Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
End


__ADS_3

Pagi itu keadaan di rumah Adam sedang mencekam. Baru pertama kalinya Adam marah besar kepada seluruh pelayan.


Adam menyalahkan para pelayan di rumahnya yang dinilai tak bisa menjaga Ara dengan benar.


Hari ini pagi-pagi sekali Ara muntah-muntah, dia terus saja mengeluarkan isi perutnya, Ara juga berkata dia terus saja mual dan kepalanya terasa pusing berputar.


Atas keadaan itu Adam marah besar, dia menyebut bahwa Ara keracunan makanan yang di sajikan oleh para koki di rumahnya. Dia juga menyalahkan sang pelayan Ara yang selalu ada di sampingnya, Dia mengatakan pelayan itu teledor dalam menjaga Ara.


Atas kejadian itu pula Liu juga terkena marah oleh Adam, dia dinilai kurang teliti saat memilih orang untuk menjadi bagian dari rumah Adam dan masih banyak lagi.


Pagi itu juga Liu mengumpulkan seluruh pelayan di rumah Adam. Dia menanyakan pada satu-persatu pelayan di kamar Adam tentang apa saja yang terjadi sebelum Ara sakit di pagi itu.


Para pelayan pun di buat gemetar karna melihat wajah Liu yang nampak dingin dan menyeramkan, beberapa dari mereka bahkan menangis ketakutan terutama pelayan wanita.


semua berjalan seperti biasanya...nona Ara juga memakan makanan sehat seperti biasanya...tapi apa yang terjadi...kenapa nona tiba-tiba sakit...


batin sekretaris Liu sambil berjalan menuju kamar Adam, dia ingin memberikan laporan pada Adam.


Sekretaris Liu langsung masuk ke kamar Adam, disana Adam terlihat berada di samping Ara mencoba memijit kepala Ara agar meringankan rasa pusing di kepalanya.


"Kenapa dokter tak kunjung datang Liu...katakan bahwa ini adalah keadaan darurat...Ara benar-benar lemas....atau kita bawa saja dia ke rumah sakit... siapkan mobil sekarang...cepat....."


kata Adam dengan cepat pada Liu.


"Tapi tuan...dokter sudah hampir sampai mungkin 2 menit lagi dia akan berada di kamar ini..."


kata Liu dengan menundukkan kepalanya sopan, karna dia baru saja masuk dalam ruangan tapi Langsung di berondong dengan berbagai tugas baru yang harus dia kerjakan.


"Lama sekali...kalau dalam 2 menit dari sekarang dia tak sampai disini..kita harus segera membawa Ara...lihatlah dia benar-benar lemas.."


kata Adam lagi sambil menatap Ara yang tengah terbaring di ranjangnya.


"Aku tak apa Sayang...tunggulah.. dokter pasti sebentar lagi akan sampai... dan juga kau tak perlu menghukum seluruh pelayan seperti sekarang... mereka tak bersalah...mungkin sudah waktunya aku sakit...jangan salahkan mereka..."


kata Ara dengan lemas karna dia terus saja merasakan mual di perutnya.


"Sudahlah sayang...menurutlah agar kau cepat membaik...sebelumnya kau tak apa kan sayang...tiba-tiba kau menjadi sakit seperti ini...pasti ada yang salah pada makanan yang kau makan kemarin malam..."


kata Adam penuh kelembutan pada Ara.


"Oh ya...Liu...kau ambil seluruh sampel makanan yang di makan Ara tadi malam..bawa itu ke laboratorium... aku takut ada yang sengaja membuat Ara sakit...temukan siapapun pelakunya.."


imbuh Adam, menatap liu dengan pandangan yang serius.


"Baik Tuan..."

__ADS_1


sahut Liu cepat.


Astaga kenapa Suamiku selalu berlebihan seperti ini...dan juga si sekretaris itu...kenapa dia selalu menurut dengan perintah Adam meskipun kadang perintah yang dia keluarkan tidak masuk akal...dia selalu berlebihan dalam segala hal..


batin Ara menatap Liu kesal karna selalu mengiyakan setiap perintah Adam.


Liu ingin berjalan keluar tapi tiba-tiba sang dokter datang dan langsung saja masuk ke dalam kamar dengan tergesa.


"Ada apa tuan...apa yang terjadi..."


kata sang dokter pada Adam.


"Pagi ini istriku tiba-tiba muntah-muntah dan dia merasakan pusing di kepalanya... periksa dia..apakah dia baik-baik saja..."


kata Adam dengan khawatir.


"Baik Tuan...maaf permisi..saya akan segera memeriksa nona..."


Ingin menemani Ara saat di periksa tapi tiba-tiba ponsel Adam berbunyi, terlihat panggilan masuk dari sang ibu. Adam pun keluar dan mengangkatnya tak ingin mengganggu konsentrasi sang dokter dalam memeriksa.


"Halo Ada apa Ma.."


"Sayang...apa istrimu baik-baik saja...bagaimana keadaannya sekarang... sebenarnya apa yang terjadi... Liu bilang istrimu sedang sakit akibat makanan yang di sajikan di rumahmu..."


tanya ibu Adam panjang lebar.


kata Adam mengaduh pada ibunya.


