
Ara tak dapat menjawab apapun, karna memang benar adanya. Karna Jodi lah dia menjadi takut untuk jatuh cinta lagi. Dia takut di tinggalkan lagi oleh pria yang dia cintai.
Jodi adalah cinta pertama Ara, sebelumnya dia tak pernah mencintai seorang pria pun dalam hidupnya.
Dan Cinta pertamanya membuat pengalaman buruk dalam kehidupannya, untuk itu Ara menjadi trauma dan tak ingin lagi mengenal pria dalam hidupnya.
"Jika memang itu semua alasanmu untuk menolakku menjadi kekasihmu kau salah besar Ara....aku bukan Jodi...aku Chandra...kita adalah 2 orang yang berbeda....dia memang telah meninggalmu...tapi tidak denganku...aku berjanji aku akan selalu ada di sampingmu...dan aku tak akan pernah meninggalkanmu..."
kata Chandra yang melihat Ara terdiam. Chandra memegang kedua pipi Ara untuk menatap lekat wajahnya.
"Aku mohon percayalah... aku tak akan meninggalkanmu...beri aku waktu untuk membuktikan keseriusanku padamu...kau mau kan..."
kata Chandra lagi.
Seakan melihat sebuah ketulusan dan keseriusan di wajah Chandra, Ara tak dapat berkata apapun, dia hanya mengangguk ntah itu anggukan setuju atau tidak, dia hanya melakukan itu karna bingung hendak melakukan apa, karna tatapan Chandra membuat jantungnya berdetak hebat.
Mungkin memberinya waktu adalah hal yang tepat sekarang....aku tak tau bisakah aku mencintai pria lagi...aku masih takut...anggap saja kesempatan ini aku berikan padanya hanya untuk membalas semua kebaikannya padaku...aku ingin membuat dia tau bahwa aku tak pantas untuk pria manapun.... jika nyonya Lilia tau tentangku pasti dia juga akan membenciku seperti ibu Jodi dulu...bagaimana pun aku harus siap dengan semua yang akan terjadi nanti....
batin Ara dalam diamnya.
Hari pun berganti, Ara sudah di perbolehkan untuk pulang, dia sudah sembuh sepenuhnya.
Dengan membawa obat yang sudah di resep kan dokter, Ara berjalan seorang diri keluar dari rumah sakit.
Ara sama sekali tak sedih, dia memang sudah terbiasa sendiri dan melakukan semua seorang diri. Chandra sendiri semalam pergi ntah kemana, dan Ara tak melihat kehadiran Chandra hingga siang itu.
Ara sudah ada di luar rumah sakit, Ara menoleh ke kanan dan ke kiri mencoba mencari keberadaan taxi untuk mengantarnya pulang.
Tiba-tiba mobil Chandra terlihat dari kejauhan dan berhenti tepat di depan Ara. Chandra segera keluar dan berlari membukakan pintu mobil untuk Ara.
semalam dia menghilang... Sekarang dia tiba-tiba datang...dia menjemputku...apa dia akan mengantarku pulang....
batin Ara melihat Chandra penuh kebingungan.
"Maaf Ara....aku terlambat menjemputmu...maafkan aku...masuklah.."
kata Chandra dengan senyumnya, dia memegang bahu Ara mencoba menguatkan tubuh Ara yang masih terlihat lemas untuk memasuki mobilnya.
"Tak apa Chandra...tapi apa kau tak bekerja hari ini....aku bahkan bisa naik taxi untuk pulang...tak perlu berlebihan seperti ini..."
"Tidak..aku tak ingin kau pulang sendirian...naiklah...aku bisa menyelesaikan pekerjaan ku nanti..."
kata Chandra berusaha mendorong tubuh Ara masuk dalam mobilnya.
Keduanya pun menaiki mobil yang sama, dan berbincang banyak hal sampai mobil berhenti di depan pagar rumah Ara.
Terlihat seorang membukakan pagar untuk keduanya. Ara pun membuka kaca mobil dan tersenyum manis pada seorang disana.
"Jangan tersenyum seperti itu padanya... sungguh hatiku terbakar melihatnya..."
kata Chandra dengan wajah masam nya.
__ADS_1
Seketika Ara menoleh ke arah Chandra.
"Bukankah mereka rekan kerjamu juga...teman-temanmu yang membantu dalam menjaga rumahku beberapa hari belakangan ini kan...kau bilang seperti itu kemarin..."
"Ya...mulai sekarang dia akan menjaga rumahmu...kau tak perlu tersenyum seperti itu setiap bertemu dengannya...atau aku akan suruh dia memakai penutup mata agar dia tak bisa melihat senyum manismu itu..."
jawab Chandra masih dengan wajah masam.
