
dia lagi...kenapa aku bertemu dengan pria menyebalkan ini lagi sih...dan dia selalu datang di saat hatiku sedang kacau...
batin Ara yang hanya melirik sekilas pada Haris.
" Aku tak pernah melihatmu lagi setelah kejadian hari itu...biasanya kau selalu terlihat di berbagai hotel yang aku singgahi...kau menghilang bak di telan bumi...sekarang kita bertemu disini.. dan lagi-lagi kau menangis..."
kata Haris semakin mendekati Ara, kedua tangannya santai berada di kedua saku celananya.
"Maafkan aku Ara...hari itu aku tak bisa berbuat apapun... aku tak bisa membantumu..."
kata Haris dengan wajah penuh rasa bersalah.
Mendengar kalimat Haris, Ara kembali teringat akan kejadian dimana dia dirundung oleh istri dari Sam dan di permalukan di depan umum. Lalu dia juga mengingat lagi bagaimana Jodi datang dan menyelamatkan hidupnya saat itu.
Ntah kenapa ingatan itu malah membuat Ara semakin terselimuti amarah.
hari itu dia menyelamatkanku... dia melindungiku....dia juga menebusku...dengan caranya dia membuatku untuk mencintainya...dia bagai malaikat tanpa sayap yang datang dan mengubah hidupku...tapi kini dia menghilang dan mencintai wanita lain...sial..semua lelaki memang sama saja...
batin Ara semakin bertambah kesal.
"Hey...apa kau mendengarkanku...."
kata Haris mengkibas-kibaskan tangannya di depan wajah Ara yang terlihat sedang melamun.
"Bisakah kau pergi dari sini sekarang...aku benar-benar tak menginginkan kehadiranmu disini.."
kata Ara dengan wajah tanpa expresi.
"Bagaimana aku bisa pergi... club ini milikku..."
kata Haris dengan bangga.
Seketika Ara memandang Haris dengan wajah kagetnya.
astaga club ini miliknya...pantas saja dia selalu ada disini setiap kali aku berkunjung.... rupanya aku yang telah salah memilih tempat...
batin Ara.
"Kau bisa memesan apapun yang kau mau disini...anggap saja sebagai permintaan maafku waktu itu yang tak bisa membantumu.."
kata Haris mencoba akrab.
"Tak perlu aku bisa membayarnya.."
jawab Ara dengan wajah masam.
"Tak apa katakan apa yang kau mau...lagi pula akhir-akhir ini club ku lumayan ramai...aku mendapatkan cukup banyak uang...ya inilah sumber uangku satu-satunya setelah aku di pecat dari tuan Sam..eh iya kau belum menjawab pertanyaanku...kemana kau selama ini...apa kau juga di keluarkan dari rumah bordil itu gara-gara masalah dengan tuan Sam..."
kata Haris yang sekarang sudah duduk di hadapan Ara.
__ADS_1
ehh... dia di pecat dari pekerjaannya...
batin Ara.
"k..kau di pecat tuan Sam karna aku..."
kata Ara terbata karna tenggorokannya terasa masih sesak dengan air mata, tapi dia sangat penasaran dengan penuturan Haris barusan.
"Tentu saja tidak...Tuan Sam tak pernah lagi membahas tentangmu semenjak malam itu....dia memecatku karna dia bangkrut, dia kehilangan banyak saham, juga menurunnya segala usaha jual beli atau apapun yang dia punya...dan pada akhirnya dia memecat satu persatu bodyguardnya...termasuk aku salah satunya..."
kata Haris sambil menyesap sebatang rokok di tangannya.
"Jadi tuan Sam sekarang tak memiliki apapun... lalu bagaimana dengan Erlin istrinya..."
jawab Ara yang semakin penasaran, juga merasa bersalah atas kejadian itu. Ara selalu berfikir bahwa Ara lah yang bersalah atas semua yang terjadi di hari itu.
"Ya....mereka bercerai tepat saat tuan Sam bangkrut...orangtua Erlin yang memaksa mereka untuk berpisah... mereka tak mau anaknya jatuh miskin karna bangkrutnya tuan Sam...ya begitulah kehidupan orang-orang kaya...mereka sangat naif...banyak yang mendekat hanya karna uang...kadang mereka tak benar-benar tulus mencintai karna hati...tapi mereka cinta karna uang..uang dan uang...mereka fikir hidup akan dengan mudah di jalani hanya dengan uang...tapi mereka salah...uang tak bisa membeli apapun saat mereka sedang dalam keadaan terpuruk seperti itu..."
kata Haris panjang lebar dengan pandangan kosongnya.
