Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Tetap menerima


__ADS_3

"Terimakasih... tante telah merestui hubungan kami..."


kata Ara dengan tangis yang mulai pecah.


Lilia tak menjawab dia hanya menganggukkan kepalanya dan mengelus lembut rambut Ara dari belakang.


aku lakukan ini semua demi kebahagiaan Chandra... dan aku menerima apapun pilihan hatinya...


batin Lilia.


Telah lama keduanya dengan keadaan itu, Lilia kemudian melepas pelukannya dan berkata pada Ara.


"Lantas kapan kalian akan melangsungkan pernikahan... aku dengar kau dan Chandra baru saja mengunjungi orangtuamu di desa sayang.."


kata Lilia sambil menghapus air mata Ara.


Tante Lilia memang benar-benar orang baik...dia tetap merestui hubunganku dengan Chandra dan tetap bersikap baik padaku meski sudah tau semua tentangku....


batin Ara.


"Kami tak tau Tante...kami tak ingin melakukannya dengan terburu-buru..."


jawab Ara mencoba menghapus air matanya juga yang tersisa.


"Baiklah kalau begitu aku akan mengatur semuanya nanti...memilih semua yang terbaik untuk pernikahan kalian.."


kata Lilia kini dengan senyuman.


"Maksud Tante...".


" Tanggal pernikahan, undangan, gedung, gaun, catering dan semua yang menyangkut tentang pernikahan... aku ingin semua yang terbaik.."


"emm...tapi aku tak ingin melaksanakan pernikahan seperti itu Tante..."


"Maksudmu..."


sekarang Lilia yang menatap bingung pada Ara.


"Aku tak ingin menikah secara meriah Tante...aku ingin menikah dengan hanya di hadiri oleh keluarga besar Tante dan keluargaku saja..."


"Tapi kenapa Ara...bukankah pernikahan yang megah dan meriah adalah idaman semua pengantin..."


"Tidak Tante...saya takut jika pernikahan di gelar dengan banyak orang akan ada yang mengenali saya nanti..."


Ya, Ara memang takut jika dia menggelar pesta yang meriah. Salah satu tamu undangan mungkin akan mengenali Ara, atau mungkin salah satu dari mereka adalah pelanggan Ara dulu, dia tak mau keluarga Chandra di permalukan dengan mengambil menantu dari seorang pelacur, dan tentu Ara juga tak mau di buat sedih dengan hancurnya reputasi keluarga Bima.


Seakan tau jalan fikiran yang kini tengah ada dalam fikiran Ara, Lilia pun berkata.


"Baiklah aku mengerti sayang...aku faham dengan apa yang ada dalam fikiranmu....."

__ADS_1


Lilia pun mengurungkan niatannya untuk menggelar pesta pernikahan megah untuk anak semata wayangnya, dia menuruti keinginan Ara untuk menghargai setiap pendapatnya, di sisi lain dia juga tak ingin di permalukan jika benar memang ada salah satu tamu undangan yang mengenali Ara disana, Lilia bisa malu di hadapan para kliennya dan semua kolega bisnis yang sedang di jalani suaminya sekarang.


Pagi itu keduanya membahas tentang banyak hal yang menyangkut pernikahan tanpa di ketahui oleh Chandra sama sekali.


Beberapa hari setelahnya, Chandra, Bima dan juga Lilia sedang berkumpul di ruang keluarga mereka, membahas tentang pernikahan yang di inginkan oleh Ara.


Awalnya mereka tak setuju, apalagi Bima dia sangat menginginkan pernikahan yang megah dan mewah untuk anak semata wayangnya. Sedangkan Chandra dia juga menginginkan seluruh teman-temannya mengetahui wajah Ara, wanita yang di cintainya dengan menggelar pernikahan yang meriah. Setelah banyak berbincang tentang masalah pernikahan ketiganya pergi ke kamar masing-masing, sementara Lilia tidak langsung menuju kamarnya dia sekarang mengekor di belakangnya Chandra dan ikut masuk ke kamarnya beberapa menit setelah Chandra masuk.


Saat itu Chandra tengah ingin menghubungi Ara, dia ingin mengatakan perihal apa yang membuat Ara tak menyetujui pernikahannya di gelar secara meriah.


Hendak menelpon Ara, tiba-tiba Lilia berkata di belakangnya.


