Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Dia lagi


__ADS_3

duuh malam ini sebenarnya aku sial apa untung sih...aku mendapatkan keperjakaan seorang pemuda tanpa di sengaja...dengan permainan yang luar biasa...tapi di sisi lain dia adalah keponakan dari Jodi...bagaimana jika dia mengetahui aku yang baru saja bermalam dengannya...


Jodi sudah seperti pria gila jika mengetahui aku bersama pelanggan lain...apa lagi jika dia tau aku baru saja bersama keponakan nya...lagian dia memang sudah gila...mana bisa aku tak bermalam dengan pria jika itu sudah menjadi pekerjaan ku....


batin Ara yang berada di dalam lift.


Pintu lift pun terbuka, menghembuskan sedikit angin yang menerpa tubuh Ara.


Seketika Ara menaruh kedua tangannya di depan dress tipisnya, berusaha mempertahankan posisi dress pendek yang tiba-tiba akan menyingkap karna angin kecil.


ohh astaga...kau bahkan tak memakai ****** ***** Ara....bagaimana jika tiba-tiba dress nakalmu ini terbuka....


batin Ara panik sendiri, baru tersadar karna semilir angin yang membuat area sensitif nya terasa sedikit geli.


Ara pun segera mencari pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai kebutuhan termasuk ****** *****.


Telah masuk di pusat perbelanjaan Ara pun mencari benda yang di butuhkan.


"Ini diaa..."


kata Ara lirih sambil sedikit berlari karna menemukan deretan ****** ***** wanita.


Ara memilih beberapa dengan warna-warna yang di samakan dengan dress-dress nakal yang dia miliki.


"Hay...Ara....kita bertemu lagi...."


suara pria tiba-tiba menyapa Ara.


Seketika Ara menoleh ke sumber suara dan mendapati Haris yang ternyata sudah ada di sampingnya.


aiish...dia lagi...dia lagi...


batin Ara berwajah malas menatap Haris yang ada di sampingnya.


"Sedang mencari ****** *****.. malam-malam begini...penting sekali ya..."


"Hmm..."


jawab malas Ara, sambil sedikit menyembunyikan benda yang dia bawa di keranjang.


"Ngapain sih kau malam-malam disini....di area wanita lagi...kurang kerjaan ya..."


imbuh Ara lagi.


"Hehe...aku tadi melihatmu masuk kesini..penasaran untuk apa malam-malam kau ada disini...jadi aku mengikutimu.."


jawab Haris tersenyum penuh jenaka.


"Sekarang sudah tau kan aku kesini mau beli apa... masih penasaran... niih bayarin sekalian..."


kata Ara dengan wajah kesalnya dan menyodorkan keranjangnya ke arah Haris.


"Untuk apa kau membeli sebanyak itu Ara...atau jangan-jangan kau masih bersama salah satu pelangganmu ya disini...astaga..."


kata Haris sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Atau jangan-jangan kau lagi gak pake ya...kok beli malam-malam..."

__ADS_1


kata Haris menatap ke arah bawah Ara.


sumpah ini anak emang bener-bener gila...


batin Ara,


"Iiih. ..ngapain sih mau ngintip ya..."


jawab Ara secepat kilat menutupi area sensitif nya.


"Beneran gak pake ya .."


jawab Haris dengan wajah polos tanpa expresi.


"Kalo iya kenapa... mau liat...niih.... sekalian..."


jawab Ara kesal, gerakannya sudah mau menyingkap dress tipisnya.


"Kau gila ya....kau mau menggodaku ..."


"Sudah menjadi pekerjaan ku menggoda seorang pria kan...sini..."


kata Ara kini tersenyum nakal namun hatinya terasa kesal.


"Kau benar-benar wanita gila...."


jawab Haris melirik Ara sambil berlalu pergi meninggalkannya.


"Huh...dasar...kenapa ada pria menyebalkan itu sih disini....malam ini benar-benar sial buat ku..."


"Cinta...cinta...cinta...persetan dengan cinta..Tempo hari ngapain aku mikirin kata-kata pria gila itu...dia benar-benar hanya pria menyebalkan yang suka ikut campur urusan orang.."


gumam Ara dengan menirukan gaya Haris saat sedang membicarakan cinta.


Sementara di sebuah kamar di hotel yang sama.


