System Lady Rich

System Lady Rich
Bab 74 : Rencana licik Kessy


__ADS_3

Ryan menunjukkan pada Laura semua hasil foto-foto mereka ketika berada di pantai saat itu. Mereka berdua terkekeh melihat hasil video rekaman ketika Laura bermain dan berkejar-kejaran dengan ombak di tepi pantai.


Sayangnya kedekatan mereka itu membuat Arsenio yang sedang menutup pintu menyaksikan semuanya. Dia merasa kesal dan marah saat ini. Bahkan emosinya telah membutakannya.


Arsenio mengeram marah ketika melihat istrinya dan bosnya terlihat sangat akrab dan terkekeh bersama. Tangannya mencengkeram kuat handel pintu dan tatapan matanya sangat tajam seolah ingin sekali menghabisi dua orang yang sedang diperhatikannya. Dalam hatinya dia memaki,


Kurang ajar! Sialan! Apa yang sedang mereka lakukan?! 


Kessy menatap heran pada Arsenio yang tak kunjung menutup pintu tersebut. Dia mengikuti arah pandang Arsenio dan dia tersenyum puas melihat apa yang sedang mereka berdua saksikan.


Bagus Laura, dengan begitu kamu dan bos kamu itu mempermudah jalanku untuk menghancurkan hubungan kalian, Kessy berkata dalam hatinya.


Kessy menarik tangan Arsenio untuk segera meninggalkan tempat itu. Dia menyeringai, merasa jika peluangnya kini telah terbuka lebar untuknya.


Dada Arsenio masih saja bergemuruh. Bayangan tentang apa yang dilihatnya itu seolah menari-nari di pelupuk matanya.


Tanpa sadar dia digandeng oleh Kessy tanpa dilepaskan sekalipun gandengan tangannya meskipun berada di dalam lift. 


Kessy melepaskan gandengan tangannya pada tangan Arsenio ketika mereka sudah berada di parkiran, tepatnya di dekat mobil milik Arsenio. Dia menengadahkan telapak tangannya di hadapan Arsenio seraya berkata,


"Berikan kunci mobilnya padaku."


Merasa hatinya tidak sedang baik-baik saja, Arsenio pun memberikan kunci mobilnya pada Kessy. Dengan cepatnya Kessy menyambar kunci mobil tersebut dari tangan Arsenio dan duduk di kursi pengemudi.


Arsenio masih berdiri mematung di dekat mobilnya dengan pandangan matanya menuju bagian kantor tersebut.


Kessy membuka jendela kaca mobil tersebut dan berseru dari dalam mobil,


"Masuklah. Jangan menjadi seperti orang bodoh yang hanya bisa diam saja seperti itu!"


Mendengar Kessy menyebutnya dengan kata bodoh, Arsenio segera masuk ke dalam mobil tersebut dan duduk di kursi penumpang yang ada di sebelah pengemudi.


"Apa maksudmu? Aku tidak bodoh. Jadi cabut kembali kata-kata bodoh yang keluar dari mulut kasarmu itu!" seru Arsenio berapi-api.


"Pakai sabuk pengamanmu dan kita selesaikan nanti di tempat lain," tutur Kessy sambil menyalakan mesin mobil tersebut.

__ADS_1


Dengan terpaksa Arsenio menurut. Dia memakai sabuk pengaman di kursi tersebut dan menatap lurus ke depan, tanpa berbicara apa pun dengan Kessy.


Hati dan pikiran Arsenio dikuasai oleh amarah, emosi serta rasa kesalnya pada istri dan bosnya itu. Dia tidak bisa memikirkan hal lain tentang usaha istrinya yang membantunya untuk bisa melakukan kerja sama dengan bosnya.


Sesampainya di parkiran kantornya, Arsenio bergegas turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam kantor tanpa menunggu Kessy terlebih dahulu.


"Ck! Dasar laki-laki setia. Karena kesetiaanmu itulah bisa menghancurkan dirimu sendiri. Lihat saja nanti, pasti aku akan bisa mengubah kesetiaanmu itu menjadi penguatmu saat ini," ucap Kessy sambil menyeringai menatap punggung Arsenio yang semakin jauh meninggalkannya.


Kessy berjalan masuk ke dalam kantor tersebut dengan memikirkan rencana selanjutnya untuk memanfaatkan suasana yang sedang memburuk antara Arsenio dengan Laura. Dia berencana masuk untuk mengisi celah hubungan Arsenio dan Laura yang sedang diliputi dengan rasa kesalahpahaman.


Brak! 


Brak!


