
Melihat seluruh keluarganya menampakkan expresi terkejut saat Ara mengutarakan nama Asli dari Adam, Ara hanya tersenyum. Ara tau karna bukan hanya dirinya yang tak akan menyangka sosok sederhana Adam adalah seorang pemimpin besar banyak perusahaan ternama.
Ara sendiri merasa beruntung karna telah di pilih oleh Adam sebagai istrinya, karna sosoknya yang lembut terhadap wanita ,menghargai dan menghormati wanita, dan ternyata juga memiliki harta yang tak terhitung jumlahnya.
Jadi selama ini Adam adalah pengusaha yang sempat menjadi perbincangan di banyak kalangan, dia salah satu bangsa Arab yang menguasai seluruh perusahaan di negeri ini, aku sangat penasaran seperti apa sosoknya tapi ternyata dia adalah menantuku sendiri...batin Lilia.
Apa... Adam adalah tuan Mustofa.. itu berarti dia pemilik seluruh perusahaan yang ada di negeri ini...aku dan teman-teman ku sangat menghormati dan menjunjung tinggi sosoknya sebagai seorang pemimpin meskipun kami tak pernah bertemu dengannya... tapi sekarang ternyata dia adalah menantuku sendiri...dia suami Ara... Batin Bima tercengang dengan apa yang baru saja dia dengar.
Jadi suami kak Ara adalah tuan Mustofa...Adam Mustofa....gila...memangnya darimana mereka bisa bertemu bahkan bisa menikah...kaka Ara benar-benar beruntung menjadi istrinya hidupnya mungkin sudah tercukupi bahkan sampai 7 turunan nanti...
batin Chandra sambil menelan ludahnya kasar.
"Maaf...maaf tuan karna kami tak mengenali Anda sebelumnya..."
kata Bima merasa tak enak hati pada Adam.
Bima benar aku juga harus meminta maaf padanya karna waktu itu aku juga sempat meragukannya sebagai calon suami Ara, aku bahkan sempat mengatainya tak sanggup mencukupi kebutuhan Ara...sekarang malah ternyata kekayaan yang ku punya mungkin hanya beberapa persen darinya...
batin Lilia
"Iya tuan...maafkan kami...karna kami juga sempat meragukan kemampuan tuan untuk menghidupi Ara anak kami..."
kata Lilia bahkan dengan menundukkan kepala.
" Tak perlu seperti itu Ma...pa...kalian juga orang tuaku kan....aku tau apa yang kalian fikirkan waktu itu...dan juga satu lagi...jangan memanggilku tuan...karna aku adalah anak kalian.."
jawab Adam ramah, dia tersenyum manis pada keduanya.
Adam sendiri memang sengaja mengundang Lilia, Bima dan juga Chandra ke acara tersebut untuk menunjukkan siapa dia sebenarnya, Adam tak ingin sombong tapi dia hanya ingin membuktikan bahwa dia mampu menghidupi Ara dan bahkan pantas memilikinya.
"Saya harap setelah kalian tau tentang siapa saya sebenarnya kalian tetap merestui hubungan saya dengan Ara..."
kata Adam lagi masih dengan senyum yang ramah.
"Tentu saja Adam...kami akan tetap merestui kalian..." jawab Bima antusias.
"Iya nak...yang terpenting bagi kami adalah kebahagiaan Ara tak lebih dari itu..."
jawab Lilia penuh kelegaan.
Chandra pun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dia juga tersenyum melihat ke arah Ara dan juga Adam. Dia sangat bahagia karna Ara memiliki suami yang sangat di segani oleh banyak orang, termasuk dirinya sendiri dan juga kedua orangtuanya. Dia berfikir dengan begitu Tak akan ada yang akan membahayakan keberadaan Ara dan mengusik kehidupannya, karna Chandra mendengar rumor tentang tuan Mustofa yang tak akan pergi kemana pun tanpa seorang pelayan di sampingnya, tentu juga berlaku untuk Ara yang sekarang menjadi istrinya.
