
Telah sampai keduanya di sebuah restoran, saat mobil memasuki area restoran, Chandra langsung di pandu oleh seorang penjaga untuk memasuki area yang terlihat sepi, bahkan di halamannya tak ada satu mobil pun yang terparkir.
Suasana tampak sunyi, Ara sendiri bingung karna dia tadi sempat melihat restoran yang cukup ramai. Tapi dia dan Chandra di giring ke salah satu sisi restoran yang sangat sepi bahkan tak ada satu pengunjung pun yang terlihat disana.
Chandra membukakan pintu mobil untuk Ara, dia mengulurkan tangannya yang langsung di sambut hangat oleh Ara.
"Kenapa kita berada disini...disini sangat sepi..."
kata Ara dengan wajah bingungnya.
"Kau akan tau nanti sayang..."
jawab Chandra dengan penuh kelembutan.
Tak ingin bertanya lagi, kini Ara menggandeng lengan Chandra dan berjalan berdua, matanya terus melihat sekeliling mencoba mencari jawaban dari pertanyaannya sendiri.
Tiba-tiba Ara sayup-sayup mendengar alunan nada piano yang terdengar pelan dan menenangkan.
Mulai masuk ke area restoran, mata Ara melihat jalanan panjang yang akan dia lewati di hias oleh lampu-lampu kecil di atasnya, di ujung lampu terdapat sebuah meja dan 2 kursi, yang terlihat sudah di hias dengan kain berwarna putih.
Karpet yang dia lewati juga bertabur bunga mawar berwarna merah, menciptakan bau harum yang menyegarkan menyeruak ke segala penjuru ruangan.
Semakin berjalan masuk, mata Ara melihat seorang yang tengah memainkan piano berada tepat di sudut ruangan, dia terlihat menikmati setiap alunan nada yang dia mainkan.
Chandra mengajakku makan malam romantis...gaya bicaranya yang humoris menyembunyikan sifat aslinya...ternyata dia romantis juga ya...
batin Ara sambil tersenyum menatap Chandra.
"Kenapa kau menatapku seperti itu..."
kata Chandra sambil menyelipkan rambut di salah satu telinga Ara.
"Tak apa..."
jawab Ara tersenyum semakin manis.
"Apa kau suka dengan tempat ini.."
"Apa kau yang telah menyiapkan ini semua untukku..."
"Tentu saja...aku menyiapkan semua ini khusus untukmu...I love you Ara..."
jawab Chandra sambil meraih dan mencium punggung tangan Ara.
Ara tak menjawab dia hanya tersipu malu dan tersenyum manis pada Chandra.
"Ayo kita kesana.."
__ADS_1
imbuh Chandra lagi sambil melingkarkan satu tangannya di bahu Ara.
Keduanya sampai di sebuah meja dengan banyak lilin kecil yang memutari sebuah tatakan kaca, di dalamnya terlihat sebuah kotak mengkilap berwarna merah hati, di sekeliling tatakan kaca di taburi bunga mawar berwarna merah muda.
apa itu...
batin Ara yang kini fokus melihat sebuah kotak kecil di tengah meja di hadapannya.
Chandra segera menarik kursi di belakang Ara memudahkannya untuk segera duduk disana. Ara duduk dengan penuh senyuman, kemudian Chandra segera memutari meja dan duduk di kursi di hadapan Ara.
Keduanya pun saling menatap dalam diam dan tak henti-hentinya melontarkan senyuman satu sama lain.
aku harus mengatakannya sekarang... ini waktu yang tepat...
batin Chandra sambil menarik nafas dalam.
Dia sendiri berusaha meredam detak jantungnya yang semakin tidak karuan, tangannya bahkan tiba-tiba terasa dingin, tapi Chandra berusaha mempersiapkan dirinya untuk mengungkapkan semua keinginannya pada Ara.
Chandra dengan gerak cepat memegang salah satu tangan Ara dengan kedua tangannya. Lalu mencium punggung tangan Ara dengan lembut.
"Aku tau mungkin semua ini terlalu cepat...pertemuan kita...cinta dan semua yang aku rasakan padamu, semua datang begitu saja dalam waktu yang singkat...tapi sedetik pun kini aku tak bisa lagi jauh darimu Ara....aku ingin kau dan aku selalu bersama...aku ingin memilikimu seutuhnya Ara...dan aku tak ingin berbasa-basi lagi...maukah kau menjadi istriku...."
kata Chandra menatap Ara dengan wajah penuh harapan.
