Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Tes DNA


__ADS_3

selama ini dia sangat membenciku...aku pun juga begitu...karna kesombongannya dan angkuhnya dia aku jadi sangat membencinya... tapi ternyata dia adalah seorang aku rindukan sejak dulu...ayah....ya dia ayahku...ayah kandungku....tuan Emir ayahku...


batin Ara kini dengan menitikkan air mata, dia kini terduduk di sofa terkaget dengan segala yang fakta yang baru saja dia dengar.


"Apa benar yang di katakan olehnya...jawab...."


kata Rianti kini dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kau tak boleh percaya kata Wanita itu sayang...dia hanya membual...ayo sekarang kita pergi dari sini...sudah aku katakan tempat ini tak baik untuk kita...."


kata Emir yang panik segera menarik paksa Rianti dari sana.


"Kau juga Jodi....kenapa kau malah duduk disini....ayo segera pergi tak perlu percaya dengan apa yang dia katakan..."


kata Emir juga berusaha menarik tangan Jodi yang terduduk lemas di lantai.


karna tarikan tangan Emir yang kuat membuat Jodi bangkit dan berdiri, dia kini menatap Emir tanpa expresi dan berkata.


"Jadi ini alasan papa kenapa selama ini sangat membenci Ara...."


"Apa maksudmu..."


"Karna papa sudah mengetahui sebelumnya bahwa Ara adalah anak papa..."


"Tidak...sama sekali tidak Jodi...jika pun aku tau bahwa dia adalah anakku...aku sudah membunuhnya sedari dulu..."


kata Emir kini dengan wajah merah padam, antara malu, bingung dan marah menjadi satu.


"Itu berarti kau mengakui bahwa kau memang memiliki hubungan dengan wanita lain selain aku Emir...."


kata Rianti, kini tak dapat membendung air matanya.


"Tidak sayang...bukan begitu maksudku..."


"Apalagi yang akan papa jelaskan sekarang....papa memang bukan pria yang baik....papa hanyalah contoh buruk untuk kehidupanku....papa meninggalkan anak kandung papa sendiri dan juga berkhianat di belakang mama...."


kata Jodi kini dengan air mata yang tiba-tiba mengajak di ujung matanya, dari matanya juga muncul sebuah sorot kebenciannya pada Emir.


"Cukup.. sudah aku bilang jangan percaya pada perkataan wanita itu...dia hanya membual...anakku hanya kau Jodi...hanya kau...tak ada lagi..."


mendengar perkataan Emir dengan segera Lilia berkata dengan cepat.


"Kalau begitu kita buktikan dengan tes DNA agar semua terbukti dengan jelas...dengan begitu kau tak perlu menuduhku membual..."


"Baik...segera panggil tim medis kesini Jodi...aku ingin hasilnya bisa di ketahui malam ini juga. ."

__ADS_1


kata Rianti dengan air matanya, dia menatap tegas ke arah Emir.


Sementara Emir hanya menelan ludahnya dengan kasar, tak dapat mengelak lagi permintaan Lilia dan juga istrinya. Dia tau sekuat apapun dia beralasan malam ini tak akan membuat Rianti percaya dengan perkataannya. Karna sedari awal hubungannya dengan Rianti memang sudah meregang.


Siiiial datang ke rumah ini hanya membuatku jatuh ke lubang harimau....kenapa aku harus bertemu dengannya lagi...Aisyah sialan...setelah sekian tahun tak melihat wajahnya kenapa aku harus bertemu dengannya dalam keadaan seperti ini....dan Siiial...Ara...wanita siaalan itu ternyata adalah anakku...


batin Emir menatap kesal ke arah Lilia yang memandangnya juga dengan wajah penuh kebencian.


Mendengar semua percakapan di ruangan itu, Ara hanya bisa menitikkan air matanya.


lagi-lagi aku harus di hadapkan dengan keadaan ini...aku telah menemukan ayahku...tapi aku tak tau haruskah aku bahagia dengan keadaan ini...karna ayahku sendiri adalah orang yang sempat mencoba menghancurkan hidupku....dia juga orang yang sangat aku hindari dan aku benci....


batin Ara getir


Malam itu juga tim medis benar-benar datang ke rumah Lilia, mereka adalah tim medis terbaik keluarga Heswari. Dan tes DNA malam itu langsung di awasi oleh Rianti dia takut karna kekuasaan yang di miliki oleh Emir, dia mensabotase hasil dari tes itu.


