Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Kesempatan kedua


__ADS_3

"Jodi..."


sapa Rianti pada Jodi yang sedang duduk termenung di kamarnya.


"Maa...Mama dari mana..."


jawab Jodi sambil melihat sekilas Rianti yang tiba-tiba datang dan langsung duduk di ranjangnya.


"Mama membawa berita yang sangat baik untukmu sayang...kau pasti akan senang mendengarnya..."


kata Rianti dengan mata berbinar.


"Memangnya apa maa..."


jawab Jodi asal, sama sekali tak tertarik dengan perkataan Rianti.


"Ini tentang Ara..."


Seketika Jodi menatap serius pada Rianti, berharap segera mendapatkan berita yang di janjikan Rianti.


Melihat antusias Jodi, Rianti segera saja berkata.


"Ara sudah tak memiliki suami sekarang sayang...dan itu mungkin akan menjadi kesempatan baik untukmu..."


"Apaaa.... memangnya kemana suaminya maa...dia meninggalkan Ara..."


jawab Jodi kini malah dengan emosi, tak rela jika saja ada seorang pria yang menyia-nyiakan Ara.


"Kau tau kan bahwa Ara adalah anak panti asuhan...kau dulu juga sempat membantunya untuk mencari ibu kandungnya kan..."


"Ya aku tau maa...sekarang jawab aku dulu..kemana suami Ara..apa dia meninggalkannya..."


jawab Jodi dengan tidak sabar.


"Dengarkan Mama dulu sayang...baru nanti mama akan menjawabnya..."


kata Rianti kesal sendiri dengan Jodi.


"Hmm..baiklah..."


"Katakan.. kau dulu sempat membantu menemukan ibu kandungnya kan..."


"Ya...dari mana Mama tau.."


"Tak penting mama tau darimana...katakan kenapa dulu kau tak bisa menemukan ibu kandungnya..."


tanya Rianti dengan wajah penasaran.


"Tak ada satupun orang yang tau mengenai barang yang di tinggalkan orangtua kandung Ara...orang-orang yang aku undang hanya ingin mendapatkan uang dengan mengaku-ngaku... meski nama mereka juga sama dengan nama ibu kandung Ara...memangnya kenapa sih maa...apa hubungannya dengan suami Ara.... Sekarang jelaskan padaku...kemana dia...kenapa dia meninggalkan Ara..."


kata Jodi semakin tak sabar karna pertanyaan Rianti yang tak tentu arah.


"Sabar dulu sayang...Mama ingin tau kenapa kau dulu tak bisa menemukan ibunya...tapi sekarang Ara sudah menemukan ibu kandungnya..."


"Benarkah...bagaimana bisa..bahkan Ara sudah menganggapnya tiada...atau mungkin suaminya yang membantunya menemukan ibu kandungnya..."


jawab Jodi cukup terkejut karna Ara yang sudah menemukan Aisyah ibunya. Dia cukup heran pasalnya dulu dia dan Ara sudah mencari di seluruh penjuru negeri dengan nama Aisyah tapi tak satu pun mengenal batu gioknya dengan benar.


"Dia adalah mertuanya sendiri..."


kata Rianti dengan tersenyum.

__ADS_1


"Maksud Mama..."


jawab Jodi semakin bingung menatap Rianti.


"Ya...ibu kandungnya adalah mertuanya sendiri Jodi...dengan kata lain Ara tak sengaja menikah dengan adiknya sendiri..."


"Apaaa..."


jawab Jodi dengan berteriak kaget.


"Bagaimana itu bisa terjadi...kenapa mereka bisa sampai menikah...apa mertuanya tak tau bahwa Ara adalah anaknya..."


imbuh Jodi lagi memberondong Rianti dengan banyak pertanyaan.


"Mama sendiri tak tau Jodi kenapa itu bisa sampai terjadi...Mama tau semua dari salah satu temannya..."


kata Rianti, bayangan nya kembali saat dia di rumah sakit setelah bertemu dengan Ara di taman.


**


Rianti yang di tinggalkan sendiri di taman dengan penuh pertanyaan yang belum terjawab oleh Ara. Dia segera mengikuti langkah Ara dan Heni dengan diam-diam, awalnya dia penasaran dimana ruangan Ara disana di rawat.


Tapi rasa penasarannya karna pertanyaannya yang belum terjawab, dimana suami Ara sebenarnya, membuat Rianti mendekati ruangan Ara. Berharap dia bisa mendengar tentang suatu apapun mengenai pembicaraan Ara dan Heni di dalam.


Lama tak mendengar apapun kejelasan tentang Chandra, Rianti pun mengurungkan niatnya untuk mengetahui lebih tentang kehidupan Ara sekarang.


aku tak mau terlalu ikut campur dengan kehidupan Ara...lebih baik aku pulang sekarang...


batin Rianti, sudah berjalan menjauh dari ruangan Ara.


