
"A...aku... aku...aku adalah ibu kandungmu Ara...maafkan aku...."
Mendengar jawaban dari Lilia seketika Ara melepas pegangan tangannya, Ara terkaget, dia terduduk di samping Lilia menatap tak percaya padanya.
"Maafkan aku sayang...maafkan aku..."
kata Lilia lagi, dia berusaha memegang Ara yang duduk menjauh darinya.
"Tidak mungkin...tidak mungkin..."
kata Ara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Maafkan Mama sayang..."
kata Lilia, dalam bayangannya sudah berparade segala penuturan Chandra yang sangat mencintai dan menyayangi Ara, yang ternyata adalah kakaknya sendiri.
aku memang salah...aku tak pernah bercerita tentang anakku yang pernah aku buang dulu...bahkan Chandra juga tak mengetahui bahwa dia mempunyai seorang kakak....
batin Lilia.
"Mama bohong...jelas-jelas tertulis disana sebuah inisial "A"...dan nama Mama adalah Lilia...ibu Alma bilang ibuku bernama......."
kata-kata Ara terpotong dengan jawaban kilat Lilia.
"Aisyah... nama ibumu adalah Aisyah..."
kata Lilia menatap Ara dengan wajah penuh rasa bersalahnya.
Semakin terkejut Ara karna Lilia menjawab dengan benar, dia semakin tak percaya menatap Lilia dalam kebingungan.
"Namaku dulu adalah Aisyah.... ntah kenapa semenjak kematian ibuku lebih tepatnya adalah nenekmu...aku jadi membenci nama itu...aku merasa semua kesialan dan segala hal buruk yang menimpaku di sebabkan karna nama itu...untuk itu aku mengganti namaku menjadi Lilia...."
kata Lilia sambil mengusap air matanya menerawang lagi jauh pada ingatan masa lalunya.
"Jadi Mama..."
"Ya aku Aisyah... aku ibumu... saudara kembar dari Alma...maafkan aku sayang..."
kata Lilia dengan air mata yang mulai menganak lagi.
"Seharusnya pernikahan ini tak pernah terjadi....aku ibumu dan Chandra adalah adik kandungmu sendiri...maaf Mama telah melakukan kesalahan besar....seharusnya semua ini tak pernah terjadi...maafkan Mama karna tak bisa mengenalmu sebelumnya...maafkan Mama nak..."
imbuh Lilia lagi, dia kini memegang bahu Ara dan tanpa di duga Ara dengan cepat menghindari pegangan tangan Lilia.
Fikiran Ara melayang jauh, bayangan-bayangan tentang bahagiaannya dengan Chandra, cinta dan kasih mereka dan semua yang telah mereka lalui seakan hilang begitu saja. Berganti dengan sebuah rasa sakit hati yang mendalam karna dia mendapati fakta bahwa yang di cintainya adalah adik kandungnya sendiri.
Bayangan rumah tangga bahagia, anak dan segala yang telah mereka rencanakan seakan sirna begitu saja.
aku jatuh cinta pada adikku sendiri...ya dia adalah adikku...bagaimana ini bisa terjadi...Tuhan kenapa semua ini terjadi padaku....
batin Ara, tangisnya mulai pecah, dia kini memegang kepalanya yang terasa pusing.
__ADS_1
Tubuhnya seakan bertambah lemas, mengetahui kenyataan hidupnya kini, wajahnya pucat, tubuhnya seakan tak memiliki tenaga hanya untuk sekedar berkata, lidahnya terasa kelu.
"Maafkan Mama sayang..ini semua memang salah Mama..."
kata-kata terakhir Lilia yang terdengar jelas oleh Ara, sebelum akhirnya tubuh Ara Tiba-tiba ambruk, dia pingsan tergeletak di antara pecahan kaca yang bahkan belum sempat di bersihkan.
"Ara....Ara....kau kenapa nak...bangun sayang...maafkan Mama sayang...maafkan Mama...."
kata Lilia segera meraih tubuh Ara menaruh kepala Ara di pangkuannya, dia menangis sejadi-jadinya sambil mendekap kepala Ara.
Merasa takut terjadi sesuatu pada Ara, Lilia segera saja berteriak dengan kencang memanggil penjaga.
Penjaga yang datang pun terkaget karna melihat banyak pecahan kaca berserak di lantai, juga melihat Lilia dan Ara yang banyak di penuhi luka.
Akhirnya dengan segera Ara di bawa ke rumah sakit, begitu pun dengan Lilia.
Sudah ada di rumah sakit, kini Ara telah di pindahkan ke ruang rawat inap, sementara Lilia berada di luar ruangan menunggu Chandra dan juga Bima datang.
Telah lama di tunggu akhirnya Chandra datang bersamaan dengan Bima. Chandra dengan wajah khawatirnya berjalan mendekati Lilia.
"Maa....Ara kenapa... bagaimana dia bisa pingsan... dan ini kenapa dengan tangan Mama..."
kata Chandra memegang tangan Lilia yang di balut perban di akhir kalimatnya.
"Iya kenapa dengan tanganmu sayang...kau habis terjatuh..."
tanya Bima dengan cepat melihat kedua tangan Lilia.
Lilia tak menjawab, dia kini hanya menangis di hadapan keduanya, memegang tangan Chandra erat, Lilia takut mengutarakan semuanya, tak ingin membuat Chandra terluka karna kenyataan hubungan darahnya dengan Ara.
kata Bima dengan khawatir.
