Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Restu Lilia


__ADS_3

Pintu pun terbuka dan memperlihatkan seorang yang masuk dengan santainya.


"Tante...."


Sapa Ara dengan wajah terkejut karna melihat Lilia yang sepagi itu sudah datang berkunjung ke rumahnya.


"Hay.... Ara sayang...hmm..wangi sekali bau masakan ini...kau sedang memasak ya..."


jawab Lilia dengan senyum cerahnya, dia mengulurkan tangannya untuk memeluk Ara.


"Aah...itu....iya Tante saya sedang memasak..."


kata Ara membalas pelukan Lilia sambil menunjuk dapur dimana asap masakan masih mengepul.


"Tante ada perlu apa pagi-pagi kemari..."


kata Ara yang langsung bertanya dia khawatir terjadi sesuatu karna Lilia yang tiba-tiba datang ke rumahnya tanpa memberitahu terlebih dulu.


"Sayang... apakah aku harus ada keperluan untuk datang kemari..."


jawab Lilia mengernyitkan dahinya.


"Oh tidak begitu maksud saya Tante....Tante bisa datang kapan saja Tante mau...tapi jika sepagi ini saya khawatir mungkin terjadi sesuatu pada Chandra atau mungkin Tante ada keperluan lain pada saya..."


jawab Ara merasa bersalah akan kalimat pertanyaannya pada Lilia.


"Hehe..maaf sayang...tak ada sesuatu apapun... tadi Chandra bilang padaku dia tak dapat menemanimu pagi ini karna dia harus berangkat menuju ke luar kota bersama ayahnya...jadi aku sendirian di rumah...dan aku fikir lebih baik kemari menemanimu sarapan jadi kau tak sendiri begitu juga aku..."


jawab Lilia kini tersenyum manis pada Ara.


"Oh astaga Tante..aku sempat berfikir terjadi sesuatu pada Chandra tadi...jika itu alasan Tante kemari...mari masuk..ayo kita sarapan bersama...masakan saya sebentar lagi akan matang..."


kata Ara dengan ramah, perlahan dia berjalan ke dapur untuk melihat lagi masakannya yang masih ada di atas kompor yang menyala.


"Tenang Ara...aku juga membawa makanan dari rumah tadi...mungkin kita bisa saling bertukar masakan...aku ingin tau bagaimana rasanya masakan calon menantuku ini..."


kata Lilia dengan sangat antusias.


Mendengar perkataan Lilia, Ara seketika menoleh dan tersenyum.


"Maaf mungkin saya tak begitu pandai memasak Tante..."

__ADS_1


"Tak Apa semua perlu belajar dan nanti kau lama-lama akan terbiasa..tapi Chandra selalu bilang masakanmu enak Ara...makanya aku ingin mencobanya .."


kata Lilia yang sekarang sudah duduk di meja makan Ara.


"Emm..Chandra terlalu melebih-lebihkan Tante...sebenarnya tidak seperti itu.."


jawab Ara yang kini sudah menaruh masakan sup jamurnya ke dalam mangkuk, dia juga mengambil ayam goreng dan juga sambal yang sudah dia masak sebelumnya.


Keduanya pun sarapan di satu meja yang sama, Lilia lebih banyak memakan masakan dari Ara sementara Ara memakan makanan yang telah di bawa oleh Lilia.


Keduanya saling memuji masakan satu sama lain, hingga hidangan dalam piring mereka habis sepenuhnya.


Tengah meneguk segelas susu yang telah di siapkan sebelumnya, Ara di kagetkan dengan perkataan Lilia yang tiba-tiba saja terlontar dari mulutnya.


"Ara apa kau benar-benar serius dengan anak saya...."


kata Lilia sambil meneguk segelas air putih, dia memandang Ara dengan serius.


"Kenapa Tante bertanya seperti itu...apa ada sesuatu yang membuat Tante meragukan saya..."


kata Ara sambil menaruh gelasnya.


"Saya sudah tau apa pekerjaan kamu sebelum ini...untuk itu saya bertanya apa kau serius dengan Chandra..."


apaa....Tante Lilia tau....dia tau dari mana... apa Chandra sudah menceritakan semua padanya ...


batin Ara terdiam terkaget.


