System Lady Rich

System Lady Rich
Bab 22 : Bermain peran


__ADS_3

Laura bingung. Kali ini dia tidak tahu harus bagaimana. Laura yang masih menyamar sebagai Tiara berusaha keras memutar otaknya agar tidak bisa dijamah oleh Alberto.


Tenang… tenang Laura… tenang… Kamu harus bisa tetap berakting dan mengulur waktu, Laura berkata dalam hatinya.


Tiara menoleh ke arah belakang dan menatap wajah Alberto sambil mengusap pipinya dan berkata,


"Masih sangat sore untuk bermain-main di atas ranjang."


Alberto tersenyum dan memegang tangan Tiara seraya berkata,


"Apa itu artinya kita akan semalaman bersama di dalam kamar ini?" 


Tiara tersenyum palsu. Dia sendiri tidak tahu bagaimana nasibnya nanti. Dia beranjak dari pangkuan Alberto dan berjalan menuju balkon kamar tersebut.


Dia duduk di kursi balkon tersebut dan menatap indahnya pemandangan yang disuguhkan dengan sangat indah oleh resort mewah itu.


Alberto menghampiri Tiara. Dia duduk di kursi sebelahnya dan mengikuti arah pandang perempuan cantik itu.


Terlihat jelas pada wajah dan senyuman Tiara yang memperlihatkan kebahagiaan ketika melihat pemandangan tersebut.


"Apa kamu menyukai tempat ini?" tanya Alberto sambil menoleh ke arah Tiara.


Tiara tersenyum dan menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan yang diajukan Alberto padanya.


"Sangat indah. Aku suka berada di tempat ini. Suasananya juga sangat nyaman dan tenang," ucap Tiara yang masih memandang ke sekelilingnya.


"Jika kamu mau, kita bisa berlibur kapan saja berdua. Ke tempat mana saja yang ingin kamu datangi," ujar Alberto pada Tiara.


Tiara menoleh ke arah Alberto dan tersenyum padanya. Kemudian dia berkata,


"Apa anda selalu bersikap seperti ini pada semua perempuan?" 


Alberto terkekeh menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Tiara padanya. Kemudian dia berkata,


"Tergantung. Jika perempuan itu secantik kamu, saya tidak akan keberatan memberikan segalanya."


Tiara tersenyum seolah dia malu-malu di hadapan Alberto. Dia memajukan badannya dan berkata,


"Bagaimana dengan istri anda?"


Seketika senyuman Alberto pudar. Dia mengalihkan pandangannya ke lain arah dan berkata,

__ADS_1


"Pernikahan kami hanyalah status. Itu semua demi anak dan orang tua kami. Kami berdua mencari kesenangan sendiri-sendiri. Kami juga bersepakat untuk mempertahankan keluarga kami hanya untuk anak kami. Dan kami merahasiakan semua ini dari anak kami."


Ada rasa iba dan juga rasa kesal pada Alberto dalam hati Tiara saat ini. Dia merasa iba mendengar hubungan Alberto dengan istrinya. Tapi dia juga merasa kesal karena sepasang suami istri itu sama-sama mencari kesenangan sendiri-sendiri di luar rumah.


"Maaf jika saya banyak bertanya, tapi bagaimana bisa kalian melakukan itu? Apa karena kalian tidak hidup bersama?" tanya Tiara menyelidik.


Masih dengan pandangan matanya yang sedang menikmati pemandangan sekitarnya, Alberto menjawab,


"Kami menikah karena perjodohan. Dia memulai hubungannya kembali dengan pacarnya setelah melahirkan anak kami. Pacarnya yang tadinya hidup di luar negeri, saat itu datang dan mereka memulai kembali kisah mereka."


Tiara mengernyitkan dahinya dan menatap Alberto dengan tatapan yang mengisyaratkan kebingungannya.


"Kenapa anda bisa menerimanya begitu saja?" tanya Tiara yang terlihat sangat penasaran.


Alberto menoleh ke arah Tiara dan berkata,


"Karena aku juga bisa melakukan hal yang sama seperti dia. Jadi, kenapa aku juga tidak melakukannya? Bahkan lebih menyenangkan daripada hanya bersama dia saja yang tidak pernah perhatian pada suaminya."


Tiara menghela nafasnya. Kini dia mengerti apa yang terjadi pada keluarga Alberto. Sayangnya dia tidak menyukai tindakan Alberto yang berganti-ganti pasangan hanya untuk memuaskan hasratnya karena tidak mau kalah dengan istrinya.


Sial. Aku tidak bisa menggunakan istrinya untuk menghindar dari jeratannya. Aku harus memikirkan cara lain untuk melepaskan diriku malam ini darinya, Tiara berkata dalam hatinya.


"Apa kamu sudah menikah?" tanya Alberto pada Tiara.


"Aku dikhianati. Pernikahanku tidak berlangsung lama. Sekarang aku hanya ingin berjuang agar aku bisa sukses dan menertawakannya apabila aku bertemu dengannya lagi."


