Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Mulai terbiasa


__ADS_3

Setelah keterkejutan Ara di hari itu, dia kini mulai terbiasa dengan kehidupan barunya. Meski kadang Ara selalu saja menolak bantuan para pelayan yang hendak membantunya dalam segala hal.


Para pelayan selalu saja mengatakan akan di hukum sekretaris Liu jika tak melakukan pekerjaan yang sudah di tugaskan untuk mereka, itu yang membuat Ara seketika menerima bantuan dari para pelayan.


Sekretaris Liu sendiri adalah sekretaris pribadi Adam yang sudah bersama Adam sejak kecil, dia telah bersumpah setia untuk Adam selama hidupnya, membantu segala yang di butuhkan nya. Untuk itu pula Liu sangat hafal dengan segala tingkah Adam, dia bahkan sudah bisa menebak apa yang di inginkannya meski hanya dengan tatapan mata. Itu karna Liu sudah bersama Adam sejak mereka kecil, dia di latih untuk mengabdikan hidupnya dan hidup di samping Adam selama masa hidupnya. Karna Adam adalah satu-satunya generasi penerus keluarga Mustofa, kakeknya selalu ingin yang terbaik untuk Adam, dia ingin Adam tumbuh sebagai pemimpin yang baik dan mampu meneruskan perjuangan sang Kakek.


Liu sendiri juga berdarah Arab, terlihat dari postur tubuh dan wajah yang menandakan ciri khas bangsa Arab, terutama di bagian hidungnya yang mancung seperti milik Adam.


Nama Liu sendiri adalah nama yang Adam berikan padanya sewaktu kecil, Adam lebih suka memanggilnya Liu karna menurut Adam itulah nama yang mudah dia ingat dan juga mudah dia ucapkan setiap saat.


Kembali lagi pada Ara, kini dia sedang berada di kamarnya, tiba-tiba para pelayan datang dan berkata pada Ara.


"Kami akan membantu nona bersiap-siap..."


kata salah seorang pelayan pada Ara.


"Bersiap-siap untuk apa mbak...saya tak akan pergi kemana pun..."


"Tuan Adam menyuruh kami untuk menyiapkan nona...dan mendandani nona secantik mungkin...tuan Adam juga sudah memilihkan gaun untuk nona malam ini..."


"Apa dia tak mengatakan dia akan mengajakku kemana..."


"Tidak nona...beliau hanya menyuruh kami untuk itu..."


selalu ada yang membuatku tercengang dengan kehidupan Adam...setiap hari aku selalu di buat heran dengan segala kebiasaannya... dan ya...Sekarang apalagi yang akan dia lakukan..semalam ini dia akan mengajakku kemana...


batin Ara hanya menurut saat para pelayan mulai menggiringnya ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya perlahan.


disini aku sudah seperti seorang ratu..tanganku tak di biarkan bekerja meski hanya membersihkan tubuhku sendiri...aku sungguh terlena dengan kehidupan baruku ini...setiap hari aku hanya berharap semua ini bukanlah mimpi yang akan berakhir ketika aku bangun..


batin Ara sambil melihat para pelayan yang sedang membersihkan tubuhnya.


Tubuh Ara telah bersih, seorang pelayan pun keluar dan membawakan Ara sebuah gaun yang masih tergantung rapi.


"Apa ini pilihan Adam untukku..."


kata Ara yang terkaget dengan sebuah gaun yang di bawakan oleh pelayan.


"Iyo nona...tuan Adam yang memilihnya..."


Dari situ pun Ara faham bahwa Adam tak akan membawa Ara kemanapun, Malam ini Adam menginginkan Ara karna gaun yang di pilih Adam adalah gaun dengan kain super tipis yang dapat memperlihatkan seluruh lekuk tubuh Ara.


"Apa tuan Adam tak mengatakan apapun setelahnya..."


tanya Ara pada para pelayan, dia penasaran apakah benar apa yang sedang dia fikirkan tentang Adam.


"Tidak nona...beliau tak berpesan apapun lagi... "


Lagi-lagi Ara hanya bisa menurut dengan segala kemauan Adam, meski kadang dia bisa mengelak tapi Ara lebih memilih untuk menurut karna apa yang di inginkan Adam selalu membuatnya nyaman dalam hal apapun.

__ADS_1


Ara di bantu untuk berdandan oleh beberapa pelayan, rambutnya di tata dengan rapi, dia bahkan juga di berikan parfum dengan bau yang sangat lembut dan wangi, pelayan bilang bahwa itu adalah parfum pilihan Adam untuknya.


Ara pun telah selesai, seluruh pelayan pergi lalu tak lama kemudian datanglah Adam, dia berkata lirih di depan pintu yang masih bisa di dengar oleh Ara.


"Tinggalkan kami malam ini...aku akan memanggil kalian jika aku membutuhkan sesuatu..."


Setelahnya Ara hanya mendengar suara banyak langkah sepatu yang menjauh dari kamarnya.