Brak!


Arsenio berkali-kali memukul meja kerjanya untuk melampiaskan kemarahannya. Bayangan istrinya yang tertawa bahagia dengan Ryan membuat kemarahannya semakin meluap.


Dadanya bergemuruh dengan penuh kemarahan. Kemudian dia berkata,


Suara seruan kemarahan Ryan terdengar dari balik pintu ruangannya. Kessy yang hendak membuka pintu tersebut menyeringai ketika mendengarnya.


Saat itu juga dia mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam ruangan Arsenio. Dia menuju ke ruangannya dan menghubungi seseorang ketika sudah berada di dalam ruangannya.


"Saya membutuhkan dua orang OB laki-laki untuk datang ke ruangan saya saat ini juga," perintah Kessy dengan tegas melalui telepon yang ada di meja kerjanya.


Hanya selang beberapa saat saja datanglah dua orang OB ke dalam ruangan Kessy.


"Cepat bawa semua ini ke ruangan lain," perintah Kessy sambil menunjuk barang-barang apa saja yang ingin dipindahkannya.


"Maaf Bu, kita akan memindahkannya ke ruangan mana?" tanya salah satu OB yang terlihat lebih berumur daripada OB satunya.


Kessy mengambil tas miliknya dari atas meja kerjanya dan berkata,


"Ikuti saya dan pindahkan barang itu semuanya sekarang juga."

__ADS_1


Kessy berjalan keluar dari ruangannya diikuti oleh kedua OB tersebut dengan membawa meja kerjanya.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Kessy membuka pintu ruangan Arsenio dan berkata pada kedua OB tersebut,


"Letakkan di sebelah sana."


Kessy menunjuk arah yang sama persis dengan letak meja kerja Laura yang ada di ruangan Ryan. Dia ingin meniru Laura yang bekerja satu ruangan dengan bosnya.


Arsenio mengerutkan dahinya mendengar Kessy memerintahkan kedua OB tersebut. 


"Ada apa ini? Kenapa kamu membawa meja itu kemari?" tanya Arsenio dengan tegas dan menatap Kessy dengan tatapan matanya yang tidak ramah padanya.


Kessy berjalan mendekati Arsenio dan duduk di meja kerjanya. Dia duduk tepat di hadapan Arsenio dengan rok mininya yang tersibak ke atas sehingga memperlihatkan dengan jelas kain berenda penutup dari bagian intinya.


"Mulai sekarang aku akan bekerja satu ruangan denganmu," jawab Kessy sambil melingkarkan kedua tangannya pada leher Arsenio yang masih duduk di kursi kerjanya.


Arsenio segera melepaskan tangan Kessy dari lehernya ketika melihat kedua OB tersebut masuk kembali ke dalam ruangannya dengan membawa kursi kerja Kessy dan barang lainnya. Kemudian dia berkata,


"Kenapa kamu harus satu ruangan denganku? Bahkan ruangan mu lebih besar dari ruangan ini."


Kessy melihat ke arah kedua OB tersebut yang berjalan keluar ruangan itu. Dia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke arah pintu. Dikuncinya pintu ruangan tersebut dan menyeringai.


Dia kembali duduk di meja kerja Arsenio dan terlihat menggoda si pemilik meja yang sedang duduk di hadapannya.


"Apa kamu tidak ingin membalas perselingkuhan istrimu itu? Ada aku di sini yang siap membantumu kapan saja," ujar Kessy sambil mengedipkan sebelah matanya.


Arsenio menoleh ke sembarang arah karena lagi-lagi dia disuguhi pemandangan dari dalam rok mini Kessy yang tersibak saat duduk di atas meja kerjanya. Dia pun berkata,


"Jangan macam-macam Kessy. Ini di kantor. Jangan membuat orang lain salah paham tentang kita."


Mendengar ucapan Arsenio membuat Kessy tersenyum geli. Dia pun lebih tertantang dan bersemangat untuk mendapatkan kembali Arsenio yang merupakan mantan kekasihnya sebelum menikah dengan Laura.


Kessy turun dari meja kerja Arsenio. Dengan cepatnya dia berada di pangkuan Arsenio dan tangannya melingkar pada leher Arsenio. Kemudian dia berkata,


"Aku tau kamu sedang membutuhkan banyak uang. Aku akan memberikan kembali cek yang waktu itu akan aku berikan padamu. Terserah akan kamu pergunakan untuk apa uang itu, asalkan kamu mau menemaniku ke suatu tempat malam ini. Bagaimana?"

__ADS_1


__ADS_2