
Alberto menelan ludahnya melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini. Pemandangan indah yang membuat miliknya meronta karena merasa sesak di dalam sangkarnya.
Sama halnya dengan Kessy. Tubuh Alberto merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan olehnya.
Dengan tatapan mata yang terkunci pada tubuh molek Kessy, tangan Alberto bergerak melucuti pakaiannya sendiri ketika melihat Kessy melakukan hal yang sama.
"Om… Bantu aku… Aku sudah tidak tahan…," ucap Kessy sambil bergerak berdiri dari sofa.
Dengan mata yang sudah berkabut hasrat, Alberto pun menyambut keinginan Kessy tanpa ragu.
Kessy mendekati Alberto yang sedang berdiri menatap penuh harap padanya. Dengan gaya menggodanya itu Kessy melingkarkan kedua tangannya pada leher Alberto dan mendaratkan bibirnya pada bibir Omnya itu.
Alberto yang berkabut hasrat itu menyambut Kessy dengan sangat antusias. Dia membalas pelukan Kessy dengan melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Kessy. Tangannya bergerak memainkan bagian belakang tubuh Kessy yang menonjol di bawah pinggangnya diiringi dengan ciuman mereka yang sangat membuat mereka berdua mabuk kepayang.
Ciuman mereka itu semakin lama semakin menuntut. Hingga membuat mereka ingin melakukan sesuatu yang lebih dari hanya sekedar melakukan sentuhan biasa saja.
Apartemen Alberto yang tadinya sepi, kini penuh dengan suara decapan, lenguhan dan erangan dari mereka berdua.
Sentuhan demi sentuhan yang mereka lakukan membuat mereka saling terbuai dan menginginkan lebih dari itu.
Kessy melakukan semua hal yang membuat Alberto merasa sangat puas, hingga dia mengerang menahan sesuatu yang ada dalam dirinya.
Tidak hanya itu saja, Kessy benar-benar memperlihatkan bahwa dia sangat pandai melakukannya. Setiap apa yang dilakukannya selalu membuat Alberto ingin merasakannya kembali.
Alberto tidak hanya diam saja. Dia membalikkan keadaan dengan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Kessy padanya.
Kessy melenguh merasakan sentuhan-sentuhan yang diberikan oleh Alberto padanya. Bahkan dia tersenyum puas ketika merasakan sesuatu yang memuncak hingga membuatnya mengeluarkan cairan bening dari miliknya.
Kessy merasa tidak mau kalah dengan Alberto. Dia kembali memperlakukan Alberto dengan lebih lagi. Bahkan milik Alberto merasakan sangat terbuai dan ingin melakukan hal yang lebih dari sekedar itu.
Alberto membawa tubuh Kessy masuk ke dalam kamar mereka. Dibaringkannya tubuh Kessy di atas ranjang itu dan tanpa berpikir panjang lagi, dengan cepatnya Alberto menyatukan milik mereka berdua.
Hentakan demi hentakan membuat mereka merasakan kenikmatan yang sedari tadi ingin mereka rasakan. Lenguhan dan erangan mereka berdua menjadi melodi tersendiri dalam kamar tersebut.
Sudah lama Alberto tidak mendengar suara itu di dalam kamarnya. Biasanya dia lebih suka melakukannya di hotel dengan wanita yang menjadi teman kencannya.
__ADS_1
Bibir Alberto tidak henti-hentinya tersenyum mendengar lenguhan dari bibir Kessy yang membuatnya semakin bersemangat.
Dia mempercepat gerakannya ketika merasa sesuatu di dalam sana ingin cepat keluar dari miliknya. Dan benar saja, mereka berdua mengerang bersamaan ketika cairan milik mereka keluar secara bersamaan.
Merasa tenaganya sudah terkuras, Alberto berbaring di samping tubuh Kessy dan membawanya dalam pelukannya. Mereka berdua memejamkan mata dan saling berpelukan dengan sangat nyaman.
Beberapa jam berikutnya mereka terbangun. Mata mereka saling beradu. Ada rasa malu dari tatapan mata mereka. Sayangnya semua sudah terjadi, sehingga rasa malu itu tidak berguna lagi.
"Om… kita…," Kessy menggantungkan ucapannya.
"Kessy… Sayang… kita semalam… Maafkan Om yang tidak bisa menahan–"
"Om tidak perlu meminta maaf. Kita berdua saling menikmatinya. Dan ternyata Om sangat….," Kessy menjeda perkataannya.
Dia mendekatkan bibirnya pada telinga Alberto dan berbisik di indera pendengarannya itu.
"Hebat."
Seketika mata Alberto terbelalak. Bibirnya melengkung ke atas mendengar pujian yang diberikan Kessy padanya. Apalagi hembusan nafas Kessy itu membuatnya merasakan rasa itu kembali. Milik Alberto kembali meraung ingin melakukannya kembali.