Tapi baru beberapa meter berjalan, Rianti mendengar pintu kamar Ara terbuka, dan keluarlah Haris darisana. Muncullah sebuah ide Rianti untuk bertanya padanya, akhirnya dia mengikuti langkah Haris.


kata Rianti memanggil Haris yang berjalan ke arah kamar mandi.


"Saya teman Ara Tante...ada apa..."


jawab Haris sambil menoleh ke arah Rianti yang ada di belakangnya.


"Aku hanya ingin bertanya...sebenarnya ada apa dengan Ara...kenapa dia terlihat sedih...apa terjadi sesuatu pada suaminya..."


"Maaf tapi sebelumnya Tante ini siapa... saya tak pernah melihat Tante sebelumnya..."


kata Haris menatap serius wajah Rianti, mengingat lagi apakah dia pernah bertemu dengannya.


"Mmh...saya mengenal baik Ara...tapi saya tak tau apa yang sekarang terjadi padanya... saya hendak bertanya tapi takut kalau saya salah bicara dan malah menyakiti hatinya...dia terlihat sedih..jika anda mungkin mengetahui sesuatu tentangnya.. tolong ceritakan pada saya..."


kata Rianti yang berpura-pura menjadi orang yang dikenal baik oleh Ara.


"Tapi saya tak memaksa Anda...jika pun Anda tak mau menceritakannya tak apa... saya akan langsung bertanya padanya..."


imbuh Rianti lagi dengan wajah memelasnya.


"Oh tidak....jangan bertanya apapun padanya... itu hanya akan membuatnya bertambah sedih jika mengingatnya..."


jawab Haris, dia ingat betul pesan Heni yang tak memperbolehkannya untuk bertanya tentang Chandra yang nantinya hanya akan membuat Ara bertambah sedih.


"Kalau begitu ceritakan pada saya..kemana suami Ara..hingga dia terlihat bersedih seperti itu..."


jawab Rianti dengan wajah antusias, dia ingin segera mendapatkan jawaban tentang kesedihan Ara.


"Suaminya adalah teman baik saya...dia tak pergi kemanapun...tapi yang membuat Ara sedih adalah karna suaminya ternyata adalah adik kandungnya sendiri...itu berarti pernikahan mereka tak boleh terjadi kan...sedangkan mereka sudah saling jatuh cinta...aku pun tak tau apa aku sanggup jika berada di posisi mereka sekarang..."

__ADS_1


jawab Haris dengan wajah sedih.


"Apaaa.... bagaimana itu bisa terjadi..."


jawab spontan Rianti yang terkaget.


"Saya juga kurang faham tentang itu Tante...tapi sepertinya Ara adalah anak dari Tante Lilia yang sempat hilang dulu..."


kata Haris getir dengan kalimatnya.


"Astaga..jadi itu yang membuat Ara sedih..."


"Iya Tante itu yang saya tau..."


"Baiklah...terimakasih ya...karna Anda sekarang saya jadi tau semua...saya akan menjaga perasaannya jika bertemu dengan Ara lagi..."


kata Lilia tersenyum lega karna telah mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya, sekaligus senang karna itu berarti ada kesempatan lagi untuk Jodi mendekati Ara.


aku harus segera menemui Jodi...dia harus tau tentang berita ini...masih ada kesempatan untuk dia kembali pada Ara...


batin Rianti semangat karna dia mendapatkan kembali cara untuk membuat Jodi menjadi seperti sedia kala, Rianti ingin anak satu-satunya yang dia miliki bahagia menjalani hidupnya.


setelah dari rumah sakit itu pun Rianti langsung menuju ke Villa privat Jodi dan memberitahukan semuanya.


**


"Sayang...temuilah Ara...ini bisa menjadi kesempatan untukmu mendekati Ara lagi..."


kata Rianti dengan bersemangat.


"Mama benar...tapi maa...Ara sudah membenciku...bahkan dia tak mau lagi bertemu denganku...aku melihat sorot kebencian dari matanya untukku..."


kata Jodi dengan wajah sedih di akhir kalimatnya.


"Mungkin tidak untuk sekarang sayang...karna dia sudah tau semua yang di lakukan oleh papamu... dia sudah tau semuanya..."


"Benarkah maa...apa Mama yang memberitahunya..."


kata Jodi dengan expresi yang sulit di tebak, antara sedih, senang, bingung dan malu.


"Iya sayang...Mama sempat berbicara dengan Ara tadi pagi... Mama menceritakan semuanya...Temuilah dia...setidaknya beri dia semangat untuk menjalani hari...agar dia tak terpuruk seperti sekarang... aku yakin lama-lama hubungan kalian akan kembali seperti dulu..."


kata Rianti penuh harap.


"Baiklah..aku akan mencobanya maa..."


jawab Jodi dengan sedikit wajah ragu, karna pertemuannya dengan Ara di pagi itu membuatnya takut Ara akan bereaksi sama seperti saat itu.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2