
Malam itu, Kessy menepati janjinya. Dia datang ke tempat yang sudah ditentukan oleh Devan, orang kepercayaan dari CEO perusahaan Gemilang Sejahtera.
Tempat yang begitu tenang, bernuansa romantis dan sangat menjaga privacy pengunjungnya. Membuat tempat itu sangat tepat menjadi pilihan dari Devan untuk bisa bersenang-senang dengan Kessy.
"Apa yang akan kamu berikan agar aku menyetujui kerja sama perusahaan kita?" tanya Devan pada Kessy yang telah duduk di hadapannya.
Kessy tersenyum manis pada Devan. Perlahan dia beranjak dari duduknya dan berjalan berlenggak-lenggok sangat menggoda ke arah Devan.
Dia duduk di pangkuan Devan dan tangannya melingkar di lehernya. Dia menatap dengan tatapan menggoda pada Devan, serta menggigit bibir bawahnya dan mengedipkan sebelah matanya.
Devan tersenyum licik sambil menatap wajah cantik Kessy. Bahkan kini tatapan matanya beralih pada dada Kessy yang terlihat jelas belahannya.
"Lalu, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Devan yang dengan sekuat tenaganya menahan sesuatu dari miliknya.
Kessy memajukan tubuhnya sehingga dadanya bersentuhan dengan dada Devan. Kemudian bibirnya mendekati telinga Devan seraya berbisik manja,
"Aku akan membuatmu puas dan tidak bisa melupakan malam ini begitu saja."
Hembusan nafas dan suara manja dari Kessy membuat bulu kuduk Devan meremang. Dia pun mendekatkan bibirnya di telinga Kessy untuk berbalas bisik padanya.
"Buktikan. Jika aku sangat puas dengan malam ini, aku tidak akan mempertimbangkannya lagi. Aku akan menyetujui kerja sama itu malam ini juga."
Kessy tersenyum mendengar apa yang dibisikkan oleh Devan padanya. Tanpa berpikir panjang lagi, Kessy meraup bibir Devan menggunakan bibirnya.
Dia mencium Devan dengan sangat antusias dan tidak memberi kesempatan pada Devan untuk menolaknya.
Ciuman Kessy itu semakin panas dan menuntut, hingga membuat Devan sangat menikmatinya dan berbalas menciumnya serta melakukan hal yang sama padanya.
Tidak hanya melakukan itu saja, Kessy membuat Devan melenguh dengan sentuhan-sentuhannya. Bahkan suara lenguhan Devan tercekat menahan sesuatu yang menggelora di dalam sana.
Merasa tidak mau kalah dengan Kessy, Devan segera membuka dress bagian atas Kessy yang hanya menggunakan tali spaghetti dengan bagian dada yang terbuka dan memperlihatkan belahan dada Kessy yang sangat menggodanya.
Gerakan Devan itu sangat kasar dan tidak bisa dikendalikan lagi. Seolah dia tidak sabar untuk menikmati sesuatu di balik kain yang menutupi tubuh molek Kessy.
Tak bisa dipungkiri jika Kessy sangat menikmati sentuhan-sentuhan yang diberikan oleh Devan padanya. Lenguhan yang keluar dari bibirnya membuat Devan sangat bersemangat.
__ADS_1
Tanpa menunda waktu lagi, Devan segera membawa Kessy menuju ranjangnya. Taburan bunga mawar merah yang ada di ranjang itu membuat Kessy tersenyum senang karena dirinya merasa menjadi sangat spesial malam ini.
Dengan tidak sabarnya Devan membuka dress yang menutupi bagian bawah tubuh Kessy dan melemparkannya ke sembarang arah.
Dia menikmati setiap lekuk tubuh Kessy dengan ganasnya. Lenguhan demi lenguhan yang keluar dari bibir Kessy menjadi melodi tersendiri dalam ruangan itu. Seringaian Devan bak hewan buas yang mampu menaklukan lawannya.
Setelah puas dengan apa yang dilakukannya, Devan membalikkan keadaan. Dia membawa tubuh Kessy berada di atas tubuhnya.
Kessy pun mengerti apa kemauan dari Devan. Dengan berbekal pengalamannya selama ini, dia mampu membuat Devan merasakan kepuasan yang sangat diinginkannya selama ini.
Semua yang dilakukan oleh Kessy mampu membuat Devan merasa menginginkannya lagi dan lagi.
"Lagi Sayang… lakukan lagi…," ucap Devan dengan suara yang tercekat menahan sesuatu yang sangat menyiksanya.
