Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Pertengkaran


__ADS_3

Ara segera bangun dengan memegangi tangannya yang terasa sakit karna terbentur kursi-kursi disana.


"Maafkan aku Erlin..."


kata Ara lirih pada Erlin yang mulai mendekati nya.


"Aku tak butuh maaf dari wanita sepertimu..aku sungguh menyesal telah berbuat baik padamu ....jika saja aku tau kau adalah selingkuhan Sam...aku akan lebih dulu membunuhmu....."


kata Erlin menunjuk-nunjuk wajah Ara dan membentaknya.


Teman-teman Erlin pun hanya melihat sambil berusaha terus memprovokasi untuk memukul Ara membuatnya jera dengan perbuatannya.


"Kau hanya wanita penjilat Ara...menggunakan wajah cantikmu itu untuk menghabiskan kekayaan suamiku..."


kata Erlin yang kini sudah menarik rambut Ara dan menendang kakinya.


Sam yang melihat Ara tengah di tendang oleh Erlin segera melerai,


"Sayang..hentikan...aku mohon...kita selesaikan ini dengan baik-baik...banyak mata melihat disini..apa kau tak malu nanti...ini hanya sebuah salah faham..."


kata Sam sambil berusaha memegangi tangan Erlin agar tak kembali menarik rambut Ara.


"Diamlah...ini urusan wanita...aku akan mengurus kau nanti..."


kata Erlin mengibaskan tangan Sam dan menunjuk-nunjuk wajahnya.


Sam pun juga memberi kode pada para anak buahnya untuk segera memisahkan Ara dan Erlin, Sam meminta untuk membawa Ara pada tempat yang aman.


Erlin yang melihat para anak buah Sam maju segera berteriak,


"Jika kalian berani membawa wanita ini pergi dari hadapanku...akan aku pastikan kalian di pecat hari ini juga...."


kata Erlin menunjuk pada anak buah Sam yang mulai mendekat satu persatu.


Alhasil tak ada satu pun dari anak buah Sam yang berani memegang Ara maupun Erlin.


Sementara Ara kini hanya meringkuk terdiam di bawah lantai, dia menangis menahan malu dan juga sedih, dia tak berani menatap siapapun termasuk Erlin, Ara merasa bersalah pada Erlin karna telah bersama dengan suaminya.


Sam sendiri merasa bersalah pada Ara karna bagaimana pun ini semua adalah salahnya.


Dia bersalah karna telah mengajak Ara, karna dia juga tak tau kalau istrinya Erlin berada di satu kota yang sama, bahkan menginap di satu hotel yang sama.


Riuh pengunjung hotel pun terdengar gemuruh dari berbagai arah, mengumpati Ara, memprovokasi Erlin, juga banyak suara-suara lain yang terdengar dari banyak orang disana.


Ada juga beberapa orang yang sengaja mengabadikan moment itu di layar ponselnya.

__ADS_1


Ara pun mendapatkan berbagai pukulan, tendangan, tamparan, Erlin juga menjambak rambut Ara yang tergerai panjang. Erlin tak henti-hentinya mengumpati Ara di depan banyak orang, menghina bahkan tak jarang Erlin mengatai Ara dengan kata-kata kotor.


Telah lama dengan keadaan itu, karna tak ada yang berani melerainya, Sam sendiri berada di antara keduanya berusaha memegangi tubuh Erlin yang terus di tepis olehnya, tubuh Erlin terasa mempunyai seribu kali tenaga dari biasanya, bahkan beberapa kali Sam terlihat terjatuh karna dorongan dari Erlin.


Amarah telah menguasai diri Erlin, dia tak memperdulikan penampilannya lagi, yang ada di fikirannya sekarang hanya ingin menghajar dan membuat Ara jera karna telah dekat dengan suaminya.


Saat tangan Erlin hendak menampar kembali pipi Ara, tiba-tiba sebuah tangan yang kekar dan kuat memegangi tangannya.


Tangan itu bahkan membuat tangan Erlin tak bergerak sedikit pun.


"Lepaskan Sam...atau kau yang akan menggantikan posisi wanita ini sekarang..."


kata Erlin sambil menoleh kebelakang.


Seketika badannya terasa melemas dan tak melakukan perlawanan lagi, saat tangan itu mengibaskan tangan Erlin, tangan Erlin seakan lunglai begitu saja melihat sosok yang berada di belakangnya sekarang, yang menatap Erlin penuh dengan amarah.


