Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Panggilan Tuan


__ADS_3

"Naura hamil..."


jawab Bima dengan expresi yang sama dengan Lilia.


"Iya pa..maa...kenapa kalian berwajah seperti itu...apa kalian tak suka jika Naura hamil.."


sekarang Chandra menatap keduanya dengan wajah heran.


Bima pun juga terkejut dengan kabar yang diberikan Chandra, karna dia tau hubungan seperti apa yang selama ini di jalani oleh Chandra dan Naura. Pernikahan mereka tak pernah di selimuti dengan cinta, Pernikahan hanya sekedar status untuk mereka.


Lilia menghela nafas panjang, lalu dia tertawa bahagia.


"Tentu saja tidak sayang...Mama sangat bahagia...maaf Mama sangat terkejut dengan kabar itu...syukurlah akhirnya Mama akan segera mempunyai cucu...Mama akan segera menjadi nenek..."


jawab Lilia, terlihat sebuah air mata bahagia di ujung matanya.


"Mamamu benar..kita bahagia sayang...selamat sebentar lagi kau akan menjadi ayah...jaga baik-baik Naura nak...jaga kesehatannya dan bayi yang di kandungnya..."


jawab Bima dengan segera memeluk Chandra, dia menepuk-nepuk bahu Chandra lembut.


"Syukurlah jika kalian bahagia dengan kehamilan Naura..aku sendiri tak sabar ingin melihat seperti apa wajah anakku nanti..."


kata Chandra sambil memandang ke atas membayangkan apa yang dia katakan.


"Oh ya maa...bagaimana dengan pernikahan kak Ara kemarin..maaf aku tak bisa datang dan tak mengabari Mama... karna hari itu bertepatan dengan hari ulang tahun Naura...aku sudah mempersiapkan sebuah kejutan kecil untuknya...jadi maaf aku tak bisa datang kesana...apa semua berjalan lancar disana..."


imbuh Chandra lagi.


jadi Chandra tak datang ke pernikahan Ara kemarin karna dia memberikan kejutan di hari ulang tahun Naura....syukurlah...jika tebakanku salah ...terimakasih Tuhan kau telah membukakan hati Chandra untuk Naura...sepertinya Chandra sudah benar-benar menerima Naura sebagai istrinya....sepertinya Chandra juga sudah mencintainya... aku melihat rona bahagia sudah kembali ada dalam wajahnya ..


batin Lilia dengan lega.


"Semua berjalan dengan lancar sayang...kakakmu juga bahagia dengan pernikahannya..."


jawab Lilia dengan bahagia.


"Syukurlah maa...jika kak Ara bahagia dengan pernikahannya... semoga dia menikah dengan orang yang tepat... kapan-kapan aku akan mengajak Naura untuk menemui kak Ara agar mereka saling mengenal...aku juga ingin tau seperti apa wajah suaminya...apa Mama punya foto pernikahannya.."


jawab Chandra dengan senyumnya.


"Papa punya di ponsel papa... apa kau mau melihatnya.."


jawab Bima dengan antusiasnya.


Percakapan pun terus berlanjut membahas tentang pernikahan Ara hari itu, baik Bima maupun Lilia mereka menceritakan semua yang terjadi disana, mereka juga bercerita seperti apa Adam dan bagaimana ssifatnya


Sementara itu di desa, Ara dan Adam baru saja tiba di rumah, suasana tampak sepi tak terlihat juga kedua orangtua Adam disana.


Rumahnya terlihat sederhana tak ada yang istimewa, bahkan beberapa bagian rumah terbuat dari bahan kayu, rumah Adam tampak seperti rumah-rumah lain di sekitarnya.


"Ayo masuk dulu..."


kata Adam.


Pintu baru di buka, tiba-tiba ada 2 orang yang menghampiri Adam.


"Selamat pagi Tuan.."


sapa 2 orang itu secara bersamaan.


"Selamat pagi.. Apa mereka sudah kembali ke kota..."


tanya Adam pada keduanya.


"Iya tuan...tuan dan nyonya kembali ke kota tadi malam...beliau titip salam untuk tuan dan juga nona...beliau juga berpesan akan menunggu kehadiran tuan dan nona disana..."

__ADS_1


kata salah satunya.


Tak mengerti dengan apa yang sedang di bicarakan, Ara memilih terdiam dan hanya mendengarkan.


Tuan...kenapa mereka memanggil Adam Tuan...bukankah kedua orang ini adalah orang yang sama...yang ikut di acara lamaran ku kala itu...Adam bilang mereka adalah saudaranya...tapi kenapa sekarang memanggil Tuan pada Adam...


batin Ara limbung.


"Baiklah...aku ingin istirahat sebentar...sekretaris Liu sudah berangkat kesini kan..."


"Sudah Tuan...mungkin sebentar lagi rombongan akan tiba..."


"Baiklah..."


Adam menoleh pada Ara.


