Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Darah


__ADS_3

Berminggu-minggu tinggal di desa membuat suasana hati Ara semakin membaik, dia bahkan mulai melupakan segala takdir hidup yang harus dia jalani sekarang.


Beberapa hari belakangan Ara bahkan mulai rutin mengenakan pakaian tertutup dan berhijab di dalam maupun di luar rumah, dia mengikuti segala rutinitas dan kebiasaan yang ada di lingkungannya.


Malam itu Alma membawa satu kotak penuh kerudung ke kamar Ara, semua itu adalah kerudung milik Alma yang sudah lama tak terpakai, tapi juga ada beberapa yang baru, Alma khusus membelikannya untuk Ara, dia berharap Ara mau memakainya dan konsisten memakai kerudung di setiap harinya.


"Sayang..."


"Ehh...iya Bu..."


jawab Ara yang terkaget, dia tengah melipat beberapa pakaiannya, merapikan lemarinya yang tampak sedikit berantakan.


"Ini..ibu ada sedikit kerudung untukmu..beberapa ada yang baru...yang lainnya itu kerudung ibu yang sudah lama tak terpakai siapa tau kau mau memakainya...ibu lihat kau akhir-akhir ini selalu memakai kerudung..."


"Wahh ini banyak sekali Bu...emm Ara hanya mengikuti kebiasaan disini Bu..."


"Mengikuti kebiasaan atau bukan tapi ibu lebih senang melihatmu seperti ini nak...kau terlihat lebih cantik jika memakai kerudung..."


"Benarkah Bu..."


"Ya ibu tak berbohong..kau juga sama seperti ibumu dulu memiliki suara yang merdu...ibu berharap semoga kau bisa trus mengaji disini...suaramu sangat menenangkan hati siapa pun yang mendengarnya nak..."


"Ahh..ibu terlalu melebih-lebihkan...suaraku biasa saja Bu..."


jawab Ara dengan malu-malu.


"Haha...ibu serius nak..."


Jawab Alma dengan tertawa, melihat reaksi Ara dengan pipi bersemu merah, Alma segera berkata lagi.


"sudah-sudah... kau istirahatlah besok pagi-pagi sekali akan di adakan acara mengaji di masjid pondok... kau ikut juga kan.."


imbuh Alma.


"Hehe...jangan begitu bu...aku jadi malu..mm..besok ya...sepertinya tidak bu.."


"Loh kenapa nak..."


"Sebenarnya aku juga sangat ingin mengikutinya Bu..tapi Aku sedang berhalangan Bu..."


jawab Ara dengan ragu, dia sendiri juga terheran pasalnya sudah beberapa bulan dia tidak mendapatkan menstruasi, tapi sekarang tiba-tiba dia kembali mengalami menstruasi setelah sekian lama.


Mungkin itu juga salah satu efek alat kontrasepsi yang sempat Ara gunakan dulu waktu masih bekerja sebagai wanita malam, jadwal menstruasinya menjadi tak teratur, dia bahkan baru mendapatkannya setelah sekian lama.


"Oh baiklah...istirahatlah dulu kalau begitu...Minggu depan akan di adakan lagi acara yang sama sayang...kau tak perlu risau...apa perutmu sakit sekarang nak...biasanya perut seorang akan terasa sakit jika sedang datang bulan...apa kau juga ..."


"Oh syukurlah...aku akan mengikutinya Minggu depan Bu...ya Bu lumayan sakit.."


jawab Ara yang sebenarnya juga terheran karna perutnya yang terasa sakit saat menstruasinya kali ini.


mungkin karna sudah lama aku tak mengalami menstruasi...jadi menstruasi ku kali ini terasa menyakitkan...dulu aku tak pernah merasakan sakit seperti ini....

__ADS_1


batin Ara sambil mencoba mengingat-ingat lagi Kapan terakhir kali dia menstruasi.


"Baiklah.. ibu akan membuatkanmu sedikit jamu untuk mengurangi rasa sakit itu...tunggu sebentar ya..."


Alma pun dengan segera membuatkan jamu untuk Ara, jamu yang biasa dia buat saat anak-anak perempuannya mengalami hal yang sama.


Alma faham betul seperti apa rasanya saat datang bulan tiba, untuk itu dia dengan sigap segera membuatkan jamu untuk Ara.


Malam itu Ara meminum jamu buatan Alma sebelum akhirnya terlelap dalam tidurnya.