Aura dingin seorang yang ada di hadapannya membuat Erlin seketika juga tersadar sudah tak ada lagi satu suara pun di dalam restoran tersebut.


Riuh sorak orang-orang yang tadi ramai tiba-tiba terdiam, Erlin memandang di sekitar sudah banyak para bodyguard dengan seragam senada yang mengelilinginya, beberapa terlihat merebut ponsel-ponsel nakal yang telah merekam betapa menderitanya Ara.


Ara sendiri yang tadi melihat tangan Erlin hendak memukulnya, matanya bahkan sudah terpejam karna akan mendapatkan pukulan kembali. Kini Ara membuka mata, karna tangan Erlin yang tak kunjung sampai di tubuhnya, Ara mendongak dan melihat seorang pria tengah berhadapan dengan Erlin.


Pria itu barusaja mengibaskan tangan Erlin dengan kasar, dan terdengar suara dingin setelahnya yang di tujukan pada Erlin.


"Hentikan...atau kau yang akan menerima pukulan dariku..."


kata Ara terbata karna menahan tangis sekaligus terkaget melihat Jodi yang tiba-tiba ada disana.


Mendengar panggilan itu, Jodi dengan cepat merengkuh tubuh Ara dalam pelukannya, berusaha melindungi Ara dengan tubuh besarnya.


"Kau baik-baik saja..."


kata Jodi sambil memegang dagu Ara dan melihat setiap detail wajahnya.


Ara pun tak dapat menjawab, dia masih dalam tangisnya tapi ntah kenapa kini Ara merasa aman dan nyaman berada dalam dekapan Jodi.


Melihat penampilan Ara yang memprihatinkan dengan beberapa luka di tubuhnya, Jodi pun menatap lagi Erlin yang masih terdiam di tempatnya.


"Aku akan membalas setiap perbuatan yang telah kau lakukan padanya... ingat itu...."


"Sungguh tuan aku tak bersalah...dia yang telah merebut suamiku..."


"Tapi kau tak pantas menghakiminya seperti ini...apalagi di tempat ramai seperti ini....kau akan menerima akibatnya nanti..."


"Tuan aku mohon jangan libatkan Anda karna wanita hina ini...dia tak pantas mendapatkankan pembelaan dari siapa pun..."

__ADS_1


kata Erlin lagi yang tak terima dirinya di salahkan atas keadaan Ara.


"Tutup mulutmu...mulutmu tak pantas menghinanya..."


kata Jodi dengan nada suara yang meninggi.


"Siapa dia sebenarnya tuan...sampai Anda membelanya seperti ini...dia sungguh tak pantas mendapatkannya..."


kata Erlin lagi menatap heran pada Jodi.


"Dia kekasihku..."


kata Jodi sambil berjalan memeluk Ara menjauh dari sana, dia melewati Erlin begitu saja dengan tatapan dinginnya.


"Urus mereka semua yang terlibat dalam kejadian ini...terutama mereka berdua..."


suara Jodi yang di balut oleh amarah menggema di dalam restoran tersebut, menyebarkan aura dingin yang menakutkan, dia menunjuk Erlin dan juga Sam yang diam tanpa kata.


Sam dan Erlin sendiri tau bahwa Jodi adalah sang penguasa bisnis, dia adalah rajanya pengusaha, tak heran dia sangat di segani, di hormati bahkan di takuti di segala tempat karna kekuasaannya.


Tuan Jodi adalah kekasih Ara....tidak mungkin....lalu kenapa dia masih bekerja sebagai wanita malam jika dia sudah mempunyai kekasih kaya raya seperti tuan Jodi...


batin Sam bergidik ngeri dengan apa yang baru saja di lihatnya, ya Jodi menunjuk dirinya dengan wajah penuh amarah.


Tuan Jodi tak mungkin membela seorang wanita jika dia tak memiliki hubungan dengannya...apalagi dengan wanita seperti Ara....tapi melihat semua ini...mungkin aku harus percaya bahwa Ara adalah wanita spesial untuknya...


Tamatlah riwayatmu setelah ini Sam....


batin Sam lagi.


Apa aku tak salah dengar...dia kekasih tuan Jodi...lalu apa yang dilakukannya bersama suamiku tadi...Ara berselingkuh dengan Sam bahkan setelah memiliki kekasih yang berkuasa seperti tuan Jodi....bahkan Sam bukan apa-apa di bandingkan dengannya....papa tolong aku....aku dalam masalah besar sekarang ....


batin Erlin menelan ludahnya dengan kasar.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2