Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Dress tipis


__ADS_3

Sam dan Ara berserta rombongannya, akhirnya sampai di luar kota. Tempat dimana Sam akan mengembangkan bisnisnya dan bertemu dengan beberapa klien.


Sam sudah menyewa 3 kamar hotel untuknya kali ini, 1 kamar untuknya dan Ara dan 2 kamar lain untuk para bodyguardnya.


Hotel dengan fasilitas bintang 5 itu memang selalu menjadi incaran para pengusaha ketika sudah berada disana, karna fasilitas yang lengkap dan juga memanjakan seluruh penyewanya.


Seperti sekarang, kamar yang Ara sewa terletak tak jauh dari fasilitas kolam renang mewah yang khusus di peruntukkan untuk penghuni hotel.


Ara yang sudah lama tak berenang pun matanya berbinar ketika melihat kilauan air yang terpapar sinar mentari, seakan memanggil-manggilnya untuk segera berenang.


" Sayang...aku akan keluar setelah ini....tak apa kan jika kau harus tinggal sendiri disini.."


kata Sam sambil menatap Ara yang kini tengah berdiri di jendela besar kamarnya.


"Ini akan menjadi tempat tinggalmu selama beberapa hari ke depan...semoga kau betah..."


imbuh Sam lagi sambil berjalan mendekati Ara.


"Aku akan menyuruh salah satu anak buahku untuk menjagamu....agar kau tak kabur dariku..."


kata Sam lagi sambil memeluk Ara dari belakang.


"Memangnya aku mau kemana lagi tuan...aku hanya milikmu..aku tak akan sanggup berpaling darimu...sungguh..."


jawab Ara merayu.


"Mulut kecilmu ini selain pintar bermain di tubuhku.. teryata juga pintar merayu ya..."


jawab Sam sedikit tertawa ringan.


"Apa kau akan pergi lama kali ini tuan..."


"Ntah lah...yang pasti aku akan segera pulang..."


"Kalau begitu bolehkah aku berenang di kolam besar tadi..."


"Tentu saja...lakukan apapun sesukamu selama aku tak ada...tapi ketika aku pulang kau tak boleh kemana pun...selain harus menemaniku..."


"Baiklah...terimakasih tuan....semoga harimu beruntung..."


"Aku akan menyuruh salah satu anak buahku untuk menjagamu..."


"Tak perlu tuan...memangnya apa yang akan membahayakan ku...aku tak akan kemana-mana sungguh aku hanya akan menunggumu di hotel ini...lagipula jika ada seorang yang kau kenal dan tau salah satu anak buahmu menjaga seorang wanita..apa yang akan mereka katakan nanti..."


Merasa benar apa yang di katakan Ara, Sam pun mengiyakan permintaannya. Lalu segera pergi ke tempat yang sudah di tentukan dengan kliennya.


Selepas perginya Sam, Ara pun segera melancarkan keinginannya untuk mulai berenang di kolam super besar itu.


"Apa ini...si Haris itu memang benar-benar gila ya...dia membelikanku baju-baju seperti ini..."


kata Ara melihat isi koper yang di peruntukkan untuk Ara, tapi berisi baju-baju dengan kain super tipis dan dengan model yang menggoda.


"Gila apa...masak aku mau jalan-jalan pakai baju seperti ini..."


runtuk kesal Ara masih memandangi kopernya.

__ADS_1


Akhirnya Ara pun memutuskan untuk membeli baju di salah satu pusat perbelanjaan hotel dengan menggunakan kartu milik Sam yang telah di berikan pada Ara sebelumnya.


Ara membeli beberapa setelan untuknya berjalan-jalan juga satu baju renang yang akan segera dia kenakan.


Singkat cerita Ara pun sudah berada di kolam, dengan menggunakan baju renangnya yang bisa dengan jelas menampakkan setiap lekuk tubuhnya yang indah. Kulit putihnya juga terlihat semakin menggoda karna basah terkena air kolam.


Beberapa pengunjung pria fokus pada Ara, yang sendiri disana tanpa membawa pasangan, beberapa mencoba mendekati Ara dan menggodanya. Karna sifat Ara yang memang pandai berkomunikasi, Ara pun mengenal dan akrab dengan banyak orang disana.


Ketika Ara akan menyudahi acara berenangnya, dia berpapasan dengan seorang wanita yang tiba-tiba saja akan jatuh karna terpeleset lantai pinggiran kolam yang basah dan licin.


Dengan cepat Ara segera menangkap tubuh wanita itu,


"Astaga nona hati-hati..."


kata Ara dengan menangkap tubuh wanita itu.


