
Mendengar pertanyaan dari Laura membuat Ryan tersenyum. Dia mendekati Laura dan mengambil kedua tangannya seraya berkata,
"Saya tidak berbohong Laura. Saya ingin menikah denganmu. Apa kamu keberatan?"
Seketika mata Laura terbelalak mendengar perkataan Ryan. Dia semakin salah tingkah ketika Ryan menanyakan padanya tentang ketersediaannya menikah dengan Ryan yang notabenenya adalah bosnya sendiri.
"Tapi Pak, kita kan–"
"Saya mencintai kamu Laura. Dan saya yakin, lambat laun kamu juga pasti akan mencintai saya. Jadi, tidak masalah bagi saya untuk sekarang ini kamu masih belum mencintai saya. Saya akan bersabar menanti rasa cinta itu tumbuh di hati kamu untuk saya," ujar Ryan sambil menatap intens manik mata Laura dengan penuh harap.
Laura melihat kesungguhan pada mata Ryan. Entah mengapa hati Laura tersentuh melihat kesungguhan hati Ryan. Tanpa terasa mata Laura berkaca-kaca melihat mata Ryan yang menggambarkan kesungguhan hatinya.
"Kamu masih tidak percaya padaku Laura?" tanya Ryan dengan menatap penuh harap pada Laura.
Sontak saja Laura salah tingkah. Dia menghadap ke arah lainnya seraya berkata,
"Saya percaya, tapi–"
"Itu berarti kamu tidak percaya pada saya," sahut Ryan sambil menatap Laura dengan tatapan kecewa.
Seketika Laura menghadap ke arah Ryan. Mata mereka saling bertatapan sehingga membuat Laura tanpa sadar mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya.
"Bukan karena itu. Saya percaya, tapi saya rasa tidak adil bagi anda jika saya belum bisa mencintai anda," ucap Laura seolah terhipnotis oleh mata sendu Ryan.
Ryan tersenyum pada Laura. Dia semakin mengeratkan pegangan tangannya pada Laura seraya berkata,
"Sudah aku katakan. Aku tidak masalah Laura. Aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta padaku. Dan aku yakin jika dalam waktu sebentar saja kamu pasti bisa mencintaiku. Asalkan kamu tidak membentengi hatimu padaku."
Hati Laura benar-benar trenyuh mendengar perkataan Ryan padanya. Siapa yang mengira jika seorang Ryan yang sangat tidak mudah dijangkau itu, bisa dengan mudahnya bertekuk lutut di hadapan Laura, bahkan dia mengemis cintanya.
__ADS_1
"Aku merasa tidak tau diri jika menerimanya. Anda sangat tinggi dan sangat sulit untuk digapai. Sedangkan saya, saya hanya orang biasa yang sedang terluka karena kegagalan dalam berumah tangga," ucap Laura dengan ekspresi wajah sedihnya.
"Tidak Laura. Kamu sangat berharga bagiku. Mulai sekarang, kita harus mengubah panggilan kita. Jangan lagi panggil saya atau anda. Panggil saja kamu dan aku agar kita bisa lebih dekat lagi. Emmm… Itu pun kalau kamu mau," sahut Ryan dengan penuh pengharapan.
Laura menatap intens manik mata Ryan yang benar-benar penuh harap dan terpancar ketulusan dari matanya. Dalam hatinya berkata,
Dia terlihat sangat tulus padaku. Sepertinya lebih baik dicintai dari pada mencintai. Apa aku coba saja untuk menerimanya. Aku juga yakin jika dia tidak akan mengecewakanku. Aku juga akan mencoba mencintainya.
Perlahan Laura menganggukkan kepalanya seraya berkata,
"Haruskah aku mencobanya?"
Seketika bibir Ryan melengkung ke atas. Tangannya segera meraih tubuh Laura dan membawanya dalam pelukannya.
Ryan sedikit mengurai pelukannya. Kemudian dia menatap dalam mata Laura seraya berkata,
"Terima kasih Laura. Aku janji akan selalu membuatmu bahagia. Apa kamu setuju pernikahan kita bersamaan dengan pernikahan mereka? Atau kamu mau datang ke pernikahan mereka?"
"Tidak. Aku tidak mau datang ke acara mereka."
Ryan tersenyum melihat ekspresi wajah Laura yang enggan bertemu dengan mantan suaminya yang menikah dengan selingkuhannya.
"Kalau begitu, lebih baik pada hari itu kita menikah saja. Bagaimana?" tanya Ryan sambil mengusap lembut pipi Laura.
