System Lady Rich

System Lady Rich
Bab 39 : Usaha keras


__ADS_3

Arsenio menghela nafasnya. Dia sungguh menyesal dengan semua yang dilakukannya. Dia menyesali kebodohannya yang akhirnya menyeretnya dalam masalah.


Arsenio menundukkan kepalanya. Dia tidak berani menatap mata istrinya. Kemudian dia berkata,


"Aku meminjam uang di bank itu hanya sejumlah uang untuk menggantikan yang aku pinjam dari uang tabungan anak kita saja dengan jaminan sertifikat rumah kita. Tapi, sepertinya orang yang membantu proses pencairan dananya bertindak curang padaku. Entah bagaimana cara dia melakukannya, ternyata jumlah yang tertulis di pinjaman ku menjadi sepuluh kali lipat, sedangkan uang yang aku dapat hanya sejumlah yang aku inginkan. Dan semua uang yang aku bayar selama ini hilang tidak dibayarkan olehnya."


Sontak saja Laura terkejut hingga memegang kedua pundak suaminya dan berkata,


"A-apa?! Kenapa kamu sebodoh ini Mas? Bukankah kamu orang yang selalu hati-hati dan selalu waspada?!"


Arsenio tetap menundukkan kepalanya. Dia tidak berani menatap mata istrinya karena apa yang dikatakan oleh istrinya memang benar adanya.


"Maaf. Aku memang salah. Aku memang ceroboh saat itu," tukas Arsenio dengan lesu dan masih menundukkan kepalanya.


Laura menghela nafasnya sambil memejamkan matanya. Kini dia merasa seperti dihantam dengan batu besar. Rasanya semua tenaganya telah habis digunakannya. 


"Uang sebesar itu akan kita cari ke mana Mas? Sedangkan aku juga masih harus membayar semua hutang-hutang Ibuku," ucap Laura yang terdengar lemas tanpa ekspresi.


Arsenio menggenggam tangan Laura dan menatap istrinya itu seraya berkata,


"Kamu tenang saja, aku akan menyelesaikan kekacauan yang telah aku buat. Jangan pikirkan apa pun dan tetap dampingi aku di sisiku."


Laura kembali menghela nafasnya. Dia menyeringai seolah merendahkan suaminya. Dan dia pun berkata,


"Tenang? Mana bisa aku tenang jika rumah kita yang akan menjadi taruhannya. Lagi pula Mas, mau pinjam di mana uang sebanyak itu?" 


"Aku akan berusaha untuk membayarnya. Aku akan bekerja dengan sangat keras untuk membayar semuanya. Percayalah padaku," ujar Arsenio dengan tatapan mengiba pada istrinya.


Genggaman tangan Arsenio begitu kuat, sehingga Laura tidak bisa melepaskan tangannya dari genggaman suaminya.


Tiba-tiba panel itu kembali terlihat oleh Laura tepat di depan wajahnya, sehingga tanpa dia mendekat pun bisa terlihat dengan jelas tulisan yang ada di sana.

__ADS_1


'Membantu suami untuk membayar hutangnya'


Laura kembali menghela nafasnya. Rasanya dadanya sangat berat dan sesak menghadapi semua kenyataan yang datang bertubi-tubi dalam hidupnya.


Sialnya lagi dia tidak bisa menghindarinya. Dia hanya bisa pasrah dan menghadapi semuanya dengan caranya sendiri. Berjuang untuk kehidupannya.


"Aku rasa kita akan mengalami kesulitan ekonomi. Aku akan bekerja. Banyak tanggungan yang harus aku bayar," tukas Laura diiringi helaan nafasnya yang terdengar sangat berat.


"Tapi Sayang, apa kamu akan kembali bekerja di televisi swasta itu? Aku rasa jangan kembali ke sana, karena mereka pasti–"


"Tidak. Aku tidak akan kembali ke tempat itu. Aku akan berusaha mencari pekerjaan di tempat lain yang menghargai tenaga dan hasil kerja kerasku," sahut Laura dengan mengalihkan pandangannya pada pantai yang ada di hadapannya.


Arsenio memeluk tubuh Laura dengan perasaan bersyukur seraya berkata,


"Terima kasih Sayang. Terima kasih karena mau berjuang bersamaku. Terima kasih karena tidak meninggalkan ku. Terima kasih karena mau memaafkan ku."


Laura hanya diam. Dia tidak menjawab atau pun menganggukkan kepalanya. Dia sudah lelah. Dan entah apa yang akan terjadi kedepannya, dia tidak tahu. Dia hanya menjalani apa yang ada di jalannya.


...----------------...