"Kamu perempuan yang sangat hebat. Selama ini aku tidak pernah merasakan sehebat ini. Kamu luar biasa. Dan aku ingin menikmatinya lagi."
Kessy tersenyum mendengarkan pujian dari Alberto. Hembusan nafas Alberto yang berbisik di telingannya membuat bulu kuduknya meremang. Dan dia merasakan apa yang dirasakan oleh Alberto.
Kini mereka berdua merasakan obat itu bekerja kembali. Obat yang dicampurkan Kessy pada minumannya itu berdosis tinggi sehingga membuat mereka ingin melakukannya lagi dan lagi.
Kessy pun beranjak dari tidurnya. Dia menarik tubuh Alberto agar duduk dengan kaki yang masih berselonjor. Kessy duduk di atas pangkuannya dan meraup bibir Alberto dengan ciuman yang semakin lama semakin menuntut.
Mereka kembali hanyut dalam kegiatan mereka. Apa yang mereka lakukan kemarin malam, kini terulang lagi di pagi hari.
Namun, dengan kesadaran mereka kali ini, apa yang mereka lakukan berdua bertambah berkesan. Mereka melakukannya dengan sangat antusias dan semangat mereka terpacu oleh obat serta sentuhan-sentuhan yang mereka lakukan saat ini.
Tanpa mereka ketahui, pintu apartemen itu terbuka. Masuklah seorang wanita yang berumuran sama dengan Alberto. Wanita itu bergaya sangat elegan dan memakai barang-barang branded di tubuhnya.
Dia terkejut melihat beberapa baju laki-laki dan perempuan yang tercecer di lantai ruang tamu. Bahkan dia melihat lingerie yang sangat indah berada di lantai tersebut.
__ADS_1
Wanita tersebut menyeringai melihat apa yang dilihatnya saat ini. Pakaian perempuan yang sangat tipis dan seksi itu membuatnya mengerti apa yang sedang terjadi saat ini.
Bahkan dia mendengar lenguhan dan decapan yang terdengar sangat keras di apartemen yang sunyi itu.
Berjalanlah dia mendekati suara tersebut dan berhentilah dia di depan kamar dengan pintu yang terbuka lebar.
Tampak jelas seorang wanita tanpa tertutup apa pun di tubuhnya sedang berada di atas tubuh seorang laki-laki yang sangat dikenalinya.
Laki-laki itu mengerang hebat menikmati gerakan yang dilakukan oleh perempuan yang ada di atas tubuhnya. Gerakan perempuan tersebut sangat lincah dan menggoda hingga Alberto yang berada di bawahnya tidak mau melihat ke arah mana pun. Dia terpesona pada Kessy yang sedang berada di atas tubuhnya.
Wanita tersebut menyeringai dan menggelengkan kepalanya melihat suaminya melakukan hal itu dengan perempuan lain.
Dia tidak ambil pusing dan tidak berhak marah karena mereka sudah memiliki perjanjian untuk tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing.
Berjalanlah dia kembali ke ruang tamu. Melihat baju-baju yang berserakan itu membuatnya merasa risih. Dia kembali berjalan menuju ruang makan dan duduk di kursi untuk menunggu suaminya.
Selang beberapa saat, dia melihat jam yang melilit di tangan kirinya. Dalam hatinya berkata,
Mereka lama juga. Alberto masih kuat juga ternyata.
Merasa sangat bosan, wanita tersebut yang ternyata istri dari Alberto dan juga tante dari Kessy itu memainkan ponselnya untuk mengurangi kebosanannya.
Dia kembali menyeringai mendengar erangan dan lenguhan dari Alberto dan perempuan yang tidak diketahui identitasnya itu. Dia hanya mengira jika perempuan itu adalah kekasih atau pun perempuan bayaran yang digunakan oleh Alberto untuk membuatnya senang.
Erangan yang sangat hebat dari Alberto dan Kessy itu, menandakan puncak berakhirnya kegiatan mereka. Kini mereka terbaring dengan nafas yang terengah-engah.
"Om, Kessy haus," ucap Kessy lirih dalam pelukan Alberto.
"Tunggu sebentar ya Sayang, aku akan mengambilkan minuman di luar," ucap Alberto setelah mencium kening Kessy.
Alberto beranjak turun dari ranjangnya tanpa menggunakan apa pun karena tidak ada seorang pun di apartemen tersebut.
Kessy pun demikian. Dia terbaring di ranjang tanpa menggunakan penutup kain apa pun. Hanya tubuh Alberto sedari tadi yang menutup tubuhnya dengan membawanya dalam pelukannya.
Tiba-tiba langkah Alberto terhenti ketika melihat sosok wanita yang menjadi istrinya selama ini sedang duduk di kursi makan dan terlihat kaget melihatnya.
__ADS_1
"Sedang apa kamu di sini?"