Ara terdiam sejenak, dia berusaha mencerna apa yang barusaja dia dengar.
kata Ara terbata.
"Ya...maukah kah menikah denganku...hidup bersamaku selamanya sampai maut yang memisahkan kita..."
kata Chandra kini penuh dengan senyuman.
"A..aku..."
"Aku tau ini terlalu cepat Ara...tapi sungguh aku tak ingin lagi jauh darimu...aku ingin memilikimu dalam hidupku... aku ingin kau selalu ada di sampingku menjadi pendampingku dan menjadi ibu dari anak-anakku..."
"Ini semua salah Chandra... K....kau...kau tak boleh melakukan ini semua..."
kata Ara terbata lagi dengan wajah yang sulit di tebak.
"Kenapa Ara...apa yang salah dariku...aku hanya ingin menikahimu.... hidup bersamamu...apa itu sebuah kesalahan..."
jawab Chandra memegang tangan Ara semakin erat.
"Tapi aku tak pantas bersamamu..kau pria baik...kau bisa mendapatkan wanita yang baik untuk menjadi istrimu...dan itu bukan aku..."
kata Ara kini dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
"Apa maksudmu Ara..."
jawab Chandra terkaget, dia seketika melepas tangannya.
"Aku menerimamu menjadi kekasih bukan berarti kita bisa menikah....aku takut...dan aku tak pantas mendampingi pria sepertimu...kau terlalu baik...dan aku sama sekali bukan wanita yang pantas menjadi pendampingmu..."
"Jadi kau tak mencintaiku Ara..."
"Aku mencintaimu....tapi untuk menjadi pendampingmu...aku merasa tak pantas...aku takut mengecewakanmu...terutama kedua orangtuamu yang sudah banyak berharap padamu....kau anak satu-satunya dari mereka..apa mereka bisa menerima jika anaknya menikah dengan seorang yang pernah menjadi pelacur..."
"Cukup Ara... kau tak perlu membahas lagi masa lalumu...aku sungguh tak pernah mempermasalahkan soal itu.."
"Kau mungkin bisa menerimaku tapi tidak dengan orangtuamu Chandra..."
"Mereka bahkan telah merestui kita Ara....mereka mau kau menjadi istriku...melahirkan cucu-cucu mereka nanti.."
"Mungkin tidak lagi, jika mereka mengetahui siapa aku sebenarnya....maaf Chandra aku tak bisa...aku memang mencintaimu...aku nyaman berada di dekatmu...aku tak ingin jauh darimu...tapi sungguh aku tak pantas jika harus menjadi menantu dari keluargamu...aku tak mau menghancurkan reputasi keluargamu dengan menikah denganku..."
kata Ara dengan berderai air mata, dia hendak berdiri namun di cegah oleh Chandra.
Chandra dengan cepat segera berlutut di hadapan Ara.
"Jika kau benar-benar mencintaiku maka mari kita berjuang untuk mendapatkan restu dari orangtuaku....jika memang alasanmu menolakku hanya karna masa lalumu maka kubur semua dalam-dalam jangan biarkan orang lain tau...hanya kita yang akan mengetahuinya dan aku berjanji tak akan membahas tentang hal itu lagi selama pernikahan kita..."
Ara tak menjawab karna dia semakin terisak keras disana, tangannya kini menggenggam erat tangan Chandra seakan tak ingin melepaskannya.
"Kau mau kan Ara...kau mau kan hidup bersamaku..."
tanya Chandra lagi, berdiri sambil menghapus air mata Ara yang semakin deras.
Ara hanya menganggukkan kepalanya tak menjawab apapun, dia tak sanggup berbicara dalam tangisnya, Ara terharu karna cinta tulus Chandra padanya, dia juga tak menyangka bahwa hubungannya akan sampai jenjang pernikahan, dia sama sekali tak pernah membayangkan tentang hal itu, karna Ara menilai Chandra hanyalah pria muda yang hanya akan melabuhkan hatinya sebentar lalu berpindah ke lain hati lagi jika bertemu dengan wanita lain yang lebih dari Ara.
Tapi ternyata Ara salah, bahkan Chandra tak perlu waktu lama untuk memutuskan menikahi Ara, hanya dalam kurun waktu 6 bulan perkenalannya, Chandra sudah mengajak Ara untuk menikah.
Melihat respon dari Ara yang hanya mengangguk, seketika Chandra langsung memeluk Ara dengan eratnya dia juga menitikkan air mata, merasa lega karna wanita yang di cintainya mau hidup bersama dengannya.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1