"Sebenarnya ada apa sih maa...kenapa mama malah menangis...apa terjadi sesuatu dengan Ara...katakan..."
kata Chandra yang semakin tak sabar.
tak mendengar sepatah kata pun dari Lilia, Chandra segera melepas genggaman tangan Lilia, dia tak sabar ingin segera melihat keadaan Ara di dalam, Chandra pun berkata.
"Lepas maa..aku ingin melihat keadaan istriku..."
kata Chandra sudah melangkahkan kakinya ingin masuk ke dalam ruangan Ara, tapi dengan cepat pula Lilia segera memegang tangan Chandra lagi dan berkata.
"Jangan sebut dia istrimu lagi Chandra...dia bukan istrimu..."
kata Lilia menatap Chandra dengan rasa penuh rasa bersalah.
"Apa maksud Mama..."
kini Chandra menatap Lilia dengan heran.
Sementara Bima hanya terdiam tak dapat berkata, dia ingin mengetahui kata lanjutan dari Lilia, dia tak mengerti dengan semua yang ada dalam fikiran Lilia hingga dia bisa berkata seperti itu pada Chandra.
__ADS_1
"Pernikahan ini tidak sah...pernikahan ini tak seharusnya terjadi...."
kata Lilia dengan air mata yang semakin mengalir.
"Apa maksud Mama... Mama telah merestui kami bukan....Mama bahkan sudah menerima segala masa lalu Ara...lalu kenapa sekarang Mama berkata seperti itu...dia sudah menjadi istriku maa...kami sudah sah menikah..."
kata Chandra yang kini di balut dengan emosi karna dia mengira Lilia mempermasalahkan lagi masa lalu Ara yang pernah menjadi wanita malam.
"Bukan karna itu....tapi dia adalah kakakmu sendiri Chandra....Ara adalah anak mama...pernikahan kalian seharusnya tak pernah terjadi..."
kata Lilia sedih dan juga marah menjadi satu, dia sedih karna harus melihat anak-anaknya terluka dan dia juga marah dengan kebodohannya sendiri yang tak dapat mengenali Ara sebagai anaknya.
"Apaaa...."
teriak Bima.
"Kakak...apa maksud Mama... Chandra bahkan tak memiliki saudara...Mama ini bicara apa... jangan halangi hubungan kami dengan cerita karangan Mama.. apa-apaan ini maa..."
jawab Chandra menatap bingung pada Lilia.
Dan akhirnya Lilia pun berkisah.
Setelah kehilangan sosok ibu sebagai keluarga satu-satunya yang dia punya setelah perceraiannya dengan sang Ayah. Lilia hidup sendiri, dia memiliki seorang kekasih dan Lilia hamil di luar nikah akibat gaya pacarannya di luar batas.
Setelah mengetahui kehamilan Lilia, Kekasih yang sangat di cintainya berjanji akan segera menikahinya. Tapi sampai perut Lilia membesar kekasihnya tak kunjung bertanggung jawab atasnya, dia malah pergi menghilang menjelang hari persalinan tiba.
Akhirnya Lilia melahirkan seorang diri tanpa di dampingi oleh siapapun, dengan keadaan yang limbung juga kebingungan karna tak ada sandaran hidup yang dia punya. Dia juga tak memiliki pekerjaan tetap untuk menghidupi anaknya seorang diri.
Lilia muda yang masih berusia 18 tahun akhirnya menaruh bayinya di sebuah panti asuhan, dia memberikan sebuah batu giok kesayangannya kepada bayinya, berharap suatu saat nanti dia dapat mencarinya dan mengasuhnya ketika dia sudah dapat hidup dengan layak.
Di hari itu juga dia mengganti namanya, dia berfikir nama Aisyah hanya membuat hidupnya sial, dia terpisah dengan saudaranya, di tinggalkan oleh semua orang yang dia sayang, dan banyak hal buruk lagi yang menimpanya, dia tak ingin memiliki nama itu lagi dan ingin memulai hidup barunya dengan nama barunya yaitu Lilia.
3 tahun setelahnya dia bertemu dengan Bima, menjalin kasih dengannya. Sebelum menikah dengan Bima, Lilia sempat bercerita tentang kisah hidupnya, dia juga bercerita telah memiliki seorang anak. Tapi dengan hati lapang Bima bisa menerima semua keadaan Lilia, dia bahkan sempat berkata pada Lilia akan mencari anak Lilia dan mengasuhnya berdua.
Setelah mereka menikah, benar saja keduanya mencari keberadaan panti asuhan tempat Lilia sempat menaruh bayi Ara. Tapi ternyata panti itu sudah lama tutup, dan tersebar informasi bahwa anak-anak yang ada di dalam panti asuhan itu di titipkan di panti asuhan lain secara acak.
Bima dan Lilia dengan sabar mendatangi semua panti yang menjadi rujukan panti tersebut, tapi sama sekali dia tak menemukan sosok bayi dengan batu giok yang dia tinggalkan.
Berbulan-bulan mencari tak membuahkan hasil, akhirnya perhatian keduanya yang semula fokus pada Ara teralihkan dengan hamilnya Lilia, yang hamil anak pertamanya dengan Bima. Segala keluhan hamil yang dia rasakan membuat perhatiannya teralihkan, apalagi setelah kelahiran Chandra, Bima dan Lilia malah benar-benar melupakannya dan fokus pada tumbuh kembang Chandra yang membutuhkan perhatian sebagai anak pertama mereka.
Hingga saat ini setelah 25 tahun berlalu akhirnya Lilia dipertemukan kembali dengan Ara, yang tanpa di duga telah menjalin cinta kasih dengan adiknya sendiri yaitu Chandra.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...