"Alron..."


panggil Jodi saat baru saja masuk di kamar pria muda yang teryata bernama Alron.


Alron yang sudah masuk ke dalam alam mimpinya sedari Ara keluar dari kamarnya pun terkaget dengan panggilan Jodi yang cukup keras.


"Astaga Paman kau mengagetkanku...."


kata Alron sambil bangkit dari ranjangnya.


"segera berkemas kita akan melakukan perjalanan bisnis keluar kota....disana aku akan mengajarimu bagaimana menjalankannya bisnis dengan baik...."


kata Jodi sudah duduk di sofa tepat di depan ranjang Alron.


"Aku masih sangat mengantuk paman.. tidak bisakah perjalanan kita lakukan esok pagi...biarkan aku istirahat dulu...Paman tidurlah di hotel ini juga jangan khawatir... aku yang akan membayarnya..."


jawab Alron dengan wajah kesalnya.


"Aku sudah berkali-kali bilang padamu... jangan menghambur-hamburkan uang perusahaan Al...kau belum bisa memimpinnya dengan baik...tapi kau sudah memakai uangnya...setidaklah jadilah pemimpin yang bisa mempertahankan perusahaan dulu...baru kau bisa menggunakan uang sesukamu..."


kata Jodi tegas pada Alron.

__ADS_1


"Kakekmu telah bersusah payah untuk membangun perusahaan yang kau pegang sekarang...hargailah jerih payah nya..."


imbuh Jodi lagi.


Ya Alron adalah satu-satunya pewaris yang harus memimpin perusahaan setelah sang Kakek wafat 2 bulan yang lalu.


Usianya terlalu muda untuk memimpin sebuah perusahaan besar, apalagi dengan sifatnya yang kadang masih kekanakan, membuat Jodi harus tegas untuk mendidik Alron menjadi pengusaha muda yang mampu mempertahankan aset sang Kakek.


Kakek Alron sendiri adalah adik dari ayah Jodi.Jodi sendiri sangat dekat dengan Kakek Alron, dia sudah menganggapnya sebagai ayahnya sendiri. Dan tentu juga menganggap Alron sebagai keponakan kesayangannya meski kadang tingkahnya menyebalkan.


"Ya....ya...ya...Aku akan bersiap..."


kata Alron berdiri sambil malas-malasan, seketika matanya terbelalak karna melihat sebuah kain robek di sebelah ranjangnya.


astaga...itu ****** ***** wanita tadi...bisa mati aku jika Paman sampai tau ada seorang wanita yang datang ke kamarku...


batin Alron mencoba berjalan sesantai mungkin dan menggeser ****** ***** Ara ke bawah ranjang.


huhh untung saja tak ada yang melihat...


batin Alron dengan wajah kembali santai.


"Hey....ayo cepat kita harus sampai disana sebelum jam 7 pagi... ada rapat yang harus aku hadiri..."


kata Jodi kesal melihat Alron yang tampak santai dan berjalan seperti tak bertenaga.


Alron pun mempercepat jalannya tanpa menjawab, dia mengambil beberapa barangnya dan menata ke dalam koper yang sebelumnya dia bawa.


"Tunggu...selarut ini rambutmu kenapa basah...kau baru selesai mandi malam-malam begini..."


kata Jodi mengernyitkan dahinya.


"Bukannya kau check in di hotel ini pada sore hari kan..."


imbuh Jodi lagi, sambil menatap salah satu bodyguard nya yang tadi memberikan laporan tentang aktivitas Alron.


"Ya ampun Paman...masak iya aku mau mandi saja harus bilang sama paman.. aku gerah...memangnya gak boleh ya mandi malam hari..."


jawab Alron dengan wajah santai, tapi jantungnya sudah berdetak tak karuan takut-takut kalau Jodi sampai tau dia telah menyewa seorang wanita di malam itu.


Jodi hanya terdiam menatap Alron bukan memikirkan apa yang barusaja di katakan oleh Alron, tapi fikirannya mengerucut pada Ara yang di temuinya tadi dengan rambut yang juga setengah basah dan dia juga berjalan di poros koridor dimana kamar Alron kini berada.


kenapa Paman hanya diam...aku mohon percayalah...bisa mati aku jika dia tau apa yang barusaja aku lakukan...


batin Alron dengan tangan sedikit gemetar.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2