Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Penutup mata


__ADS_3

Mata Ara mengerjap, nafasnya terlihat masih terengah-engah, dia melihat di sekitarnya. Sinar mentari sudah menyapa hangat masuk di celah-celah jendela kaca kamarnya.


Dia menoleh ke berbagai arah, lilin dan lampu-lampu kecil yang sedari kemarin dia nyalakan di kamarnya masih berada di tempatnya.


Oh aku bermimpi... hehe mungkin karna semalam aku terlalu terbuai oleh kenikmatan yang di berikan suamiku...aku jadi memimpikan dia lagi...maaf karna aku tak bisa sepenuhnya melupakan apa yang pernah aku alami...tapi akan aku pastikan perlahan aku akan sedikit demi sedikit melupakannya karna tergantikan dengan rasa yang mungkin setiap hari dia berikan...


batin Ara sambil menatap Chandra dengan selimut yang menutupi separuh tubuhnya.


Ya...malam ini Ara bermimpi hal yang sama, tentang seorang pelanggan pertamanya dulu yang memberikan sebuah rasa yang tak dapat Ara lupakan, mimpi itu selalu berulang ntah ini sudah yang keberapa yang jelas Ara sampai hafal dengan mimpi itu. Bahkan tak jarang Ara juga seakan kembali merasakannya karna mimpi yang terlihat seperti nyata.


Dengan penuh senyuman Ara bangun dari tidurnya, dia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dia ingin membuat sarapan spesial untuk sang suami di hari pertamanya menjadi seorang istri.


kakiku terasa lemas untuk berjalan...


batin Ara sambil berjalan perlahan.


Saat sudah berada di dalam kamar mandi, Ara memegang bagian sensitif nya.


bahkan disini masih terasa panas... haha...berapa lama sih semalam aku melakukannya sampai-sampai membuatku sangat lelah seperti ini...sungguh itu sangat penuh sesak di dalam sini dan rasanya sangat luar biasa...mungkin hampir sama seperti mimpiku semalam...aah tapi yang jelas lebih hebat suamiku....dia memang yang terbaik...


batin Ara sambil terkikik pelan membayangkan lagi apa saja yang telah dia lewati semalam.


Ara pun telah selesai membersihkan diri, dia juga sudah membuat nasi goreng ayam sosis untuk Chandra, juga membuat jus jeruk manis kesukaannya.


Baru saja menghidangkan makanan di meja makan, tiba-tiba suara Chandra terdengar dari tangga, menyapa ramah pada Ara.


"Hai sayang...waah kau sudah membuat sarapan... maaf ya aku terlambat bangun...jadi kau harus membuat sarapan sendiri..."


kata Chandra sambil terus berjalan mendekati Ara.


"Hai sayang...aku baru saja ingin membangunkanmu...tapi kau sudah bangun


...Tak apa sayang...sekarang kemarilah ayo kita sarapan.. aku sungguh lapar..."


jawab ramah Ara sambil melontarkan senyum terbaiknya.


"Terimakasih sayang...aku sungguh sangat mencintaimu..."


kata Chandra lagi sambil memeluk Ara dari belakang.


"Terimakasih untuk apa... aku juga mencintaimu sayang...."


jawab Ara sambil mencium wajah Chandra yang berada di atas bahunya.


"Untuk semalam dan untuk sarapan lezat ini...aku akan menghabiskannya karna aku lapar sekali.... semalam sungguh menghabiskan banyak tenaga ku..."


kata Chandra sambil tertawa ringan.

__ADS_1


Dan keduanya pun sarapan bersama, menyantap makanan yang baru saja di buat oleh Ara. Mereka juga membahas banyak hal tentang pekerjaan, dan kehidupan mereka ke depannya karna masih banyak hal yang belum tertata dengan sempurna.


Telah banyak membahas tentang segala hal Ara terdiam, dia baru saja menghabiskan porsinya. Sekilas dia melihat Chandra yang lahap memakan nasi goreng buatannya, bahkan Chandra juga menambah lagi porsinya, melihat itu Ara tersenyum simpul, tiba-tiba ingatannya tertuju pada Jodi.


aku tak menyangka... memang takdir selalu tak bisa di tebak...aku belajar memasak berharap dia (Jodi) selalu suka dengan masakanku, berharap bisa memasak untuknya setiap hari...tapi kini tangan ini memasak untuk orang lain...huufh..tapi Tuhan telah mengganti sosoknya dengan orang yang jauh lebih baik seperti Chandra yang bisa menerimaku apa adanya...terimakasih Tuhan...semoga kau jaga kebahagiaanku selalu seperti ini....


batin Ara dengan wajah yang terus tersenyum, dia menopang wajahnya dengan kedua tangannya.