"Apa kau ingin menanyakan alasan Ara kenapa dia tak ingin menggelar pernikahan dengan meriah..."


kata Lilia sambil duduk di sebelah Chandra.


Ingin menekan tombol panggil tapi Chandra mengurungkannya karna mendengar pertanyaan dari Lilia.


"Kau pasti tau kenapa dia menginginkan ini semua..."


"Maksud Mama.."


tanya Chandra dengan wajah bingung.


" Dia takut bertemu salah satu pelanggannya saat pesta pernikahan kalian di gelar...dia tak mau mempermalukan kita...dan aku rasa itu adalah satu alasan yang sudah cukup mewakili semua..."


kata Lilia dengan nada santai.


kata Chandra dengan wajah yang semakin bingung.


"Dia tak ingin salah satu pelanggan yang pernah dia layani dulu datang dan mempermalukan nama keluarga kita nanti Chandra...apa kau masih tak mengerti maksud dari apa yang Mama bicarakan..."


kata Lilia kini menatap Chandra serius.


"M...m...MA..Mama mengetahui semuanya..."


kata Chandra terkaget sampai terbata mengucapkannya.


"Ya...Mama tau..."


"Apaaa.."


jawab Chandra dengan wajah terkejutnya.


"Mama tau darimana..."


imbuhnya lagi.


Ara tak mungkin kan memberitahu Mama tentang masa lalunya...

__ADS_1


batin Chandra.


"Tak perlu kau tau darimana Mama mendapatkan informasi itu....yang jelas sekarang Mama sudah tau semua tentang Ara..."


jawab Lilia masih dengan nada yang santai.


Seketika Chandra berwajah takut, sedih, kaget menjadi satu, dia tak menyangka ibunya mengetahui masa lalu Ara dari orang lain, Kini Chandra takut Lilia akan mengubah keputusannya untuk menikahkannya dengan Ara dan tentu akan membuatnya kehilangan Ara selamanya.


Dengan gerakan cepat Chandra segera turun dari ranjangnya dan berlutut di bawah kaki Lilia.


"Aku mohon ma restui kami...aku sangat mencintai Ara ma...aku tak peduli dengan masa lalunya sekalipun dia seorang pembunuh ...aku sangat mencintainya maa...aku tak bisa hidup tanpanya dan aku tak ingin kehilangan dia...aku mohon maa..."


Chandra menatap Lilia dengan wajah memohonnya, tapi Lilia hanya terdiam menatap Chandra tak mengatakan apapun.


"Ma...katakan sesuatu...Mama menyetujui hubungan kita kan...Mama bilang tak boleh menghakimi masa lalu orang lain...tapi kenapa Mama sekarang diam...aku mencintainya Ma...aku mohon...jangan pisahkan aku dengan Ara..."


sekarang Chandra berkata sudah dengan air matanya, dia tak ingin kehilangan Ara di dalam hidupnya.


"Mama tau nak....tapi kenapa harus dia...kenapa harus dengan wanita dengan masa lalu seperti itu...kau tau kan apa yang dia lakukan dengan pekerjaannya sebelumnya...apa kau tak terluka suatu saat nanti jika mengingat tentang siapa saja yang telah bermalam dengannya...meski kau menikah dengannya...kau memilikinya... Tapi kau bukan satu-satunya orang yang pernah menghabiskan malam dengannya..."


"Aku tau maa...dan aku tak peduli apapun tentang masa lalunya... aku menginginkan dia maa..aku ingin dia selalu ada di sampingku.."


kata Chandra kini semakin menunduk dalam di hadapan Lilia.


"Ma...aku mohon katakan sesuatu...katakan kalau Mama setuju dengan Ara.."


kata Chandra yang setelah sekian lama tak mendengar jawaban dari Lilia.


"Memangnya apa yang bisa Mama lakukan sayang...apa Mama pernah menolak keinginanmu..."


kata Lilia kini dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Apa itu artinya Mama tetap menyetujui hubungan kami..."


Tanya Chandra dengan mata penuh harapan.


"Hmmm...menikahlah..semoga Ara yang terbaik untukmu nak....Mama selalu berdoa untuk kebahagiaanmu..."


kata Lilia yang seketika di sambut dengan pelukan hangat dari Chandra.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2