Seperti terhipnotis oleh mata Ryan, Laura menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Ryan. Melihat anggukan kepala Laura, membuat Ryan tidak bisa menahan dirinya lagi.
Secepat kilat bibirnya mendarat pada bibir Laura. Ryan mencium bibir Laura secara perlahan, hingga mereka berdua terbuai dengan tersebut. Apalagi Ryan tidak mendapatkan penolakan dari Laura. Ciumannya semakin dalam ketika Laura membalas ciumannya.
Namun, perlahan Ryan menghentikan ciuman tersebut. Dengan nafas mereka yang masih terengah-engah itu, mata mereka saling menatap.
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu Sayang. Aku tidak mau melakukannya sekarang hanya karena nafsu. Aku ingin kita melakukannya ketika kita sudah menikah," ujar Ryan dengan sungguh-sungguh.
Laura tersenyum dan menganggukkan kepala melihat keseriusan dalam mata calon suaminya. Setelah itu Laura memeluk dengan erat tubuh Ryan dan tersenyum dalam pelukannya. Ryan pun membalas pelukan Laura. Dia merasa sangat nyaman, terlindungi dan penuh cinta dalam pelukan Ryan.
Tanpa Laura mengatakan apa pun, Ryan tahu jika Laura juga bahagia dengan hubungan mereka. Kini dia merasa sedikit lega telah mendapatkan jawaban dari Laura.
...----------------...
Hari berganti hari. Kini Laura sudah bersiap dengan gaun pengantin mewah yang terlihat cantik serta anggun di badannya. Tentu saja gaun pengantin tersebut bukan sembarang gaun yang bisa dipakai oleh siapa pun. Gaun tersebut khusus dibuat untuk Laura hanya dalam waktu singkat, sesuai dengan permintaan Ryan. Dan sepadan dengan harganya yang hanya bisa membuat Laura menggeleng-gelengkan kepalanya.
Meskipun Laura tidak setuju dengan pernikahan mewah mereka, Ryan tetap saja melakukannya. Dia merayu untuk meminta persetujuan Laura karena dia sangat merasa bersyukur bisa memilikinya untuk menjadi istrinya. Tentu saja itu membuat Laura menjadi sangat berarti, sehingga tidak ada alasan untuk melarang Ryan mengadakan pernikahan sesuai keinginannya.
Hanya dalam waktu singkat saja, pernikahan yang sangat mewah dan elegan itu bisa dipersiapkannya. Tentunya dengan biaya yang tidak murah. Pihak wedding organizer mematok harga tiga kali lipat karena persiapan yang sangat mendadak itu. Tanpa banyak berkomentar, Ryan pun menyetujuinya.
Pada hari yang sama, Arsenio melakukan pernikahan dengan Kessy. Memang pesta pernikahan itu juga bisa dibilang mewah, tapi tidak bisa dibandingkan dengan pernikahan Ryan, CEO dari perusahaan RAZ yang menjadi raja bisnis di kawasan Asia.
"Sayang, kenapa kamu murung begitu? Kamu tidak suka ya kita menikah? Bukankah kamu sudah setuju menikah denganku?" tanya Kessy dengan gaya merajuknya.
Arsenio hanya diam saja. Dalam hatinya berkata,
Bagaimana aku bisa bahagia jika Laura, mantan istriku yang masih sangat aku cintai, hari ini dia juga menikah dengan orang lain? Terlebih lagi suaminya adalah orang yang lebih baik dari segala hal dibandingkan denganku. Bodohnya aku bisa melepaskan bidadari yang sudah bertahun-tahun aku miliki.
Kessy mengambil tangan Arsenio dan meletakkan tangannya pada perutnya yang terbalut gaun pengantin warna putih seraya berkata,
"Ini anak kita Sayang. Kamu harus menyayanginya. Dan buanglah jauh-jauh wajah sedihmu itu. Kita harus bahagia agar anak kita juga merasakan kebahagiaan yang telah kita miliki."
Kessy mengajak Arsenio turun dari pelaminan dan menemui para tamu yang sudah hadir dalam pesta tersebut.
Tiba-tiba di antara mereka terdengar suara yang membuat Arsenio merasa sangat kesal mendengarnya.
__ADS_1
"Lihatlah, CEO dari perusahaan RAZ menikah dengan artis cantik dan disiarkan secara langsung di seluruh televisi dan media sosial. Mereka terlihat sangat serasi dan sangat bahagia."