Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Chandra


__ADS_3

Hari ini akhir pekan, Ara di hari itu menutup promosi onlinenya lebih awal, dia ingin berjalan-jalan untuk mencari udara segar.


"Lama aku tak memanjakan mataku...aku ingin membeli sesuatu..."


kata Ara sambil membereskan barang-barangnya yang berserak di lantai.


"Huuuhhh..."


Ara menghela nafas lega ketika sudah keluar dari gudang penyimpanan barang jualannya, penat dan segala kesibukan seakan telah dia tinggalkan sementara ketika sudah keluar dari sana.


Ara mengunci pintu gudang dan segera bersiap untuk pergi ke suatu tempat, tak ada tempat yang benar-benar Ara ingin kunjungi, dia hanya ingin sekedar menenangkan fikirannya dari segala yang ada dalam kehidupannya.


Tentang jualan onlinenya yang kadang membuat dia kewalahan dan pusing karna keinginan pelanggannya yang beragam, juga tentang surat balasan yang tak kunjung datang dari Jodi membuat hatinya gelisah kembali.


Ara membersihkan diri dan menggunakan kembali dress nakalnya, bukan untuk menggoda pria, tapi memang sejak dulu dia sangat menyukai dress dengan model seperti itu, baginya dia terlihat cantik dengan memakai dress pendek yang slalu menampakkan kaki jenjangnya itu.


Dengan menggunakan mobil kesayangannya Ara melajukan mobilnya tanpa arah, matanya kadang terlihat memandang di seluruh jalanan kota, berusaha menyusuri tempat mana yang ingin dia kunjungi.


Akhirnya Ara menghentikan mobilnya di salah satu pusat perbelanjaan.


"Aku akan membeli makanan saja...perutku sedikit lapar..."


kata Ara sambil berjalan meninggalkan mobilnya di parkiran.


Kini Ara sangat memikirkan setiap uang yang keluar dari dompetnya, karna dia tak ingin uangnya habis begitu saja untuk kebutuhan yang tak di perlukan. Karna pekerjaan kini menuntut sebuah kesabaran untuk sekedar mencari keuntungan dan uang lebih untuk menyambung kehidupannya.


Ara sampai di salah satu restoran, dia memesan beberapa camilan dan minuman lalu duduk santai menunggu pesanan.


huuh....lama sekali aku tak makan di restoran ini...mereka sungguh tak merubah tampilan apapun disini...semua masih sama seperti dulu.... tapi kini aku yang tak sama...dulu aku bisa memesan banyak makanan hanya untuk melepas penatku...tapi kini sepertinya aku harus lebih berhemat jika ingin menabung untuk masa depanku nanti...teryata susah ya mencari uang dengan cara berjualan seperti ini....tak apa... tapi aku cukup senang dengan pekerjaanku saat ini...dan aku bangga dengan diriku sendiri...karna aku bisa bekerja tanpa bantuan orang lain...


batin Ara dengan senyum cerah di wajahnya.


Tengah memikirkan kehidupannya kini, tiba-tiba seorang pria duduk begitu saja di hadapannya, lalu dengan cepat memegang tangannya.


"Hay sayang...lama tak bertemu..."


kata pria itu lalu dengan cepat mencium punggung tangan Ara.


Ara yang terkaget segera menarik tangannya kasar, lalu mencoba melihat dan mengenali siapa pria yang tengah duduk di hadapannya, ternyata dia adalah salah satu pelanggan Ara dulu.


Ara menelan ludahnya dengan kasar, bingung tak menjawab apapun kepada pria di hadapannya.


"Maukah kau menemaniku malam ini....aku akan memberi lebih padamu..."


kata sang pria lagi sambil memegang bahu Ara dan turun mengelus lengannya yang putih itu.

__ADS_1


Ara berusaha menghindar dan berkata.


"Maaf tuan tapi saya sudah tidak bekerja lagi...maaf saya tidak bisa..."


kata Ara sambil berusaha menyingkirkan tangan pria itu yang mencoba mengelus bagian kulit Ara yang lain.


"Ayolah sayang...aku sangat merindukan belaianmu....semalam saja puaskan aku...ayolah..."


pria itu kini mencoba meraih dagu Ara menariknya hingga tatapan mereka bertemu.


