System Lady Rich

System Lady Rich
Bab 27 : Membalas dengan cara elegan


__ADS_3

Arsenio terkejut mendengar pertanyaan yang diajukan oleh istrinya padanya. Dia lupa jika saat ini sedang bertelepon dengan istrinya.


Tubuh Rena dihempaskan oleh Arsenio dan dia segera berjalan menjauh dari Rena.


"Tidak ada apa-apa. Hanya suara mereka sedang syuting," ucap Arsenio berusaha untuk beralasan pada istrinya.


Di tempat lain, Rena menatap kesal Arsenio yang berjalan menjauhinya dan meninggalkannya dengan tatapan kecurigaan dari orang-orang.


"Rena, kenapa kamu berteriak? Apa terjadi sesuatu padamu?" tanya manager Rena padanya.


"Ck, sudahlah, jangan dibesar-besarkan. Tadi hanya ada seekor kecoa di sana," jawab Rena sambil menunjuk ke sembarang arah.


Kemudian dia berjalan dengan santainya meninggalkan manager nya menuju tempat syutingnya.


Arsenio segera menyudahi teleponnya bersama dengan Laura ketika salah satu dari kru yang memanggilnya untuk melihat jalannya syuting mereka.


Sedangkan Laura, dia pun ingin melihat jalannya syuting tersebut.


"Mari coba kita lihat, seberapa besar bakat dari ulet bulu yang sombong itu," ucap Laura sambil tersenyum sinis dan berjalan menuju tempat syuting tersebut.


Laura berdiri tepat di sebelah Arsenio. Tampak sekali Arsenio yang tidak terganggu dengan kehadirannya. Suaminya itu sedang serius melihat proses syuting mereka.


"Pak, apa anda membawa laporan yang saya berikan pada Bapak kemarin?" tanya Rendi pada Arsenio.


"Tenang saja, saya membawanya di mobil. Hanya saja kunci mobilnya ada pada istri saya. Dia sedang berjalan-jalan di sekitar sini," jawab Arsenio yang sedang berhadapan dengan Rendi.


"Rupanya anda datang bersama istri anda. Pantas saja anda datang terlebih dahulu. Pasti istri anda bosan berada di lokasi syuting setiap hari," ucap Rendi sambil melihat ke arah yang sama dengan Arsenio.


"Sepertinya begitu. Maka dari itu aku membiarkannya berjalan-jalan di sekitar sini agar dia tidak bosan," ujar Arsenio sambil tersenyum.


Laura baru mengingat jika kunci mobilnya berada di dalam saku celananya. Dia mundur satu langkah dengan sangat hati-hati, kemudian dia mengambil kunci mobil dari sakunya dan memasukkan perlahan dalam saku celana belakang Arsenio seraya berkata dalam hatinya,


Daripada nantinya dia menghubungiku untuk mengambil kunci mobil, lebih baik sekarang aku kembalikan kunci mobilnya.


Dengan perlahan dan sangat hati-hati sekali, kunci mobil itu bisa masuk ke dalam saku celana Arsenio.


Laura tersenyum melihat hasil kerjanya yang sangat terampil itu.


Sepertinya keahlian tanganku semakin bertambah untuk mengambil dan memasukkan sesuatu dalam saku celana tanpa diketahui orangnya, Laura berkata dalam hatinya mengingat dia bisa mengambil botol obat dari saku laki-laki yang berniat akan menjebak Arsenio.


"Minggir!" ucap Rena sambil mendorong dengan kasar tubuh Laura yang sedang menyamar menjadi MUA nya.

__ADS_1


Tiba-tiba tubuh Laura terhuyung dan dengan sigapnya Arsenio yang berada di dekat Laura menangkap tubuhnya.


Parfum ini, baunya sama dengan parfum yang dipakai oleh Laura, Arsenio berkata dalam hatinya.


Mata Rena terbelalak melihat perempuan yang didorongnya jatuh di pelukan Arsenio. Dengan cepatnya tangannya menarik tangan Laura seraya berkata,


"Jangan dekat-dekat. Keenakan kamu main peluk-peluk."


Arsenio menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rena yang semakin sombong dan tidak terkendali.


Rena segera menyambar lengan Arsenio dan berkata,


"Mana istri Bapak? Sepertinya dia bersenang-senang dengan laki-laki lain. Sangat tidak mungkin sekali jika itu tidak terjadi. Hawa di sini sangat mendukung. Bagaimana kalau kita–"


"Cukup Rena! Saya tidak suka kamu menjelek-jelekkan istri saya," sahut Arsenio sambil menghempas tangan Rena yang melingkar di lengannya.


Laura menahan senyumnya melihat Rena yang sangat marah diperlakukan seperti itu oleh Arsenio. Dia berjalan pergi meninggalkan Rena yang masih berdiri di sana.