"Kau baik-baik saja..."


imbuh Ara lagi.


"Ya aku baik-baik saja...sungguh terimakasih nona...kau telah menolongku...apa jadinya aku tadi tanpa kau...bisa-bisa aku menahan malu seumur hidup ku jika jatuh di hadapan banyak orang begini..."


kata Wanita itu menepuk bahu Ara lembut.


"Sama-sama nona...hehe itu hanya kebetulan...dan untung saja aku bisa menangkap dan menahan tubuhmu..atau kalau tidak kita bisa jatuh bersama tadi..."


jawab Ara santai sambil tertawa ringan.


"Sungguh mungkin itu lebih memalukan lagi nona..haha..."


kata Wanita itu tertawa menimpali Ara.


imbuh wanita itu sambil menyodorkan tangannya ingin menjabat tangan Ara.


"Oh ya...namaku Tamara...orang-orang biasa memanggilku Ara..."


Ara pun dengan sigap menerima tangan Erlin.


"Baiklah Ara...sekali lagi terimakasih kau telah menolongku....kau kesini bersama siapa kalau aku boleh tau.."


" Sama-sama Erlin...aku bersama teman ku....kalau kau sendiri..."


"Sama aku juga bersama teman-temanku...ikutlah denganku Ara...kita makan sesuatu disana..."


kata Erlin menunjuk sebuah restorant pinggir kolam yang nampak sepi pengunjung.


Disana keduanya berbincang banyak hal dan semakin akrab setelah memakan berbagai camilan dan minuman mahal yang di jual di restoran tersebut.


Karna akrabnya, Erlin sampai mengantarkan Ara menuju kamar hotel yang Ara tempati sekarang. Erlin bahkan juga meminta nomor ponsel Ara untuk menjalin komunikasi lebih lanjut dengan Ara, dan mulai saat itu keduanya berteman dengan baik.


Sore pun menjelang, Ara yang sudah berada di kamar hotelnya, telah merias diri dengan cantiknya, Ara bersiap jika saja Sam tiba-tiba datang padanya.


Klik... bunyi pintu kamar di buka.


benar kan...Sam sudah pulang...

__ADS_1


batin Ara sambil berjalan menuju pintu dan memasang wajah manisnya.


"Tidak usah senyum-senyum seperti itu di depanku... aku hanya akan mengabarkan kalau tuan Sam sebentar lagi akan pulang... kau di minta bersiap untuknya..."


kata seorang yang masuk dan ternyata dia adalah Haris dengan wajah datarnya.


"Penting ya...mengabarkannya padaku...aku bahkan sudah bersiap sebelum kau memberitahuku..."


jawab cuek Ara, sudah berbalik ingin menuju ranjangnya lagi.


Haris pun tak menjawab, dengan wajah yang masih sama dia sudah membuka pintu lagi ingin keluar.


"Hey tunggu..."


teriak Ara.


"Apa..."


jawab Haris tanpa menoleh.


"Kau gila ya...kau hanya memberiku banyak baju dengan bahan super tipis ini..."


kata Ara sambil mencubit sedikit dress yang dia kenakan.


"Memangnya kenapa... bukannya itu baju yang sering kau kenakan..."


"Ya tapi kan aku juga butuh untuk jalan-jalan....dress ini tak pantas untukku di luar sana..bisa-bisa banyak pria yang menggodaku nanti....."


kata Ara semakin kesal karna mendengar jawaban Haris.


"Bukannya itu memang pekerjaanmu ya..."


jawab Haris masih dengan membelakangi Ara.


"Maksudmu..."


"Kau memang suka menggoda pria kan...bukannya bagus jika aku membelikan kau baju seperti itu...kau bisa dengan mudah menggoda incaranmu di luar sana...."


jawab Haris kini dengan tersenyum puas.


"Kau pikir aku sudah gila..menggodai pria sembarangan diluar sana...setidaknya fikirkan aku bisa saja kedinginan dan terkena demam jika berjalan-jalan dengan dress pilihanmu ini...kau memang benar-benar bukan tipe pria pemikir yang baik....aku heran kenapa tuan Sam percaya dengan orang sepertimu..."


ocehan Ara masih terdengar panjang, tapi Haris dengan santai nya malah keluar dan menutup pintu kamar, berjaga di luar kamar menunggu Sam datang.


"Heyy....aku belum selesai bicara..eemm...dia benar-benar pria cuek yang menyebalkan...."


kata Ara mengibaskan tangannya di udara dengan rasa kesal yang teramat sangat.


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung...


__ADS_2