"Aku sungguh tak bisa menahannya jika sudah melihat tubuhmu yang **** ini...."


kata pria itu lagi dengan seringainya.


"Maaf tuan...tapi saya sungguh tak bisa.. maaf...."


jawab Ara sambil menepis kasar tangan sang pria yang tak bisa berhenti berjalan-jalan di atas kulitnya, membuat Ara risih dan malu dengan pengunjung lain yang ada disana. Bahkan pandangan beberapa pengunjung mulai tertuju padanya.


"Hentikan tuan saya mohon..."


kata Ara lagi sudah mencoba berdiri, tapi tangannya ditarik, hingga Ara terduduk lagi di kursinya.


Seakan tak memperdulikan apa yang di katakan Ara, pria itu terus saja merayu Ara. Dia bahkan tak memperdulikan keadaan sekitar yang mulai memandang dengan pandangan menjijikkan pada keduanya.


Ara terus saja memberontak, dia ingin bangkit tapi terus di cegah oleh sang pria.


"Singkirkan tangan kotormu itu darinya...kau tak pantas menyentuh wanita yang bahkan tak menginginkan kehadiranmu..."


kata seorang pria itu.


Ara dengan segera mendongak melihat tangan siapa yang sedang melindunginya, mata Ara terbelalak karna mendapati seorang pria muda tampan yang sempat dia kagumi.


Pria yang dia temui di panti asuhan sebagai donatur baru.


pria ini...kenapa dia ada disini....


batin Ara menatap heran pada sang pria.


"Hey kau siapa...jangan ikut campur dengan urusanku..."


jawab pria langganan Ara membentak.


"Kau sendiri siapa.. kau bukan siapa-siapa untuknya....kau tak lihat dia sangat tak nyaman dengan kehadiranmu..."


kata pria tampan itu dengan suara tak kalah nyaring.

__ADS_1


"Pergi kau darisini... atau tanganku akan menghajar wajah mesummu itu....pergi..."


imbuhnya lagi, sudah mengepalkan tangannya tepat lurus di depan wajah pria langganan Ara.


Merasa takut karna melihat wajah penuh amarah, juga tangan kekar yang terkepal kuat di depan wajahnya, pria itu pun pergi dengan memandang tak suka ke arah pria tampan di samping Ara.


Dia juga menunjuk-nunjuk dan berkata.


"Aku akan memberi pelajaran padamu nanti..."


kata pria langganan Ara sambil berlalu pergi, dia juga merasa malu karna keributan yang telah dia perbuat memicu semua pengunjung restoran tersebut memandangnya dengan pandangan kesal.


Sementara Ara masih serius menatap pria muda di hadapannya, terkagum dengan pembelaan yang baru saja dia lakukan.


"kau tak apa kan...".


kata pria itu sambil menatap Ara, yang membuat Ara seketika terkesiap


" Oh ya...aku tak apa... terimakasih kau sudah membantuku mengusir pria itu..."


kata Ara sambil tersenyum manis.


"Itu bukan sebuah hal yang besar...maaf aku tak bermaksud ikut campur urusanmu..tapi sungguh aku tak nyaman melihatmu di ganggu oleh pria mesum sepertinya... dia bahkan tak tau malu menggodamu di tempat ramai seperti ini..."


kata pria tampan itu dengan wajah tak sukanya, memandang lagi ke arah pria yang bahkan sudah menghilang dari pandangan.


"Kenalkan namaku Chandra....namamu siapa..."


Kata pria yang ternyata bernama Chandra itu sambil mengulurkan tangannya pada Ara.


"Iya aku sungguh berterimakasih padamu... aku tak tau jika tak ada kau mungkin pria itu akan berbuat lebih padaku... Salam kenal Chandra... Namaku Tamara...orang-orang biasa memanggilku Ara ..."


jawab Ara sambil meraih uluran tangan Chandra.


namanya Chandra...aku ingin mengenalnya sedari dulu saat pertamakali bertemu...tapi tanpa sengaja kita bertemu disini dan dia sendiri yang memperkenalkan dirinya padaku...maaf Jodi sayang..aku tak menyukainya...tapi sungguh aku kagum dengan ketampanan wajahnya...


batin Ara sambil terus memandang Chandra yang tersenyum manis padanya dan menjabat tangannya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2