Tak perlu menunggu lama, hasil dari tes DNA itu langsung di dapatkan di malam itu juga. Dan benar saja hasilnya DNA Emir sangat cocok dengan DNA yang di miliki oleh Ara, dengan begitu Ara dinyatakan sebagai anak kandung dari Emir.


Chandra yang sedari tadi juga berada di satu ruangan yang sama, menantikan hasil dari tes tersebut. Dan ketika dia tau hasilnya, dia hanya menyeringai ke arah Jodi. Dia merasa senang karna di antara mereka akhirnya tak ada yang bisa memiliki Ara.


Jodi yang mengerti arti seringai dari Chandra segera berteriak, mengungkapkan rasa kekesalan dan kekecewaannya.


"Aaarrggh..."


Jodi dengan langkah cepat segera pergi dari rumah Lilia, dia di ikuti langsung oleh Rianti di belakangnya dengan penuh air mata, meninggalkan Emir sendiri disana dengan perasaan malu dan marah sekaligus.


kata Emir menunjuk Lilia dengan kasar juga sorot mata amarah yang membara.


"Hey jaga bicaramu..."


bentak Chandra yang geram dengan perkataan Emir.


"Diam kau bocah tengil..."


jawab Emir masih dengan nada amarah.


"Tentu aku tak akan membiarkan semua itu terjadi..."


kata Bima dengan nada tegas.


"Kau juga...aku akan membunuh kalian semua...ingat itu...terutama kau gadis sialan..."


Emir menunjuk Ara di akhir kalimatnya, lalu segera pergi dari rumah Lilia dengan perasaan malunya.


dia bahkan masih membenciku meski tau aku adalah anak kandungnya...

__ADS_1


batin Ara dengan air mata yang semakin deras.


Rianti sendiri dan Jodi sudah pergi mengendarai mobilnya, di tengah perjalanan Rianti berkata meski masih dengan air mata yang menggenang di pipinya.


"Malam ini aku ingin tidur di villamu sayang...bolehkan..."


"Boleh maa...tentu boleh..."


jawab Jodi dengan wajah yang melunak, dia ingin menghibur Rianti meski hatinya sendiri sedang hancur saat ini.


Rianti tak menjawab, dia hanya melontarkan senyum simpul untuk Jodi. Sebelum akhirnya dia mengambil ponselnya dan menelpon asisten pribadi Emir.


"Suruh beberapa anak buahmu untuk menjaga sebuah rumah...aku akan kirimkan alamatnya setelah ini...dan kau.. kirimkan semua laporan keuangan milik Emir kepadaku malam ini juga...juga aktivitas-aktivitas di luar kantor.. aku ingin tau kemana saja dia pergi selama ini...Dan ya satu lagi..mulai hari ini kau berada di bawah kendali ku...hanya turuti semua kataku..apa kau faham..."


kata Rianti dengan tegas.


"Baik nyonya..."


jawab sang asisten singkat, lalu dengan segera Rianti segera memutus sambungan teleponnya.


Jodi yang mendengarnya hanya menatap Rianti dengan seribu tanya, mengerti arti tatapan anak semata wayangnya Rianti segera berkata lagi.


"Aku ingin rumah Ara dan keluarganya di jaga mulai sekarang... aku yakin Emir tak akan tinggal diam...dan juga aku ingin tau apa saja yang telah di lakukan papamu di belakangku selama ini..."


"Mama benar...papa tak akan tinggal diam..dia orang yang kejam maa....keluarga Ara bisa dalam bahaya..."


"Ya...mama juga tak mau terjadi apapun pada mereka...karna mereka tak bersalah apapun atas semua kejadian ini..."


jawab Rianti.


ternyata selama ini dia sudah bermain di belakangku...mungkin saja banyak wanita-wanita lain yang sudah menjadi korban dari Emir...aku harus segera menyelidikinya... jika memang iya...akan aku pastikan dia akan menjadi gelandangan nantinya...


batin Rianti dengan senyum tipisnya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2