Adam berbalik dan menatap Ara penuh senyuman.


senyuman itu...yang membuat hatiku selalu berdesir saat melihatnya...


batin Adam melihat Ara yang cantik dengan dandanannya, tak seperti biasanya Ara yang selalu memakai kerudungnya meski di dalam rumah, malam ini Adam menginginkan Ara dengan penampilan tanpa kerudungnya, Adam ingin melihat kecantikan Ara dengan rambut panjangnya.


Dugaan ku benar...pasti malam ini Adam menginginkanku...dia suamiku..bagaimanapun aku harus siap.... dan untuk menggodanya mungkin aku masih ingat keahlianku yang dulu...


batin Ara tersenyum geli di akhir kalimatnya.


" Kau cantik sekali Ara..."


kata Adam mulai mendekati Ara.


"Apa kita akan melakukannya sekarang..."


kata Ara lirih sambil menundukkan kepala malu.


kata Adam dengan penuh kelembutan.


"Benarkah...lalu kenapa kau menyuruhku untuk bersiap dan berpakaian seperti ini malam ini..."


kata Ara cukup terheran.


"Haha...aku hanya ingin melihatmu dengan rambut panjangmu ini Ara...dan untuk masalah pakaian ini... maaf jika kau tak nyaman...kau boleh menggantinya sekarang..."


kata Adam malu dan tertawa ringan.


"Bagaimana jika aku juga menginginkannya sekarang..."


kata Ara lirih sambil tersenyum menggoda.


Ara tau bahwa Adam sebenarnya menginginkan Ara malam ini, tapi Adam tak sanggup mengatakannya, untuk itu Ara berniat untuk menggodanya dengan keahliannya.


"Benarkah...."


jawab Adam dengan wajah berbinar.


"Lalu kapan lagi...ini bahkan sudah lebih dari 2 Minggu pernikahan kita kan...aku benar-benar menginginkannya Adam..."


kata Ara dengan suara manja.

__ADS_1


Dan kata-kata Ara memicu sesuatu yang mendadak bergejolak di dalam tubuh Adam, tanpa berkata lagi Adam segera membopong tubuh mungil Ara ke ranjang besarnya.


Adam mulai mencium perlahan bibir Ara, mereka cukup lama beradu disana, sementara tangan Adam sudah menggerilya mencoba menemukan sesuatu yang dia sukai di tubuh Ara.


Nafas keduanya berpacu dengan sesuatu yang sudah lama mereka tahan, terutama Ara tubuh nakalnya mulai menemukan sesuatu yang pernah menjadi rutinitasnya, membuat Ara bergerak semakin panas di bawah tubuh Adam.


Adam menarik selimut mencoba menutupi tubuh keduanya, dan malam itu hanyalah terlihat selimut yang bergerak kesana kemari mengiringi irama keduanya, suhu ruangan pun menjadi hangat karna aktivitas keduanya.


setelah selesai dengan beberapa babak, Adam akhirnya menyerah dan melepaskan sesuatu yang sudah bergejolak di bawah sana.


Ara menghela nafas panjang menandakan tugasnya malam ini sebagai istri telah selesai dengan sempurna.


Tubuhnya yang telah lama tak pernah melakukannya terasa amat lelah, Ara tiba-tiba tertidur masih dalam pelukan Adam yang bahkan masih berusaha mengatur nafasnya.


terimakasih sayang...kau sungguh luar biasa...haha...bisa-bisanya dia tidur saat baru saja menyelesaikan semuanya...


batin Adam sambil tersenyum menatap Ara, dia mengecup kening Ara, lalu dengan perlahan menaruh kepala Ara di sebuah bantal.


Waktu pun berlalu, Cukup lama Ara tertidur, matanya tiba-tiba mengerjap, dia mencari sosok Adam tapi tak ada di ranjangnya, mata Ara mulai menyusuri kamarnya, ternyata dia melihat Adam yang baru saja selesai melakukan sholat malam.


aku ketiduran... berapa lama aku tertidur...Adam sampai sudah selesai melakukan sholatnya...


batin Ara


Melihat Ara yang sudah terbangun dari tidurnya, Adam tersenyum dan menghampirinya.


"Terimakasih sayang untuk malam ini....mandilah..bersihkan tubuhmu...aku sudah menaruh kertas berisi do'a dan semua tata cara mandi yang benar disana... kau bisa mandi sendiri kan...aku tak mau para pelayan tau apa yang telah kita lakukan....ini adalah rahasia kita bukan....atau kau ingin aku yang memandikanmu....dengan senang hati aku akan melakukannya...."


kata Adam dengan panjang lebar tak mengijinkan Ara untuk menjawabnya.


"Aah ya...aku akan mandi sendiri..aku bisa.."


kata Ara segera bangkit dari tidurnya.


bisa beda urusannya jika Adam yang membantuku mandi nanti...


batin Ara sudah ingin mengambil posisi berlari menuju kamar mandi.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2