Pembicaraan pun terhenti saat sekretaris Liu menghampiri Adam dan mengatakan sesuatu.
"Ada yang ingin menemui tuan.."
kata Liu membisik lalu membungkuk pada keluarga Ara dan pergi begitu saja.
"kami permisi dulu ada yang akan kami temui..."
kata Adam dengan sopan, dia menautkan tangannya lagi pada Ara.
"Ya kami permisi dulu ya...kapan-kapan aku janji akan mengundang kalian semua ke rumah kami..."
__ADS_1
kata Ara dengan tersenyum penuh Arti.
Dia ingin keluarganya tau seperti Apa rumah yang Ara tinggali sekarang beserta kehidupannya.
Keduanya pun pergi dan berjalan beriringan. Ara menunduk membenarkan dress yang dia pakai, dia ingin memantaskan dirinya sebagai pendamping seorang terhormat seperti Adam.
tangan mereka terlepas, ternyata Adam sedang memeluk seorang pria yang baru saja tiba, rupanya dia adalah salah satu undangan Adam juga.
sepertinya aku tak asing dengan suaranya..batin Ara.
Setelah berpelukan keduanya berbincang hangat saling menatap, di samping pria itu juga ada seorang wanita yang sepertinya adalah pasangannya.
"Kenakanlah dia istriku..."
kata Adam pada sang pria, tubuh Adam bergerak ke samping dan nampaklah wajah dari sang pria yang ternyata adalah Jodi.
Ara terkejut begitu pula dengan Jodi.
"Kak Jodi juga ada disini..."
kata Ara spontan.
"A...Araa...kenapa kau bisa Ada disini..."
kata Jodi dengan cepat menunjukk pada Ara.
Lalu beberapa detik kemudian dia mengingat perkataan Adam yang mengatakan Ara adalah istrinya.
"Apaaa... di...diaa Adalah istrimu..."
" Ya...dia Tamara...dia istriku..."
seketika Jodi menelan ludahnya kasar.
Jadi Kala itu Ara menikah dengan tuan Mustofa...pantas saja aku menyuruh seluruh anak buahku untuk menyelidiki siapa suami Ara sebenarnya tapi mereka tak bisa menemukan sebuah jawaban...mereka hanya bilang bahwa suami Ara adalah orang desa...pantas saja karna informasi seperti tuan Mustofa pasti tak akan mudah di dapatkan begitu saja..dan yaa...aku mengirimkan hadiah berupa uang pada Ara..aku mengira itu akan membantu kehidupan Ara kedepannya mengingat dia hanya menikah dengan orang desa yang pasti memiliki pekerjaan dengan keuangan di bawah rata-rata.... sekarang aku sangat malu karna memberi Ara uang waktu itu...tentu jumlahnya hanyalah angka kecil untuk tuan Mustofa.. itu bukanlah apa-apa untuknya...
batin Jodi tersenyum canggung.
Ara pun mencoba mencairkan suasana, dia bertanya tentang siapa wanita yang di bawa oleh Jodi.
Disana Jodi mengenalkan Jessica dia adalah kekasih Jodi lebih tepatnya adalah calon istrinya.
Jessica sendiri memiliki tubuh yang tinggi dan ideal, kulitnya juga terawat dengan baik, dia juga sangat cantik dengan rambut panjang tergerai, sangat cocok dengan Jodi yang memiliki tubuh yang sempurna juga sebagai seorang pria.
Jessica dan Ara berbincang cukup banyak disana. Dari perbincangan itu Ara mengetahui bahwa Jessica adalah super model yang membintangi banyak majalah dan banyak brand-brand ternama lainnya.
waah..pantas sekali dia memiliki tubuh yang sempurna ternyata dia adalah seorang model...dia benar-benar tipe kak Jodi...semoga mereka benar-benar berjodoh dan segera menikah...semoga mereka juga menemukan kebahagiaan dalam rumah tangganya kelak..
batin Ara dengan menatap keduanya penuh senyuman.