"Apa menjaga rumahku..."
kata Ara terkejut.
"Ya...agar kau aman.."
"Kau tak perlu berlebihan seperti itu Chandra...aku baik-baik saja...aku bisa menjaga diriku sendiri..."
kata Ara yang sudah melihat Chandra memutari mobilnya membukakan pintu untuk Ara.
"Jika kau bisa menjaga diri...tak akan ada perampok yang masuk ke rumahmu Tempo hari...itu sudah merupakan bukti kau tak bisa hidup sendiri lagi...kau perempuan kau butuh perlindungan..."
jawab Chandra menegaskan, sambil membantu Ara keluar dari mobilnya.
"Aku hanya kurang beruntung hari itu...aku pastikan itu tak akan terjadi lagi...perumahan ini aman...sudah ada penjaga di depan sana..."
jawab Ara mencoba meyakinkan.
"Lalu kemana mereka saat perampok datang...kau bahkan tergeletak sendiri disana tak ada yang menolongmu...mereka bahkan tak tau ada mobil asing masuk dan berhenti di rumahmu..."
"Sudahlah Ara...aku sudah mengaturnya semalaman...jadi jangan kau biarkan kerja kerasku terbuang begitu saja..."
imbuh Chandra lagi.
Ara terdiam, memang benar adanya saat itu tak ada seorang pun yang menolong Ara, dia sendiri, hanya sendiri sampai dia tak sadarkan diri.
"Jadi kau semalam berada di rumahku..."
"Tentu saja...aku ingin kau aman dan tak ada lagi seorang yang bisa mengganggumu...semalam aku tak tidur.... Lalu maaf aku kesiangan dan terlambat menjemputmu tadi..untung saja kau belum pulang... "
"Maaf Chandra aku sungguh merepotkanmu..seharusnya kau tak perlu berlebihan seperti itu..."
kata Ara dengan wajah penuh rasa bersalah.
"Sudahlah...sekarang dengarkan aku..."
Kata Chandra sambil memegang kedua bahu Ara menguatkan tubuhnya untuk berjalan sejajar.
"Aku sudah menempatkan seorang berjaga di sana...agar dia selalu mengawasi siapa pun yang datang...dan membuka pagar hanya untuk orang-orang yang kau kenal."
kata Chandra sambil menunjuk seorang yang berjaga di pagar rumah Ara.
" Aku juga memasang cctv di setiap sudut rumahmu supaya kau lebih aman...cctv itu bisa kau lihat di layar kamarmu...aku sudah memasang monitor disana...dan terhubung juga dengan ponsel ku...agar aku bisa tau kau tetap aman di rumah..."
__ADS_1
"Setiap sudut... apa kau juga memasang nya di kamar mandiku..."
kata Ara penuh curiga.
"Kecuali itu Araa...itu ruang pribadimu...tapi aku akan memasangnya nanti jika kau sudah menjadi istriku..."
jawab Chandra dengan tertawa ringan.
Sementara Ara hanya mengernyitkan dahinya tak percaya mendengar perkataan Chandra.
istri....apa dia sungguh-sungguh dengan perkataannya...
batin Ara.
"Aku belum selesai bicara sayang...dengarlah.."
kata Chandra lagi.
Sayang...apalagi ini...
batin Ara mengernyitkan dahi untuk kedua kali.
"Dan dua orang itu akan berjaga di pintu rumahmu...mereka akan berkeliling setiap beberapa jam sekali untuk memastikan kau baik-baik saja di setiap saat.."
"Oh sungguh Chandra aku tak terbiasa dengan banyak orang seperti ini...aku tak akan bisa menjalani hariku jika ada mereka..."
"Mereka hanya 3 orang Ara...tak akan mengganggumu...kau bisa melakukan apapun yang kau mau...seperti biasanya..."
"Tapi aku tak terbiasa di awasi seperti ini....aku malu...dan aku..."
belum selesai Ara berbicara tapi Chandra sudah memotongnya.
"Kalau begitu anggap mereka tak ada...tak usah berbicara atau pun menyapa mereka...mudah bukan...lagi pula kau bisa menyuruh mereka jika kau butuh bantuan mungkin...tak usah sungkan...mereka bekerja untukmu sekarang..."
jawab Chandra dengan tersenyum cerah.
Tak mendengar jawaban dari Ara, dan Chandra hanya melihat wajah tak nyaman Ara, Chandra pun berkata.
"Aku mohon Ara...biasakan dirimu dengan keadaan ini...aku hanya ingin kau aman tak lebih dari itu...aku tak ingin kau terluka lagi..."
kata Chandra dengan wajah memohonnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..