
Alberto berjalan mendekati istrinya dan mengambil dua botol mineral water dari dalam lemari es seraya berkata,
"Sedang apa kamu di sini?"
Wanita yang berstatuskan istri Alberto itu menyeringai. Dia berdiri dan mendekati Alberto serta menatap Alberto dari atas hingga bawah. Kemudian dia berbisik di telinga suaminya,
"Ternyata kamu masih kuat juga."
Alberto melihat tubuhnya. Dia terkejut mendapati tubuhnya yang tidak terbalut dengan sehelai kain pun.
Namun, dia tidak malu. Bahkan dia menanggapi ucapan istrinya itu yang seolah sedang mengoloknya.
Alberto memamerkan tubuhnya yang terlihat sangat terawat. Dengan percaya dirinya dia lebih mendekat pada istrinya dan menarik dagunya hingga berdekatan dengan wajahnya.
"Sayangnya suamimu ini kamu campakkan begitu saja. Apa kamu ingin merasakan kegagahanku sekarang?" tanya Alberto lirih disertai seringaiannya.
Tanpa menunggu jawaban dari istrinya, Alberto segera melepaskan dagu istrinya dan berkata,
"Cepatlah keluar dan tunggu aku di cafe bawah."
Alberto segera masuk ke dalam kamarnya dengan membawa dua botol mineral water tersebut. Ditutupnya pintu kamarnya dan segera dikuncinya agar istrinya itu tidak tahu jika perempuan yang sedang bersamanya di dalam kamar adalah keponakan dari istrinya.
Dia pasti tidak mengetahui jika Kessy yang sedang bersamaku. Jika dia tau, pasti dia mengatakannya tadi, Alberto berkata dalam hatinya ketika berjalan menuju ranjangnya.
"Ini Sayang, minumlah," ucap Alberto diiringi dengan senyumannya memberikan satu botol minuman yang dibawanya pada Kessy.
Kessy tersenyum dan menerima botol minuman tersebut yang sudah dibukakan tutupnya oleh Alberto seraya berkata,
"Terima kasih Om."
Kessy memang sangat manja pada Alberto. Dia sangat dekat dengan Alberto karena hanya Alberto yang selalu menuruti semua keinginannya. Dan tentu saja dia tidak ingin kehilangan sosok Alberto hanya karena kejadian malam yang mempersatukan mereka kemarin. Dia merasa senang karena Alberto sangat menyukainya dan ingin selalu bersamanya.
Namun, Kessy tidak mungkin menjadikan Alberto sebagai pasangan resminya karena Alberto masih berstatus sebagai suami tantenya. Dia tetap pada pendiriannya, ingin mendapatkan Arsenio kembali karena merasa diabaikan olehnya.
Kessy tidak suka diabaikan, sehingga dia merasa tertantang untuk membuat Arsenio berlutut memohon agar bisa bersamanya.
Setelah meminum minumannya, Kessy meletakkan botol minuman tersebut di atas meja yang ada di dekat ranjang tersebut.
Kemudian dia meletakkan kepalanya pada dada Alberto sehingga Alberto bergerak membawa Kessy dalam pelukannya.
"Om, Kessy lapar. Tapi Kessy ingin tetap berada di sini," ucap Kessy dengan manjanya.
Alberto menatap wajah Kessy dan tersenyum padanya. Dia mengecup bibir Kessy yang selalu berkata manja padanya.
"Tunggulah di sini. Aku akan membelikan makanan dari cafe yang ada di bawah," tutur Alberto sambil tangannya bergerak memainkan bagian tubuh Kessy yang selalu menarik perhatiannya.
Kessy menggigit bibir bawahnya merasakan permainan tangan Alberto di bagian dadanya. Dia menganggukkan kepalanya dengan tatapan yang seolah sedang menginginkan sesuatu.
Alberto tersenyum melihat ekspresi Kessy saat ini. Kemudian dia berkata,
"Tunggu dulu sebentar. Setelah itu kita bermain-main lagi."
