
"T....ta...Ta'aruf Bu..."
tanya Ara terbata karna terkaget.
Apa itu berarti dia ingin meminangku...
batin Ara masih memandang ke arah sang pria.
Tersadar pandangannya bertemu dengan sang pria seketika Ara menunduk, melihat apapun yang berada di bawah kakinya.
"Iya nak...nak Adam ini ingin mengenal lebih dekat kau nak..."
kata Suami Alma sambil memandang Ara penuh senyuman.
Ara tak menjawab dia hanya memandang Suami Alma yang sedang berkata dengan penuh tanya.
Mengerti Arti tatapan Ara, Suami Alma pun kembali berkata.
"Nak Adam ini membantu banyak di pondok pesantren ini...dia yang membelikan banyak properti baru di pondok pesantren beberapa bulan belakangan ini...termasuk memperbaiki masjid pondok dan juga perbaikan di aula pondok... Beberapa kali dia berkunjung untuk melihat perbaikan itu dan dia sering melihatmu nak...dari situ nak Adam ingin mengajakmu untuk ta'aruf..."
kata Suami Alma dengan telaten.
"Benar...beberapa kali aku melihatmu.. jujur aku tertarik padamu.. lalu aku melakukan sholat istikharah karna aku tak ingin salah memilih calon pendampingku...dan dari situ ternyata Tuhan menjawab bahwa kau adalah calon pendampingku....tapi semua kembali padamu aku tak memaksa..."
kata Adam dengan suara lembut yang menenangkan.
"Jika kau bersedia ta'aruf denganku...aku pasti akan sangat senang...aku ingin mengenal lebih dekat dirimu Ara..."
imbuh Adam lagi dengan senyum terbaiknya.
Mendengar jawaban Adam, Alma dengan lembut membelai puncak kepala Ara dan berkata.
"Bagaimana sayang...kau sudah mendengarmya sendiri dari nak Adam...apa kau bersedia ta'aruf dengannya..."
Dengan kepala yang masih menunduk Ara terdiam, dalam benaknya berkata.
Sepertinya dia adalah pria yang baik...dia juga sangat sopan pada ayah dan ibu...sepertinya dia juga mengenal agama dengan baik...Tuhan...apa dia jodoh untukku..apa dia yang terbaik untukku..Jika memang dia yang terbaik untukku aku bersedia untuk melakukan ta'aruf dengannya...
Lagi pula sampai kapan aku akan hidup seorang diri seperti ini....aku harus memiliki keluarga...
hhuufh...aku akan mencoba membuka hati untuknya...mungkin dia jodoh yang telah di takdirkan Tuhan untukku...
Dengan masih menunduk dan tersenyum Ara pun menjawab.
"Aku bersedia Ta'aruf dengannya...."
Mendengar jawaban Ara seketika semua yang ada disana tersenyum dengan lega.
Alhamdulillah Ara menerima tawaran ta'aruf dari Adam...semoga mereka memang berjodoh...
__ADS_1
batin Alma.
Syukurlah jika Ara menerima ta'aruf dari nak Adam....dia adalah pria yang baik...sedikit banyak aku telah mengenalnya...dia juga berlatar agama yang kuat...
batin suami Alma.
"Terimakasih Ara...semoga kita bisa mengenal lebih dekat satu sama lain..."
jawab Adam menunduk sopan tanda terimakasihnya pada Ara.
"Baiklah kalau begitu Om, Tante...saya permisi undur diri dulu...ada sebuah keperluan yang harus saya urus...."
imbuh Adam lagi.
Setelah berpamitan dengan Alma dan juga suaminya, Adam pun undur diri dari sana.
Kini tersisalah Ara, Alma dan suaminya disana.
"Dia adalah pemuda yang baik nak...aku memang belum mengenal keluarganya tapi sepertinya dia berasal dari keluarga yang kental dengan agama..."
kata Alma.
"Kami juga belum tau apa pekerjaannya nak...dia bukan berasal dari desa sini...ta'aruf adalah sebuah keputusan yang tepat... Dengan begitu kalian bisa saling mengenal satu sama lain...."
imbuh Suami Alma dengan tersenyum.
"Ta'aruf... apa itu berarti dia akan meminangku Bu..."
