Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Kedatangan Lilia


__ADS_3

"Ya...saya rasa Om memang benar...lebih baik pernikahan dilaksanakan secepatnya...kau setuju kan Ara..."


kata Chandra menatap Ara dengan tatapan menggoda karna dia tau betul Ara tak ingin terburu-buru untuk melangsungkan pernikahan.


"Emm...tapi kenapa harus secepatnya ayah.."


kata Ara menatap suami Alma dengan penuh pertanyaan.


"Ya karna jika seseorang sudah memutuskan untuk menikah pasti mereka akan sering bertemu....di takutkan jika sering bertemu berdua akan menimbulkan hal-hal yang tidak di inginkan seperti zina dan lain sebagainya... alangkah baiknya jika memang 2 orang sudah setuju untuk melangsungkan pernikahan maka di lakukan secepatnya untuk menghindari hal-hal buruk lainnya..."


kata Suami Alma dengan sangat ramah.


ayah dan ibu memang berada di lingkungan pondok dengan agama yang kental...seperti nya salah jika bertanya pada mereka...aku memang ingin selalu berada di dekat Chandra... tapi aku masih belum tau bagaimana orangtuanya nanti jika mengetahui tentang aku yang sebenarnya... untuk itu aku belum siap untuk menikah secepatnya...


batin Ara.


"Iya Ara..ayahmu benar..lebih baik segerakan untuk menikah...untuk apa di tunda lagi jika kalian sudah mempunyai niatan untuk menikah...."


kata Alma menimpali.


"Hehe iya Bu...kami akan segera memberikan kabar pada ibu jika kami akan melaksanakan pernikahan nanti ya...aku harap ayah dan ibu bisa datang kesana.."


kata Ara dengan tersenyum


"Oh ya...aku tadi membawakan beberapa makanan dan pakaian untuk ayah dan ibu...aku akan mengambilnya.."


kata Ara yang sudah berdiri , tak ingin lebih jauh membahas tentang pernikahan lagi. baginya dia sudah mendapatkan restu dari Alma dan suaminya sebagai tujuan utama dia kesana.Tapi Ara tak ingin membahas tentang pelaksanaan pernikahan yang nanti ujung-ujungnya mereka akan menyuruhnya untuk segera menghalalkan hubungannya dengan Chandra.


"Biarkan aku yang mengambilnya Ara...kau disini saja..."


kata Chandra menarik tangan Ara untuk duduk kembali.


"Baiklah..."


jawab Ara dengan tersenyum, kini Ara pun masuk ke dalam rumah mengikuti lambaian tangan anak Alma yang memanggilnya untuk masuk ke dalam.


Ara bercengkrama dengan seluruh keluarga Alma, begitu juga dengan Chandra. Mereka bahkan di persilahkan untuk makan masakan Alma yang sore itu baru saja selesai di buat. Semua makan dengan lahap seperti keluarga dan menantu pada umumnya, tak perlu waktu lama juga buat Chandra untuk akrab dengan semuanya, dengan segala leluconnya Chandra mampu mengambil hati anak-anak Alma untuk dekat dan nyaman dengan kehadirannya.


Sore itu setelah berkunjung dari makam sang Kakek, Ara dan Chandra segera undur diri untuk pulang kembali ke kota.


"Kenapa kalian tak menginap saja disini semalam...banyak kamar yang kosong...para santri sedang libur...kalian bisa menempatinya..."

__ADS_1


kata suami Alma dengan penuh harap tak ingin Ara dan Chandra pulang karna hari yang sudah mulai malam, juga perjalanan yang akan mereka tempuh juga cukup lama, dia akan ingin terjadi sesuatu pada keduanya.


"Sungguh kami ingin lebih lama lagi disini ayah...tapi maaf...Chandra juga harus kembali bekerja esok hari...aku juga..."


kata Ara menolak halus permintaan suami Alma.


"Aku masih rindu denganmu nak...lain kali berkunjunglah beberapa hari disini..aku akan sangat senang sekali..."


kata Alma menepuk bahu Ara beberapa kali.


"Tentu ibu...aku mungkin akan sering kesini nanti setelah menikah...itu pun dengan Chandra pastinya...iya kan.."


kata Ara sambil melirik Chandra penuh arti.