Kessy pun menuruti apa yang diinginkan oleh Devan. Dia melakukan semua yang diinginkan oleh Devan dengan tujuan agar membuat Devan merasa puas dan selalu menginginkannya kembali.
Dan benar saja, semua yang dilakukannya membuat Devan benar-benar puas dan selalu menginginkannya.
"Terima kasih Sayang. Aku sangat puas sekali," ucap Devan dengan nafas yang terengah-engah.
"Sekarang, apa kamu bisa memberitahukan jika kerja sama itu sudah disetujui?"
Devan menatap Kessy dan tersenyum padanya. Tangannya tidak lepas memainkan bagian tubuh Kessy yang sangat menggodanya dan dia pun berkata,
"Sesuai perjanjian kita. Aku akan menyetujui kerja sama ini."
Kessy beranjak dari pelukan Devan. Dia mengambil ponsel Devan yang berada di meja dekat ranjang. Kemudian dia memberikan ponsel tersebut seraya berkata,
"Hubungi Arsenio sekarang dan katakan padanya jika perusahaan Gemilang Sejahtera menyetujui kerja sama ini."
Devan terkekeh melihat keantusiasan Kessy yang membuatnya sangat menyukainya. Dia pun mengambil ponsel tersebut dari tangan Kessy dan menuruti keinginan wanita yang ada di pelukannya saat ini.
Dia segera menghubungi Arsenio dan berbicara padanya.
"Selamat malam Pak Arsenio. Saya ingin memberitahukan bahwa perusahaan Gemilang Sejahtera akan menerima permintaan kerja sama anda."
__ADS_1
Terima kasih Pak. Akan saya siapkan berkas-berkasnya kembali untuk ditandatangani besok, terdengar suara Arsenio yang sangat bahagia dari seberang sana.
"Baik. Terima kasih," tukas Devan untuk mengakhiri percakapannya dengan Arsenio di telepon.
Devan tersenyum genit pada Kessy ketika mengakhiri panggilan teleponnya. Dia kembali memainkan bagian tubuh Kessy seolah tidak ada bosannya.
Kessy melepaskan tangan Devan dari tubuhnya dan dia berjalan menuju tasnya yang diletakkannya di sofa. Kemudian dia kembali mendekati Devan dengan membawa sebuah amplop coklat besar dan memberikan padanya.
"Ini, ambillah. Tepati janjimu padaku," ucap Kessy sambil mengedipkan sebelah matanya pada Devan.
Devan tersenyum dan mengambil amplop tersebut. Dibukanya amplop itu dan dibacanya kertas-kertas yang ada di dalam amplop tersebut.
Dia terkekeh membaca beberapa kertas itu dan memasukkannya kembali ke dalam amplop tersebut. Kemudian dia menyerahkan amplop itu kembali pada Kessy seraya berkata,
"Aku akan menandatanganinya besok di hadapan Pak Arsenio. Tapi… setelah penandatanganan itu selesai…"
Devan menjeda ucapannya. Dia menyeringai dan menarik tangan Kessy hingga bagian depan tubuh Kessy menempel di dadanya seraya berkata,
"Kamu harus menemaniku lagi seperti sekarang ini. Bagaimana?"
Kessy tersenyum genit dan mengusap dada Devan tanpa mengatakan apa pun.
"Jangan kecewakan aku Sayang. Aku sangat menyukaimu," tukas Devan sambil menyelipkan rambut Kessy di belakang telinganya.
"Aku pasti tidak akan mengecewakanmu asal kamu selalu mau menuruti keinginanku," ucap Kessy dengan manjanya.
Setelah itu Kessy masuk ke dalam pelukan Devan dan bersandar di dadanya. Dia memejamkan matanya untuk beristirahat agar tenaganya pulih kembali.
"Tidurlah. Dan kita akan bermain lagi nanti," tutur Devan sambil memeluk tubuh Kessy.
...----------------...
Di tempat lain, tepatnya di kediaman Arsenio dan Laura. Mereka tidur dengan saling memunggungi. Pikiran mereka berdua sama-sama tidak tenang. Mereka hanyut akan pikiran mereka sendiri. Dan itu membuat mereka saling menghindari.
Tiba-tiba Arsenio ingat akan sesuatu. Dengan hati-hati dia beranjak dari tidurnya dan mencari sesuatu di dalam tasnya. Dalam hati dia berkata,
__ADS_1
Ada di mana benda itu?