"Dia muntah-muntah ...apa itu sering terjadi..."


"Tidak Maa...ini baru pertama kalinya...untuk itu aku menyuruh Liu untuk membawa beberapa sampel makanan ke laboratorium untuk di uji apakah ada yang sengaja membuat Ara sakit seperti ini...aku juga......."


"Adaam...Adam...dengarkan Mama..."


perkataan Adam terpotong karna panggilan dari ibunya.


"Ada apa Ma..."


"Apa kau sama sekali tak berfikir itu adalah sebuah tanda kehamilan...mual muntah di pagi hari...mungkin saja istrimu sedang hamil sayang..."


kata ibu Adam, terdengar nada gembira di setiap kalimatnya.


hamil...mama benar mungkin saja Ara hamil...dia muntah-muntah kan...


batin Adam terdiam berfikir.

__ADS_1


Lalu Adam mengingat-ingat lagi bahwa Ara akhir-akhir ini memang bertingkah sedikit aneh, dia lebih bersikap manja pada Adam. Dia juga sering meminta pada pelayan makanan Asam, Ara beberapa kali juga meminta makanan aneh pada Adam.


"Mama benar...mungkin saja Ara sedang hamil maa...aku akan mengabari Mama lagi nanti...terimakasih ma...karna sudah memberikan petunjuk untukku..."


kata Adam berbinar senang, lalu dia segera menutup telponnya dan menghampiri Ara lagi di kamar.


"Sayang...katakan padaku apa kau terlambat menstruasi di bulan ini..."


kata Adam dengan wajah yang gembira.


Dahi Ara mengernyit melihat Adam dengan wajah gembiranya, lalu dia mencoba mengingat-ingat kembali kapan terakhir kali dia menstruasi.


Tak menjawab apapun Ara hanya mengangguk pada Adam.


Secepat kilat Adam berkata pada dokter dengan berbinar.


"Dokter lakukan tes kehamilan padanya sekarang..."


Dan akhirnya di pagi itu Ara benar-benar di nyatakan hamil oleh sang dokter. Dan berita itu sangat membuat Adam bahagia, bukan hanya Adam tapi seluruh keluarganya, karna mereka akan segera memiliki seorang generasi penerus lagi.


Hari itu dokter juga menyarankan agar Ara di bawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui usia kehamilannya dan juga letak janin apakah sudah berada di tempat yang tepat.


Dan dari hasil pemeriksaan itu Ara dinyatakan hamil dengan usia kandungan 6 Minggu, dan dokter juga mengatakan bahwa Ara kemungkinan akan melahirkan janin kembar nantinya.


Dan di tahun yang sama, Chandra dan Naura berhasil di karuniai seorang bayi perempuan yang menggemaskan. Bayi itu adalah cucu pertama untuk Lilia dan juga Bima dan mereka juga sangat senang atas kelahirannya.


Masih di tahun yang sama, Jodi di kabarkan telah melangsungkan pernikahannya secara meriah bersama Jessica. Tak lupa dia juga turut mengundang Ara dan Adam, begitu juga dengan Chandra dan Naura. Dia ingin berbagi kebahagiaan untuk seluruh keluarganya. Tak berselang lama Jessica juga di kabarkan cuti dari Dunia permodelannya karna dirinya yang dinyatakan hamil.


Di tahun itu pula, terdengar kabar gembira dari Heni bahwa dia dan Haris membuka sebuah Restoran sebagai usaha baru keluarganya, juga beberapa villa yang sengaja mereka bangun untuk mereka sewakan. Kehidupan Heni cukup mapan bersama Haris, penampilannya kini bahkan terlihat lebih berkelas dengan tubuh yang terawat juga rona wajah yang selalu bahagia.


Dan di tahun yang sama pula, Ara juga berhasil melahirkan dua bayi kembar yang menggemaskan. Satu laki-laki dan satu perempuan mereka di beri nama Abhizar dan Ammara.


Kehadiran Abhizar dan Ammara mampu membuat suasana di dalam istana Adam menjadi lebih hidup.


Suara tawa dan tangis mereka selalu terdengar setiap harinya.


Adam dan seluruh keluarganya di buat sangat bahagia dengan lahirnya kedua generasi penerus keluarga Mustofa.


Keduanya juga menurunkan wajah dari sang Ayah yang memiliki keturunan Arab. Kulitnya putih dan memiliki hidung yang mancung dan bibir yang merah alami.


Hidup Ara makin sempurna sebagai ratu dari Adam Mustofa setelah melahirkan keturunannya. Kini Ara menjadi sosok yang di segani dan di hormati layaknya Adam sang suami.


Ara pun Hidup dengan bahagia bersama keluarga kecilnya yang selalu dia mimpikan sejak dulu, yaitu memiliki suami yang selalu mengerti akan dirinya juga memiliki anak-anak yang selalu menghiasi harinya.


Takdir Rumitnya kini telah berakhir, Tuhan telah memberikan kehidupan yang sempurna untuk Ara. Tuhan juga memberikan Ara lebih dari yang dia minta yaitu Adam sebagai laki-laki sempurna yang di impikan oleh setiap wanita.

__ADS_1


...>>Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam<< >>TAMAT<<...


__ADS_2