
sebenarnya dimana ibu Alma....bahkan sampai mertuaku pergi mereka tak kunjung terlihat...apa mereka memang berniat untuk tak hadir di pernikahanku... tapi ibu Alma bilang dia akan datang...
batin Ara menerka-nerka dia sangat mengharapkan kehadiran Alma di hari bahagianya bersama Chandra.
"Sayang...ada apa..."
tanya Chandra yang melihat wajah Ara sedang melamun.
"Tak apa..."
jawab Ara singkat.
"Katakanlah..kau terlihat bingung dan memikirkan sesuatu...ceritakan padaku...aku sekarang suamimu...masalahmu menjadi masalahku juga sekarang..."
Sekilas Ara tersenyum mendengar perkataan Chandra, lalu dia segera menjawab.
"Maaf....aku hanya kepikiran dimana ibu dan Ayah...kenapa mereka tak kunjung datang...apa mereka memang tak ingin hadir di pernikahanku..."
kata Ara sekarang dengan wajah sedih.
"Sayang..aku yakin ibu dan Ayah pasti datang...mungkin mereka butuh waktu untuk sampai kesini..kau juga tau kan rumah mereka sangat jauh dari sini...yakinlah pasti mereka akan datang...jangan bersedih ya...kau tak boleh bersedih di hari pernikahan kita ini....bukankah hari ini yang kita tunggu-tunggu..."
kata Chandra berusaha menghibur.
"Hmm..mungkin kau benar...semoga saja mereka segera sampai..."
Tak berselang lama dari percakapan itu, Nura terlihat tergesa masuk, dia setengah berlari dan berkata pada Ara.
"Ibu Alma datang Ara..ibu Alma datang.."
kata Nura dengan wajah berbinarnya karna dia tau betul, Alma adalah orang yang sedari tadi Ara tunggu kehadirannya.
"Benarkah.."
seketika Ara berdiri dari duduknya dan memegang tangan Nura, dia lalu menatap Chandra sambil tersenyum bahagia.
"Sambut kedatangan mereka sayang..aku akan segera menyusulmu..."
kata Chandra yang mengerti arti tatapan Ara.
Ara hanya mengangguk lalu segera berjalan bersama Nura, untuk menyambut kedatangan Alma dan keluarganya.
"Ibu....Ayah.."
sapa Ara menyambut kedatangan keluarga Alma.
"Oh sayang kau sungguh cantik sekali...dimana nak Chandra..."
kata Alma dengan hangatnya segera memeluk Ara.
"Maaf nak...kami terlambat di acara akad nikahmu...kami sangat kesulitan mencari alamat rumahmu...maaf ayah sama sekali tak pernah datang ke kota ini...jadi sedikit bingung dengan nama-nama jalan disini..."
kata Suami Alma dengan wajah penyesalan.
"Dia ada di dalam Bu...sebentar lagi akan menemui ibu.."
kata Ara pada Alma.
"Tak apa ayah...aku sudah sangat senang kalian mau datang di hari pernikahanku ini...maaf merepotkan kalian...ayo-ayo masuk..kalian pasti lelah...kami sudah menyiapkan banyak makanan di dalam.."
"Kaka Cantik sekali...."
kata Ratna yang tiba-tiba memeluk Ara.
__ADS_1
"Terimakasih Ratna....dan juga kalian semua ayo masuk ke dalam...maaf atas ketidaknyamanan nya...karna rumahku sangat sempit tidak seluas rumah kalian di pondok pesantren..."
kata Ara pada ketiga anak Alma yang ikut bersama.
"Dimana kedua kakak kalian...kenapa mereka tak ikut..."
imbuh Ara lagi.
"Maaf Kak..mereka bertugas menjaga pondok.. tidak baik jika kami semua pergi dan tak ada salah satu keluarga yang berada di sana..sebenarnya mereka juga ingin ikut ...tapi ayah tak memperbolehkannya...mereka penasaran bagaimana penampilan kakak saat memakai gaun pernikahan..."
kata salah satu anak Alma dengan ramah.
"Baiklah tak apa bukan sebuah masalah yang besar...sekarang ayo kita masuk dan makan di dalam...kalian semua pasti lapar kan karna perjalanan yang jauh ini..."
kata Ara sambil menggiring semua masuk ke dalam rumah.
Ara sekilas melirik ke arah Nura dia terlihat berbincang dengan Alma dan juga suaminya, menanyakan kabar tentang anak Nura dan banyak hal lagi.
"Selamat datang ayah ibu...."
sapa Chandra dengan hangat di ambang pintu.
"nak Chandra... bagaimana semua berjalan lancar kan..."
sapa balik suami Alma sambil memeluk Chandra dengan hangat.