"Saya tidak membencimu Ara....saya juga tidak menghalangi hubungan kalian...saya tau Chandra sangat berharap bisa menikah denganmu...dia sangat mencintaimu....meski dia sudah tau tentang pekerjaanmu sebelumnya...jujur aku sempat kaget dengan fakta itu..tapi aku sekali lagi tak bisa menghakimi seorang karna masa lalunya...aku tak tau apa yang telah kau lalui sampai kau terjerumus di dalamnya....dan aku tak akan membahasnya...."


kata Lilia di akhir kalimatnya menghela nafas dalam sebelum akhirnya berkata lagi.


"Tapi sekarang yang akan saya bahas adalah... apa kau benar-benar serius dengan Chandra... benar-benar mencintainya dan berjanji tak akan pernah meninggalkannya...juga berjanji tak akan kembali pada duniamu dulu..."


imbuh Lilia lagi.


"Sa..saya serius dengan Chandra Tante...saya berjanji tak akan meninggalkannya...ijinkan saya mendampinginya..itupun jika Tante merestui hubungan kami...Tante sudah tau masa lalu saya...saya bukan wanita baik-baik... alangkah baiknya jika Tante berfikir ulang tentang hubungan kami..."


kata Ara dengan mata yang berkaca-kaca, dia tak menyangka hal itu terjadi lagi padanya, dia kini hanya berharap Lilia bisa menyetujui hubungannya dengan Chandra meski telah tau semuanya.


Ternyata saat di malam Chandra melamar Ara, Lilia sempat berfikir kenapa tiba-tiba Chandra bertanya padanya tentang masa lalu seseorang yang tak buruk, apa dia bisa menerimanya. Merasa pertanyaan Chandra ada sangkut pautnya dengan Ara, Lilia segera menyuruh seorang untuk menyelidiki tentang siapa Ara dan masa lalunya.

__ADS_1


Sempat terkaget dengan apa yang telah Ara lalui di masa lalu, Lilia juga sempat ingin memisahkan keduanya, tapi kembali lagi dia mengingat perkataannya pada Chandra bahwa dia tak boleh menghakimi seorang dari masa lalunya, juga karna dia melihat cinta Chandra yang begitu dalam pada Ara. Akhirnya Lilia memilih untuk mengalah dan menyetujui keduanya meski sudah tau tentang Ara yang sebenarnya.


Lilia hanya berharap untuk kebahagiaan Chandra anak satu-satunya yang sangat dia sayangi.


"Saya sudah banyak berfikir Ara....untuk itu saya datang kesini untuk bertanya padamu... apa kau benar-benar serius mencintai anak saya...saya bisa menerima masa lalumu...tapi saya tak akan pernah bisa menerima jika kau hanya mempermainkan anak saya dan berniat meninggalkannya suatu saat nanti..."


kata Lilia dengan tatapan seriusnya.


"Demi Tuhan...saya tidak ada niatan untuk mempermainkan Chandra...saya benar-benar mencintainya..."


kata Ara dengan wajah serius juga.


"Apa aku bisa memegang kata-katamu Ara...aku tak ingin Chandra yang sudah lapang dada menerimamu dengan masa lalumu harus tersakiti pada akhirnya dengan kau yang meninggalkannya..."


"Sungguh saya tak berbohong dengan perasaan saya...dan saya tak ada niatan sama sekali untuk meninggalkannya apa pun itu yang terjadi..."


Mendengar jawaban Ara, seketika Lilia menghela nafas panjang dan memegang tangan Ara, wajahnya kembali tersenyum ramah seperti saat awal dia datang.


"Saya sama sekali tak membencimu dengan masa lalumu Ara...setiap orang pasti punya alasan tertentu kenapa dia melakukan sesuatu di masa lalunya..begitupun denganmu...dan saya percaya kau bisa berubah menjadi wanita yang lebih baik dan terus lebih baik di setiap waktu...saya percaya padamu Ara...semoga kau bisa membahagiakan Chandra .."


kata Lilia yang kini sudah memeluk Ara hangat.


tak pernah ada seorang ibu yang berharap anaknya mempunyai istri dari mantan pelacur... tapi untuk kebahagiaan Chandra aku merelakannya.. mencoba untuk ihklas menerima masa lalunya...semoga Ara bisa membuat Chandra bahagia dan selalu ada di dekatnya hingga akhir hayatnya nanti...


Semoga keputusanku ini tak salah..semoga Ara bisa terus berubah menjadi lebih baik di setiap waktunya...


semoga saja...


batin Lilia memeluk Ara sambil menengadahkan wajahnya ke langit-langit ruang makan Ara.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2