Suapan sendok terakhir masuk ke mulut Chandra, dia terlihat benar-benar puas dengan masakan Ara, dia lalu meneguk segelas jus di sampingnya hingga benar-benar kandas sepenuhnya.


"Ada apa sayang...kenapa kau memandangku seperti itu..."


kata Chandra yang melihat Ara tengah memperhatikannya.


"Tak apa... aku senang karna kau makan masakanku dengan lahap..."


kata Ara sambil tersenyum cerah.


"Tentu saja sayang...masakanmu selalu lezat...karna itu juga aku akan memberikan sebuah hadiah untukmu..."


"Hadiah..."


jawab Ara dengan mata berbinar.


"Ya..tunggu sebentar..."


"Ini..."


kata Chandra lagi sambil menyodorkan kotak itu pada Ara.


Ara membukanya di dalamnya terdapat sebuah kain, lalu Ara mengangkatnya.


"Penutup mata...ini untuk apa sayang..."


kata Ara dengan wajah penuh penasaran, dia berharap mendapatkan sebuah kejutan dari Chandra, tapi dia bingung ketika yang berada di dalam kotak itu hanya sebuah penutup mata.


"Maukah kau melakukannya sekali lagi bersamaku..."


kata Chandra dengan wajah yang sulit di tebak.


"Aku tak mengerti...apa maksudmu sayang..."


kata Ara menatap Chandra dengan serius.


"Maafkan aku....aku adalah lelaki yang pertama kali telah menodaimu....dan mungkin karna itu juga kau terjerumus dalam dunia gelap itu....maafkan aku sayang..."


kata Chandra kini dengan wajah penuh rasa bersalah, dia berlutut di samping Ara.

__ADS_1


"Aku tak mengerti...apa maksudmu sayang..dunia gelap... penutup mata..apa maksud semua ini..."


"Apa kau masih ingat...lelaki yang menyewamu beberapa tahun Islam...dia menginginkan kau mematikan lampu kamar dan menggunakan penutup mata saat melakukannya..."


"Ja...jadi itu kau...."


jawab Ara terbata dengan tatapan tak percaya.


"Ya...itu aku...maafkan aku sayang....sungguh aku tak tau jika malam itu kau bahkan masih suci..."


jawab Chandra yang kini menundukkan kepalanya.


Ya..lelaki yang selalu di mimpikan oleh Ara adalah Chandra. Lelaki misterius yang menjadi pelanggan pertamanya, dan dia telah memberikan Ara sebuah rasa yang sangat luar biasa yang tak pernah bisa Ara lupakan sepanjang hidupnya. Bahkan Ara tak jarang juga merindukannya.


**


Malam itu Chandra mengalami frustasi karna keluarganya yang sempat akan retak, Lilia dan Bima waktu itu sempat ingin berpisah karna hadirnya orang ketiga.


Chandra yang kala itu masih sangat muda, bahkan dia masih duduk di bangku sekolah melampiaskan dengan hidup bebas dan sempat terjerumus dalam pergaulan bebas.


Malam itu Chandra menghamburkan uang orangtuanya di sebuah bar bersama teman-temannya, sebelum akhirnya pergi ke rumah 77 yang terkenal dengan wanita malamnya untuk menyewa seorang wanita.


Malam itu dia hanya sekelebat melihat wajah cantik Ara yang sempat membuatnya sangat bergairah, dia yang tak ingin wanita yang di sewanya mengerti wajah aslinya segera mematikan lampu kamar.


Dia bahkan yang masih takut Ara mengenali wajahnya meminta Ara untuk memakai penutup mata, baru dia bisa dengan tenang melakukannya pada Ara.


Setelah puas dengan permainannya malam itu, Chandra tak langsung pulang ke rumah melainkan tidur di sebuah hotel. Pulang ke rumah hanya akan membuatnya semakin stress karna harus setiap hari mendengar pertengkaran kedua orangtuanya.


Tengah membersihkan diri, Chandra di kagetkan dengan sebuah noda darah di area sensitifnya, disitu dia baru menyadari bahwa malam itu adalah yang pertama kalinya untuk wanita yang dia sewa.


Dari situlah Chandra merasa bersalah pada Ara, dan mulai hari itu dia juga terus mencari informasi tentang Ara, Chandra mengetahui bahwa Ara mulai malam itu sering di sewa oleh seorang pria sebagai wanita malam.


Dia bahkan sering melihat Ara di berbagai hotel bersama seorang pria, dan terus berganti-ganti setiap harinya.


Dari situ Chandra sangat merasa bersalah, dia berfikir bahwa dia adalah awal dari Ara menjadi wanita malam, dia telah menodainya tanpa bertanggung jawab atasnya.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2