Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Salah sangka


__ADS_3

Mentari masih malu-malu menampakkan diri, tapi Ara sudah terbangun dari tidurnya. Dia baru saja selesai membersihkan dirinya, rambutnya bahkan masih basah dan masih di balut handuk dengan sempurna.


Ara memegang perutnya yang sudah mulai terasa lapar.


" Aku terbiasa sarapan pagi... di jam segini bahkan cacing-cacing di perutku sudah meminta makanan...hmmm...baiklah...baiklah...aku akan memasak sesuatu sebentar lagi...bersabarlah..."


kata Ara seakan tengah berbicara pada pasukan cacing di perutnya.


Ketika membuka pintu kamar, Ara mencium bau makanan yang tercium sangat lezat, aromanya bahkan seketika membuat perutnya berbunyi.


"Astaga...apa aku terlalu lapar hingga membuat penciuman di hidungku ini menjadi mengada-ada... aku mencium bau lezat...padahal tak ada makanan apa pun di dapur kemarin..."


kata Ara sambil menepuk-nepuk dahinya.


Ara lalu terus berjalan menuju dapur, dan alangkah terkejutnya Ara ketika sudah ada Chandra disana yang sedang memasak steak daging barbeque di dapurnya.


"K...kau....sejak kapan kau ada disini..."


kata Ara terbata karna terkejut.


"Hay....selamat pagi...kau bangun juga rupanya.... sini..cicipi makanan ini..kau pasti lapar kan .."


kata Chandra dengan senyum cerahnya yang seketika membuat hati Ara berdesir saat melihatnya.


aura pria ketika sedang memasak ternyata lebih terlihat tampan ya....


batin Ara sambil menatap Chandra tanpa berkedip.


"Halllo...apa kau mendengarku...rupanya kau terpesona dengan wajahku ya..."


kata Chandra menggodai Ara, karna Ara yang tak berkedip dan bergerak sedikitpun.


"Ah...mm...tidak..."


Kata Ara tersipu malu karna ketahuan melihat Chandra.


" oh ya...katakan padaku... sejak kapan kau berada disini....bagaimana kau bisa masuk ke rumahku..."


kata Ara berusaha membuat wajah malunya menjadi wajah yang kesal.


"Kau terpesona denganku kan...katakan saja tak usah malu..."


kata Chandra lagi tersenyum menggoda.


"Jawab aku Chandra...bagaimana kau bisa masuk..."


Jawab Ara berusaha mengalihkan pembicaraannya.


"Kau lupa... mereka kan berkerja untukku...bagaimana mungkin mereka tak membukakan pintu untukku..."


kata Chandra dengan tersenyum bangga.


Ara tak menjawab dia hanya bernafas panjang karna mendengar fakta yang memang benar adanya.


"Sudahlah...sekarang ayo...cobalah ini..aku khusus membuatnya untukmu..."

__ADS_1


kata Chandra sambil menyodorkan sepiring steak daging buatannya.


"Mmm...aku gak yakin ini enak...memangnya kau biasa memasak ..."


kata Ara berusaha menggoda Chandra, sebenarnya Ara sejak tadi memang sudah tergiur dengan steak daging itu, karna aromanya saja sudah membuat Ara merasa semakin lapar.


"Mana bisa atau kalau tidak mencoba...apa perlu aku suapin sekalian...dengan senang hati akan aku lakukan jika kau mau.."


" Tak perlu aku bisa memakannya sendiri..."


Dan Ara pun mulai menyuapkan steak daging di mulutnya, Seketika matanya terpejam karna merasakan makanan yang lezat di dalam mulutnya. Chandra pun bisa melihat wajah Ara yang terlihat menikmati makanan buatannya, membuat Chandra Seketika juga tersenyum puas.


kenapa dia begitu cantik jika sedang makan seperti ini...


batin Chandra sambil menopang wajahnya dengan kedua tangannya.


"Enak kan..."


"Boleh aku makan lagi..."


tak menjawab Ara malah menusuk satu lagi daging steak di hadapannya.


"Makanlah sesukamu...habiskan semuanya..."


aku benar-benar suka saat melihat dia makan seperti ini...wajahnya semakin manis jika sedang mengunyah makanan seperti sekarang...


batin Chandra lagi masih tak merubah posisinya.


Dan pagi itu Ara dan Chandra memakan menu sarapan yang sama, juga di tempat yang sama pula. Ara sampai merasa kekenyangan karna terlalu banyak steak yang dia makan.


kata Ara dengan tersenyum puas.


"Dengan senang hati aku akan mengajarimu Ara...aku pun bersedia memasaknya setiap hari untukmu..."


