Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Kekasih


__ADS_3

Jodi baru saja tiba di sebuah hotel bintang 5 ternama di suatu kota, setelah sebelumnya dia berada di 3 kota yang berbeda untuk perjalanan bisnisnya.


"Taruh barang-barangku di kamar yang sudah aku pesan, aku ingin memakan sesuatu dulu sebelum beristirahat... "


"Baik tuan...apa perlu saya pesankan makanan ke kamar tuan..."


kata asisten pribadi nya yang bersama Jodi di dalam mobilnya.


"Tak perlu...aku ingin menikmati makanan langsung di restoran hotel ini...suruh Alron untuk segera beristirahat... kita akan melakukan perjalanan lagi besok siang..."


kata Jodi lagi, yang hanya di balas anggukan sopan oleh sang asisten.


Baru saja sampai di area restoran, Jodi sayup-sayup mendengar riuh para pengunjung yang mengumpati seseorang.


Ada apa di dalam...kenapa ribut sekali...hmm..aku jadi malas..aku akan memesan makanan ke kamar...


batin Jodi.


Masih ingin mengatakan keinginannya pada asisten pribadinya, bahwa dia tak berselera lagi makan di restoran tersebut. Tapi Jodi sekelebat melihat sosok wanita yang tak asing untuknya.


Sayup-sayup dia juga mendengar nama Ara di sebutkan oleh beberapa wanita.


Ara...ini di luar kota..tak mungkin dia berada disini...aku benar-benar sudah gila..aku bahkan mendengar namanya dimana-mana...


batin Jodi


Penasaran dengan apa yang terjadi didalam, Jodi segera saja masuk ke dalam restoran, bodyguard yang selalu mengelilinginya segera saja mengikuti Jodi masuk, takut-takut jika terjadi sesuatu pada tuannya di tempat gaduh seperti itu.


Jodi melihat sepasang kaki terkulai lemas di lantai, tengah menjadi pusat perhatian disana.


Kaki itu...


batin Jodi.


Tiba-tiba Jodi mengingat lagi malam-malam yang pernah di laluinya dengan Ara, dalam bayangannya bahkan dapat melihat dengan jelas detail setiap inchi bentuk dan lekuk tubuh milik Ara, dia pun yakin bahwa sepasang kaki itu benar-benar milik Ara.


"Amankan tempat ini..dia wanitaku..."


kata Jodi yang langsung di sambut dengan gerakan cepat para bodyguard yang mengelilinginya.


Jodi menatap para pengunjung yang sedang merekam betapa memalukannya keadaan Ara kala itu, melihat tatapan itu sang asisten pun dengan sigap tau apa yang di inginkan oleh tuannya, dia menyuruh beberapa bodyguard yang tersisa untuk menyita ponsel nakal yang sedang merekam Ara.


Para bodyguard Sam yang menyadari area restoran telah di kuasai oleh sang pengusaha bisnis terbesar di negaranya, segera bergerak mundur karna mereka yang kalah jumlah.


Sam yang sedang fokus melerai, juga Erlin yang sedang di liputi amarah, tak sadar dengan keadaan restoran yang mulai hening tanpa suara. Dia terus ingin memukul Ara tanpa ada rasa kasihan sedikit pun.


Jodi berjalan semakin cepat karna melihat tangan Erlin yang ingin melayangkan lagi pukulan pada tubuh Ara, dia segera memegangi tangan Erlin dan menggenggamnya dengan kuat.


**


Dan setelahnya Jodi berhasil menghentikan semuanya dan membawa Ara di dalam pelukannya.


"Panggil tim dokter sekarang..."


kata Jodi dengan nada tinggi sebelum benar-benar meninggalkan restoran.


Jodi terus saja merengkuh tubuh Ara dalam pelukannya selama mereka berada di lift, rupanya Jodi ingin membawa Ara menuju kamarnya.


"Kenapa kau menyelamatkanku tuan..."


kata Ara yang masih tak percaya ada Jodi di sampingnya.

__ADS_1


Lama tak menjawab, Ara mendongak melihat wajah Jodi.


wajahnya sungguh menakutkan ketika marah...


batin Ara lalu segera menunduk dan terdiam, enggan bertanya lagi karna dia takut dengan wajah Jodi yang sekarang.


Keduanya pun sampai di kamar Jodi.


Perlahan Jodi melepas pelukan tangannya pada Ara saat keduanya sudah memasuki kamar, Ara berdiri di samping ranjang sambil menyeka sisa air mata di pipinya, lalu melihat beberapa luka yang ada di sekujur tubuhnya.


Ara menatap lagi Jodi yang kini terdiam duduk di pinggiran ranjang, matanya menatap kesal ke segala arah.


"Tuan...kenapa kau menyelamatkan ku..."


kata Ara lirih sambil menatap Jodi.


"Kau fikir aku akan membiarkanmu di perlakukan seperti itu...."


jawab Jodi kini menatap kedua mata Ara.


"Kau bahkan tak melawan wanita yang memukulmu....apa aku akan diam saja melihatnya..."


imbuh Jodi lagi dengan wajah tak berpaling dari Ara.


