Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Tak rela


__ADS_3

Keesokan paginya Jodi datang menemui Ara yang masih berada di rumah sakit.


Jodi pagi itu di temani oleh Rianti untuk memberitahu letak kamar Ara, setelahnya Rianti tak mengikuti Jodi masuk, dia menunggu Jodi di luar ruangan, tak ingin mengganggunya ataupun membuat anaknya malu dan canggung nanti saat mencoba mendekati Ara kembali.


Jodi membuka pintu perlahan, matanya sedikit mengintip di dalam ruangan, sekedar memastikan bahwa memang benar Ara yang berada di ruangan itu.


Ara yang melihat pintu sedikit terbuka segera berkata.


"Masuk..."


Melihat Jodi yang muncul dari balik pintu, matanya segera mengerjap melihat dengan benar apakah pria yang ada di sana benar-benar Jodi.


"Hay...bolehkah aku masuk..."


kata Jodi dengan senyum yang canggung.


"Darimana kau tau aku ada disini..."


kata Ara terheran melihat Jodi yang ada di kamarnya.


"Mama yang telah memberitahuku..bahwa kau sedang di rawat disini..."


sudah kuduga pasti ibunya yang memberitahu keberadaanku ..


batin Ara terdiam.


"Ini untukmu... aku taruh sini ya..."


kata Jodi sambil menaruh satu keranjang buah besar di meja dekat ranjang Ara.


Ara masih tak menjawab, dia hanya terdiam tak bisa mengekpresikan dirinya. Dia bingung dengan perasaannya haruskah dia senang dengan kedatangan Jodi, atau malah sedih dan marah mengingat kejadian yang telah berlalu.


Tapi Ara juga tau bahwa semua itu bukan salah Jodi, melainkan Emir yang sudah berusaha memisahkan keduanya tanpa sepengetahuan Jodi.


"Bagaimana keadaanmu Ara..."


tanya Jodi yang sekarang sudah duduk di sofa di dekat ranjang Ara.


"Aku sudah mengetahui semuanya dari ibumu...maaf aku telah salah sangka padamu...dan maaf atas kemarahanku waktu itu...mungkin perkataanku telah menyakitimu..."


kata Ara tak mengabaikan pertanyaan Jodi.


"Sudahlah semua telah berlalu...yang terpenting sekarang kau sudah tau semuanya...aku sudah lebih lega.."


kata Jodi dengan senyumnya.


"Aku dengar ibumu..."


imbuh Jodi lagi, tapi kata-katanya terpotong dengan jawaban cepat Ara.


"Ya...dia sudah aku temukan....kau tau darimana..."

__ADS_1


jawab Ara menatap Jodi cukup terkaget karna dia telah mengetahui semuanya.


"Tak penting aku tau darimana...yang terpenting sekarang kau sudah lega kan...karna telah menemukan ibu kandungmu..."


"Kau pasti juga sudah tau semua tentang kehidupanku sekarang kan...tapi maaf Jodi...aku tak bisa menjalin hubungan lagi denganmu...aku telah jatuh berkali-kali dalam sebuah ikatan bernama cinta...dan itu membuatku tak ingin terjatuh lagi untuk kesekian kalinya..."


kata Ara yang langsung pada intinya, melihat arah pembicaraan Jodi, dia tau bahwa Jodi datang kesana hanya untuk mendekatinya kembali, setelah mengetahui hubungan darahnya dengan Chandra.


Mendengar hal itu Jodi cukup terkejut, perasaanya kembali hancur karna penolakan spontan Ara, bahkan sebelum dia mulai untuk mendekatinya.


"Menghilangnya kau waktu itu sudah membuatku hancur...lalu hadirlah Chandra yang mampu membuat semangat hidupku bangkit kembali..dan sekarang... rasanya hidupku lebih hancur lagi setelah mengetahui semua kebenaran bahwa dia adalah adikku...aku seperti enggan untuk mencintai pria lagi...mungkin hidup sendiri akan lebih baik untukku...karna tak ada yang akan melukaiku lagi..."


kata Ara menatap lurus kedepan dengan air mata yang mengalir di pipinya.


"Maafkan aku Ara...tapi tak adakah kesempatan kedua untukku memperbaiki semuanya...aku janji kali ini tak akan ada seorang pun yang akan memisahkan kita lagi..."


jawab Jodi dengan wajah memohonnya, dia kini berdiri mendekati ranjang Ara.


"Beri aku kesempatan Ara...aku akan..."


Imbuh Jodi, kata-katanya terhenti karna mendengar pintu di buka dengan tergesa.


