Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Tergganggu


__ADS_3

Hari itu semua urusan telah selesai di rumah Ara, bahkan petugas kebersihan telah membersihkan dan menata rumah Ara seperti semula.


"Semua sudah selesai sayang...ayo kita beristirahat sekarang.. kau pasti lelah..."


kata Chandra sambil berjalan dan merengkuh tubuh Ara di sampingnya.


Ara tak menjawab, dia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, mengikuti setiap arahan Chandra yang menggiringnya masuk ke kamar.


Telah sampai di kamar keduanya saling memandang, terutama Chandra yang tertegun dengan kamar Ara yang ternyata telah di hias dengan indah. Banyak lilin dan juga bunga-bunga yang telah di tabur di beberapa bagian ranjangnya, juga lampu-lampu kecil yang menambah kesan remang-remang, membuat suasana semakin romantis.


"Kau yang telah menghias kamar ini sayang..."


kata Chandra sambil memandang penuh kekaguman.


"hmm...maaf kalau kau tak suka...aku tak begitu pandai dalam hal dekorasi..."


kata Ara sambil tersipu malu.


"ini sangat bagus sayang...apa kau mau aku melakukannya sekarang..."


kata Chandra dengan senyuman yang menggoda.


"Melakukan apa..."


tanya Ara malah dengan tertawa ringan.


"Katakan apa kau mau sekarang..."


kini Chandra malah memeluk Ara semakin erat.


"Melakukan apa sayang... aku tak mengerti..."


"Melakukan malam pertama kita...dan aku akan memulainya dari sini..."


kata Chandra sambil mengelap bibir Ara yang basah dengan jemarinya lembut.


Mendapatkan perlakuan seperti itu dari Chandra, jantung Ara terasa berdegub kencang, seketika lidahnya terasa kelu dan badannya seakan membeku. Ara diam seribu bahasa dan pandangannya menjadi sayu, karna wajah Chandra yang semakin mendekat ke wajahnya.


Hembusan nafas sudah menerpa wajah masing-masing, bibir keduanya sudah hampir menempel, tapi tiba-tiba Chandra terkesiap dan memundurkan kepalanya.


Ara yang terkaget spontan langsung berkata.


"Ada apa..."


"Mama dan papa kemari .."


kata Chandra sambil menunjuk monitor cctv.


ya ampun baru saja aku ingin memulainya kenapa mereka datang kesini....mengganggu sekali...


batin Chandra geram.


"Hehe...mereka kan memang sudah berjanji akan kemari lagi setelah bertemu dengan kliennya...apa kau lupa sayang.."


jawab Ara yang sekarang malah tersenyum penuh jenaka, dia tau betul Chandra sangat terganggu dengan kehadiran kedua orangtuanya.


"Haaiish..."


Chandra mendengus kesal lalu duduk lunglai di pinggiran ranjang.


"Haha...baiklah kalau begitu aku akan turun menemui mereka.."

__ADS_1


kata Ara malah tertawa melihat tingkah Chandra, dia segera turun untuk menemui mertuanya.


"Hay sayang...maaf kami baru kesini.."


sapa ramah Lilia sambil tersenyum.


"Ehh..apa kalian sudah mau tidur..."


imbuh Lilia saat baru menyadari sebagian lampu di rumah Ara sudah padam.


"Tak apa Ma... duduklah....emm tidak maa kami baru saja mematikannya..."


"Ya aku baru saja mau menaruh tubuhku di ranjang...aku sangat lelah....tapi tak apa aku sangat senang dengan kehadiran kalian..."


kata Chandra di bumbui dengan sedikit amarah dan tawa yang bercampur menjadi satu.


"Lebih baik kita segera pulang Ma...mungkin kita mengganggu sebuah acara penting di antara mereka..."


jawab Bima yang sudah mengerti tentang apa yang di rasakan Chandra.


"Acara....acara apa memangnya...kalian masih punya acara lagi malam ini.."


kata Lilia dengan polosnya.


"Ini Chandra.... kami kesini hanya ingin membawakan kalian makanan ini....ini makanan khas di kota klien kami...aku dan Mama mu sudah mencicipi nya tadi, rasanya sangat enak....dan aku pikir kau dan Ara akan suka...makanya kami mengantarkan sebagian untuk kalian...cobalah...kalian pasti juga lapar kan..."


kata Bima tak memperdulikan perkataan Lilia, dia malah menyodorkan sebuah kotak makanan pada Ara.