"Tak perlu...kau bisa terlambat bekerja nanti...jika setiap pagi harus memasak disini..."


"Tenang saja...ini masih pagi... aku tak akan terlambat.."


"Lalu katakan kenapa kau sepagi ini ada di rumahku...apa pelayan di rumahmu sedang pulang kampung..."


"Tentu saja tidak...aku hanya ingin memulai hari dengan melihat wajahmu...itu saja tak ada alasan lain...dan ya...aku ingin kau merasakan masakan dari tanganku...siapa tau itu bisa membuatmu jatuh cinta padaku..."


kata Chandra di iringi tawa ringan, sementara Ara juga membalas dengan tawa juga tanpa mau menjawab perkataan Chandra.


"Ya sudah...sekarang katakan padaku...kapan kau memulai berjualan online lagi..."


imbuh Chandra lagi


"Hari ini...aku akan mulai hari ini...oh ya terimakasih ya untuk semua dana yang sudah kau berikan padaku berupa barang-barang itu...aku sungguh akan menggantinya nanti..."


"Tak perlu... aku ihklas membantumu...tak perlu sungkan jika kau membutuhkan sesuatu lagi...katakan padaku...aku akan segera memberinya untukmu..."


jawab Chandra ringan karna dia tau Ara sekarang tak memiliki apapun setelah kejadian perampokan yang menimpanya, semua uangnya habis tak tersisa.


"Aku juga akan membantumu untuk berjualan...temanku banyak..mereka akan membeli padamu jika membutuhkan sesuatu... aku sudah memberikan akun sosial mediamu pada mereka..."

__ADS_1


"Tak perlu berlebihan Chandra... bantuanmu sungguh sudah lebih dari cukup... aku takut tak bisa membalas semua kebaikanmu nanti..."


"Sudahlah Ara...aku sungguh tak meminta balasan apapun darimu...aku ihklas membantumu..."


Percakapan mereka pun terus berlanjut, sampai Chandra berangkat menuju kantornya.


Sementara Ara pagi itu semakin bersemangat menjalani harinya, ntah kenapa kehadiran Chandra membuat hatinya bahagia, dia juga senang karna bisa merasakan steak daging yang menurutnya sangat lezat.


Tanpa Ara sadari, Ara mulai berharap kehadiran Chandra disisinya.


Ara juga mulai nyaman dengan setiap perangai Chandra yang selalu membuatnya tertawa.


Ara pun kembali memposting berbagai barang dagangannya, dan benar saja Ara mendapatkan banyak orderan dari nomor-nomor yang tidak Ara kenal, bahkan orderan nya rata-rata berjumlah banyak dan cukup membuat Ara kewalahan.


Tapi itu semua tak membuat Ara lelah, Ara malah menjalaninya dengan senang hati, dia berfikir bisa segera mengganti semua uang Chandra dengan banyaknya orderan yang masuk.


Tepat 2 Minggu setelah hari itu, Ara memberanikan diri untuk menghubungi nomor ponsel Chandra, dia meminta untuk bertemu dengannya di suatu tempat saat malam tiba.


Telah sampai keduanya di tempat yang sudah di tunjuk oleh Ara, kala itu Chandra datang lebih dulu karna terlalu bersemangat akan ajakan Ara.


"Hey..kau sudah datang...maaf ya...rupanya aku yang terlambat..."


sapa Ara yang langsung duduk di hadapan Chandra.


"Tidak...aku baru saja datang..tenanglah tak perlu seperti itu..."


kata Chandra dengan tersenyum cerah.


"Kita bertemu hampir setiap hari...tapi rupanya kau masih ingin berdua denganku malam ini...atau kau mulai merasakan rindu padaku...katakan tak perlu sungkan...sungguh aku akan senang mendengarnya..."


imbuh Chandra lagi dengan senyum menggoda.


Dia begitu berharap Ara mulai bisa menerimanya dan mulai mencintainya, selama ini Chandra memang tak pernah menghubungi Ara dengan ponselnya, dan inilah yang Chandra tunggu-tunggu yaitu Ara menghubunginya atas kemauannya sendiri, Chandra berfikir jika Ara menghubunginya itu artinya Ara mulai bisa menerima kehadirannya dan membutuhkannya. Dan tak di ragukan lagi mungkin Ara juga mulai menaruh rasa padanya.


"Bukan begitu Chandra... aku hanya ingin mengembalikan sebagian uangmu...aku sudah berjanji kan akan mengembalikan semua padamu..."


kata Ara dengan santai.


Chandra yang mendengar perkataan Ara seketika senyumnya menciut.


aku kira dia mengajakku bertemu karna mulai rindu padaku...


batin Chandra dengan rasa kecewa.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2