"Semua berjalan lancar ayah..."
"Syukurlah..."
"Bagaimana kabarmu nak Chandra..."
tanya Alma yang sudah ingin melangkahkan kaki masuk ke rumah Ara.
jawab Chandra sambil mencium punggung tangan Alma.
Dan mereka pun banyak berbincang tentang apa saja yang terjadi di hari itu, juga perjalanan panjang yang telah di lewati keluarga Alma.
Semua di jamu dengan baik oleh Ara, baik Alma, suami dan anak-anak nya sangat suka dengan masakan yang sudah di sediakan disana.
Melupakan sejenak tentang bahagianya Ara karna kedatangan keluarga Alma disana.
Di sudut tempat pesta di gelar ternyata ada dua insan yang sedang ingin saling mengenal lebih dekat, mereka adalah Heni dan Haris.
Kedua teman dekat Ara dan Chandra ini terlihat sedang memakan camilan yang sudah di sediakan disana sambil bercanda bersama.
Haris yang selalu pintar dalam berbicara mampu membuat Heni selalu tertawa dan saling bercerita tentang kehidupan mereka. Keduanya bahkan saling bertukar nomor ponsel dan berjanji akan bertemu di lain hari.
Haris terlebih dahulu pergi dari pesta, Ara yang melihat Heni tengah melambaikan tangan pada seseorang melihatnya dengan tajam.
Haris...apa Heni melambaikan tangan pada Haris....mereka saling kenal...
batin Ara dengan penasaran, dia segera saja menghampiri Heni dan menanyakan tentang apa yang dia lihat.
"Hey....kau mengenalnya Hen..."
tanya Ara sambil mendorong pelan bahu Heni.
"Ya aku mengenalnya...jika tidak untuk apa aku melambaikan tangan padanya..."
"Kau kenal dia sudah lama ya...dimana..."
batin Ara heran kenapa orang-orang disekitarnya selalu mengenal sosok Haris yang menyebalkan itu.
__ADS_1
"Disini...kami baru saja berkenalan disini..."
kata Heni dengan wajah sumringahnya.
anak ini kenapa tersenyum aneh sekali sih...jangan-jangan dia suka sama Haris lagi..pria aneh itu...
batin Ara dengan mengernyitkan dahinya heran dengan tingkah Heni.
"Kau....kau suka padanya ya..."
kata Ara langsung pada intinya.
"Tidak....siapa bilang..memangnya gak boleh ya kenalan sama dia... kau ini kenapa sih...Haris kan orang yang baik...dia juga asik di ajak bicara..."
tanya Heni dengan nada heran.
"Tak apa...hanya saja menurutku dia pria yang menyebalkan dan banyak bicara...aku hanya mengingatkan atau kau akan pusing sendiri nanti jika dekat dengannya..."
jawab Ara sambil menjauh dari Heni karna melihat beberapa teman Chandra yang baru saja tiba di rumahnya.
menyebalkan...menurutku tidak...dia pria yang asik...mungkin Ara saja yang sudah jatuh cinta sama Chandra hingga melihat semua pria selain Chandra menyebalkan...
batin Heni sambil menatap Ara yang sudah menjauh.
Acara dilaksanakan sampai sore hari, hingga semua orang telah pergi dari rumah Ara setelah memakan berbagai jamuan yang telah di sediakan oleh Chandra.
Kini keluarga Alma ingin berpamitan karna hari yang sudah menjelang malam, mereka tak ingin terlalu larut sampai di desa karna jalanan yang minim penerangan.
"Jaga baik-baik anakku nak Chandra...semoga keluarga kalian bahagia selalu...dan semoga kalian segera memberikanku cucu.."
kata Alma di iringi tawa ringan.
"Ya nak Chandra....kami titipkan Ara padamu... kami sudah menganggap dia sebagai anak kami sendiri...kami tentu tak mau terjadi hal buruk padanya..."
kata Suami Alma menimpali.
"Tenang saja ayah...ibu...saya akan menjaga Ara dengan baik...saya janji tak akan membiarkan hal buruk terjadi padanya... saya sangat mencintainya...saya tentu tak akan menyakitinya..."
kata Chandra dengan tersenyum manis.
Di sore itu banyak pesan-pesan yang di sampaikan oleh Alma dan suaminya pada Chandra, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pulang kembali ke desa.
**
Sementara itu, di sebuah bandara Jodi baru saja tiba dari negara X. Dia berjalan dengan wajah dinginnya, menyimpan sejuta amarah kepada sang papa yang telah menghancurkan hidupnya.
tak ku sangka aku kembali kesini dengan perasaan hancur seperti ini...
batin Jodi sambil terus berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1