Kessy menganggukkan kepalanya. Tidak dipungkirinya jika keinginannya itu sama dengan keinginan Alberto. Dia tahu jika efek dari obat yang dicampurkannya itu akan seperti yang dirasakannya saat ini. Karena itulah dia memberikannya untuk Arsenio dan dirinya sendiri, berharap mereka berdua akan menikmati masa-masa indah itu bersama.
Alberto mengambil pakaian di lemarinya dan memakainya. Kemudian dia mengambil ponsel serta dompetnya.
__ADS_1
Dia kembali mengecup dahi Kessy dan tersenyum padanya. Kemudian dia berkata,
"Aku tinggal dulu sebentar."
Setelah mendapatkan anggukan kepala dari Kessy, dia keluar dari kamar tersebut dan menutup kembali pintunya.
Alberto segera turun ke lantai bawah untuk membeli makanan di cafe yang ada di sana. Terlihat dari pintu cafe tersebut istrinya sedang duduk menunggunya sambil memainkan ponselnya.
"Huuufffttt… Jangan sampai dia tau jika perempuan yang bersamaku tadi adalah Kessy," ucap Alberto lirih sambil memandang istrinya.
Alberto memesan makanan untuk Kessy dan dirinya. Kemudian dia duduk di kursi yang ada di hadapan istrinya.
"Ada apa datang kemari?" tanya Alberto sambil memandang wajah istrinya.
Istri Alberto tersenyum geli mendengar pertanyaan dari suaminya. Kemudian dia berkata,
"Kamu lupa jika kita masih terikat status suami istri? Apa tidak boleh aku mendatangi apartemen suamiku sendiri?"
"Ck, tumben sekali kamu datang ke sini? Biasanya saja kamu sibuk dengan priamu itu," sahut Alberto sambil menyeringai.
Istri Alberto memajukan tubuhnya. Dia tersenyum seraya berkata,
"Sayangnya malam ini aku akan menginap di tempat suamiku."
Seketika dahi Alberto mengernyit. Kemudian dia berkata lirih,
"Tumben? Ada apa? Apa karena kamu menginginkanku setelah melihat tubuh suamimu ini?"
Istri Alberto terkekeh. Dia menatap suaminya dan menahan dagunya dengan menggunakan telapak tangannya. Kemudian dia berkata,
Alberto tersenyum mendengar alasan istrinya yang tiba-tiba datang berkunjung ke apartemennya. Seperti yang diketahuinya bahwa istrinya itu tidak akan datang ke apartemennya meskipun bertahun-tahun lamanya Alberto tidak pulang ke rumah menemuinya.
"Tapi… tidak salah juga jika kita melakukannya. Toh kita memang sepasang suami istri yang sah di mata hukum dan agama," ujar istri Alberto sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya pada suaminya.
Alberto terkekeh melihat istrinya yang berusaha menggodanya. Kemudian dia berkata,
"Lebih baik kamu pergi ke Mall untuk berbelanja. Karena masih ada orang lain yang sedang menemaniku saat ini."
Istri Alberto menengadahkan telapak tangannya sebagai isyarat untuk meminta uang padanya.
Alberto menyeringai. Dia beranjak dari duduknya dan berkata,
"Akan aku transfer nanti. Sekarang pergilah dari sini."
Setelah itu dia mengambil pesanan makanan yang sudah siap dan membayarnya. Tanpa berpamitan pada istrinya, Alberto segera berjalan cepat menuju apartemennya.
Senyuman di bibirnya tak henti-hentinya mengembang selama berjalan menuju apartemennya. Rasanya dia tidak sabar menemui Kessy yang sedang menunggunya di dalam kamarnya.
Alberto memunguti pakaian mereka yang berserakan di lantai. Dia tersenyum melihat lingerie indah nan menggoda milik Kessy yang ada di tangannya.
"Sayang… bangunlah, kita makan dulu," seru Alberto sambil berjalan menuju kamarnya.
Dibukanya pintu kamar tersebut dan dia terkejut melihat Kessy yang sudah berdiri di hadapannya dan memeluknya dengan manja seraya berkata,
"Kenapa Om lama sekali? Perut Kessy sangat lapar…."
__ADS_1
Alberto membawa tubuh Kessy duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya. Dia mengambil kemeja putih miliknya untuk dipakaikan pada tubuh Kessy.