"Waaah terimakasih pa...dari baunya sepertinya ini memang lezat..."


kata Ara sambil mencium-cium bau makanan dari luar kotak.


"Hey katakan apa kalian ada acara lagi setelah ini..."


"Tak ada Ma... sungguh..."


jawab Chandra dengan expresi yang sulit di jelaskan.


Mama ini seperti tak pernah muda saja...


batin Chandra.


"Sudah...sudah Ayo Maa...aku sangat lelah ..lebih baik kita pulang sekarang ..mereka juga butuh istirahat ayolah ...."


kata Bima sambil menyeret Lilia untuk keluar, dia tak mau mengganggu acara malam pertama putra tercintanya yang pasti sudah sangat di tunggu-tunggu itu.


"Ara dan Chandra kami pulang dulu ya....teruskan acara kalian...makan itu dulu..itu pasti akan menambah tenaga untuk kalian...terutama kau Chandra... jangan mempermalukan papa ya..."


imbuh Bima lagi membisik di akhir kalimatnya, menatap tajam pada Chandra.


Di luar rumah Lilia terus saja bertanya pada Bima.


"Memangnya kau tau mereka mempunyai acara lagi setelah ini...acara apa...."


"Kenapa Mama ini masih bertanya sih...kita kan juga pernah muda...kenapa Mama masih bertanya..."


Sejenak Bima membiarkan Lilia terdiam berfikir, tapi hatinya yang geram dengan tingkah Lilia segera berkata lagi.


"Malam pertama Maa.."


Seketika Lilia yang mendengar perkataan Bima tertawa renyah.

__ADS_1


"Astaga...kenapa aku bisa melupakannya....kita pasti sudah mengganggu mereka ya tadi..."


kata Lilia sambil tertawa dan memeluk tangan Bima.


"Apa itu sama sekali tak ada di dalam fikiran Mama tadi..."


"Aku lupa sayang...sungguh tak terfikirkan sama sekali olehku..."


katanya masih dengan tawa sambil berjalan kembali ke dalam mobil.


Sementara di dalam rumah, Chandra yang mendengar tawa renyah dari Lilia segera berkata.


"Aku sudah menduga, pasti Mama dan papa sengaja datang untuk mengerjaiku..."


kata Chandra dengan raut wajah kesal.


"Mereka datang untuk membawa ini sayang... apa kau tak lihat ini...ini pasti sangat lezat..."


jawab Ara sambil membuka dan mencicipi sedikit makanan yang ada di hadapannya.


"Aku yakin tidak...itu hanya alasan mereka saja....dengarlah...bahkan Mama tertawa puas di luar sana...apa kau tak mendengarnya..."


kata Chandra lagi sambil terus memfokuskan telinganya mendengarkan suara Lilia.


"Sudahlah sayang...mereka kan sekarang sudah pulang... jangan berwajah kesal seperti itu...."


jawab Ara sambil tersenyum dan mengelus-elus dada bidang Chandra.


"Kenapa kau melakukan ini sayang...apa kau ingin meneruskan hal yang sempat tertunda tadi..."


kata Chandra yang kini memegang erat tubuh Ara dengan senyuman nakalnya.


"Lebih baik kau cicipi dulu makanan ini....ini sangat lezat sayang..."


jawab Ara yang kini malah menyodorkan makanan yang ada di tangan satunya.


"Sepertinya lebih lezat dirimu sayang...sungguh.."


Dengan gerakan cepat Chandra menaruh kotak makanan yang di bawa oleh Ara ke atas meja, dan dia segera menggendong tubuh Ara dalam dekapannya.


"Turunkan aku...aku bisa berjalan sendiri sayang...."


"Ini akan menghemat sedikit tenagamu sayang...simpan untukku nanti..."


kata Chandra dengan seringainya.


"Memangnya akan berapa lama kita malakukannya.. hingga aku harus menyimpan banyak tenaga ku..."


"Apa kau meremehkan ku...."


"Haha tidak...tidak...bukan seperti itu..."


suara tawa Ara terdengar sampai keduanya masuk ke dalam kamar.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2