Di jam 4 pagi Ara sudah terbangun, dia merasakan sakit perut yang teramat sangat.


kenapa perutku terasa sangat sakit seperti ini...tidak biasanya...


batin Ara sambil memegangi perutnya.


Ara meringkuk kesakitan di bawah selimut, dia terus saja merintih kesakitan tapi tak ada yang mendengarnya, suaranya pun tak terdengar oleh siapapun karna Ara seperti tak kuat berteriak karna menahan sakit di perutnya.


"Ibu Alma...ibu Alma..."


rintih Ara memanggil Alma.


aku harus segera memanggil ibu Alma....apa sakit menstruasi memang seperti ini...selama ini aku tak pernah merasakannya...ini sungguh sakit sekali...


batin Ara, dia mencoba bangun ingin beranjak dari ranjangnya dan mencari Alma.


ini masih pagi.. apa ibu Alma sudah bangun..


batin Ara lagi saat akan mulai melangkahkan kakinya turun dari ranjang.


Seketika Ara langsung menoleh ke ranjangnya, disana sudah di penuhi banyak darah sebagian bahkan sudah terlihat mengering.


sebenarnya aku kenapa.... kenapa banyak sekali darah yang aku keluarkan....


batin Ara panik karna melihat ranjangnya.


"Ibuu....ibuuu...tolong aku...ibuu...."


teriak Ara dengan suara yang tercekat, dia bingung dengan apa yang terjadi padanya, dia terus saja memegangi perutnya yang terasa semakin sakit.


Kini Ara bahkan bisa merasakan ada darah yang mengalir dari bagian bawahnya, Ara bahkan bisa melihat dengan jelas darah yang mengalir keluar dari dalam tubuhnya.


Alma yang mendengar teriakan Ara berulang kali segera saja beranjak menghampirinya.


"Ada apa ..."


tanya suami Alma yang juga mendengar teriakan Ara.


"Ntah lah...aku akan melihatnya..."


kata Alma tergesa pergi menghampiri kamar Ara.

__ADS_1


Suami Alma yang terkaget dengan suara teriakan itu, juga segera mengekor di belakang Alma mengikuti setiap langkahnya.tak butuh waktu lama mereka pun sampai di kamar Ara karna kamar Ara yang bersebelahan dengan kamar mereka, hingga mereka bisa mendengar dengan jelas teriakan Ara meski suaranya tak terlalu keras.


Seketika Alma terkaget karna melihat Ara dengan banyak darah di bajunya, juga banyak sekali darah di sprei ranjangnya.


Saat itu Ara terlihat berdiri dan memegangi bagian perutnya, dari kakinya pun masih mengalirkan darah terus menerus.


"Ada apa ini Ara....kenapa banyak sekali darah..."


tanya suami Alma sambil mendekati Ara.


"Sayang...apa kau setiap menstruasi seperti ini...banyak sekali darah yang kau keluarkan..."


tanya Alma sambil mencoba memegangi Ara yang mulai terlihat terhuyung karna rasa sakit di perutnya.


"Tidak Bu ....aku tak pernah seperti ini...rasanya perutku sakit sekali....."


rintih Ara dengan air matanya, dia juga bingung apa yang sebenarnya terjadi padanya.


Suami Alma yang khawatir dengan keadaan Ara segera menyiapkan mobil untuk membawanya ke pelayanan kesehatan terdekat, dia tak mau terjadi sesuatu pada Ara yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri.


Ara pun diantarkan ke sebuah klinik dan di periksa disana, sementara Alma dan suaminya menunggu dengan cemas di ruang tunggu, hingga akhirnya seorang dokter keluar dari ruangan Ara.


" Apa kalian keluarga pasien... "


"Ya kami orangtuanya.."


jawab suami Alma dengan yakin.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada anak saya dokter..."


tanya Alma dengan cepat.


"Anak Anda mengalami keguguran...tapi tenanglah kami sudah membersihkan kandungannya..."


"Apaaa....anak saya hamil dok...."


kata suami Alma dengan terkejut.


"Iya dia hamil...tapi sayang janinnya tidak bisa bertahan...dia keguguran di usia kandungan yang masih sangat muda..."


Ara hamil....kenapa dia tak bilang padaku...atau dia tak tau jika dia sedang hamil.... tapi Lilia bilang kala itu Ara telah melakukan tes kehamilan di rumah sakit tapi dengan hasil yang negatif....tapi kenapa sekarang dia keguguran...


batin Alma termenung bingung.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2