Ara yang mendapat tatapan menakutkan dari Jodi tak bisa menjawab, dia malah menunduk dan terdiam ditempatnya.


Kini Jodi malah berdiri dan menghampiri Ara.


"Katakan...kenapa kau bisa berada disini..."


kata Jodi sambil memegang kedua bahu Ara.


"Katakan juga.. bersama siapa kau disini....apa kau sedang bersama seorang pria..."


"Jawab Ara....kenapa hanya diam saja..."


kata Jodi bertubi-tubi pada Ara, dia menggoyang-goyangkan bahu Ara dengan cukup kuat.


"Aku memang salah...aku bersama dengan suaminya.."


jawab Ara lirih masih dengan wajah tertunduk.


Seketika Jodi melepaskan bahu Ara.


"Jadi benar...kau telah bersama seorang pria disini..."


Ara pun Hanya mengangguk tanpa menjawab.


"Seharusnya kau berfikir Ara....jangan melayani seorang pria yang sudah beristri...inilah akibatnya...kau akan terluka sendiri..lihatlah tubuhmu kau terluka kau di permalukan...."


kata Jodi lagi sambil menunjuk wajah Ara.


"Banyak mata yang melihatmu tapi tak satu pun membela...mereka semua menghardikmu...Apa kau tak malu...setidaknya pikirkanlah dirimu..keselamatanmu..."


imbuh Jodi lagi.


"Lalu apa yang harus aku lakukan...ini pekerjaanku....ini sumber uangku....dari sinilah aku bisa hidup....apa lagi yang perlu aku fikirkan...aku memang wanita hina...aku suka menggoda pria...dan aku pantas mendapatkan semuanya..."


kata Ara dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Aku sendirian...Tak ada seorang pun yang peduli dengan kehidupanku......bahkan hidup pun tak pernah memberiku pilihan.."

__ADS_1


kata Ara lagi sambil menitikkan air mata.


Jodi pun hanya menatap air mata Ara yang mulai menetes, hatinya terasa tersayat mendengar setiap perkataan Ara.


"Terimakasih kau telah menolongku...kau sampai mengatakan aku sebagai kekasihmu...bukankah itu adalah hal yang cukup memalukan mengakui wanita hina seperti ku sebagai kekasih...sedangkan kau adalah pria yang slalu di segani dan di hormati.."


kata Ara menatap Jodi masih dengan air matanya.


"Sekarang katakan.. imbalan apa yang pantas aku berikan padamu...."


kata Ara kini menatap Jodi lekat.


Jodi pun dengan hati yang tersayat mengatakan dengan lirih pada Ara.


"Kau..."


Tiba-tiba Air mata Ara semakin menetes deras.


"Ternyata semua pria sama saja....mereka hanya menginginkan tubuhku tak lebih dari itu..."


kata Ara sambil berbalik berjalan ke arah pintu.


Ara berhenti sejenak lalu berkata.


"...biarkan aku pulih....lalu aku akan menggantinya untuk beberapa malam bersamamu..."


lalu Ara berjalan lagi semakin cepat untuk keluar kamar.


Jodi dengan langkah cepat segera meraih tubuh Ara dan memeluknya dari belakang.


"yang ku inginkan kau...bukan sebagai wanita malam....bukan sebagai wanita sewaan ku...tapi sebagai kekasihku...jadilah kekasih ku....maka tak akan ada lagi yang bisa menyakitimu....tinggalkan pekerjaanmu...aku yang akan menghidupimu...mencukupi segala kebutuhanmu...hanya aku...hanya aku pria yang akan ada di setiap harimu....itu imbalan yang aku inginkan darimu...."


kata Jodi dengan mata berkaca-kaca, dia membalikkan tubuh Ara lalu menatapnya.


"Kau mau kan...melakukan semuanya untukku..aku sungguh tak ingin kau bersama pria lain lagi...karna aku tak bisa lepas dari bayang-bayangmu...kau selalu ada dalam fikiran dan hatiku...aku ingin selalu dekat denganmu...aku mencintaimu Ara...aku ingin kau hanya menjadi milikku..kau mau kan menjadi kekasihku..."


Tak percaya dengan semua yang di katakan Jodi di hadapannya, Ara yang baru pertama kali menerima pernyataan cinta dari seorang pria hanya bisa terdiam, air matanya mengalir semakin deras lidahnya kelu untuk berbicara dan tak terasa Ara tiba-tiba memeluk Jodi dengan eratnya, dan Jodi pun juga membalas pelukan Ara dengan erat mengelus dan mencium rambut Ara berkali-kali.


Klik...pintu terbuka dan terlihatlah Alron yang masuk dan berkata,


"Apa yang terjadi Paman kenapa kau memanggil dokter kesini...kau...."


ingin berkata lagi tapi seketika Alron terdiam melihat sang Paman yang tengah memeluk seorang wanita dengan dress yang sudah berantakan.


Mendengar seorang yang masuk seketika Ara melepas pelukannya dan menoleh.


d....d....dia wanita di malam itu....kenapa dia bisa ada disini....


batin Alron dengan mata membulat sempurna.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2