Dengan semangatnya untuk bisa membayar hutang-hutang ibu dan juga suaminya, Laura tidak patah semangat untuk mencari pekerjaan.


Dia menghubungi banyak temannya untuk menanyakan tentang lowongan pekerjaan, sayangnya tidak ada satu pun teman yang bisa merekomendasikannya. 


Tidak patah arah, Laura masih berusaha mencari pekerjaan. Dia mencari informasi tentang lowongan pekerjaan yang bisa dikerjakan olehnya.


Dia mencarinya dari koran, media sosial, hingga internet. Usahanya begitu gigih dan dia tipe orang yang tidak gampang menyerah.


Dari sekian banyak lowongan pekerjaan, hanya ada beberapa saja yang memenuhi kriterianya. Dengan segera Laura mengirim banyak lamaran pekerjaan pada semua lowongan pekerjaan yang memenuhi kriterianya.


Hari ini Laura habiskan dengan mencari pekerjaan melalui media cetak dan juga sosial media. Hanya melakukan itu saja sudah menguras tenaga dan pikirannya. Apa lagi dengan kondisi badannya yang sedikit tidak fit, membuatnya ingin segera beristirahat.

__ADS_1


Arsenio pun demikian. Dia tidak mau membuat kesalahan lagi. Dia berusaha agar istrinya tidak marah lagi dan tidak meninggalkannya karena kebodohan dan kesalahannya. Kini dia berusaha keras untuk bisa segera melunasi semua hutang-hutangnya.


Malam ini Arsenio memutuskan untuk lembur agar pekerjaannya cepat selesai. Dia memberi kabar pada Laura agar tidak menunggunya untuk makan malam dan menyuruhnya untuk tidur lebih dahulu.


Tanpa memikirkan hal lain, Laura menuruti perkataan suaminya. Dia makan malam terlebih dahulu tanpa menunggu suaminya dan dia pun tidur terlebih dahulu karena merasa kondisinya kurang fit.


Tidak ada kecurigaan dari Laura. Dia sudah lelah dengan semuanya. Dan dia tidak mau memikirkan hal lainnya. Dia hanya ingin fokus pada tujuannya saat ini. Mencari uang untuk membayar hutang-hutang ibunya dan juga suaminya.


Arsenio benar-benar pulang larut malam. Dia segera makan makanan yang sudah disiapkan oleh istrinya. Dan dia juga segera membersihkan badannya untuk menghilangkan keringat serta lelah yang terasa di tubuhnya.


Diraihnya tubuh istrinya itu dan dibawanya dalam pelukannya. Nyaman. Bahkan sangat nyaman dirasanya. Memeluk istri yang dicintainya membuat Arsenio sedikit tenang saat ini. 


Pikiran yang penuh akan hutang-hutangnya itu sedikit tersisihkan malam ini dengan memeluk tubuh istrinya.


...----------------...


Pagi pun menjelang. Aktivitas mereka tetap sama. Bahkan sekarang ini mereka lebih sibuk untuk mencari uang demi membayar hutang-hutang Arsenio. Mereka berdua bekerja keras agar rumah yang telah mereka tempati selama lima tahun ini tidak tersita oleh bank.


Pagi ini Laura berniat untuk mencari pekerjaan di luar rumah. Dia terjun langsung untuk mencari pekerjaan di luaran sana.


Dia mendatangi dari satu kantor ke kantor lainnya. Berbagai macam alasan penolakan sudah diterimanya. Bahkan dia mendengar gunjingan seseorang yang terdengar samar-samar di telinganya bahwa dia merupakan artis yang dipecat karena mempunyai skandal dengan produsernya.


Namun, semua itu tidak menjadikan Laura putus asa. Dia hanya bisa menyemangati dirinya agar bisa melewati semua ini dengan sabar dan terus berjuang agar bisa menaklukan keadaan. 


Di dalam toilet salah satu perusahaan yang didatanginya, Laura berdiri di depan cermin dan tersenyum seraya mengepalkan tangannya di depan dadanya dan berkata,


"Ayo Laura, semangat! Usaha tidak akan mengkhianati hasil!"


Laura menyemangati dirinya sendiri agar dia tidak cepat putus asa. Karena Laura yang sebenarnya adalah perempuan tangguh yang selalu berjuang demi bisa mendapatkan keinginannya.


Tiba-tiba Laura dikagetkan dengan suara notifikasi pesan dari ponselnya. Segera dia mengambil ponsel dari dalam tasnya.

__ADS_1


Dibacanya pesan tersebut di tempat itu. Matanya terbelalak ketika membaca pesan itu seraya berkata,


"Apa artinya ini?"


__ADS_2