Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Terluka


__ADS_3

"Tunggu Ara...ada apa sebenarnya...apa yang membuatmu tak nyaman denganku...katakan..."


kata Chandra yang mencegah Ara pergi dengan tangannya.


"Kau pria baik Chandra...untuk itu aku tak ingin terlalu dekat denganmu.."


Kata Ara langsung pada intinya.


"Memangnya kenapa...setidaknya beri aku alasan kenapa kau terus menghindar..."


"Karna aku tak bisa Chandra..."


kata Ara mengibaskan tangan Chandra dan kembali berjalan menuju mobilnya.


"Ara tunggu...aku hanya ingin berteman denganmu Ara...apa itu sulit untukmu..."


Seketika Ara berhenti, dan menoleh ke arah Chandra.


"Benarkah....aku tak yakin...teman tak akan mengirim sarapan setiap pagi Chandra apa lagi sampai mengikuti kemana pun aku pergi..."


Kata Ara dengan menaikkan kedua alisnya.


"Sungguh aku tak mengikutimu Ara aku tadi hanya kebetulan lewat dan aku melihatmu..makanya aku menunggumu disini...aku hanya ingin mengobrol denganmu...apa itu salah..."


"Aku tak yakin...karna kau selalu tau dimana pun aku berada...itu bukan sebuah ketidaksengajaan kan..."


"Aku tak berbohong Ara sungguh..."


"Sudahlah Chandra aku tak ingin kita berteman...kau pria baik...tak baik jika berteman dengan wanita sepertiku yang mungkin bisa membawa pengaruh buruk untukmu..."


kata Ara sambil berlalu pergi meninggalkan Chandra yang bahkan masih berbicara.


Di dalam mobil Ara melajukan mobilnya, dia menitikkan air matanya.


Ara seakan tak rela menolak kedekatan dengan pria baik seperti Chandra, dia tak tega menyakiti pria seperti Chandra. Tapi Ara juga tak ingin hubungannya semakin dekat dengan Chandra yang akan membuat dia kemungkinan akan jatuh cinta lagi suatu saat nanti.


maaf Chandra...kau terlalu baik untukku...aku tak bisa terus dekat denganmu. aku takut...aku takut jatuh cinta lagi....dan terjatuh lebih sakit lagi....aku tak mau menyakiti pria baik sepertimu...berteman atau tidak...lebih baik aku menghindari kedekatan kita...perhatianmu terlalu berlebih buatku....aku hanya seorang wanita hina yang tak pantas bersanding dengan siapapun....


batin Ara dengan deraian air mata.


Sementara Chandra yang masih berada di parkiran mobil hanya bisa memandang Ara yang berlalu meninggalkannya begitu saja.


"Sebenarnya ada apa dengan Ara...dia sulit sekali untuk di dekati...penolakanmu ini semakin membuatku ingin mendekat denganmu Ara..."


kata Chandra lirih.

__ADS_1


*


Semakin penasaran dengan diri Ara, sore itu selepas menyelesaikan pekerjaannya, Chandra segera mengunjungi rumah Ara, dia membawa berbagai makanan dan camilan untuknya.


"Ntah kenapa aku semakin ingin dekat dengannya...dia semakin membuatku tertarik...bagaimana pun aku harus kesana sekarang... aku ingin tau alasannya kenapa dia menjauh dariku.."


kata Chandra sambil membawa bungkusan menuju mobilnya, dia segera melajukan mobilnya mengunjungi rumah Ara.


Chandra telah sampai di jalanan depan rumah Ara, kebetulan saat itu pagar rumahnya sudah terbuka, Chandra pun dengan mudah masuk ke dalam dan memarkirkan mobilnya tepat di halaman rumah Ara.


"Tumben sekali pagar rumahnya tak terkunci...apa dia lupa menguncinya...atau dia sedang keluar rumah..."


Chandra berjinjit melihat pintu rumah Ara yang bahkan juga terbuka.


"Tapi dia sepertinya ada di dalam...lihat saja pintunya juga terbuka...emm...apapun alasannya terimakasih Tuhan...kau telah memudahkan ku untuk bertemu Ara...aku bisa langsung masuk ke rumahnya..."


kata Chandra dengan senang hati, dia segera berjalan dan menekan bell pintu disana.