"Kita makan di ruang makan. Setelah itu kita bermain lagi. Bagaimana?" tanya Alberto sambil meneguk ludahnya melihat bagian dada Kessy yang sangat menggodanya.
Kessy menganggukkan kepalanya menyetujui apa yang dikatakan oleh Alberto.
Mereka berpindah ke ruang makan untuk menikmati makanan yang dibeli oleh Alberto.
Setelah mereka selesai makan, Alberto mengajak Kessy berada di ruang tamu untuk menonton televisi.
Di tempat itulah mereka mengulang kembali kegiatan mereka yang sebelumnya. Di ruang tamu itu dengan suara berisik dari acara televisi yang sedang mereka tonton, tepatnya di sofa itu telah menjadi saksi atas apa yang mereka lakukan saat ini.
Setelah beberapa saat, kegiatan mereka pun usai. Mereka berdua sama-sama puas dan kelelahan dengan apa yang mereka lakukan. Mereka beristirahat di sofa berukuran besar itu dengan saling berpelukan.
Waktu pun berlalu. Kini hari semakin sore. Kessy berpamitan pulang pada Alberto.
"Kessy pulang dulu ya Om," ucap Kessy sambil berganti pakaian dengan pakaian yang dipakainya kemarin malam.
"Apa tidak bisa kamu tinggal saja bersamaku di sini?" tanya Alberto seolah keberatan ditinggalkan oleh Kessy.
Kessy mendekati Alberto dan tersenyum padanya. Dia menyentuh pipi Alberto dan berkata,
"Lain kali Kessy pasti main dan menginap di sini Om."
Alberto tersenyum mendengar ucapan Kessy. Dan pada saat itu juga dia teringat jika istrinya akan menginap di tempatnya.
Alberto mengambilkan jaket miliknya dan memakaikan di tubuh Kessy seraya berkata,
"Pakailah, agar tubuh indah mu ini tidak terlihat oleh laki-laki lain. Dan jangan lupa pakai lingerie indah itu jika menginap di sini."
Kessy terkekeh mendengar ucapan dari Alberto. Dia mencium pipi Alberto dan mengedipkan sebelah matanya sebelum keluar dari apartemen tersebut.
Alberto tidak mengantarnya. Dia sibuk mengganti sprei ranjangnya dan membersihkan tempat tidurnya, ruang makan serta ruang tamu yang terlihat sangat berantakan karena ulah mereka berdua.
Di parkiran apartemen itu, ada sepasang mata yang melihat Kessy berjalan menuju mobilnya.
"Kessy!" seru wanita tersebut menghentikan Kessy yang akan masuk ke dalam mobilnya.
Kessy menoleh ke arah sumber suara. Matanya terbelalak melihat sosok tantenya sedang berjalan mendekatinya.
"Tante?!" celetuk Kessy dengan raut wajah kagetnya.
"Kenapa kamu ada di sini? Apa kamu habis bertemu dengan suami Tante?" tanya istri Alberto sambil melihat penampilan Kessy yang tidak seperti biasanya.
"Iya Tante. Saya habis mengantarkan dokumen penting untuk Om," jawab Kessy dengan memberikan senyum palsunya.
Istri Alberto mengangguk-anggukkan kepalanya seraya berkata,
"Tumben sekali penampilanmu berbeda? Biasanya kamu sangat modis sekali. Dan sekarang kamu malah memakai jaket seperti ini."
Sialan. Kenapa Tante bisa ada di sini. Lebih baik aku cepat pergi daripada dia bertanya lebih jauh lagi, Kessy berkata dalam hatinya.
"Maaf Tante, saya harus pergi sekarang. Ada urusan penting yang harus Kessy kerjakan sekarang," ucap Kessy sebelum masuk ke dalam mobilnya.
Istri Alberto tidak mencegah ponakannya itu. Dia menatap curiga pada Kessy. Dalam hatinya berkata,
__ADS_1
Kenapa dress yang dipakai Kessy bisa sama dengan yang ada di apartemen Alberto tadi. Apa perempuan tadi adalah Kessy?