System Lady Rich

System Lady Rich
Bab 47 : Hotel


__ADS_3

"Arsenio, tunggu aku!" ucap Kessy sambil berjalan cepat untuk mengejar Arsenio yang telah lebih dulu berjalan di depannya dengan langkah lebarnya.


Tiba-tiba langkah Arsenio terhenti sehingga Kessy berhasil berdiri di sampingnya. Kessy mengikuti arah pandang Arsenio. Dia tersenyum melihat Laura yang sedang berjalan keluar dari dalam lift bersama dengan seorang laki-laki berpenampilan rapi dan terlihat sangat berkelas.


Dengan segera Kessy melingkarkan tangannya pada lengan Arsenio dan bergelayut manja padanya.


Arsenio hanya tertegun karena terkejut melihat istrinya yang sedang berjalan ke arahnya bersama dengan laki-laki yang diyakininya sebagai CEO dari perusahaan RAZ, Ryan Arion Syahreza.


Begitu pula dengan Laura. Dia berhenti tepat di depan Arsenio dan tertegun melihat suaminya sedang berdiri dengan Kessy yang bergelayut manja padanya.


Ryan melihat Laura dan Arsenio yang saling menatap seolah saling bertanya dengan tatapan mata mereka. Setelah itu pandangan mata Ryan tertuju pada tangan Arsenio yang digelayuti dengan manja oleh Kessy.


Dari situlah Ryan paham akan situasi mereka saat ini. Ryan merangkul pundak Laura seraya berkata,


"Ayo kita segera kembali Laura."


Dia pun mengajak Laura untuk segera berjalan meninggalkan Arsenio yang masih berdiri di tempatnya sambil menatap istrinya yang sedang berjalan meninggalkannya bersama dengan Ryan keluar dari hotel tersebut.


"Bukankah dia istrimu? Mengapa dia bersama seorang laki-laki di hotel ini? Dan mereka baru saja keluar dari lift?" tanya Kessy sambil menatap Arsenio yang masih saja memandang istrinya seolah tidak rela meninggalkannya bersama dengan laki-laki lain.


Kessy menyeringai melihat Arsenio yang terlihat marah pada istrinya. Dalam hatinya berkata,


Ini saat yang tepat untuk mendapatkan Arsenio kembali padaku.


"Sepertinya laki-laki itu bukan orang sembarangan. Lihatlah penampilannya yang sangat rapi dan juga berkelas. Dan hotel ini, aku rasa pilihan yang tepat untuk orang berkelas seperti dia," sambung Kessy kembali untuk memanas-manasi Arsenio agar hubungan Arsenio dan istrinya bermasalah.


Arsenio berjalan sambil melihat ke arah istrinya yang sudah keluar dari hotel tersebut. Dengan langkah kaki lebarnya itu Arsenio membuat Kessy kembali berjalan cepat dengan setengah berlari untuk bisa berjalan bersama di sisinya.


Tiba-tiba langkah Arsenio kembali berhenti ketika melihat istrinya masuk ke dalam mobil mewah dan duduk di belakang bersama dengan Ryan.


"Lihatlah mereka. Aku rasa hubungan mereka tidak biasa," ucap Kessy sambil menyeringai menatap Arsenio yang masih melihat ke arah istrinya.


Arsenio menoleh ke arah Kessy ketika mobil yang ditumpangi Laura dan Ryan sudah pergi dari depan hotel tersebut. Kemudian dia berkata,


"Istriku tidak seperti yang kamu bicarakan. Dia tidak sepertimu yang suka berhubungan dengan pria mana pun di hotel."

__ADS_1


Kessy terkekeh mendengar ucapan Arsenio. Dia maju satu langkah di depan Arsenio dan menghadap ke arahnya sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya. Dia pun berkata,


"Lalu apa yang mereka lakukan di hotel ini?"


"Dia sedang bekerja," sahut Arsenio dengan tegas dan menatap tajam pada Kessy.


Kessy kembali tertawa. Dan dia pun berkata,


"Bekerja? Bekerja dengan seorang laki-laki berduit di hotel mewah seperti ini? Dan mereka tidak membawa apa-apa. Jangan-jangan dia…."


"Hentikan ocehan mu itu. Dia bekerja dengan laki-laki itu. Jadi jaga ucapanmu!" sahut Arsenio dengan menatap kesal pada Kessy.


"Oh jadi dia sedang bekerja dengan laki-laki itu di hotel dan kamu diam saja? Apa karena kamu membutuhkan banyak uang, sehingga kamu diam saja mengetahui istrimu bekerja di hotel bersama dengan laki-laki berduit itu?" tukas Kessy di sela tawanya.