"Tak akan ada kesempatan apapun untukmu..lebih baik kau pergi darisini..."


kata seorang yang berada di ambang pintu, ternyata di adalah Chandra yang kembali dengan amarahnya.


" Apa hakmu melarangku untuk mendekati Ara...kau bukan suaminya lagi...pernikahan kalian tak boleh terjadi..."


kata Jodi tak takut lagi dengan penekanan Chandra sekarang, karna dia bukan lagi suami Ara.


kata Chandra lagi sambil mendekati Jodi penuh amarah.


Chandra sudah sangat marah sekaligus sedih mengetahui fakta tentang dirinya dan Ara, dia tak ingin Ara jatuh pada pelukan pria lain. Apalagi Jodi, pria yang sempat membuat Ara terpuruk dulu sebelum hadirnya Chandra dalam hidupnya.


Dan kini saat Chandra sudah mencoba untuk kuat, dia ingin menemui Ara untuk melihat kondisinya, tapi dia malah menemukan Jodi yang sudah bisa di tebak maksud kedatangannya adalah untuk mendekati Ara kembali, dan itu membuat Chandra cukup emosi melihat Jodi disana.


"Keluar...kau tak boleh berada disini..."


kata Chandra lagi sambil menarik tubuh Jodi yang sama sekali tak bergeming.


"Cukup.... aku mohon kalian jangan bertengkar disini...."


kata Ara dengan air mata yang masih mengalir di pipinya, melihat Chandra membuatnya kembali mengingat rasa sakit di hatinya.


"Lepaskan aku...kau tak bisa mengusirku...kau bukan suami Ara lagi..."


jawab Jodi mengibaskan tangan Chandra kasar.


"Aku mengusirmu sebagai seorang adik darinya...aku berhak melindunginya dari pria sepertimu...pergi..."


kata Chandra menyeret tubuh Jodi secara paksa untuk keluar dari kamar Ara.

__ADS_1


Sementara di luar ruangan kamar Ara, terdapat Rianti dan juga Lilia yang sedang berbincang-bincang.


**


Rianti sengaja untuk tak masuk ke ruangan Ara, dia sengaja menunggu kedatangan Lilia untuk berbicara langsung padanya. Meminta kerjasama Lilia untuk kembali menyatukan Jodi dengan Ara.


Lewat penuturan pengawal Rianti yang sudah di tugaskan untuk mengawasi ruangan Ara, dari situ Rianti bisa tau wajah Lilia ibu dari Ara.


Tapi tanpa di duga pagi itu Lilia datang bersama Chandra.


Chandra mendengar sedikit pembicaraan keduanya, ketika dia tau bahwa wanita yang ada di hadapannya adalah ibu dari Jodi, dia segera saja meninggalkan keduanya dan langsung menuju ke kamar Ara, tak terima dengan pendekatan Jodi kembali setelah semua yang terjadi.


"Aku harap Jodi dan juga Ara bisa kembali seperti dulu...aku yakin anakku akan bisa membuat Ara perlahan melupakan semuanya....sebagai seorang ibu tentu Anda tak mau Ara terus terpuruk dalam keadaan ini kan..."


kata Rianti berusaha membujuk Lilia.


"Iya..nyonya..aku ingin yang terbaik untuk Ara..jika memang anak Anda bisa membuat Ara melupakan semua ini dan membuatnya bahagia...kenapa tidak..."


kata Lilia menimpali dengan senyum manisnya.


Tengah asyik berbincang, tiba-tiba terdengar pintu kamar Ara terbuka dan terdengar juga keributan dari sana. Lilia dan juga Rianti melihat Chandra mendorong Jodi hingga tersungkur ke lantai.


"Chandra apa yang kau lakukan..."


kata Lilia terkaget dengan apa yang dia lihat.


"Aku tak mau dia mendekati Ara lagi maa...tak ada yang boleh bersama Ara selain aku..."


kata Chandra dengan amarahnya.


Rianti sendiri segera mendekati Jodi membantunya berdiri.


"Kau tak boleh berkata seperti itu Chandra..dia adalah kakakmu..."


kata Lilia mencoba menegaskan.


"Aku tau maa...tapi semua ini salah Mama kan ...aku sudah menikahinya...aku sudah melewati malam dengannya maa...bagaimana jika dia hamil anakku..."


kata Chandra malah terbawa amarah karna semua keadaannya saat ini.


"Kau tak usah khawatir...aku bersedia bertanggung jawab atasnya...aku bersedia menikahinya..."


kata Jodi dengan lantang dan tegas.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2