"Apa kau membutuhkan sesuatu Ara...jika butuh sesuatu katakan pada mereka... mereka akan membantumu..."


imbuh Adam lagi memandang ke arah Ara lembut.


"Emm...tidak...tidak ada..."


jawab Ara dalam bingung.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita ke kamar dulu...istirahatlah... perjalanan akan memakan waktu yang lama...kau akan lelah nanti..."


kata Adam sambil memegang tangan Ara dan sedikit menariknya agar Ara mau mengikuti langkahnya.


Ara pun menurut dia berjalan di samping Adam.


dari luar rumah ini tampak biasa saja...tapi dari dalam segala perabotnya terlihat berkelas...


batin Ara, matanya masih tak bisa diam memandang seluruh isi rumah.


"Ya.."


"Siapa kedua orang itu...bukanlah mereka saudaramu..."


"Benar...mereka adalah saudaraku...kau masih ingat ya....."


"Lalu kenapa mereka memanggilmu Tuan..."


"Haha... jadi itu yang membuatmu terlihat aneh semenjak tadi....ya mereka sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri Ara...mereka adalah orang kepercayaan orangtuaku...dan mereka yang akan merawat rumah ini untuk sementara waktu..."


jawab Adam tertawa ringan.


"Aku masih tak mengerti.."


kata Ara lagi.


"Sudahlah.. pasti nanti kau akan mengerti semua tentang kehidupanku...kau sudah menjadi bagian dari hidupku...aku akan menceritakan semuanya nanti..."


jawab Adam sambil membuka pintu kamarnya.


Ara kembali tercengang karna melihat kamar dengan segala properti yang terlihat berkelas.


di desa seperti ini darimana dia mendapatkan model ranjang seperti ini...


batin Ara menatap ke seluruh isi ruangan.


Beberapa detik setelahnya terdengar beberapa suara mobil secara bersamaan di depan rumah Adam.


"Itu pasti mereka...istirahatlah dulu Ara...aku akan ke depan dulu..."


kata Adam, lalu tubuhnya segera menghilang dari balik pintu.

__ADS_1


Bukan Ara namanya jika tidak punya rasa penasaran, dia mengintip di balik jendela siapa yang datang dengan bersamaan ke rumah Adam.


"Siapa mereka...banyak sekali...mobilnya terlihat mewah..."


kata Ara lirih, dia melihat ada 3 mobil berwarna putih terparkir di depan rumah, dari ketiganya keluar beberapa orang pria berseragam putih, lalu masuk dalam rumah.


Rasa penasaran Ara tak berhenti sampai disitu saja, dia kini mengintip di balik pintu kamarnya, terlihat Adam yang tak jauh dari sana tengah berbicara pada seorang berjas hitam, tingginya tampak sama, dia bahkan juga mempunyai wajah yang tampan dan juga kulit yang putih.


siapa pria yang berbicara pada Adam itu...


batin Ara.


"Apa semua pekerjaan terselesaikan dengan baik..."


kata Adam yang terdengar samar-samar.


"Semua berjalan dengan lancar sesuai yang tuan mau...saya juga telah menyiapkan segala keperluan tuan dan nona di rumah...semua sudah lengkap..."


kata seorang itu dengan sopan dan tegas.


"Baiklah...kita akan segera berangkat...mana pakaianku..."


kata Adam lagi.


"Maaf tuan....tapi nona sedang mendengarkan kita di balik pintu kamar..."


kata sekretaris Liu tanpa memandang Ara sama sekali.


Seketika Adam menoleh, dia melihat sedikit kerudung Ara di balik pintu, dia tersenyum lalu segera berkata lirih.


apa yang dia lakukan disana...Ara kau lucu sekali...


batin Adam tersenyum geli.


"Biarlah...dia bagian dari kita sekarang...."


kata Adam pada sekretaris Liu


"Ara...apa yang sedang kau lakukan disana...kemarilah...kenalkan...dia adalah sekretaris Liu..."


imbuh Adam lagi dengan suara sedikit kencang, dia memandang ke arah Ara.


Mendengar perkataan itu Ara segera keluar dari persembunyiannya, lalu melihat ke arah Adam.


apa yang dia lakukan disana...apa dia selalu seperti ini...mengganti baju di sembarang tempat...


batin Ara terkaget karna melihat Adam yang sedang bertelanjang dada, dan ada beberapa orang pria di sampingnya yang sedang membantunya memakai baju.


Dengan gerak cepat, Adam telah selesai berganti dengan sebuah jas hitam, dia terlihat sangat tampan dengan setelan jasnya, Ara melihat lagi seorang pria masih sibuk menata rambut Adam, menyisirnya rapi ke belakang.


sebenarnya apa yang terjadi disini...dia di panggil tuan...dia memiliki sekretaris... Sebagian pria-pria itu membantu Adam berpakaian dan menyempurnakan penampilannya...dan mobil-mobil mewah itu...sebenarnya siapa Adam...


batin Ara masih mematung di tempatnya.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2