Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Jaket


__ADS_3

"Hmm...Ara nama yang indah...tapi kalau tak salah kita pernah bertemu sebelumnya... dimana ya..."


kata Chandra mencoba mengingat-ingat.


"Ya...kita pernah bertemu di rumah sakit waktu itu..."


kata Ara dengan antusias.


"Rumah sakit..."


jawab Chandra penuh tanda tanya.


"Ya...waktu itu kau sedang mencari ayahmu yang baru saja kecelakaan..."


"Oh astaga.. ya....aku baru ingat...maaf waktu itu aku tak sempat berterimakasih padamu...aku sangat panik... aku takut terjadi sesuatu dengan papa ku .."


"Tak apa...tapi papamu tak kenapa-kenapa kan waktu itu..."


"Dia baik-baik saja hanya luka lecet di beberapa bagian tubuhnya saja...kalau kau kenapa waktu itu di rumah sakit..."


"Emm..aku mengantarkan temanku dia sedang sakit..."


Percakapan mereka terhenti karna ada seorang pelayan yang mengantarkan pesanan Ara.


"Emm..pesananmu sudah sampai... kalau begitu aku permisi dulu Ara...selamat makan.."kata Chandra sambil menunduk sopan pada Ara.


"kau mau kemana...makanlah..makanan ini cukup banyak aku tak mungkin menghabiskannya sendiri.."


kata Ara mencoba mencegah Chandra pergi.


"Sepertinya Enak...tapi maaf aku sudah kenyang...aku sudah menghabiskan beberapa porsi makanan tadi disana..."


kata Chandra dengan menunjuk salah satu meja.


"Aku rasa aku sudah kenyang melihat pria menyebalkan itu tadi...aku tak suka melihat wanita di lecehkan seperti itu....sungguh aku ingin menghajarnya tadi...tapi ya sudahlah..lupakan... aku permisi dulu ya...ada urusan yang harus aku selesaikan..."


kata Chandra dengan senyum hangatnya.


"emm..baiklah...terimakasih Chandra kau sungguh pria yang baik...semoga lain hari kita bisa bertemu lagi...sekali lagi terimakasih..."


Ara menundukkan kepalanya tanda terimakasih pada Chandra.


Dan Chandra pun segera menghilang dari pandangan.


"Dia pria yang baik...dari pakaiannya sepertinya dia juga cukup kaya..."


gumam Ara lirih sambil memakan camilan yang sudah dia pesan.


Setelah cukup lama memakan dengan santai camilan yang dia pesan, Ara segera keluar dari resto, berjalan-jalan untuk melihat berbagai pernak-pernik yang di jual disana.


"Sumpah... aku ingin membeli apapun yang aku lihat..."

__ADS_1


kata Ara sambil menggenggam tangannya kuat-kuat. Ara berusaha menahan dirinya untuk tak membeli apapun disana, dia harus berusaha berhemat untuk masa depan yang lebih baik.


"Sabar Ara....suatu saat nanti kau pasti akan membeli banyak pernak-pernik itu....kau hanya butuh kesabaran... menabunglah jika kau menginginkan sesuatu....kau pasti bisa..."


kata Ara mencoba menyemangati diri sendiri.


Tengah berjalan dengan santai di depan toko yang menjual berbagai macam accesories perempuan, tiba-tiba Ara di kejutkan dengan suara yang sangat dekat dengannya.


"Pakailah ini...ini akan sedikit menutupi tubuhmu....Dress ini tak baik jika kau gunakan untuk berjalan-jalan di tempat umum seperti ini....dress ini akan mengundang mata-mata pria keranjang yang suka menggoda wanita.... contohnya seperti tadi...."


kata Chandra yang sudah memakaikan jaketnya ke Ara dari arah belakang, dia kini memegang kedua bahu Ara dengan jaketnya.


"Maaf Ara...aku hanya mengingatkan...jangan mengundang kejahatan untuk dirimu sendiri...apalagi jika kau sendiri seperti sekarang.... pakailah ini....setidaknya akan sedikit menutupi tubuhmu dari dinginnya AC disini..."


imbuh Chandra kini tangannya sudah melepas jaket yang ada di bahu Ara.


"Emmm...kau masih ada disini..."


jawab Ara bingung namun tetap tersenyum, lalu Ara berusaha membetulkan posisi jaket untuk menutupi tubuh bagian atasnya.


"Ya aku akan pulang sekarang.... pakailah... jaket itu untukmu..."


kata Chandra sambil berjalan cepat dan berlalu pergi.