Mendengar perkataan Kessy membuat Arsenio teringat akan permintaannya pada istrinya untuk mendekati Ryan agar bisa meyakinkannya untuk bekerjasama dengan perusahaannya.


Arsenio tersenyum. Dia sedikit lega mengetahui istrinya yang bekerja keras untuk membantunya. Dia segera berjalan kembali menuju parkiran mobilnya tanpa mengajak Kessy untuk berjalan bersamanya.


"Sayang, tunggu!" seru Kessy sambil berjalan cepat menyusul Arsenio.


"Arsenio! Tunggu!" seru Kessy kembali yang berlari kecil mengejarnya.


Arsenio masih saja tidak mau menunggunya. Dia masuk ke dalam mobilnya lebih dulu dan menunggu Kessy di dalam mobilnya.


Kessy menggerutu kesal ketika sudah duduk di dalam mobil Arsenio sambil memijat kakinya.


"Kamu jahat banget sih. Sudah tau aku pakai high heels, masih saja kamu tinggal. Harusnya kamu itu nungguin aku, gandeng aku biar aku gak jatuh."


"Tidak ada yang menyuruhmu memakai high heels setinggi itu. Lagi pula sepertinya kamu tidak pernah jatuh ketika memakai high heels setinggi itu," ucap Arsenio dengan wajah datarnya sambil mengemudikan mobilnya.


Kessy menghentikan pijatan di kakinya. Dia menghadap ke arah Arsenio yang ada di sampingnya seraya tersenyum dan berkata,


"Ternyata kamu masih sangat perhatian padaku."


"Aku tidak pernah perhatian padamu. Hanya saja aku berpikir jika kamu pernah jatuh menggunakan high heels itu, pasti kamu tidak akan memakai kembali high heels setinggi itu," sahut Arsenio tanpa menoleh ke arah Kessy.

__ADS_1


Seketika senyum Kessy pudar. Dia kembali duduk menghadap depan dan berkata,


"Kira-kira… apa yang dilakukan istrimu bersama laki-laki tadi di hotel? Bukankah mereka keluar dari dalam lift? Pasti mereka dari kamar hotel. Harusnya kita datang lebih awal agar tau apa yang mereka lakukan."


Sontak saja Arsenio menghentikan mobilnya secara mendadak. Dia menatap kesal pada Kessy yang kini sedang terkejut karena mobil tersebut berhenti secara mendadak. Dia pun berkata,


"Jangan membicarakan hal itu lagi. Aku tidak suka kamu menjelek-jelekkan istriku. Apa lagi di hadapanku. Karena dia bukan perempuan sepertimu."


Setelah itu Arsenio mengemudikan kembali mobilnya tanpa menanyakan keadaan Kessy yang terkejut karenanya. Karena kekesalan hatinya itu Arsenio mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantornya.


"Arsenio, kau gila?! Jangan ngebut seperti ini, kita bisa celaka!" seru Kessy yang terdengar sedang ketakutan.


Arsenio mengabaikan semua perkataan Kessy. Bahkan dia seolah tidak mendengar apa pun di telinganya.


Hatinya sakit mengingat kembali istrinya yang keluar dari dalam lift hotel tersebut bersama Ryan. Terlebih lagi tangan Ryan yang merangkul pundak Laura membuatnya sangat sakit hati dan marah. Kini dia hanya bisa melampiaskan kekesalan hatinya pada jalanan yang dilaluinya. 


Pikiran Arsenio tidak bisa tenang. Bahkan dia tidak bisa fokus bekerja karena masih saja terbayang ketika dia bertemu dengan istrinya di hotel tadi.


"Sial! Apa yang sebenarnya terjadi? Aku tidak bisa fokus dengan pekerjaanku. Lebih baik aku pulang dan bertanya pada Laura," ucap Arsenio yang sedang frustasi dengan keadaannya saat ini.


Sesampainya di rumah, dia melihat mobil mewah berwarna putih yang sama sekali tidak pernah dilihatnya.


Memasuki rumahnya, dia disambut oleh istrinya yang sedang menata makanan di meja makan. Tidak seperti biasanya yang menghampirinya dan membawakan tas kerjanya serta jasnya.


"Sudah pulang Mas?" tanya Laura sambil menata makanan di meja makan.


"Hmmm," jawab Arsenio sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


"Itu mobil siapa?" tanya Arsenio pada istrinya.


"Mobil Pak Ryan. Aku disuruh membawanya," jawab Laura tanpa menoleh pada suaminya.


Seketika Arsenio terkejut hingga membelalakkan matanya seraya berkata,


"A-apa? Mobil semewah itu untukmu?"

__ADS_1


__ADS_2