Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Malam pertama


__ADS_3

Chandra membaringkan Ara di atas ranjang, dia segera menindih tubuh Ara dan melakukan kecupan hangat pada bibir Ara. Cukup lama menikmati Peraduan disana, tangan Chandra mulai berjalan menyusuri tubuh Ara.


"Sayang..."


"Hmm..."


jawab Chandra yang hanya berdehem karna aktivitas yang tak ingin dia hentikan.


"Biarkan aku bersiap dulu...aku ingin membersihkan tubuhku..."


kata Ara dengan nada suara manja.


"Tak perlu sayang...aku lebih suka kau yang seperti ini..."


jawab Chandra berhenti melakukan kecupan di tubuh Ara lalu senyum nakal mengembang di bibirnya.


"Ayolah sayang...aku tak nyaman jika harus melakukannya dengan tubuhku yang seperti ini..."


kata Ara memohon, tubuhnya terasa lengket dengan keringat, karna aktivitas yang cukup melelahkan di hari pernikahannya.


"Baiklah...aku akan menunggumu...lalu apa yang harus aku lakukan sekarang katakan..."


jawab Chandra dengan ringan, dia ingin menuruti setiap keinginan Ara, dia tak mau membuat Ara tak nyaman.


"Cukup duduk manis disini.. tunggu aku...aku akan melakukannya secepat mungkin ...oke.."


kata Ara yang sudah beranjak dari tidurnya dengan senyum penuh semangat.


"Baiklah sayang...jangan lama-lama ya..."


kata Chandra memandang Ara penuh cinta.


Chandra melihat setiap hal yang Ara lakukan.


kira-kira pakaian seperti apa yang akan dia pakai... kenapa jantungku semakin tak karuan seperti ini...


batin Chandra yang melihat Ara yang sekarang tengah berdiri di depan lemarinya, memilah-milah bajunya disana.


Sudah kuduga...dia akan semakin menggodaku dengan pakaian seperti itu...


batin Chandra lagi yang melihat Ara membawa setelan baju tipis ke dalam kamar mandi, sementara Chandra hanya melihatnya sambil melontarkan seringai tipis nya.


Menit-menit berlalu, Ara tak kunjung kembali ke ranjangnya, Chandra yang sudah menanti-nantikan penampilan Ara dengan setelan tipis nya, dia sampai mondar-mandir berjalan-jalan di dalam kamar , melihat apa saja yang berada disana, berusaha mengalihkan perhatiannya dengan apapun yang ada di hadapannya.


Tapi semua itu sama sekali tak bisa mengalihkan perhatiannya, hatinya tetap tak sabar menantikan kehadiran Ara di sampingnya. Chandra yang sudah menunggu dengan tak sabar dia segera berkata pada Ara.

__ADS_1


"Sayang...apa semua sudah selesai..."


kata Chandra membisik di pintu kamar mandi.


"tunggulah sebentar lagi sayang...bersabarlah.."


kata Ara sedikit tak jelas, karna gemericik air yang terus terdengar dari dalam kamar mandi.


astaga..berapa lama lagi...


batin Chandra sambil mengetuk-ngetukan kakinya mengusir rasa bosan.


Chandra berjalan lagi memutari ranjang, baru dua kali putaran dia berdiri lagi di depan pintu kamar mandi.


aku kan suaminya sekarang... bolehkan aku mengintip sedikit istriku yang sedang mandi..


batin Chandra dengan seringainya.


Di bukanya perlahan pintu kamar mandi sampai tak menimbulkan suara, salah satu mata Chandra langsung menangkap tubuh Ara yang sedang di penuhi oleh busa, Ara tengah menggosok setiap bagian tubuhnya dengan perlahan.


Pemandangan itu ntah kenapa membuat hati Chandra semakin berdesir, tanpa di sadari kakinya melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


"Apa kau perlu bantuan ku sayang..."


suara Chandra membisik di telinga Ara.


Tak dapat menjawab apapun, tubuh Ara seakan membeku, dia bahkan membiarkan tangan Chandra yang mulai memegang spons mandinya.


Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir keduanya, kini Chandra dengan perlahan mulai membasuh tubuh Ara, dia melakukannya dengan sangat lembut, sesekali Chandra juga mencium beberapa bagian tubuh Ara yang dia basuh.


"Biarkan aku yang melakukannya... kau bisa basah nanti..."


kata Ara mulai terbata karna rasa yang tak dapat dia jelaskan menjalar di sekujur tubuhnya.


Chandra tak menjawab, dengan gerakan cepat dia malah melepas seluruh bajunya dan membiarkan tubuhnya polos di hadapan Ara.


Melihatnya jantung Ara malah berdegub semakin kencang, tak dapat di bohongi lagi kini Ara mulai merindukan sentuhan yang selalu dia rasakan dulu.


Ara malah berharap Chandra melakukan lebih dari itu dan membuat dia kembali merasakan sebuah rasa yang telah lama dia lupakan.


aku mohon kuasai dirimu Ara...jangan memulainya...biarkan suamimu yang memimpin jalannya malam ini...


batin Ara dengan suara nafas yang semakin menderu.


Melihat Ara dengan pandangan yang bergejolak, Chandra segera saja menggendong tubuh mungilnya memasuki bath up besar disana. Perlahan Chandra mulai menaruh tubuh Ara di dalamnya, tanpa melihat tangannya segera menyalakan air hangat untuk segera mengisi air di dalam sana.

__ADS_1


Chandra mulai menyusuri setiap tubuh Ara dengan jemarinya, sesekali dia terlihat mengecup beberapa bagian yang dia sukai, meninggalkan bekas merah di kulit Ara.


Ara sendiri hanya bisa mendesis lirih dan hampir tak terdengar karna gemericik air yang di biarkan mengiringi permainan mereka malam itu.


cukup lama Chandra bermain di tubuh Ara hingga puas, akhirnya dia memulai permainan. Ara yang merasakan sesuatu masuk dalam tubuhnya, seketika matanya terpejam, merasakan sebuah rasa yang membuatnya sejenak melayang bebas di udara.


oohh...dia benar-benar sesak di dalam sana..


batin Ara masih dengan mata yang terpejam.


Malam itu Chandra benar-benar memimpin jalannya permainan, tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir keduanya. Hanya suara mendesis, gemericik air dan suara riak-riak air yang bertabrakan karna gerakan yang di ciptakan oleh Chandra di dalam bath up.


Tak hanya sampai disitu, selesai dengan sesinya di kamar mandi, Chandra segera mengangkat tubuh polos Ara dan membawanya ke atas ranjang. Melakukan sedikit pemanasan disana sebelum akhirnya memulai lagi sesi yang kedua.


"Apa kau akan melakukannya lagi sayang.."


tanya Ara dengan suara yang lirih karna menahan rasa geli di tubuhnya.


"Tentu saja sayang...aku ingin melakukannya sampai puas malam ini..."


jawab Chandra dengan seringai tipisnya.


ntah kenapa aku merasakan rasa yang sangat luar biasa malam ini...yang tak pernah aku rasakan lagi sejak malam itu...apa ini memang..yang di rasakan semua orang yang sudah menikah...semua bilang rasanya lebih luar biasa ketika dilakukan dengan pasangan yang sudah sah menjadi pendamping kita...apapun itu alasannya...sungguh aku terus menginginkannya lagi dan lagi....


batin Ara.


tubuh Ara memang candu untukku..aku tak bisa berhenti melakukannya...rasanya sangat luar biasa...


batin Chandra sambil terus melakukan aktivitas nya.


Keduanya melakukannya sampai hampir dini hari, meluapkan semua rasa yang selalu ingin mereka nikmati lagi dan lagi.


"Bagaimana pun aku harus minta maaf dan berkata jujur padanya nanti...maaf juga aku telah membuatmu terlalu lelah malam ini...tubuh ini sungguh membuatku lupa akan rasa lelah...aku selalu menginginkannya lagi dan lagi...."


kata Chandra lirih sambil mengelus puncak kepala Ara yang berada di dalam pelukannya, dia lalu menyelimuti Ara sebelum akhirnya sama-sama terlelap dalam buaian mimpi indah mereka.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2