Di tenda tempatnya untuk merias, Laura teringat sesuatu. Dia segera membuka tas perlengkapan make up yang dibawanya dan matanya berbinar ketika melihat sesuatu yang sedang dicarinya.


Laura menyeringai membayangkan apa yang akan terjadi nanti ketika dia menjalankan rencananya.


Tiba-tiba ponselnya kembali bergetar. Laura mendapatkan pesan dari suaminya. 


Laura tersenyum membaca pesan dari suaminya. Kemudian dia membalas pesan tersebut dan mengatakan jika kunci mobil itu memang ada bersamanya.


"Pasti dia sangat bingung sekarang ini," gumam Laura sambil tersenyum membayangkan suaminya yang sedang kebingungan.


Laura melihat keluar tenda. Dia melihat suaminya yang berjalan sambil membawa map dan diberikan pada Rendi, asistennya.


"Ternyata menjadi pengangguran tidak buruk. Aku bisa lebih bebas dan lebih menikmati hidupku," gumam Laura sambil tersenyum menyemangati dirinya.


Terlihat Rena dengan wajah kesalnya sedang berjalan ke arahnya.


"Cepat rapikan make up ku dan gantikan pakaianku. Setelah ini tugasmu selesai. Kita tidak usah bertemu lagi," perintah Rena dengan ketusnya pada Laura.


Laura menyeringai mendengar perkataan Rena padanya. Dalam hatinya berkata,


Siapa yang ingin bertemu lagi denganmu? Aku harap kita tidak usah bertemu lagi. Jika bukan karena misi yang harus aku kerjakan, aku tidak sudi memegang mu.


Laura segera melakukan tugasnya. Dia tidak ingin berlama-lama bersama dengan Rena. 

__ADS_1


Setelah semua selesai, Laura segera membereskan peralatan make up nya. Dia membawa tas plastik yang bertuliskan nama toko pakaian yang dibelinya tadi menuju toilet.


Tiba-tiba dia merasakan ponsel dari dalam sakunya bergetar. Dengan segera dia mengambil ponsel dari dalam sakunya dan melihatnya.


Senyuman Laura ketika melihat layar ponselnya itu menandakan kebahagiaannya saat ini.


"Dua puluh juta rupiah?" gumam Laura dengan mata yang berbinar.


"Tidak sia-sia aku berusaha dengan maksimal," ucap Laura lirih.


Di dalam toilet yang sepi itu, Laura mengunci pintunya agar tidak ada seorang pun yang masuk ke dalam toilet tersebut. Dia membersihkan mukanya dari make up yang menyamarkan wajahnya. Setelah itu dia berganti pakaian menggunakan pakaian aslinya sebagai Laura.


Laura berjalan dengan hati yang gembira menuju tenda riasnya untuk mengambil tas peralatan make up nya.


Di dalam tenda tersebut dia melihat baju yang digunakan oleh Rena sewaktu dia belum berganti baju memakai pakaian syutingnya.


Laura melihat ke kiri dan ke kanan. Matanya berkeliling seolah waspada dengan kehadiran seseorang.


Dengan segera dia mengambil benda yang ada di dalam tas peralatan make up nya dan berjalan mendekati baju Rena.


Dia menaburkan serbuk bedak yang bisa membuat gatal kulit Rena yang memakai pakaian tersebut.


Rasakan pembalasanku perempuan ulet bulu yang sombong. Aku memang tidak membalas mu secara langsung, tapi aku akan membalas mu dengan cara elegan, Laura berkata dalam hatinya.


Setelah itu dia segera keluar dari tenda tersebut dan membawa tas baju serta tas peralatan make up nya menuju mobil.


"Sial, aku lupa jika kunci mobilnya ada di tangan Mas Arsen. Aku ambil saja sekarang," ucap Laura lirih sambil meletakkan tas yang dibawanya di dekat mobilnya.


Tiba-tiba dia kembali berhadapan dengan panel yang memberinya misi.


"Apa lagi ini? Baru saja misiku selesai," gumam Laura disertai helaan nafasnya.


"Misi tambahan?" celetuk Laura sambil mengernyitkan dahinya.


'Membantu suami menyelesaikan kesalahpahaman'


"Kesalahpahaman? Apa yang akan terjadi pada Mas Arsen?" Laura bertanya-tanya setelah membaca misi yang diberikan padanya.


Dengan segera dia mengambil ponsel dari tasnya dan menghubungi suaminya.


"Mas, aku pinjam kunci mobilnya sebentar. Aku ingin mengambil sesuatu," ucap Laura dari telepon ketika panggilan teleponnya dijawab oleh Arsenio.

__ADS_1


Sebentar, aku akan ke sana, tukas Arsenio sambil berjalan menuju mobilnya.


"Aaaaaaaa…!!!"


__ADS_2