
Hari demi hari Ara lalui sebagai seorang ratu di rumah Adam, semua keinginannya selalu terpenuhi bahkan sebelum di minta.
Adam selalu memanjakannya dengan seluruh harta yang dia punya.
Tapi meskipun Adam telah memberikan akses Ara unuk menggunakan seluruh uangnya, untuk keperluan pribadi Ara maupun keperluan yang lainnya, Ara tak serta Merta menggunakan uang Adam untuk berfoya-foya.
Kebiasaan Ara yang satu itu sudah Ara tinggalkan sejak lama, saat ini tinggallah Ara yang selalu ingin hidup sederhana meskipun dengan harta yang melimpah ruah.
Ara bahkan sering menolak jika Adam ingin mengajaknya untuk berbelanja baju, dress atau apapun untuknya, dia selalu berkata bahwa masih banyak pakaian yang belum terpakai di lemarinya, dia tak mau membeli banyak barang yang nantinya tidak akan terpakai.
Memang benar meski sudah 1 bulan tinggal di rumah Adam, hanya dua puluh persen pakaian yang telah terpakai di lemarinya. Sisanya masih baru dan belum pernah tersentuh oleh tangan Ara.
Sekretaris Liu telah membelikan Ara banyak sekali pakaian baru, dengan berbagai model dan warna, lemari Ara sudah seperti sebuah toko pakaian yang menyediakan berbagai macam model, semuanya tergantung rapi dan selalu terjaga kebersihannya.
Pagi itu Ara tengah berjalan-jalan di sebuah taman di dalam istananya. Dia menciumi banyak bunga yang menurutnya mengeluarkan bau yang harum.
"Nona...saya mohon jangan lakukan itu...nanti tangan nona bisa terkena duri ataupun ulat yang menempel disana..."
kata seorang pelayan yang setia mengekor di belakang Ara. Dia bertugas untuk mengikuti Ara kemanapun dan menjaga Ara.
Sebenarnya taman di rumah Adam selalu di bersihkan dan di jaga dengan baik, dan tak akan mungkin ada ulat disana karna tukang kebun selalu mengeceknya dengan teliti. Tapi pelayan Ara tak mau mengambil resiko untuk dirinya, dia mungkin bisa di hukum oleh sekretaris Liu hanya karna tangan Ara yang tertancap duri atau pun gatal terkena sebuah serangga.
"Tenanglah...tak akan ada ulat disini...aku hanya ingin mencium bau bunga ini...baunya sangat membuatku tenang... warnanya juga indah.."
kata Ara dengan santainya tak memperdulikan pelayan yang sedang menghawatirkannya.
"Apa kau ingin bunga itu di taruh di kamar sayang...aku akan memesannya untukmu jika kau suka dan menginginkannya .."
kata Adam yang tiba-tiba ada di ujung taman dia mendengar pembicaraan Ara dan pelayannya.
"Sayang...apa kau tidak bekerja hari ini..."
kata Ara yang seketika menoleh mendengar suara Adam.
"Tidak...hari ini aku tidak ke kantor...memangnya kenapa..."
jawab Adam sambil berjalan mendekati Ara.
"Lalu kenapa kau tadi pagi-pagi sekali sudah bersiap dan pergi...."
kata Ara memicingkan matanya pada Adam.
"Aku tak pergi sayang...aku hanya ke ruang kerjaku dan memimpin rapat secara online...hari ini aku ingin menemanimu..."
"Benarkah..."
kata Ara berbinar senang, meskipun di dalam rumah Adam memiliki segala fasilitas yang sangat lengkap, tapi Ara kadang merasa bosan dan bingung ingin melakukan hal apa ketika Adam sudah pergi bekerja.
Ara hanya ingin bersama Adam, karna hanya di sampingnya saja bisa membuat Ara nyaman meskipun seharian tak melakukan apapun.
Adam melihat ke arah para pelayan tanpa mengatakan apapun, tapi pelayan yang selalu mengikuti Ara dan mengikutinya mengerti arti tatapan Adam, yang menginginkan mereka untuk pergi.
Adam selalu tak mau di ganggu jika sudah bersama Ara, dia juga tak mau ada pelayan di sekitarnya yang hanya akan membuat Ara tak nyaman dan malu untuk bertingkah manja padanya.
"Duduklah sayang .."
kata Adam yang sekarang sudah duduk di bangku taman, dia menepuk bangku di sebelahnya.
Kini keduanya juga sudah tak sungkan lagi memanggil sayang dan juga kadang melontarkan kata romantis ataupun saling menggoda jika sedang bersama.
__ADS_1
Ara langsung saja berlari kecil dan mendekati Adam.
"Sayang jangan lakukan itu...bagaimana nanti jika ada bayi di dalam perutmu...itu bisa berbahaya sayang..."
kata Adam dengan wajah paniknya.
"Astaga sayang...sudah aku katakan aku belum hamil..bahkan aku baru saja mendapatkan menstruasiku bulan ini...jangan berlebihan seperti itu..."
kata Ara dengan wajah masam dan duduk di samping Adam.
