
Hingga saat dimana Chandra berada di sebuah resto di sebuah pusat perbelanjaan. Kala itu Chandra baru saja bertemu dengan seorang kliennya, mengurus sebuah perjanjian kerjasama dengannya.
Perjanjian telah selesai di laksanakan, Chandra kala itu memegang sebuah cek hasil dari perjanjian kerja tersebut. Klien pun berlalu dan tinggallah Chandra sendiri di mejanya, memakan makanan yang tersisa.
Kala itu dia melihat 2 orang pria yang sedang duduk berhadapan tepat di baris meja yang sama.Tanpa sengaja Chandra mendengar pembicaraan keduanya tentang seorang wanita malam, mereka bahkan menunjuk-nunjuk ke arah sang wanita.
Chandra yang penasaran segera menoleh ke arah tersebut dan disana terdapat Ara sedang duduk seorang diri.
Samar-samar Chandra mengingat kembali wajah Ara saat malam dimana dia mengambil kesuciannya.
"Kenapa dia ada disini sendirian..."
kata Chandra lirih sambil memakan camilan di mejanya.
"Wajahnya masih tetap sama seperti dulu....tapi dia terlihat lebih cantik saat berada di dalam ruangan terang seperti ini..."
Chandra pun turut memperhatikan Ara dari kejauahan, dia mengagumi kecantikan Ara.
Sebenarnya Chandra selalu ingin mendekati Ara, meminta maaf padanya, rasa bersalahnya selalu mendorong dia untuk melakukan semua itu.
Tapi ketika dia melihat Ara yang selalu berganti-ganti pasangan setiap bertemu dengannya. Hati Chandra merasa semua yang telah dia lakukan hanyalah sebatas kesenangan belaka, dia juga berfikir telah membayar untuk semua itu, termasuk membayar keperawanan Ara yang telah dia renggut.
Dia juga sering melihat Ara dengan tersenyum cerah, Chandra melihat senyum itu sebagai kebahagiaan Ara menjadi seorang wanita malam, seakan dia sangat menikmati pekerjaannya yang sekarang.
Untuk itu Chandra mengurungkan niatannya untuk meminta maaf pada Ara apa lagi bertanggung jawab atasnya.
Tengah asyik memperhatikan Ara, tiba-tiba seorang pria yang berada di hadapan Chandra menghampiri Ara, dia melihat dan juga mendengar semua percakapan keduanya dari mejanya.
Dari situ Chandra mendengar bahwa pria itu adalah pelanggan lama Ara, dia juga mengetahui dari percakapan itu bahwa Ara telah berhenti menjadi wanita malam.
Pria itu terus menggoda Ara dan sangat berharap Ara mau melayaninya lagi. Melihat dan mendengar semua itu hati Chandra seakan tak terima. Dan dari pandangan Chandra dia melihat Ara sangat tak nyaman, bahkan menurutnya Ara di rendahkan di hadapan orang banyak dengan menggoda tanpa rasa malu.
Dari situ rasa bersalah Chandra kembali muncul, juga rasa ingin melindungi Ara. Dia seakan kembali merasa bersalah dengan di rendahkan nya Ara disana.
Chandra pun menghampiri keduanya dan mengusir pria yang mengganggu Ara. Disitu Chandra berpura-pura tak mengenal Ara, mereka berkenalan dan berbicara cukup banyak.
Setelah berhasil mengusir pria pengganggu itu, Chandra berpamitan pergi. Dia berniat untuk pulang, karna dia fikir membantu Ara mengusir pengganggu itu sudah bisa menebus kesalahannya, melindungi Ara di depan umum.
Tapi ntah kenapa setelah melihat dan berbicara dekat dengan Ara hatinya merasa tertarik untuk lebih dekat dengannya. Chandra pun berinisiatif untuk mengikuti Ara, dia melihat Ara yang berjalan di ikuti oleh pria pengganggu tadi, bahkan banyak pandangan dari banyak pria disana tertuju pada Ara, Chandra berfikir itu semua karna pakaian yang di kenakan Ara terlalu terbuka dan memperlihatkan tubuh indahnya.
Chandra yang tak ingin Ara di goda lagi, dia segera menghampiri Ara dan memberikan jaket yang ia kenakan untuk menutupi bagian tubuhnya yang terbuka. Tapi sebelumnya dia sengaja menaruh sebuah cek di saku jaketnya, berharap cek itu bisa membawanya bertemu dengan Ara lagi.
Tak dapat di bohongi dia sangat tertarik pada Ara, apalagi saat mengingat lagi malam yang pernah dia lalui bersama Ara membuatnya semakin ingin mengenal Ara lebih jauh lagi.
Dan benar saja cek itu membawanya bertemu lagi dengan Ara, bahkan membawanya bertemu dengan Lilia yang langsung suka dengan Ara di awal pertemuannya karna di nilai Ara adalah wanita yang baik dan sopan.