"Ta'aruf adalah salah satu cara mengenal satu sama lain sayang...jika kalian merasa saling cocok setelahnya...kalian bisa memutuskan untuk menjalani hubungan yang lebih serius lagi...semua tergantung padamu sayang...nak Adam juga tak memaksamu...dia sepenuhnya memberikan keputusan itu padamu..."
jawab Alma dengan tersenyum cerah, dia merasa bahagia karna Ara yang sebentar lagi memiliki suami.
Dia juga bahagia karna Ara di sukai oleh pria seperti Adam yang di kenal baik oleh Alma.
Setelah hari itu, Adam dan Ara benar-benar saling mengenal satu sama lain, tapi tentunya keduanya berkenalan secara agama. Tak ada kontak satu sama lain, bahkan memandang pun jarang. Mereka hanya bertemu untuk saling berbicara, Ara seringkali menunduk saat bertemu dengan Adam, tak ingin dia terlalu lama memandang Adam yang nantinya akan membuat dirinya berdosa.
Begitu pula dengan Adam yang lebih sering memandang ke segala arah agar dia tak melihat Ara terlalu lama. Karna jujur kecantikan yang terpancar dari Ara, selalu membuatnya ingin merasa lebih dekat lagi dan lagi padanya.
Bahkan Adam selalu mencuri-curi pandang ketika Ara melihat ke arah lain, Adam sangat tertarik pada Ara dan kecantikannya, dia tak ingin lama-lama melakukan ta'aruf dengan Ara. Dia pun dengan berani mengutarakannya pada suami Alma, selaku orangtua Ara disana.
"Om...saya ingin segera menyudahi ta'aruf dengan Ara..."
kata Adam yang menemui suami Alma yang sedang berada di depan masjid pondok.
"Loh kenapa... apa nak Adam menemukan ketidaknyamanan dengan Ara..."
jawab suami Alma terkejut karna mengira Adam tak ingin melanjutkan hubungannya dengan Ara.
"Bukan begitu maksud saya Om...saya ingin menyudahi ta'aruf ini dengan segera meminang Ara sebagai istri saya....saya rasa ta'aruf ini sudah cukup dan saya telah yakin bahwa Ara yang terbaik untuk saya..."
__ADS_1
kata Adam Dengan tegas dan yakin.
Suami Alma pun tertawa kecil, dia lega karna mendengar jawaban Adam.
"Saya kira kau tak ingin meneruskan hubungan ini nak Adam...maaf...tapi apa semua ini tak terlalu cepat... bahkan kalian saling mengenal belum genap satu bulan...apa nak Adam sudah benar-benar yakin dengan anak saya...."
jawab Suami Alma dengan penuh senyuman.
"Saya sudah yakin Om...bukankah lebih baik seperti itu...saya tak ingin lebih banyak dosa lagi karna terlalu sering memandang Ara...saya ingin Ara segera sah menjadi istri saya...saya yakin dia adalah jodoh yang sudah Tuhan titipkan pada saya..."
Setelah percakapan itu Suami Alma pergi menemui Ara.
"Nak Ara..."
"Iya Ayah ada apa..."
jawab Ara cukup penasaran karna dia barusaja melihat Adam berbicara banyak dengannya, setelah Adam pergi Suami Alma langsung menemui Ara yang masih berada di dalam masjid pondok.
"Nak Adam ingin menyudahi ta'aruf denganmu..."
Ara seketika terkejut, karna jujur Ara mulai nyaman berada di dekat Adam,karna Tutur katanya yang lembut dan selalu bisa membuat Ara tenang.
Ara pun seketika menjawab.
"Kenapa Ayah...apa yang membuatnya ingin menyudahi semua..."
Ara menunduk lalu berkata lagi.
"Tapi memang aku bukanlah wanita yang baik..."
imbuh Ara, dia mengingat lagi masa lalunya yang kelam sebagai seorang wanita malam.
"Dia ingin menyudahi ta'aruf nak...karna dia ingin segera meminangmu...nak Adam ingin kau segera menjadi istrinya..."
kata Suami Alma dengan tersenyum cerah.
"Benarkah Ayah...."
kata Ara dengan mata berbinar, perasaannya bercampur aduk antara senang karna Adam yang memang serius dengannya, tapi Ara juga takut jatuh cinta untuk kesekian kalinya, karna dia takut di tinggalkan lagi oleh orang yang di cintai.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...