"Ehh tapi ini..."


kata Ara, tangannya berusaha melambai seakan ingin menarik Chandra yang sudah berjalan jauh di depannya.


Teriak Ara.


Teriakan Ara membuat Chandra yang sudah berjalan jauh menoleh pada Ara.


"Sampai jumpa lagi..."


kata Chandra dari kejauhan sambil menaikkan kedua alisnya dan tersenyum manis.


Ara tak dapat berkata apapun karna melihat Chandra yang semakin menjauh darinya, dia hanya memandang jaket yang kini berada di tubuhnya, lalu dengan segera Ara memakainya.


"Mungkin dia benar bukan pria tadi yang sepenuhnya salah...tapi aku telah menggodanya dengan pakaian ini...."


kata Ara lirih sambil memandang dress yang dia kenakan.


"Aku harus lebih memilah-milah lagi pakaianku...."


imbuh Ara lagi.


dia memang benar....dulu aku berpakaian seperti ini memang untuk memikat banyak pria yang aku temui...aku ingin mereka tergoda dan aku mendapatkan uangnya...sekarang aku tak boleh memakainya lagi...aku tak mau hal memalukan seperti tadi terulang lagi...


batin Ara sambil terus berjalan dan membenarkan jaket yang dia kenakan.


Ara pun pulang dengan cara yang sama yaitu mengendarai mobilnya.

__ADS_1


Di sebuah perempatan jalan mobilnya berhenti karna lampu merah, disana dia memandang lagi jaket yang dia kenakan.


Di bagian samping terdapat saku, Ara memasukkan tangannya disana berharap sesuatu tak di tinggalkan Chandra disana.


Dan benar saja tangan Ara memegang sebuah kertas, dia mengambilnya dan betapa kagetnya Ara karna melihat sebuah cek dengan nominal yang tak sedikit.


"Cek....apa dia sudah gila...menaruh cek dengan uang sebanyak ini hanya di sebuah jaket..."


kata Ara terkejut sambil terus memandang kertas di hadapannya, memastikan bahwa itu benar-benar cek dan milik dari Chandra.


"Aku harus mengembalikan ini....dia pasti mencarinya nanti...."


kata Ara lagi sambil merogoh di saku lainnya siapa tau Ara menemukan sesuatu lagi di dalamnya.


"Aku tak menemukan apapun lagi...bagaimana ini...dimana aku harus mengembalikannya...aku bahkan tak tau dimana rumahnya...aku tak tau apapun tentangnya...."


kata Ara yang mulai bingung.


Ara berusaha berfikir keras bagaimana cara menemukan lagi Chandra di kota sebesar ini. Ara bahkan tak tau apapun tentang Chandra dan siapa dia sebenernya. Yang dia tau hanya nama dan wajah yang tak mungkin dengan mudah dia lupakan karna ketampanannya.


panti asuhan....ibu asuh pasti tau informasi tentang Chandra....mereka pasti selalu menyimpan alamat dan apapun yang menyangkut tentang donatur disana bukan....semoga saja....semoga saja disana aku dapat menemukan informasi tentangnya...bagaimana pun aku harus cepat mengembalikan ini....dia pasti mencarinya...ini uang yang tak sedikit....dia pasti akan segera memakainya...lagi pula ceroboh sekali sih....cek sebesar ini hanya di kantongi di saku jaket.....hhuhh...


batin Ara yang mengingat kembali bahwa dia pernah bertemu Chandra sebagai donatur baru di panti asuhan. Dengan cepat Ara membelokkan mobilnya dan menuju ke panti asuhan.


"Astaga...aku tak boleh kesana dengan tangan kosong....anak-anak pasti menunggu kehadiran ku.."


kata Ara lagi dengan wajah bersedih.


Ara terbiasa pergi ke panti dengan membawa banyak makanan dan keperluan untuk anak-anak panti. Tapi sekarang Ara jarang datang kesana karna keadaan memaksanya untuk lebih berhemat.


Ara menepikan mobilnya, dia melihat lagi isi dompet yang dia bawa.


Ara menghela nafas panjang.


"Kini bahkan untuk membelikan oleh-oleh untuk panti saja aku masih harus berfikir ulang...."


kata Ara sedih melihat dompetnya yang tersisa beberapa lembar uang.


Akhirnya dengan uang yang tersisa pun Ara membelikan beberapa makanan yang akan dia bawa ke panti, juga beberapa mainan terbaru untuk anak-anak disana. Tak memperdulikan isi dompetnya, dia hanya berfikir bagaimana cara untuk segera mengembalikan cek yang sekarang dia bawa.


.


.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2