Di malam itu Ara juga bertemu dengan Heni. Telah lama berada di desa Ara sama sekali tak pernah mendengar kabar tentang Heni, dia juga tak pernah lagi berkomunikasi dengan siapapun semenjak memilih menjadi santri di pondok, dia hanya fokus untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri pada Tuhan.
Ara sangat bahagia karna setelah sekian lama dia bisa bertemu lagi dengan Heni. Dan mengetahui sebuah fakta bahwa Heni telah menikah dengan Haris.
__ADS_1
seorang pria menyebalkan yang dulu selalu menganggu hidup Ara.
Pertemuannya dengan Haris di hari pernikahan Ara dan Chandra kala itu membawa cinta antara keduanya.
Dan kini keduanya telah memiliki satu orang anak hasil dari pernikahannya.
Malam itu Ara sangat bahagia karna dia bisa bertemu dengan keluarganya, dia juga mengetahui orang-orang terdekatnya sudah memiliki kehidupan masing-masing yang bahagia.
Ternyata itu semua tak lain adalah rencana Adam yang ingin Ara bertemu dengan seluruh orang-orang terdekatnya. Adam juga ingin mereka tau bahwa kini dia juga bagian dari Ara.
Adam juga ingin mereka tau siapa Ara kini, yang tak bisa di remehkan keberadaannya. Karna Ara adalah istri seorang pengusaha kaya raya yang di hormati banyak kalangan yaitu istri Adam Mustofa.
Kini Adam pun juga sudah lega karna mereka semua tau bahwa Ara telah berada di tangan orang yang tepat dan tak perlu lagi khawatir tentang kehidupan Ara yang sudah terjamin di bahwa naungan Adam.
"Jadi ini semua rencanamu sayang..."
kata Ara sambil memeluk Adam manja di dalam sebuah mobil, mereka sekarang sedang dalam perjalanan pulang.
"Ya sayang...aku hanya ingin mereka tau siapa kau sekarang... dan siapa aku sebenarnya.. aku juga ingin kau bertemu dengan keluargamu..aku yakin kau pasti rindu kan dengan mereka semua..."
"Ya kau benar sayang...sekarang aku lega karna ternyata mereka semua telah memiliki kehidupan yang bahagia..itu semakin menjadi pelengkap kebahagiaanku setelah menjadi istrimu tentunya..."
kata Ara semakin memeluk tubuh Adam erat.
"Syukurlah jika kau bahagia dengan rencanaku ini...sekarang ayo kita pulang dan jalani tugasmu dengan baik sebagai seorang istri..."
kata Adam memeluk juga tubuh Ara dia memejamkan matanya sambil bersandar di kursi mobil, bibirnya tersenyum geli membayangkan reaksi Ara setelah mendengar perkataannya.
"Apaaa.... sayang..apa kau tak lelah...lagi pula ini sudah larut...apa kau akan melakukannya malam ini..."
rengek Ara yang tak ingin malam ini di ganggu oleh Adam.
Karna dia sudah merasa lelah dan hanya ingin memejamkan mata setelah sampai di rumah.
Adam tak menjawab apapun dia hanya berusaha menahan tawanya karna mendengar berbagai rengekan Ara.
Sementara sang supir hanya bisa tersenyum mendengar berbagai percakapan keduanya,sampai akhirnya mobil pun sampai di rumah Adam.
Keduanya pun turun dengan perasaan bahagia dan lega. Setelah malam itu Adam dan Ara hidup dengan penuh keromantisan, Adam juga sering mengajak Ara pergi kemanapun saat dia harus menyelesaikan pekerjaannya di luar kota.
Tak pernah ada pertengkaran antara keduanya, Adam malah sering menggoda Ara dan membuatnya tertawa.
Dan akhirnya Ara menemukan kebahagiaan hidupnya bersama Adam, sosok pengusaha kaya raya yang di kirim Tuhan untuknya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...