"Oh ya tentu saja...kita harus sering berkunjung kesini nanti..."


jawab Chandra dengan cepat.


"Maaf Om...aku harus segera pamit karna hari sudah mulai malam...terimakasih untuk semua perjamuan untuk kami...maaf kami telah banyak merepotkan kalian hari ini...dan juga terimakasih untuk restu kalian... semoga kami bisa segera melaksanakan pernikahan... saya juga berharap jika kami menikah Om dan Tante bisa hadir disana sebagai pelengkap kebahagiaan Ara tentunya..."


imbuh Chandra lagi.


"Baiklah nak...hati-hati di jalan semoga kalian selamat sampai tujuan...pasti...kami pasti akan hadir disana nanti...jangan lupa beri kabar untuk kami ya....dan aku harap kalian akan sering-sering berkunjung kesini nanti..."


Di hari yang sudah menjelang malam mereka akhirnya memutuskan untuk pulang kembali ke kota karna pekerjaan Chandra yang tak bisa di tinggalkan, dia juga ada pertemuan dengan beberapa orang kliennya esok hari.


"Maaf sayang...sungguh maaf kita harus pulang hari ini juga...aku berjanji kita akan kesana lagi di lain hari...dan mungkin akan menginap disana beberapa hari...pekerjaanku esok sungguh penting dan tak bisa di tinggalkan...kau tak marah kan..."


kata Chandra sambil menyetir dan berusaha memandang wajah Ara yang berada di sampingnya.


"Tak apa sayang...tenanglah...aku mengerti keadaanmu...tak perlu seperti itu..."


jawab Ara sekarang malah memandang Chandra dan mengelus bahunya seakan mengatakan bahwa dia setuju dengan keputusan Chandra untuk pulang kali ini.


"Terimakasih sayang..kau memang wanita terbaik..."


jawab Chandra kini memegang tangan Ara dengan satu tangannya lalu mencium punggung tangannya lembut.


"Apapun penampilanmu kau selalu terlihat cantik sayang..."


kata Chandra melihat setiap detail kerudung yang di kenakan Ara.

__ADS_1


"Jangan seperti itu...kau selalu membuatku malu..."


kata Ara menarik tangannya dan berusaha menutupi wajahnya dari Chandra.


"Aku serius sayang...kenapa kau malah menghadap kesana...aku ingin melihat wajahmu...kemarilah lebih dekat denganku..."


kata Chandra sambil menarik-narik tangan Ara menggodanya dia tau betul Ara merasa malu saat Chandra memujinya langsung seperti itu.


Dan mereka pun melakukan perjalanan pulang dengan bersenda gurau sampai mobil tiba di pusat kota.


perjalanan jauh terasa dekat dan tak melelahkan jika di temani dengan Ara...Cinta memang membuat segalanya terasa berbeda...


batin Chandra yang sekarang sudah mengendarai mobilnya menuju jalan pulang ke kediamannya, setelah melakukan makan malam di resto di dekat pusat kota bersama Ara karna perjalanan yang jauh membuat keduanya lapar, lalu setelahnya dia segera mengantar Ara pulang, dan Chandra sendiri segera undur diri karna malam yang sudah terlalu larut.


Malam itu keduanya tidur dengan nyenyak selain karna lelah seharian melakukan banyak kegiatan, juga karna keduanya telah lega mendapatkan restu dari keluarga Alma di desa.


Pagi pun menjelang, Ara telah bangun dan membersihkan diri, dia kini sedang berada di dapur memasak menu untuk sarapannya. Tadi pagi-pagi sekali Chandra sudah menelponnya, meminta maaf karna dia tak bisa menemani Ara sarapan seperti biasa. Chandra pagi itu harus pergi keluar kota untuk menemui kliennya dan menuntaskan pekerjaannya disana.


Sedang asik memasak, Ara di kagetkan dengan suara pintu rumahnya yang di buka. Ara segera berjalan melihat siapa yang datang.


siapa yang datang sepagi ini...Chandra.. dia kan sudah bilang tak akan kemari hari ini...


batin Ara sambil berjalan menuju pintu.


Pintu pun terbuka dan memperlihatkan seorang yang masuk dengan santainya.


"Tante...."


Sapa Ara dengan wajah terkejut karna melihat Lilia yang sepagi itu sudah datang berkunjung ke rumahnya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2