"Maaf mungkin aku salah satu dari penyebab itu semua...maafkan aku..."
kata Ara dengan meminum lagi anggur di tangannya, Ara mengingat lagi sejak hari itu juga hidupnya berubah, dan sekarang Ara merasa hidupnya semakin rumit karna ulah Jodi.
Mungkin ini semua juga hukuman untukku...aku penyebab hancurnya rumah tangga Erlin...dan kini aku di tinggalkan oleh orang yang aku cintai.... Tuhan telah menghukumku...
Batin Ara.
kata Haris yang terdengar malah meledek.
"Haaahh....hidupku tak semudah yang kau lihat...ya mungkin clubmu ini memang salah satu tempatku melepas penat... atau mungkin malah menambah penat dengan hadirnya kau di hadapanku..."
kata Ara dengan wajah malas menatap Haris dengan tatapan sinis.
"Atau mungkin kau telah di tinggalkan oleh kekasih kayamu itu...Tuan Jodi...dia meninggalkanmu dan kau frustasi lalu menangis di clubku ini..."
kata Haris lagi, berkata bahkan sebelum Ara selesai dengan kalimatnya.
"Siial....kau benar-benar pria yang menyebalkan...pergi kau dari sini..."
kata Ara cepat dengan penuh amarah.
"Haha..maaf-maaf ...aku akan segera pergi...aku fikir kau akan bercerita tentang masalah hidupmu... Kau tau sedikit banyak jika ada yang mendengar curahan hatimu pasti akan membuatmu lega...karna itu yang selalu aku lakukan...aku akan lega jika bercerita pada orang lain...tapi jika kau butuh waktu sendiri maka aku akan segera pergi...".
jawab Haris malah tertawa tanpa rasa bersalah.
" Aku hanya ingin tanya satu hal...apa kau memang selalu banyak bicara seperti ini jika bersama orang lain...aku heran kenapa pria sepertimu sangat banyak bicara...aku saja lelah mendengarnya. "
kata Ara yang kini tersenyum menjengkelkan dengan menatap tajam pada Haris.
__ADS_1
"Haha...oke-oke aku akan pergi...lebih baik secepatnya sebelum singa seperti kau menerkamku nanti..."
kata Haris sudah berdiri dan ingin melangkah.
"Pesanlah apapun yang kau mau...semua gratis untukmu malam ini...".
imbuh Haris lagi sambil berlalu pergi, dan Ara hanya menjawab dengan senyuman tipis nya.
Belum benar-benar hilang dari pandangan Ara, Haris terdengar menyapa seseorang, Ara yang sudah terlanjur malas dengan segala kejahilan Haris tak memperdulikan apapun yang di lakukan nya, dia kini meneguk lagi anggurnya.
Terdengar Haris tengah bertegur sapa dengan seseorang, dia terdengar membicarakan banyak hal dengan orang tersebut. Ara yang kembali tenggelam dalam fikirannya kembali menitikkan air mata, dia memang ingin menangis sampai dirinya puas sampai hatinya lega dan segala amarahnya terkuras habis dengan air mata yang dia keluarkan.
Tengah berada dalam fikirannya sendiri, tiba-tiba Ara yang sedang melamun di kejutkan dengan sebuah tangan yang sudah menepuk bahunya pelan.
" Ara kau disini juga....kau kenapa... apa kau baik-baik saja..."
kata Chandra yang tiba-tiba ada di hadapan Ara.
Mata Ara yang basah karna banyaknya airmata, tak bisa melihat dengan jelas tangan siapa yang menyentuhnya, Ara menyeka dan mencoba mengerjapkan matanya. Dari situ Ara dapat melihat bahwa Chandra lah yang kini ada di hadapannya.
"C...Chandra..."
kata Ara terkaget.
"Ya..kau masih ingat aku kan...apa kau baik-baik saja.."
jawab Chandra dengan semakin mendekatkan wajahnya pada Ara.
"Jadi kalian saling mengenal..."
kata Haris yang berada di belakang Chandra.
"Loh kau juga mengenal Ara..."
tanya Chandra pada Haris dengan wajah heran.
astaga...aku benar-benar salah memilih tempat...aku menginginkan waktu untuk sendiri...untuk membuang segala penat di hidupku... tapi kenapa aku malah bertemu dengan kedua pria ini...ntah harus bersyukur atau bersedih karna Chandra ada disini...sungguh aku ingin sendiri sekarang... aku tak ingin ada siapapun...
Batin Ara menatap keduanya dengan menghela nafas dalam.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....