__ADS_1
Sementara Ara yang kala itu tengah patah hati karna Jodi, perhatian yang di berikan oleh Chandra mampu membuatnya melupakan Jodi bahkan segala yang Chandra lakukan padanya mampu membuat Ara jatuh cinta. Hingga saat ini keduanya sudah berada dalam ikatan cinta yang kuat yaitu sebagai pasangan suami istri yang saling mencintai.
**
"Jadi kau menikahiku untuk bertanggung jawab atas itu...atau kau benar-benar mencintaiku..."
tanya Ara dengan wajah yang sulit di artikan.
"Aku benar-benar mencintaimu Ara...sungguh...tapi aku juga ingin bertanggung jawab atas kesucianmu yang telah aku renggut malam itu...maafkan aku...aku harap setelah kau tau semua tentang ini kau masih mau berada di sampingku... bagaimana pun aku harus jujur...aku tak mau ada rahasia di antara kita meski aku tak tau kau bisa memaafkanku atau tidak..."
jawab Chandra kini dengan mata yang berkaca-kaca.
Ara tak menjawab, dia kini malah tersenyum cerah pada Chandra.
"Apa kau memaafkan ku..."
kata Chandra menatap penuh harap pada istrinya.
jadi dia pria di malam itu....dia suamiku sendiri...pantas saja aku seperti merasakan sesuatu yang sama tadi malam...aku bahkan memimpikannya lagi...sungguh aku tak menduga...dan sekarang aku semakin kagum dengannya....dia ingin bertanggung jawab untuk malam itu....itu sama sekali bukan kesalahannya...terimakasih Tuhan...kau sungguh mengirim malaikat untuk pendamping ku...
batin Ara sambil memandang Chandra.
"Untuk apa kau minta maaf sayang...itu bukan salahmu...aku yang telah menjual tubuhku...kau tak salah apapun...tapi terimakasih sungguh aku tak pernah menemui pria sepertimu...semua pria yang telah menyewaku hanya butuh dengan tubuhku...tapi tidak dengan kau sayang...kau bahkan ingin bertanggung jawab untuk sesuatu yang sama sekali bukan salahmu..."
kata Ara sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Chandra.
"Bukan kau sayang...tapi aku sendiri yang memilih untuk jatuh dalam dunia itu..kau jangan menyalahkan dirimu sendiri atas semua itu..."
kata Ara masih dengan tersenyum cerah.
"Tapi aku merasa semua itu salahku sayang..."
"Sudahlah sayang...aku tak mau kau menyalahkan dirimu atas semua itu.."
"Jadi apa kau memaafkan ku..."
"Apa yang perlu di maafkan kau tak salah...karna jujur aku selalu terbayang-bayang malam itu..karna aku tak pernah merasakan rasa yang luar biasa seperti malam itu...dan sekarang ternyata kau adalah pria misterius itu yang sudah menjadi suamiku...aku senang karna sekarang aku bisa merasakannya setiap hari mungkin.."
kata Ara sekarang malah tertawa ringan.
Seketika Chandra tersenyum lebar dan berkata.
"Terimakasih sayang...tentu...tentu kau akan merasakannya kapan pun kau mau...tapi maaf setelah ini aku akan pergi sebentar.. aku ingin mengambil laptop dan beberapa berkasku di rumah...aku akan bekerja dari rumah untuk beberapa hari ke depan..apa kau mau ikut..."
jawab Chandra yang sekarang sudah berdiri dan mencium kening Ara.
__ADS_1
"Benarkah...janji ya..."
jawab Ara dengan antusias.
"Ya sayang...aku berjanji..."
jawab Chandra dengan mengacungkan dua jarinya.
"Jadi bagaimana apa kau mau ikut ke rumah..." imbuh Chandra lagi.
"Aku mencintaimu sayang.."
kata Ara sambil mencium kedua pipi Chandra.
"Emm...sepertinya aku akan di rumah saja...aku mau membereskan kamar sayang...mungkin lain kali aku akan ikut..."
imbuh Ara.
"Baiklah kalau begitu aku pergi sekarang ya...ada berkas yang harus segera aku kerjakan..."
"Mmm...hati" di jalan ya...cepat pulang... "
kata Ara dengan senyum menggoda.
Dan Ara pun mengantarkan Chandra sampai di depan rumah, sampai mobil Chandra hilang dari pandangan.
Setelahnya Ara segera masuk dan naik ke lantai atas memasuki kamarnya, baru ingin mulai membersihkan lilin-lilin kecil di lantai kamarnya, sekelebat dia melihat sebuah mobil terparkir di depan rumahnya lewat monitor cctv dikamarnya.
Ara mencoba melihat lagi dengan jelas, dia berjalan menuju jendela kamarnya.
it...itu bukannya mobil Jodi...untuk apa dia kesini...
batin Ara dengan jantung yang berdebar tak karuan.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....