Alberto mengambil tangan Tiara dan menatap matanya dengan intens seraya berkata,


"Kamu bertemu dengan orang yang tepat. Saya bisa membantu apa saja yang kamu butuhkan."


Tiara tersenyum dan menganggukkan kepalanya serta berterima kasih padanya.


"Badanku terasa sangat gerah. Apa kamu tidak ingin mandi?" tanya Alberto yang bermaksud untuk mengajak Tiara mandi bersamanya.


Tiara menggelengkan kepalanya seraya berkata,


"Lebih baik Bapak mandi terlebih dahulu. Saya masih ingin menikmati pemandangan di sore hari."


Alberto tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Dia segera beranjak dari duduknya dan berkata,


"Baiklah. Saya akan mandi terlebih dahulu. Setelah itu, giliran kamu yang mandi."

__ADS_1


Tiara tidak menjawab, dia hanya tersenyum tipis dan berpikir keras untuk melarikan diri dari kamar itu tanpa terbongkar penyamarannya oleh siapa pun.


Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi tersebut. Laura berpikir sangat keras agar dia bisa mengakhiri penyamarannya sebagai Tiara dengan baik.


Setelah beberapa saat, Alberto keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai bathrobe dan terlihat sangat segar. Dia berjalan ke arah Tiara dan tersenyum padanya.


Laura masih saja belum mendapatkan ide untuk melepaskan dirinya dari Alberto. Dia merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa berpikir saat ini karena ketakutan akan nasib kehormatannya sebagai seorang perempuan di tangan Alberto saat ini.


Tiba-tiba ponsel Tiara berbunyi. Suara dering ponselnya itu seolah menyelamatkannya.


"Maaf, sebentar, saya akan menerima telepon ini terlebih dahulu. Sepertinya ini sangat penting," ucap Tiara sambil berjalan sedikit menjauh dari Alberto.


Tiara melihat nomor yang tertera pada layar ponselnya merupakan nomor dari asisten sutradaranya. Dengan segera dia menerima panggilan telepon tersebut.


"Halo, ada apa Pak?" sapa Tiara yang sudah sedikit menjauh dari Alberto.


Dari tempatnya berdiri sekarang ini, Alberto menajamkan pendengarannya. Dia ingin mendengar apa saja yang dibicarakan oleh perempuan cantik yang menjadi kesenangannya saat ini.


Laura, kamu tidak perlu berlatih dance untuk acara minggu depan, ucap Dani dari seberang sana melalui telepon.


"Kenapa Pak? Apa saya melakukan kesalahan? Atau mungkin acaranya dibatalkan?" tanya Tiara yang berbicara sebagai Laura saat ini.


Acaranya akan tetap berjalan sesuai jadwal. Dan kamu akan digantikan oleh presenter lain yang lebih muda agar sama dengan bintang tamu yang hadir pada saat itu. Kamu akan tetap memandu acara, tapi untuk kalangan tertentu, sesuai umur kamu, jelas Dani sebagai asisten sutradara yang menyampaikan keputusan sutradaranya.


"Apa? Tidak. Saya tidak terima dengan keputusan ini!" sahut Tiara yang berseru pada Dani melalui telepon.


Alberto terhenyak mendengar seruan dari Tiara. Dia mempunyai firasat buruk akan ekspresi Tiara saat ini.


Tiara yang memutuskan panggilan telepon itu secara sepihak segera berjalan ke arah Alberto. Dengan wajah kesal dan penuh amarah itu dia berkata,


"Sepertinya sekarang saya harus pergi. Ada urusan pekerjaan yang sangat penting dan tidak dapat ditunda lagi. Maaf," ucap Tiara pada Alberto yang ada di hadapannya.


Terlihat wajah Alberto yang berubah menjadi sedih dan kecewa setelah mendengar Tiara berpamitan padanya. Merasa tidak tega dan sebagai ucapan terima kasihnya, Tiara mendekati Alberto dan mengecup pipi kanannya.


Setelah itu dia berjalan menuju pintu keluar kamar tersebut sambil bersorak riang dalam hatinya.


"Tiara, tunggu! Bagaimana aku bisa menghubungimu jika ingin bertemu lagi denganmu?" seru Alberto menghentikan langkah kaki Tiara.


Tiara menghentikan langkah kakinya dan menghadap ke arah Alberto. Kemudian dia berkata,


"Aku akan menghubungimu. Aku akan mencari tahu nomormu dari resort ini."

__ADS_1


Setelah itu Tiara kembali berjalan menuju pintu kamar tersebut. Dan lagi-lagi Alberto menghentikannya.


"Aku akan membantumu menyelesaikan pekerjaanmu. Jangan sungkan menghubungiku," ujar  Alberto yang masih berniat untuk menghentikan Tiara pergi darinya.


__ADS_2