Lama tak keluar Chandra melihat ke segala arah, ruang tamu Ara tampak berantakan.


"Ini barang belanjaan Ara tadi...kenapa semua di biarkan berantakan seperti ini..."


kata Chandra selangkah masuk ke ruang tamu Ara.


"Permisi....Ara....Ara...."


"Sebenarnya kemana dia...apa dia sedang ada di luar rumah...tapi kenapa membiarkan pintu rumahnya terbuka seperti ini...teledor sekali..."


Tak ingin di sangka buruk oleh Ara, jika saja dia melihat Chandra tiba-tiba berada di dalam rumahnya, Chandra segera keluar ingin menunggu Ara sampai pulang.


"Lebih baik aku menunggu di mobil saja..."


Hendak keluar dari ruang tamu, sekelebat Chandra melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, Chandra dengan gerak cepat kembali menoleh, dia melihat beberapa tetes darah di lantai .


Seketika Chandra terbelalak dan langsung menghampiri bercak itu, mengikuti tertesan darah yang semakin lama semakin banyak tercecer di lantai.


Beberapa langkah dari sana Chandra melihat sebuah balok kayu yang berlumuran darah, Chandra yang khawatir dengan keadaan Ara, segera membuka pintu yang ada di hadapannya, dan betapa kagetnya dia saat mendapati Ara sedang tergeletak tak sadarkan diri dengan kepala yang berlumuran darah.


Chandra melemparkan begitu saja bungkusan di tangannya, lalu segera mendekati Ara.


"Ara....Ara...kau kenapa... siapa yang telah melakukan ini semua..Ara....Ara...aku mohon bangunlah..."


kata Chandra sambil merengkuh tubuh Ara dan menggoyangkan-goyangkan tubuhnya.


Dirasa Ara tak akan bangun dan dalam keadaan yang serius, apalagi Chandra melihat darah terus mengalir dari kepalanya, dia segera membawa Ara menuju ke rumah sakit seorang diri.

__ADS_1


Telah sampai di rumah sakit, Chandra segera membawa Ara ke ruang UGD dan Ara segera di bawa masuk oleh petugas medis disana, mereka tak memperbolehkan Chandra untuk masuk serta, Chandra pun dengan cemas menunggu di ruang tunggu.


Siapa yang telah melakukan ini semua pada Ara....kayu itu...Ara pasti di pukul dengan itu...ruang tamunya yang berantakan... ini semua pasti adalah perampokan...


batin Chandra menduga-duga.


Chandra segera mengambil ponselnya yang berada di mobil, dia menghubungi orang suruhannya untuk menyelediki apa yang telah terjadi pada Ara.


Chandra juga menghubungi pihak polisi untuk membantunya menemukan orang yang telah menyakiti Ara.


Baru saja selesai membuat perintah sekaligus laporan pada polisi, Chandra di kagetkan dengan panggilan seorang dokter yang menangani Ara.


"Permisi Tuan...".


" Ya....bagaimana keadaannya dok..."


"Nona mempunyai luka di kepalanya.. sepertinya terjadi karna pukulan benda tumpul.. membuat luka yang cukup serius di bagian kepala belakang....tapi tidak perlu khawatir saya sudah mengeceknya.. tulang tengkorak dan jaringan otaknya semua baik-baik saja...kita tinggal menunggu nona sadar...saya telah memberinya obat dan memindahkannya ke ruang rawat inap VIP sesuai permintaan Anda tuan...Anda sudah bisa melihatnya..."


"Syukurlah jika dia baik-baik saja...tapi kapan dia akan sadar dokter..."


"Secepat tuan....saya harap begitu..."


"Baik terimakasih dokter..."


Sang dokter hanya menganggukkan kepalanya, lalu segera berlalu pergi meninggalkan Chandra.


Chandra segera berjalan menuju kamar dimana Ara berada.


Dia mendekati Ara dan menggenggam tangannya,


"Siapa yang telah melakukan ini padamu Ara...akan aku pastikan mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal..."


kata Chandra sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2