pasti,” balas Leora.


“Tch! Personil kita banyak, segitunyakah kalian mencemaskan Malka?” sahut Zilei.


“Agak tajam perkataanmu, ya… Jika begitu, kita bisa membagi menjadi dua tim,” balas Alya.


Kemudian dipertemukanlah kami dengan beberapa rencana. Mereka, selain diriku, akan dipecah menjadi dua tim. Setelah perdebatan, ditetapkan tim satu terdiri Zilei, Stella, Gras, dan Ellie. Sedangkan sisanya berada di tim dua.


Tugas kedua tim, mengumpulkan informasi saat berkunjung di setiap kota. Seluruh anggota tim harus tahu semua informasi itu.


Tugas tim satu, mengumpulkan para aktivis dan mengorganisir mereka, menyesuaikan alat dan persenjataan yang diperlukan, menyerbarkan kampanye secara anonim, menyusun rencana bersama. Satu hal yang pasti, tidak boleh menyulut pertikaian dengan aparat, karena akan merugikan sebelum waktunya.


“Kalau begitu, kita bisa membuat mereka berjalan sendiri untuk pergi ke suatu titik kumpul. Jadi tidak mencurigakan, karena tidak berjalan beramai-ramai,” sahut Zilei.


“Ide yang bagus!” balas Ethan.


Ternyata sosok Zilei yang selalu kesal memiliki sisi yang tidak kuduga.


“Sip, kupercayakan pada kalian untuk mengatur semuanya, termasuk logistik— maksudku semua barang bawaan. Jangan sampai gerak-gerik kalian ketahuan oleh aparat,” balasku.


Selanjutnya tugas tim dua, membawa informasi lebih cepat ke Centra, memberi informasi awal pada tim satu karena sampai lebih awal, menyiapkan rencana selama di Centra nanti. Setelah sampai di Centra, menyiapkan tempat menginap atau tempat perkumpulan, mengampanyekan secara anonim di penjuru kota, berjaga jika penyelidikan diriku di luar dugaan.


“Baiklah, kalau begitu sudah diputuskan,” ujar Ethan.


“Kalian, bergegaslah kembali dari sekarang. Jangan sampai kalian diketahui oleh orang-orang yang menjemputku,” ucapku pada Leora dan kawannya.


“Bagaimana dengan Ethan dan yang lain?” tanya Kellos.


“Mereka bisa kembali ke rumah masing-masing dahulu. Temanku, Jack, hanya kenal aku dan Alya,” jawabku.


Keesokan harinya, Leora dan kawannya kembali ke Suthmein terlebih dahulu, sementara Ethan, Ellie, dan Gras juga pulang ke rumah mereka. Kini, hanya ada aku, Alya dan ibunya Alya di rumahnya.


Sudah kuduga kalau Jack dan timnya akan bergerak cepat. Kala sore di esok harinya, mereka datang menjemputku. Hal pertama yang terjadi ialah… bertemu sapa dengan Jack.


“Malka!”

__ADS_1


“Jack!”


Bersambung~


__ADS_2