"Maaf sayang...aku hanya khawatir denganmu..aku takut terjadi sesuatu padamu dan calon anakku nanti.."
kata Adam dengan menangkupkan tangannya di wajah Ara.
mendengar perkataan Adam, seketika Ara berfikir bahwa Adam benar-benar menginginkannya anak darinya, perasaan takut tak bisa segera memberikan keturunan untuk Adam membuat Ara bertanya.
"Sayang...bagaimana jika aku tak segera hamil..apa kau akan meninggalkanku"
"Hey...apa yang kau katakan..aku tak akan pernah meninggalkanmu sayang...aku pasti akan menunggu dan menunggu dan terus berusaha setiap malam tentunya..."
jawab Adam dengan bercanda dia sama sekali tak ingin membuat Ara sedih.
"Haha...apa kau selalu menginginkan itu setiap malam..."
kata Ara yang seketika tertawa karna perkataan Adam.
"Tentu saja sayang... apa lagi yang aku inginkan darimu jika bukan itu..."
jawab Adam sekarang malah menyusup di leher Ara, wajahnya tertutup oleh kerudung panjang Ara.
"Sayang...bukankah ini kerudung yang sudah kau pakai kemarin...apa kau tak mempunyai kerudung lain...kita belanja ya nanti...ganti dengan model lain atau warna lain..."
imbuh Adam lagi, dia mencium aroma tubuh Ara di kerudung yang baru di pakainya pagi itu.
"hmmm..baiklah jika kau suka...aku akan menyuruh Liu mencari kerudung yang sama persis dengan jumlah yang banyak agar kau bisa menggantinya..."
"Aku mohon jangan berlebihan sayang...banyak sekali baju dan kerudung yang belum aku pakai.... aku mungkin ingin mengirimnya sebagian untuk ibu Alma..."
"Aku tak berlebihan sayang...aku hanya ingin yang terbaik untukmu..."
kata Adam sambil mengecup pipi Ara.
"Lakukan apapun yang kau suka sayang...belikan ibu Alma dan juga ayah...juga saudara
-saudaramu disana..."
imbuh Adam lagi sambil memeluk Ara gemas dan menciumi aroma tubuh Ara.
"Benarkah...."
"Ya sayang...apapun itu asalkan kau suka..."
"Terimakasih sayang..."
kata Ara sambil mengecup bibir Adam secepat kilat.
Perlakuan tiba-tiba Ara itu sangat di sukai oleh Adam, dengan cepat pula Adam membalasnya dengan kecupan yang cukup lama.
Ciuman itu terlepas, keduanya tersenyum dengan bahagia dan saling memandang.
__ADS_1
"Nanti malam aku akan mengajakmu ke acara peresmian gedung terbaruku...kau mau kan..."
kata Adam sambil mengusap bibir Ara yang masih basah.
"Tentu saja...aku akan mengikuti kemana pun kau pergi... siapa saja yang akan hadir disana memangnya..."
tanya Ara.
"Banyak sayang...tentunya para pengusaha dan juga istri dan suami-suami mereka...aku turut mengundangnya juga..."
"Baiklah kalau begitu...itu berarti aku tak akan menjadi perempuan satu-satunya disana..."
"Itu tak akan terjadi sayang...karna aku juga tak ingin kau menjadi pusat perhatian disana...juga tak akan aku biarkan siapapun menyentuhmu kecuali atas ijin dariku..."
"Tapi sayang..."
kata Ara, dia tiba-tiba mengingat lagi pekerjaannya dulu sebagai wanita malam, Ara takut jika mungkin salah satu kliennya dulu datang dan mengenalinya, dia tak mau mencoreng nama Adam disana sebagai seorang pemimpin yang telah menikahi bekas wanita malam.
"Aku tak bisa hadir..."
imbuh Ara lagi.
"Kenapa sayang...apa yang tiba-tiba membuatmu berubah fikiran.."
jawab Adam sambil menatap Ara lebih dekat.
"Sejujurnya dulu aku bukanlah wanita baik Adam...aku takutt......"
Adam tiba-tiba menaruh satu jarinya di bibir Ara.
"Aku sudah tau semua...tak perlu kau membahasnya lagi disini...aku tak akan mengundang mereka di dalamnya..meski beberapa dari mereka mengenal dekat keluargaku..."
"A..apa... kau sudah tau semua tentangku..."
kata Ara yang cukup terkejut dengan perkataan Adam, pasalnya Ara belum pernah bercerita tentang siapa dirinya dulu.
"Aku sudah tau semua Ara...semuanya tentang dirimu tanpa terkecuali..."
kata Adam dengan senyumnya.
"Darimana kau tau sayang..."
tanya Ara masih dengan nada yang sama.
"Liu...."
jawab Adam singkat.
Adam memang sebelum menikah telah menyuruh Liu untuk menyelidiki seluruh kehidupan Ara. Waktu itu Adam cukup terkejut tentang siapa Ara sebelumnya, tapi rasa cintanya pada Ara telah membuatnya buta dan tetap menjadikan Ara sebagai istrinya dan ratu dalam istananya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...